Bercerita tentang Aretha yang mempunyai hubungan dengan kekasihnya yaitu Bagas. Pria yang sangat di cintainya. Namun kedua orang tua Aretha tidak merestui hubungan itu. Karena alasan yang tepat.
Aretha tidak bisa meninggalkan kekasihnya yang membuat sang ayah Alvian yang menjodohkannya dengan seorang Dokter bernama Arryan. Terjadi penolakan dari Aretha. Namun dia tidak bisa membantah perjodohan itu.
Aretha yang mencintai kekasihnya. Memilih lari di hari pernikahannya. Meninggalkan calon suaminya. Namun apa yang di lakukan Aretha membuat bencana dalam hidupnya yang menjadikan kehidupannya berubah 180 derajat.
Sampai akhirnya 2 tahun kemudian Aretha yang akhirnya di pertemuan kembali dengan Pria yang di tinggalkannya di hari pernikahannya.
Bagaimana kelanjutan pertemuan mereka saat keduanya di hadapkan dengan permasalahan yang rumit dan perasaan yang bercampur?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35 Kata cerai di hari pernikahan.
Mendengar kata cerai membuat semua orang terkejut.
"Arryan kamu ceraikan wanita ini," tegas Susan dengan suaranya yang penuh dengan tekanan.
"Eyang!" lirih Arryan yang masih shock.
"Dia tidak akan menjadi bagian dari keluarga kita. Saya tidak sudi dengan wanita ini menjadi menantu di keluarga terhormat. Jadi kamu ceraikan dia!" bentak Susan.
"Itu tidak mungkin mah!" sahut Mira membantah.
"Apa yang tidak mungkin. Kalian sudah melakukan pernikahan tanpa sepengetahuan saya dan jika kalian masih menghormati ku sebagai yang paling tua. Maka suruh Putra kalian menceraikan wanita ini, seperti kalian menyuruhnya untuk menikahi wanita ini!" tegas Susan.
Arryan memejamkan matanya. Hal yang tidak pernah di sangka dalam kehidupannya akan terjadi seperti ini. Kekacauan di hari pernikahannya yang baru saja menikahi wanita yang memang tidak seharusnya dinikahi dan sekarang dia disuruh untuk menceraikannya.
"Kamu pikir kamu akan di maafkan begitu saja. Kamu pikir hidup semudah yang kamu bayangkan. Kamu hanya anak yang tidak tahu diri. Anak yang tidak pernah mendapat didikan dan hanya dimanjakan oleh kedua orang tua kamu sehingga mempunyai sifat seperti ini," maki Susan lagi pada Aretha.
Air mata Aretha terus aja jatuh yang memang kena mental mendapatkan hinaan berkali-kali. Aretha menghela nafasnya mencoba untuk menerima kata-kata tersebut. Lalu Aretha menggerakkan tangannya yang berusaha untuk turun dari kursi rodanya dan berhasil yang membuat Aretha bersujud di kaki Susan.
"Aretha!" lirih Mira yang ingin mencegah menantunya itu untuk tidak melakukan hal yang rendah seperti.
"Saya tahu kesalahan saya tidak bisa dimaafkan begitu saja. Tetapi saya mohon untuk nyonya tidak melibatkan orang tua saya dalam hal ini dan mengatakan orang tua saya tidak mendidik saya dengan baik. Apa yang terjadi bukan kesalahan orang tua saya. Tetapi semua itu karena kebodohan saya," ucap Aretha dengan menyatukan kedua tangannya memohon pada Susan dengan serendah-rendahnya.
Dia juga tidak ingin atas apa yang dilakukannya melibatkan kedua orang tuanya. Karena orang tuanya adalah orang tua yang hebat yang mendidiknya dengan baik. Namun dia sendiri yang menyalahgunakan semua didikan dari orang tuanya.
"Mau kamu menangis darah pun, menjilat kaki saya seperti anjing, saya tidak akan bisa memaafkan kesalahan kamu. Cucu saya tidak pantas untuk wanita rendah seperti. Wanita ya sudah menjadi bekas dari laki-laki lain yang harus menikah dengan Arryan cucu saya. Kamu sama saja seperti sampah yang di pungut berlian," tegas Mira yang tidak hentinya mengeluarkan kata-kata mutiaranya kepada Aretha.
"Cukup!" sentak Alvian dengan suara dinginnya. Alvian pun menghampiri orang-orang yang sejak tadi mengelilingi putrinya dan mengeluarkan kata-kata kasar mereka dengan bagian yang menghina putrinya yang terdengar di telinganya dan di depan matanya.
"Sayang!" lirih Alea yang ikut menghampiri suaminya.
"Mas Alvian!" Matteo mencoba untuk bicara pada Alvian agar tidak tersinggung dengan kata-kata yang dikeluarkan ibunya.
Alvian berjongkok di dekat Aretha.
"Jangan merendahkan diri kamu seperti ini di depan wanita yang tidak bisa menghargai kamu. Kamu anak dari seorang Alvian Wijaya dan ibu dari Dokter Alea. Tidak pantas kamu seperti ini," ucap Alvian dengan suara dinginnya menatap putrinya itu yang sejak tadi mengeluarkan air mata.
