NovelToon NovelToon
The Trash Prince 10th Re : Life

The Trash Prince 10th Re : Life

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Menikah dengan Musuhku / Barat / Tamat
Popularitas:41.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mobs Jinsei

Kisah seorang pangeran sampah yang di usir dari istana pada usia 15 tahun dan meninggal di usia 31 tahun, dia mengulang hidupnya tepat ketika di usir dan kembali terbunuh di usia 31 tahun. Akhirnya total pengulangan hidup nya mencapai sembilan kali, dia sudah mencoba berbagai macam hal, mulai dari pedagang, petualang rank S sampai membantu mereformasi kerajaannya. Ironisnya dia selalu terbunuh oleh seorang ratu kekaisaran yang sama selama sembilan kali di usia 31 tahun.

Di kehidupan ke sepuluhnya, dia berniat langsung menemui ratu yang saat itu masih bersekolah di akademi berstatus masih putri kekaisaran. Tapi ketika dia masuk ke akademi, dia malah menemukan hal hal baru yang dia tidak pernah tahu selama sembilan kali kehidupannya dan membuat rencananya berantakan, bagaimanakah kisah hidup sang pangeran sampah di kehidupan ke sepuluhnya ?

Genre : Fantasy,Comedy,Drama,Tragedy,Harem

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mobs Jinsei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35

“Gawat, king slime...” Ujar Art.

“Magic missile....magic missile....magic missile...”

Claire menembakkan sihirnya sebanyak tiga kali ke arah slime yang mengangkatnya tapi semuanya tertelan oleh tubuh slime yang besar dan berbentuk cairan itu, bagian tubuh slime itu memecah dan menjadi tentakel yang mengambil tongkat Claire sehingga cahaya hijau yang keluar dari tongkatnya menjadi padam. Tiba tiba, “Gruuu.” Slime itu terlihat seperti merasa silau karena dua buah cahaya putih terang menyinarinya. Claire menoleh dan melihat kedua tangan Art mengeluarkan cahaya putih terang yang menerangi lorong. Art mencabut pedangnya dan megusap pedangnya sehingga pedang besarnya menyala mengeluarkan cahaya putih terang.

“Ayo Helena-san, tangkap Claire...” Teriak Art.

“Baik...” Teriak Helena.

Keduanya langsung berlari menuju king slime yang menyerang mereka menggunakan jarum jarum bening dari tubuhnya, dengan lincah keduanya menghindari serangannya, Art melompat dan “Swooosh.” Dia menyabetkan pedangnya secara diagonal, gelombang cahaya berbentuk bulan sabit melesat ke arah tubuh slime besar itu. Inti bundar di dalam tubuh slime mulai bergerak ke sana kemari tanda dia ketakutan melihat serangan Art. Slime mengangkat kaki Claire dengan tujuan menangkis gelombang cahaya Art, tapi Helena langsung memutuskan tentakelnya dan menangkap tubuh Claire berserta tongkat nya kemudian melesat menjauh,.

Gelombang bulan sabit Art akhirnya menghantam tubuh slime dan membelah dua tubuhnya, inti slime yang sudah tidak di lindungi oleh tubuhnya keluar,

“Tembak Claire.” Teriak Art.

“Ma..magic missile.”

Cahaya biru seperti sinar laser keluar dari lingkaran sihir di ujung tongkat Claire dan melesat menembus inti dari slime yang langsung menghancurkannya, “Groooooo.” Tubuh slime yang sudah terpisah dan inti yang hancur langsung menjadi rontok menjadi air kental yang berbau tidak sedap dan jatuh kemudian hanyut di selokan.

“Fiuuuh...kita berhasil hehehe.” Ujar Art.

“Hahaha iya, kita berhasil Claire-dono...” Ujar Helena sambil memeluk Claire.

“I..iya...kita berhasil haha...” Balas Claire dengan wajah bingung dan terlihat tidak puas.

Setelah itu, mereka mengambili kristal kristal yang jatuh dan tidak hanyut milik tikus tikus besar itu kemudian membawanya untuk di serahkan kepada guild. Art juga turun ke dalam selokan dan mengorek batu kristal milik slime keluar.

“Ewww...menjijikkan.” Ujar Helena.

“Yah...namanya juga petualang hahaha.” Balas Art.

“Pokoknya pulang mandi....dan jangan jalan dekat dekat.” Balas Helena.

“Iya iya...kita memang langsung pulang, tidak mungkin kan ke guild dalam keadaan bau seperti ini.” Balas Art.

