Gimana rasanya,saat kalian udah punya cowok yang udah perfect tapi tiba-tiba perasaan kalian goyah dengan kehadiran sahabat pacar kalian yang juga udah punya pacar?
Ini yang tengah terjadi pada Aya dan juga Rey.lalu apa yang akan mereka pilih, bertahan dengan pasangan mereka masing-masing atau memilih berpisah dan memulai kisah mereka yang baru?
gaes..gaes...ini lapak aku yang baru..tetap temanya masalah cinta ya gaes..
yuk mampir kesini dan ikuti kisah mereka.
jangan lupa tulis kritik dan saran kalian dikomen ya.. suwun 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon s_m, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 35
Keesokan harinya..
Rey dan rekan-rekannya tengah berdiri bersiap untuk kembali.Miko yang awalnya ikut mobil Rey kini dia malah ikut ke mobil bang Sam.sebelumnya Miko udah kong kali kong sama Rey.makanya Miko ikut mobil kantor yang disupiri bang Sam.Aya yang tadinya juga ingin ikut mobilnya bang Sam,lagi-lagi harus pasrah karena sebelum Aya masuk ke mobil kantor,Rey dengan cepat menyeret tangannya masuk ke mobil Rey.dengan berat hati Aya menurutinya.biar semua cepet beres dan dia bisa cepet pulang.
Didalam mobil,sama sekali tak terdengar obrolan dari dua sejoli yang sedang dalam situasi tanpa status itu.pandangan Aya terus tertuju ke luar jendela mobil.sedangkan Rey fokus menyetir, sesekali melirik kearah cewek yang dari masuk mobil sampai sekarang mencuekinya.
Drrrrtttt... drrrrtttt...
Handphone Rey bergetar.ada panggilan masuk.
Aurel,nama yang tertera di layar handphonenya.
Huuufft...
Rey menghela napas sejenak,lalu menekan tombol hijau.
"hallo kak Rey."
"kamu dimana?."
"kok dari semalam gak angkat telpon aku?."
Berondongan pertanyaan dari Aurel langsung terdengar ditelinga Rey.
"sorry.gue kecapean semalem."jawab Rey alakadarnya.
"kak Rey sulit dihubungi."
"Aya juga gitu."
"bang Sam juga gak angkat telpon aku."
"kalian kompak banget sibuknya."
"kan aku khawatir,tau?"
Aurel terus mengeluarkan semua unek-uneknya.
"gue sedang ada dijalan.nanti gue telpon."
pip... Rey langsung menutup teleponnya,sepihak.
"Aurel yang telpon."ujar Rey sambil meletakan handphonenya ke samping.
Tak ada respon dari Mungkin Aya berfikir Rey tak sedang mengajak ngobrol.
"aku bilang tadi telpon dari Aurel."ulang Rey karena tak dapat respon dari Aya.
"terus?."sahut Aya, mengerutkan keningnya, terkesan tak berminat.
"ya,aku kasih tau biar kamu gak cemburu."kata Rey,dengan santainya.
Aya memutar matanya, malas..ngapain juga di harus cemburu, pikir Aya.
"sinting."umpatnya,lirih.
Rey malah menarik sudut bibirnya kala melihat wajah jutek Aya yang sudah seperti makanan sehari-hari baginya.walaupun begitu,cewek yang tengah duduk disampingnya itu malah terlihat menggemaskan dimatanya.
"kita mampir ke tempat bunda aku dulu ya."kata Rey,lembut sambil mengusap rambut Aya.
Aya menoleh,sesaat pandangan mereka bertemu.saat tangan Rey mengusap-usap rambutnya,ada perasaan hangat menjalar ke hatinya.perubahan Rey beberapa hari ini sulit ia hindari.bagaimana pun kerasnya Ia menampik perasaannya pada cowok tampan itu, nyatanya Rey terus memberinya banyak kejutan yang pernah ia inginkan dulu .
"tau gitu kan gue bareng yang lain kalau loe mau mampir-mampir,kak."gerutu Aya, terdengar sebel.
Aya makin memasang wajah cemberutnya.karena sebenarnya dia ingin cepet-cepet pulang dan rebahan di kasurnya.tubuhnya terasa capek sekali.apalagi semalaman dia terus berfikir mengenai Arjun,kekasihnya.
Mungkin Aya terlihat biasa saja diluar tapi hatinya tengah bergemuruh dan batinnya tengah berperang.melihat foto Arjun tengah berpelukan dengan seseorang yang dia sendiri tidak tahu siapa orang itu,tentu melukai hatinya.bagaimana pun juga Arjun adalah cowok yang 2 tahun ini berstatus sebagai kekasihnya.kecewa,kesal,sedih terus menghantui i perasaannya saat ini.moodnya semakin terjun bebas sebebas-bebasnya.dalam diamnya saat ini ada amarah yang dia simpan dan rasanya dia ingin cepat mengetahui kebenarannya.