Lalu Alvian mengangkat Aretha menggendongnya ala bridal style dan mengembalikan Aretha duduk di kursi roda dan Alvian langsung berhadapan dengan Susan.
"Jika kesalahan putri saya 2 tahun yang lalu tidak bisa anda maafkan. Maka cukup dan jangan bicara yang lain-lain lagi yang menyakiti hati putri saya. Sebagai seorang Ayah saya sangat tersinggung dengan semua ini," tegas Alvian.
"Kata-kata itu belum seberapa untuknya," sahut Susan.
"Mah sudahlah," tegas Matteo.
"Terima kasih untuk balasan kalian untuk keluarga kami," sahut Alvian yang membuat Mira, Matteo dan Arryan kaget.
"Apa maksudnya mas?" tanya Matteo.
"Ya. Seharusnya Aku memikirkan semuanya dari awal. Aretha kembali dan kecelakaan lalu lumpuh dan sangat tidak masuk akal. Jika kalian ingin menjadikannya menantu begitu saja. Ternyata ini yang kalian rencanakan yang sengaja menyuruh putra kalian untuk menikahi Aretha dan langsung membuat kekacauan seperti ini. Sangat rendah," ucap Alvian dengan menyunggingkan senyumnya.
"Mas Alvian. Ini salah paham. Kami sama sekali tidak punya pikiran untuk merencanakan semua itu. Kami memang tidak memberitahu ibu dengan pernikahan ini. Karena kami tahu ibu pasti tidak akan setuju. Tetapi kami mencoba akan menjelaskannya dengan baik setelah Arryan dan Aretha menikah. Kami tidak punya rencana apapun," sahut Mira berusaha menjelaskan.
"Benar mas Alvian. Ini salah paham. Kami tidak pernah memikirkan balas dendam sampai sejauh itu. Ini benar-benar hal yang tidak terduga dan saya benar-benar minta maaf atas apa yang di katakan ibu saya," sahut Matteo yang juga menjelaskan.
"Untuk apa kamu minta maaf atas kesalahan saya. Saya tidak bersalah. Kamu jangan pernah Matteo minta maaf kepada keluarga ini. Karena sampai kapanpun saya tidak akan pernah menerima wanita ini masuk dalam keluarga kita...." tegas Susan.
"Saya juga tidak akan membiarkan putri saya masuk ke dalam keluarga kalian," sahut Alvian yang juga meninggikan suaranya dengan tatapan yang tajam kepada wanita tua yang sejak tadi mulutnya tidak berhenti berbicara.
Suasana semakin tegang yang sekarang Alvian semakin terpancing karena sejak tadi selalu saja dihina.
"Nyonya. Saya juga tidak akan membiarkan anak saya. Hidup bersama orang-orang seperti kalian," tegas Alvian suaranya yang mengulang kembali kalimatnya.
"Bagus kalau begitu. Memang seharusnya pernikahan ini tidak pernah terjadi dan pernikahan ini harus berakhir," tegas Susan.
"Mah cukup!" sentak Matteo yang sejak tadi lelah menegur sang ibu.
Alvian membalikkan tubuhnya dan sekarang posisinya berhadapan dengan Arryan.
"Ceraikan Aretha sekarang juga," ucap Alvian merendahkan suaranya yang membuat Arryan kaget sampai kesulitan menelan salivanya.
"Pah!" lirih Aretha yang tidak menduga jika papanya juga meminta hal yang sama.
Arryan terdiam yang masih bertatapan dengan ayah mertuanya itu dengan mata Arryan yang juga bergenang.
"Arryan, kamu talak wanita ini sekarang juga!" titah Susan.
Arryan terdiam yang melihat kearah Aretha. Tatapan mata mereka yang saling bertemu dengan arti yang hanya keduanya yang tahu.
"Jangan hanya diam. Bukankah semua ini juga rencanamu. Jadi cetakkan anak saya," ucap Alvian menekan suaranya.
"Saya tidak pernah merencanakan apapun untuk Aretha," jawab Arryan.
"Omong kosong," sahut Alvian.
"Mas kita bisa bicara baik-baik. Ini hanya salah paham," sahut Mira.
"Cukup semuanya. Kalian sudah mempermainkan keluarga ini. Kalian sudah mendapatkan apa yang kalian mau. Lihat semua orang sudah menonton oleh banyak orang dan disaksikan oleh banyak orang dengan drama yang kalian ciptakan sendiri. Jadi semuanya sudah selesai. Pernikahan ini sudah tidak ada. Perceraian Aretha dan Arryan akan di laksanakan. Jika talak tidak jatuh hari ini. Maka kami akan mengajukan permohonan cerai kepengadilan," tegas Arryan.
"Bagus itu yang terbaik," sahut Susan.
"Sekarang juga kalian semua pergi dari sini," usir Alvian yang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya.
"Mas!" Matteo masih berusaha untuk menyelesaikan perselisihan di antara keluarga itu.
Arryan yang berada dalam posisi itu langsung pergi meninggalkan tempat itu terlebih dahulu karena dia sudah lelah dengan permainan yang membuat dirinya seperti orang bodoh. Di suruh menikah dan sekarang di suruh bercerai.
Bersambung