NovelToon NovelToon
NO DIGAS ADIÓS (Jangan Katakan Selamat Tinggal)

NO DIGAS ADIÓS (Jangan Katakan Selamat Tinggal)

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:313k
Nilai: 4.9
Nama Author: Asri Devi

NOVEL INI DALAM PROSES REVISI ‼️

Di usianya yang ke 17 tahun, Selenia sudah menyandang status sebagai seorang istri sekaligus juga masih berstatus sebagai pelajar.

Pernikahan itu terjadi karena permintaan terakhir Ibunya dan bersifat rahasia. Dia dinikahkan dengan anak dari sahabat Ibunya yang usianya terpaut 13 tahun lebih tua darinya.

Mampukah Selenia menjalani perannya sebagai istri dan murid SMA dalam waktu bersamaan?

Akahkah dia menyerah?

Cover edit by Canva
Cover pict by Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NDA -35-

Gara-gara pulang dari nganterin Cia ke rumah--sekembalinya dari rumah Selenia dan kehujanan--Tony jadi flue berat. Dia bahkan tidak turun untuk makan malam dan hanya meringkuk di kamar. Tubuhnya menggigil dan dia merasakan kepalanya seperti ditusuk ribuan jarum. Kalau sedang seperti ini dia suka terbayang-bayang sosok Ibunya yang membuatnya merindu. Andai saja orang tuanya masih bersatu. Dalam keadaan seperti ini pasti akan lebih nyaman bila dirawat seorang ibu.

Keringat dingin membasahi tubuh Tony saat dia merangkak untuk mengambil ponsel di atas nakas. Matanya berkunang-kunang. Dia bermaksud untuk menelfon Ayahnya karena merasa tidak punya daya jika harus berteriak memanggil beliau dari sini.

Tok tok tok!

Samar-samar terdengar pintu kamarnya diketuk. Tony hanya menoleh dan menatap ke arah pintu yang dilihatnya seperti berputar. Jarak dari tempat tidur ke pintu pun seolah jauh sekali dijangkau. Sampai akhirnya, karena tidak mendapat respon, pintu yang sedari tadi digedor itu terbuka dari luar.

"Tony?!!" terdengar suara Pak Anton memekik. Saat dia tergopoh-gopoh menghampiri anaknya, Tony sudah tidak ingat apa-apa lagi.

...🌺🌺🌺...

Sikap Selenia malam ini sukses membuat Adam tidak bisa tidur. Bibirnya tidak bisa berhenti menahan senyum. Kesabarannya selama ini ternyata berbuah manis. Dia merasa Selenia sudah mulai membuka hatinya.

Adam berguling di atas ranjang dan memeluk gulingnya gemas. Membayangkan benda itu adalah tubuh mungil Selenia. Jadi dia menciumi benda tersebut berkali-kali. Suatu saat, masa itu pasti akan tiba. Aku yakin!

Ddrrrrttt!! Drrrttr!!

Ponsel Adam yang berada di atas meja kerja bergetar, membuatnya tersentak. Dengan langkah gontai dia berjalan menghampiri meja tempat ponselnya berada.

"Pak Anton?" kening Adam mengernyit melihat siapa yang menelfon. "Tumben malem-malem nelfon," gumamnya. "Iya halo Pak..." sapa Adam. "Apa??? Oh iya-iya saya segera kesana. Di rumah sakit mana Pak? Oke baik."

Pak Anton mengabarkan pada Adam kalau anaknya masuk rumah sakit dan dia ingin Adam ke sana. Dengan cekatan Adam langsung mengganti pakaian dan keluar kamar. Saat melihat pintu kamar Selenia yang tertutup, dia sebenarnya ingin mengetuk dan minta izin kalau dia mau pergi ke rumah sakit. Tapi kemudian dia urungkan niatnya itu karena khawatir kalau Selenia sudah tidur dan itu justru akan mengganggu. Maka dia pun terus bergegas menuruni tangga.