"mikirin apa?."tanya Rey, lembut.
Suara Rey seketika membuyarkan lamunannya.
"hah?."
Aya tersadar dari lamunannya.tanpa dia sadari wajah Rey sudah ada didepannya.
"fokus kedepan Kak.gue masih pingin hidup."Aya langsung melengoskan wajahnya ke samping untuk mengalihkan pandangan Rey padanya.
Tak bisa dipungkiri ada debaran aneh saat Rey menatap wajahnya.munafik kalau dia tidak senang mendapatkan perhatian dari seorang Reynan,si cowok playboy dan populer di sekolah maupun di kampusnya dulu.apalagi sekarang cowok tampan itu terang-terangan mengeklaim dirinya sebagai kekasihnya.meskipun caranya salah tapi siapa yang gak salting dengan kelakuan cowok tampan yang satu ini.banyak cewek diluar sana menginginkan posisinya saat ini.meskipun dirinya dan Rey sama-sama masih punya pasangan,tapi pesona Rey benar-benar membuatnya cukup terlena dan bisa mengalihkan perasaannya begitu saja.
"kita mampir dulu ke ruko oleh-oleh di depan sana ya yank."kata Rey seperti meminta izin pada Aya.
"terserah."jawab Aya masih mode cueknya.
Tanpa banyak bicara,Rey pun membelokkan mobilnya masuk ke area parkir sebuah ruko oleh-oleh yang ada diseberang jalan.
Setelah memarkir mobilnya,Rey mengajak Aya membeli oleh-oleh untuk seseorang yang tadi Rey sebut bunda.
Didalam ruko penjual oleh-oleh khas Jogja, terlihat cukup rame.
"kita beli apa enaknya yank?."Rey terlihat bingung memilih oleh-oleh yang cocok untuk bundanya lalu dia meminta saran pada Aya.
Aya yang tadinya tak perduli, saat melihat raut wajah Rey yang memang terlihat kebingungan memilih begitu banyak macam-macam aneka jajanan oleh-oleh khas Jogja yang dijual di ruko itu,Sedikit kasihan.
"bunda kakak sukanya apa?."akhirnya Aya pun mau merespon pertanyaan Rey.
Mendengar Aya mau meresponnya,seketika Rey menoleh kesamping.terlihat Aya juga tengah memilih-milih makanan khas Jogja yang berjejer rapi di depan mereka.
Rey pun tersenyum senang, Aya mulai perlahan membuka dirinya.meskipun saat ini tidak bisa dikatakan seperti itu juga.
"iiih ..kak Rey ditanya malah diem."Aya mendengus kesal kala tak mendapat respon balik dari Rey.
Tangan Rey terulur perlahan mengelus rambut panjang milik cewek cantik yang tengah ia perjuangkan itu,kala mendengar gerutuan dari mulut Aya.
"sorry yank."
cup...
Rey mengecup singkat kening Aya.
"apapun yang kamu pilih pasti bunda bakalan seneng."ujar Rey lembut.
cesss...
Ucapan Rey langsung mengena di hatinya.pipinya seketika memerah.perlakuan lembut Rey barusan sukses membuatnya salting brutal.tiba-tiba wajah terasa panas.tanganya ia mengibas-ngibaskan ke udara.
Melihat Aya salting, Rey tersenyum semakin lebar.
"gemes banget sih ayang aku."Rey mencubit pipi Aya karena ia sangat gemas melihat tingkah Aya yang mendadak jadi salting.
"kalau salting gak usah di tahan-tahan yank."godanya pada Aya, cengengesan.
"iih ..apa sih?."Aya langsung memalingkan wajahnya.tentu Aya gak mau Rey jadi besar kepala.karena gombalannya sukses membuatnya salting.
Set...
Dengan cepat Rey memeluk tubuh Aya.Aya yang tak siap, cukup terkejut dengan pelukan dari Rey.tapi kali ini Aya tak memberontak.dia membiarkan Rey memeluk dirinya.toh kalau dirinya memberontak ,dia tetap akan kalah dengan tenang Rey.apalagi cowok ini keras kepala.
"kasih aku kesempatan untuk membuktikan semua."bisik Rey sambil mendekap erat tubuh Aya.
Aya hanya diam.dirinya sendiri juga bingung harus menjawab apa.untuk sekarang Aya masih belum bisa memutuskan apapun.entah mengenai hubungannya dengan Arjun ataupun mengenai cowok yang tengah merangkul tubuhnya ini.semua masih samar bagi Aya.
up nya yg sering² ya kak
selalu ditunggu
si Arjun pun blm ketahuan aja tuh
perifun iki?
Ayoklah semungguuttt!!!!!
. hihi