"Ayo kita bercerai!"
Hana tiba-tiba diceraikan oleh Heston karena sang suami mengalami kecelakaan dan amnesia.
Dunia Hana hancur apalagi dia diceraikan dalam keadaan hamil.
Apa yang akan Hana lakukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Tahan Lagi
Aston mengusap wajahnya kasar setelah mengambil keputusan besar dalam hidupnya.
Semoga saja keputusan yang dia ambil bisa menjadi solusi untuk semuanya.
Karena setelah ini dia tidak bisa lagi menutup-nutupi keberadaan Hana dan si kembar.
Sementara Heston sendiri masih berada di rumah sakit. Dia sedang menunggu asistennya datang.
"Tuan..." Gleen datang dengan membawa baju ganti dan beberapa makanan.
"Apa terjadi sesuatu?"
Belum mendapat jawaban, Gleen justru melihat Hana tertidur dengan memeluk Venus di sofa ruangan.
Lalu matanya bergerak ke arah bed pasien di mana Mars juga tertidur di sana.
Dia tidak menemani Heston karena sebelumnya menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu dan memang keluarga Ernest melarangnya ikut.
"Kenapa pasiennya berganti? Dan kenapa Hana ada di sini?" tanya Gleen dengan wajah bingungnya.
"Untuk menjawab semua pertanyaanmu itu, mereka adalah anakku," jawab Heston.
"A... apa?" Gleen sampai terbata. "Anak?"
Heston menghela nafasnya, dia sebenarnya malas untuk menjelaskan.
"Intinya dulu Hana adalah istriku dan kami memiliki anak kembar itu," jelas Heston singkat.
Gleen mengangakan mulut karena syok luar biasa, dia kehilangan kata-kata dan otaknya masih tidak mampu menerima informasi yang dia dapatkan secara mendadak ini.
"Sudahlah, cepat atau lambat kau pasti juga akan tahu," ucap Heston yang tidak mau memperpanjang lagi obrolan mereka.
Lelaki itu segera mengganti pakaiannya lalu meminta Gleen pergi lagi.
"Aku tidak akan masuk kerja beberapa hari ini," tambah Heston.
Lebih baik memang Gleen tidak usah banyak bertanya supaya tidak bingung.
"Baiklah, saya permisi dulu, Tuan," balas Gleen berpamitan pergi.
Setelah asistennya itu pergi, Heston menyusun makanan kemudian membangunkan Hana yang masih tertidur.
Heston sengaja menyentil hidung perempuan itu seperti yang pernah dia lakukan dulu.
Perlahan ingatan Heston mulai kembali dan hal itu membuat hatinya semakin membuncah tidak karuan.
Rasa rindu begitu menggebu dirasakan oleh Heston saat ini.
"Ugh!" Hana melenguh karena tidurnya merasa terganggu.
Saat membuka mata, perempuan itu langsung melihat Heston yang tersenyum padanya.
"Ayo makan dulu dan kita harus bicara!" ajak Heston.
Hana memicingkan matanya karena tidak suka melihat senyum Heston yang tanpa dosa seperti itu.
"Apa yang perlu kita bicarakan lagi? Kita sudah selesai sejak lama, Heston!" balas Hana menolak.
"Bagaimana mungkin kita sudah selesai?" Heston masih tidak terima.
"Kau kehilangan ingatan tapi kau pasti masih mengingat bagaimana kau menceraikan aku, bukan?" tanya Hana. Dia menaikkan suaranya.
Karena suara Hana tidak bisa dikendalikan membuat tidur Venus terganggu.
Mereka melirik anak perempuan itu kemudian Hana mengalah untuk menjauh supaya Venus tidak bangun.
Lagi-lagi Heston merasa diuntungkan dan segera menyusun makanannya di luar ruangan.
Karena lantai ruangan itu adalah VIP jadi di luar ruangan mempunyai tempat untuk bersantai.
Heston menyusun makanannya di sana.
"Jadi, bisakah kita bicara sekarang?" tanya Heston.
Hana mendengus kasar lalu ikut duduk bersama lelaki itu di sana. Dia enggan menyentuh makanan yang ada di meja tetapi perutnya mengkhianati dirinya.
Krucuk! Krucuk!
Astaga, Hana jadi malu luar biasa.
"Makan saja, aku akan pura-pura tidak melihat," ucap Heston lagi.
"Aku tidak lapar," balas Hana menutupi rasa malunya.
Heston terkekeh karena sikap Hana yang jauh berbeda dari masa lalu.
Dulu mereka jarang bertengkar karena Hana yang selalu mengalah.
Mungkin sekarang giliran Heston yang harus mengalah menghadapi sikap Hana yang membencinya.
"Kalau begitu, kita tidak usah makan dan jadikan saja semua makanan ini pajangan," ucap Heston lagi.
"Terserahmu saja," balas Hana masih keras kepala.
"Ah, bagaimana kalau kita berikan saja pada perawat yang berjaga?" tanya Heston.
"Berisik!" Hana semakin kesal karena merasa mereka membicarakan hal yang tidak penting.
Lalu Hana menatap wajah lelaki itu.
"Baiklah, kita bicara sekarang!" Hana akhirnya tidak tahan lagi.
"Nah...." Heston menggeser salah satu makanan.
"Aku tidak akan memulai sebelum lawan bicaraku mengisi perutnya!"
Hana langsung meraih sendok dan mengambil salah satu menu makanan di meja itu.
"Kau memang menyebalkan, Heston!"
agak lama yaa nunggu nya