NovelToon NovelToon
Jaka Umbara; Sang Pendekar Angin

Jaka Umbara; Sang Pendekar Angin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:261.3k
Nilai: 4
Nama Author: miirathurmudzi123

Ia lahir tanpa ayah dan ibu, bahkan kakeknya sendiri tidak mengakui keberadaannya. meskipun begitu ia tetap berusaha hidup dan terus berjuang bersama orang-orang yang selalu mendukungnya.

Ia memulai perjalanan-perjalanan yang panjang dan amat jauh.

"Kakek, aku akan menjadi pendekar hebat yang bisa kau banggakan!"

Apa yang telah menunggunya di setiap perjalanan yang dilaluinya?

Kawan? Lawan? Saudara? Keluarga? Atau kekuatan yang luar biasa?

Bagaimana akhir dari perjalanannya?

Akankah ia menemukan apa yang ia inginkan?

Ikuti kisah perjalanannya di setiap episodenya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miirathurmudzi123, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjalanan ke Desa Wangun 3

Sejurus kemudian Jaka melemparkan tubuhnya menindih tubuh Dewi Mayasari dengan cepat sembari menutup mulut Dewi Mayasari dengan tangannya.

Sesuatu yang diwaspadainya datang. Sekelebat benda kecil mengarah kepadanya, tetapi berhasil dihindari. Sepertinya ada seseorang yang berusaha menyerangnya dengan bersembunyi di ruang kamar yang bersebelahan dengan kamarnya.

“Mm, mmm.. mmm.. mmm..” Mencoba melepaskan tangan Jaka yang menutup mulutnya, namun tenaganya tak sekuat tenaga Jaka. Jaka menindih tubuh Dewi Mayasari begitu kuat.

Jaka melirik ke setiap sudut ruangan kamarnya memastikan tidak ada yang mesti diwaspadainya lagi, tangannya masih menutup mulut Dewi Mayasari. Setelah merasa kondisinya terkendali, ia pun merasa tenang.

Jaka menghela napas dengan perasaan lega dan hendak membenamkan wajahnya di tempat tidur. Seketika ia mengurungkan niatnya. Wajahnya berhadapan dengan wajah Dewi Mayasari. Begitu dekat. Mulutnya bahkan menyentuh tangannya sendiri yang menutupi mulut Dewi Mayasari seolah sedang menciumnya. Jaka terkejut dan langsung mengangkat wajahnya. Pandangan matanya bertaut dengan pandangan Dewi Mayasari.

Dewi Mayasari awalnya meronta karena posisinya dan Jaka saat itu bisa membuat orang lain yang melihatnya berpikiran yang tidak-tidak. Namun, setelah beberapa saat Dewi Mayasari bertaut pandang dengan Jaka, ia perlahan membuang pandangannya. Wajahnya memerah, matanya sedikit berkaca-kaca. Tiba-tiba saja detakan jantungnya tak terkendali. Ia kini tak lagi berusaha melepaskan tangan Jaka. Kedua tangannya yang sempat memberontak pun tiba-tiba ia lepaskan pula dari tangan Jaka.

“De, Dewi..”

Dewi Mayasari terdiam seribu bahasa, tanpa sedikit pun membalas pandangan Jaka.

Jaka melepaskan tangannya yang menutupi mulut Dewi Mayasari. Bangkit menarik tubuhnya dari tubuh Dewi Mayasari. Sesaat ia merasakan tubuhnya sedikit terasa panas. Ia berdiri sejenak, berpikir apa yang harus dilakukannya saat itu.

“Aku.. Aku akan keluar untuk mencari beberapa makanan untuk kita makan.” Bergegas hendak keluar kamar meninggalkan Dewi Mayasari. “tetaplah berdiam di dalam kamar,” pintanya sebelum benar-benar menghilang dari hadapan Dewi Mayasari.

Dewi Mayasari tak menggubris ucapan Jaka. Ia masih terbaring seperti saat Jaka menindih tubuhnya. Pandangannya pun masih tak beranjak. Di saat-saat itu Dewi Mayasari tanpa sadar menyentuh bibirnya dengan jemarinya, ia seperti tengah memikirkan suatu hal yang tidak dapat dimengerti olehnya.

