NovelToon NovelToon
Jerat Pria Asing

Jerat Pria Asing

Status: tamat
Genre:Obsesi / Chicklit / Tamat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nurhayati 11

Mila yang tak mengerti mengapa foto itu menyerupai wajahnya dan di jadikan alasan untuk menikah dengan pria asing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurhayati 11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 26

Kini bus kembali berjalan hingga sampai ke terminal.

‎Mila buru buru turun terlebih dahulu lantaran tak ingin di ikuti Albian.

‎Masih terlalu pagi tentu saja masih pukul 03.25

‎"Lebih baik hubungi Miko saja, dari pada aku nunggu di sini lama." batin Mila sambil menghidupkan ponselnya 

‎ 

‎Sambil menempelkan ponselnya di telinga Mila melihat sekeliling.

‎Dia sekarang sedang duduk di kursi panjang di terminal

‎Dan tak tau bahwa gerak geriknya sedang di awasi oleh Albian dari beberapa cm saja. 

‎"Kenapa tidak mendekat daka Tuan?" Tanya Dio dengan suara berbisik

‎O

‎Albian menoleh sekilas "Mila tidak ingin ku dekati. Lebih baik ikuti sampai ke tempat tinggalnya. Cari kendaraan sekarang."

‎Dio mengerti jadi dia segera mengeluarkan ponselnya dan mencari kendaraan yang bisa ia sewa

‎( Apa kamu sudah turun?)

‎Albian sengaja mengirim pesan, agar sang wanita tidak tau jika dirinya telah mengikutinya

‎( Iya Bian aku sudah turun, kamu? )

‎Bls mila

‎(Belum, kenapa tidak bangunin aku Mil?)

‎Ketika mendapat balas dari Albian Mila merasa sangat senang. Dia tersenyum puas

‎"Lega sekali. Sudah aman sekarang. Miko lama sekali." Mila sudah menunggu hingga 30 menit namun yang di tunggu belum juga datang.

‎########

‎Miko merasa ponselnya bunyi dia segera memeriksanya.

‎Dan kebetulan sekali dia sudah bangun  pukul 03.00 pagi lantaran tetangga ada yang meninggal

‎Kebanyakan anak laki laki pasti akan begadang sampai pagi tapi Miko dia tidak pernah, walau pun dia bisa tapi dia tidak mau.

‎Setelah menjawab telfon nya dia segera berpamitan dengan sang ibu dan pergi kerumah sang bibi untuk meminjam kendaraan roda dua.

‎Perjalanan ke terminal hingga 35 menit cukup jauh, sebenarnya jika Miko menambahkan kecepatan hanya 20 menit sudah sampai. Tapi dia tidak ingin melakukan lantaran kendaraanya bukan miliknya.

‎Setelah sampai di terminal Miko segera menatap sekeliling terminal, mencari sosok kakanya, dia melihat beberapa orang wanita yang duduk di kursi dia segera mematikan mesin kendaran, lalu turun mendekati beberapa orang wanita itu.

‎Mila segera melihat orang yang berjalan kearahnya. Siapa tau itu Miko

‎Benar saja orang yang di tunggu tunggu sudah datang

‎Meraka pun segera pergi

‎Di perjalanan tak ada obrolan sedikit pun karena Mila tidak ingin mengganggu adiknya yang sedang mengemudi 

‎Tak terasa mereka pun sampai

‎Pukul 05.00 pagi itu berati sudah lewat subuh

‎"Allhamdulilah sampai juga." Mila bersyukur akhirnya bisa menginjakan tempat kelahirannya kembali

‎Rasanya begitu lelah

‎"Kak, biar aku yang bawa." Miko mengambil tas ransel dan juga kantong kresek hitam yang di dalamnya berisi kotak

‎Mila tak menolak Karena dia terlalu lelah malah ia tersenyum

‎"Miko nya kaka sudah besar." Mila mengelus kepala adiknya yang kebetulan sekali rambutnya berantakan. Dia terlihat sangat tampan

‎Miko mengulum senyum malu saat kakaknya ini begitu menganggap dirinya masih kecil

‎Pintu rumah bibi Yuni terbuka dan wanita keluar dari pintu itu

‎"trima kasih ya bi, ini buat bibi." Mila segera menyodorkan kotak yang di bawa meyerahkan ke bibi yuni

‎Bibi Yuni sangat senang dan menerima pemberian dari Mila. "Sama sama Mil, lagian kan kita itu keluarga." Ujar Bibi Yuni.

‎"Eh, tapi ko sedikit berisi. Betah ya, kapan kapan siti ajak  sekalian. Biar dia betah." imbuh Bibi Yuni berbicara

‎"Masa si bi, ya boleh bi. Nanti kalo ketemu aku coba bilang. Kalo begitu kami pulang ya bi." sahut Mila.

‎Setelah itu mereka pun pulang dengan berjalan kaki hanya beberapa meter saja.

‎Sebelum masuk rumah mengucap salam dan membuka pintu, tampa duduk lekas masuk ke dalam kamar madi mengambil air wudhu.

‎Tak terasa hari sudah mulai siang

‎Mila ikut serta rombongan yang akan memakamkan jenazah Almarhum eyang Tio

‎Karena satu kampung kebanyakan itu kerabat jadi tentu saja ia ikut

‎Sebenarnya Mila tidak di izinkan ibunya ikut namun, dia memaksa untuk ikut

‎Dan Nadia juga ikut, wanita itu cukup terkejut saat melihat Mila begitu dekat

‎"Nad," panggil Mila dengan nada begitu rendah dan sungguh berat memanggil sahabat penghianat ini

‎"Ya, Mil." Sahut Nadia mencoba tegar dan  mencoba bersikap biasa saja

‎"Kemarin kamu datang kerumah ku dan katanya kamu kasih uang 10 juta.  Apa kamu fikir dengan memberikan uang kesalahan kamu akan ku maafkan, tidak Nad." Mila menahan emosinya dengan menempelkan tangannya di saku gamisnya.

‎Melihat sikap tenangnya Nadia ia mersa sahabat penghianat ini memang tidak punya bela kasihan atau pun perasaan bersalah.

‎"Aku tidak perlu maaf dari mu Mil. Sudah cukup aku berteman dengan mu kini saatnya mencari teman baru. Kamu fikir aku akan perduli dengan mu, aku sma sekali tidak perduli. Itu uang sumbangan dari ku." kata kata Nadia begitu kejam nya. Tapi ia memang harus mengatakan seperti itu "Sudah lah Mil, urusan kita sudah selesai."

‎Nadia bergegas mengejar rombongan karena sudah tertinggal sedikit jauh

Bersambung

1
Nurhayati
belum
Melia Andari
salam kk, mau tanya dung, ini karya mu sudah dikontrakin belum ke NT? 😁
Nurhayati: sudah kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!