Sementara di dalam kamarnya, Selenia yang ternyata belum tidur, dia mendengar langkah kaki yang semakin menjauh. Selenia keluar dan tak menemukan siapa-siapa di sana. Lalu tak lama kemudian terdengar suara deru mesin mobil di garasi. Selenia berbalik masuk kamar dan melihat dari jendela kamarnya. Mobil Adam melesat dengan kecepatan lumayan meninggalkan rumah.

"Apa?!" mulut Selenia ternganga lebar. "Adam mau kemana malam-malam gini? Kenapa dia nggak ngomong sama aku dulu??" gumamnya sedikit kesal.

Tring!

Ponsel Selenia berkedip.

Adam: [Sel aku ke rumah sakit. Barusan Bos aku telfon, katanya anaknya pingsan dan masuk rumah sakit. Aku diminta untuk datang ke sana. Maaf aku ga' sempet ngomong sama kamu]

Selenia bernafas lega. Huffhhh.... syukurlah. Kirain ada apa.

Selenia: [Hati-hati. Jangan pulang malem2 😢]

Balas Selenia dengan membubuhi emoticon khawatir. Dia lalu kembali ke tempat tidurnya.

...🌺🌺🌺...

Adam telah sampai di rumah sakit. Dan ternyata anak Bosnya itu dirawat di rumah sakit yang sama dengan Nola. Saat baru saja sampai di meja resepsionis dia tak sengaja bertemu dengan Renata yang kebetulan lewat.

"Lhoh, Pak Adam? Kenapa malam-malam ke rumah sakit? Siapa yang sakit?" tanya Renata heran.

"Tadi Pak Anton telfon aku, katanya anaknya masuk rumah sakit ini, dan aku diminta buat datang ke sini," jawab Adam.

"Oh ya? Bapak sudah tahu di kamar mana?"

Adam menggeleng. "Bu, saya mau nanya. Barusan ada pasien baru masuk ke rumah sakit ini?" Dia bertanya pada resepsionis.

"Atas nama siapa Pak?" tanya resepsionis tersebut ramah.

Adam menggigit bibir bawahnya. Tentu saja dia tidak tahu nama anak Bosnya itu. Pak Anton hanya bilang di telfon untuk memintanya ke sini karena anaknya pingsan, tapi dia tidak memberitahu nama anaknya dan juga nomor kamarnya.

"Aduhhh, saya nggak tau namanya Bu," jawab Adam polos.

Si resepsionis menunduk dan menahan senyum. Dia kemudian membuka data di komputer. "Kalau nama orang tuanya, atau orang yang bertanggung jawab dengan pasien, bapak tahu?"

"Oh iya, nama orang tuanya," jawab Adam cepat. "Anton. Anton Adigunawa."

Resepsionis tersebut kembali mengecek data di komputer. "Pasien atas mama Erland Antonio Adigunawa, dirawat di ruang VIP Jasmine nomor 28. Bapak lurus saja dari sini, di ujung sebelah kanan ada tangga. Kamarnya di lantai 2," ucap resepsionis sembari menunjukkan arah.

"Oke terimakasih," Adam segera bergegas mengikuti arah yang telah ditunjukkan oleh resepsionis diikuti Renata di belakangnya.

...🌺🌺🌺...

Pak Anton baru saja keluar dari kamar VIP Jasmine 28 saat Adam dan Renata muncul. Dia bersama seorang dokter yang tengah menjelaskan penyakit yang diderita Tony.

"Anak Bapak hanya butuh istirahat yang cukup. Dia mungkin terlalu banyak aktivitas ya akhir-akhir ini? Ditambah lagi menghadapi musim pancaroba begini, sistim imun tubuh harus benar-benar fit," kata dokter tersebut.

Pak Anton hanya manggut-manggut. Setidaknya dia merasa lega karena Tony sudah mendapat penanganan.

"Kalau begitu saya permisi dulu," ucap sang dokter. "Kalau ada apa-apa, Bapak bisa memanggil saya atau suster jaga."

"Iya, Dok. Terimakasih."

Dokter itu pun pergi meninggalkan Pak Anton. Laki-laki itu tampak kuyu saat mendudukkan tubuhnya ke kursi yang ada di luar kamar rawat Tony.

"Pak," Adam mendekati Pak Anton.