Beberapa saat kemudian, Jaka sudah kembali ke kamar membawa beberapa makanan di tangannya. Dewi Mayasari masih dalam posisi yang sama saat Jaka meninggalkannya beberapa saat yang lalu.

Jaka memanggilnya, namun tak ada sahutan. “Dewi.. Aku sudah mendapatkan beberapa makanan untuk kita makan. Kau makanlah!”

Dewi Mayasari masih bergeming dalam diamnya. Jaka lantas mendekati Dewi Mayasari yang masih berbaring.

“Apakah kau masih marah kepadaku soal kejadian yang tadi?” Duduk di samping Dewi Mayasari.

Dewi Mayasari tiba-tiba tersentak karena merasakan kehadiran seseorang.

“Apa yang ingin kau lakukan?” Baru tersadar jika Jaka duduk di sampingnya. “Kenapa kau tidak bicara ketika kau masuk ke kamar?”

“Aku sudah memanggilmu beberapa kali tadi. Kau sama sekali tak menghiraukan panggilanku. Kau hanya diam sambil bertingkah seperti ini.” Menirukan tingkah Dewi Mayasari yang menyentuh bibirnya dengan jemarinya. “maka dari itulah aku duduk di sini agar kau tahu kalau aku sudah kembali,” papar Jaka.

Dewi Mayasari terkejut ketika Jaka mengatakan bahwa Jaka telah melihat tingkahnya yang sedang menyentuh bibirnya. Ia tiba-tiba teringat saat Jaka seolah sedang menciumnya, sehingga membuat wajahnya tiba-tiba memerah. Ia merasa malu dan langsung mengusir Jaka.

“Pergi kau! Aku tidak ingin melihatmu! Pergi!” Berbalik membelakangi Jaka.

Jaka sadar, mungkin Dewi Mayasari masih marah kepadanya soal kejadian yang terjadi antara dia dan Dewi Mayasari beberapa saat lalu.

“Dewi..”

“Pergi kataku!..” Membenamkan diri di tempat tidur.

“Mungkin aku harus meminta maaf lebih tulus lagi,” batin Jaka kembali pergi meninggalkan ruang kamar.

“Aku membawakan beberapa makanan untukmu. Makanlah!” ucapnya lagi

Dewi Mayasari tak menggubris ucapan Jaka. Ia terlalu malu untuk menatap ataupun berbicara pada Jaka saat itu.

1
Aufaaaaa
thor,,yg benar bae,,yg masuk akal dikit napa,, mereka kan msh bocil,jd sesuaikan dgn umurlah,, koq kayak cerita bf seehh
Night Watcher
mcnya dibuat kyk idiot banget
spooky836
membosankan sampah
Siti rochmah Iyon
mana lanjutan jangan setengah" aku penasara sm jaka umbara n dewi maya sari
Iskandar Zulkarnain Zulkarnain
alur terlalu ribet...bingung mengikuti cerita.
Daryus Effendi
bosan bertele tele
Wahyu Indra
kurang niat untuk ngelanjutin ceritanya
Putra_Andalas
lama matinya klo ditusukkan ke Perut...beda cerita klo tusukan ke Ulu Hati atau Jantung..😂
Habsah Hermawan
Luar biasa
Putra_Andalas
udah separuh dibaca..gk ada Greget & serunya...STOP BACA dah..!!!
Putra_Andalas
mkin ksini bknnya mkin seru nih alur ceritanya...malah mkin receh gk jelas...😬
Putra_Andalas
gk jelas nih cerita...😵
Putra_Andalas
tiba² punya nama..itu yg kasih nama Bapaknya apa Author nya...?? 😁
nana 2024
banyak iklan ganggu aja sialanlu
Asri Parinding
mana ep. selanjutnya
Rusliadi Rusli
😥😥😥😥
Rusliadi Rusli
👍👍
Rusliadi Rusli
jangan terlalu di pikirkan jaka..guru akan baik"aja
Rusliadi Rusli
waduh
Rusliadi Rusli
sabar jaka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!