Pak Anton mendongak. "Eh, Adam?" Dia mengalihkan tatapannya pada Renata. "Kok... kalian bisa bareng sih?"

"Anak saya juga dirawat di sini Pak," jawab Renata.

"Oh, terus anak kamu sama siapa?"

"Dia bersama pengasuhnya di kamar. Tadi saya ketemu Pak Adam di ruang resepsionis, ternyata anak Bapak masuk rumah sakit? Kalau boleh tahu, dia sakit apa?"

Pak Anton menghela nafas. Dia menggeser posisi duduknya, memberi ruang untuk mereka berdua supaya ikut duduk. Adam duduk di samping Pak Anton, lalu disusul oleh Renata. Dia menceritakan tentang kondisi Tony yang mendadak pingsan dan penjelasan Dokter tentang penyakitnya.

Malam ini Adam bahkan diminta oleh Pak Anton untuk menemaninya di sini. Saat mengetahui anaknya pingsan, dia bingung harus menelfon siapa dan hanya kepikiran untuk menelfon Adam.

"Kamu besok libur dulu nggak pa-pa Dam. Besok saya baru mau menghubungi Tantenya Tony, supaya ada yang jagain dia kalau saya harus ke kantor."

Adam hanya bisa mengangguk. Dia bimbang karena pikirannya melayang pada pesan Selenia yang memintanya untuk tidak pulang larut malam.

Bagaimana kalau Selenia menunggu kepulanganku?

...🌹🌹🌹...

...To be continued 👋🏻...

1
Noerlina Akbar
Luar biasa
Ummu Shafira
aku suka karyamu thor, enak dibaca, tata bahasanya, alurnya pokoknya top deh, semoga banyak yg mampir🥰🥰🥰🥰
Lindarosanti
selena kq pangil nm adam si kn lbih tua ngk sopan kyk ny
TongTji Tea
at least menyapa orang yang 13 tahun lebih tua itu pakai kata sapaan yang sopan .Kakak,abang ,mas , koko,Om .
ok lah kalo Selenia ya walaupun akward ya masak langsung panggil nama aja sama suami.
Tapi ..kalo Cia ?
Asri Devi: iya ya... aku baru sadar 🤭
makasii ya koreksinya 🙏🏼
total 1 replies
Lin
alur ceritanya menarik ringan tata bahasanya bagus cerita tidak membosankan mengalir apa adanya rekomendasi banget ..
Azz Kalif
Aamiin Thor,semoga ada produser yg baca karyamu yg keren ini thor
Asri Devi: Terimakasih sudah sudi membaca sampai cerita ini End 🙏🏻
Terimakasih untuk doa baiknya, doa baik kembali ke kamu juga.

Yuk baca sekuel dari novel ini, masih On Going. Judulnya My Husband Is Mine 🤗
total 1 replies
angie_13
Tenang Ton Tuhan pasti sdh menyediakan wanita tepat untukmu cuma mungkin kalian belum dipertemukan sekarang.
angie_13
Pasti Devan atau orang suruhannya
angie_13
Siapa tu yg memandang Adam dan Selenia dengan tatapan benci? Devan kah?
trus siapa jg yg ngirim paket ke Selenia?
angie_13
tambah runyam.nie kayaknya🤔🤔
angie_13
Pak Anton kan single parent jg, kenapa ga pak anton aja yg dekatin Renata?
angie_13
bau2nya Renata suka nih ama Adam
Nafi' thook
bumil kenapa harus dirahasiakan seh
Nafi' thook: iya, biasalah agak riweh, pegang hp sama momong
total 4 replies
Nafi' thook
Adam nggak jadi pergi ya
Navito Aditya Pradana
maakkk
Asri Devi: Apa mak???
total 1 replies
Nona Kos Anjani
🌹🌹🌹🌹🌹
Nona Kos Anjani
mampir Thor
Reni Antika
mutilasi ajj tuh c devan🤭🤭
£¢°<^>™Ling Daoyun¢©∆°•°`|√^π°
aku suka novel kaka makasih juga dh mampir kenovel Aku , nanti aku baca lagi
re
romantis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!