Setelah itu, ketiganya mulai berjalan keluar meniti lorong, kali ini Art yang memimpin di depan dan membuka telapaknya yang mengeluarkan cahaya putih terang sebagai lampu penerangan. Sepanjang perjalanan, Claire diam saja sambil memeluk tongkatnya. Akhirnya setelah menelusuri beberapa lorong, mereka berhasil mencapai pintu keluar dan keluar. Ketiganya langsung menghirup udara segar dan menghembuskannya membuang sisa aroma di dalam selokan.

“Anooo....” Teriak Claire tiba tiba.

Art dan Helena menoleh melihat Claire yang menunduk dan gemetar berdiri di belakang mereka, tiba tiba Claire menunduk,

“Maafkan aku, aku tahu aku ceroboh, aku kikuk, aku menyusahkan orang lain, aku hanya ingin di puji oleh sishou....maafkan aku...hik...hik...maafkan aku.” Ujar Claire yang gemetar dan menangis.

Art berbalik dan menghampiri Claire, dia memegang pundak Claire dan membuka kerudungnya supaya wajahnya yang imut terlihat,

“Kamu yang terbaik, hari ini kamu sudah bekerja keras, jadi tidak perlu minta maaf, benar tidak Helena-san.” Ujar Art sambil menoleh melihat Helena.

“Iya benar Claire-dono, kita berhasil berkat Claire-dono, jadi jangan berkecil hati ya.” Tambah Helena.

“Be..benarkah ?” Tanya Claire.

“Benar dan aku akan mengatakan pada sishou hal yang sama seperti yang aku katakan padamu.” Ujar Art sambil mengacungkan jempol, berkedip dan tersenyum lebar.

“Hik...hik...waaaaaaaaaa...terima kasih oniisan...terima kasih sudah menolongku....aku takut sekali tadi.....maafkan aku oniisan....terima kasih....waaaaa..” Claire menjatuhkan tongkatnya dan memeluk Art sambil menangis tersedu sedu.

Helena mendekat Claire yang menangis tersedu sedu sambil memeluk Art dan memegang kepalanya, setelah Claire tenang kembali, mereka berjalan keluar kota untuk pulang ke rumah Mirea. Ketika sampai, mereka bertemu dengan Tsubasa yang juga baru kembali,

“Art-dono, gimana quest nya, karena aku menunggu lama di guild aku jadi pulang duluan.” Ujar Tsubasa.

“Tidak masalah, karena sudah sore sekali, kami berencana menyerahkannya besok, lalu menemukan petunjuk ?” Tanya Art.

“Di dalam aku ceritakan.” Jawab Tsubasa.

Kemudian ketika sudah di dalam, bersama dengan Mirea, Julia, Sarah, Alisia dan Doria, Tsubasa mulai bercerita, bandit yang dia hadapi bukan bandit biasa melainkan sindikat atau perkumpulan yang merekrut orang orang menjadi penganut keyakinan mereka, yang di habisi oleh Tsubasa hanyalah anggota yang berada di tingkat bawah dengan tujuan menyebar ke masyarakat. Tsubasa menggambarkan lambang sebuah perisai dengan tiga buah kepala yang saling menempel dan menghadap ke tiga arah berlawanan dengan setangkai mawar di bawahnya yang menurutnya adalah lambang sindikat mereka. Begitu melihat lambang itu, wajah Mirea langsung berubah.

Hal itu tidak luput dari perhatian Art, kemudian Tsubasa meneruskan ceritanya, kalau kemungkinan ada lebih dari satu bangsawan yang terlibat dalam pergerakan mereka, bukan hanya terlibat, malah mungkin mereka adalah dalang di balik semuanya. Tsubasa menemukan banyak berkas catatan di markas mereka dan memberikannya pada guild, dia sempat membaca isinya sedikit dan mengambil kesimpulan,

“Siapa pemohon quest itu ?” Tanya Mirea.

“Aku tidak tahu, tapi menurut resepsionis katanya seorang pedagang tanpa nama.” Jawab Tsubasa.

“Ren-kun...” Pikir Art dalam hati.

“Baiklah, aku mengerti....sebentar.” Ujar Mirea.

Dia langsung berdiri dan berjalan masuk ke dalam ruangannya, Art menoleh melihat Mirea yang berjalan masuk ke dalam, tapi dia tidak mau menyusulnya dan menimbulkan kecurigaan yang lain. Setelah beberapa saat, Mirea keluar kembali membawa sebuah peti kayu kecil seperti tempat perhiasan, dia kembali duduk dan menaruh peti itu di meja kemudian membukanya.

“Aku buatkan dua buah liontin untuk Julia-sama dan Doria-sama. Silahkan di ambil dan di pakai.”

Tanpa ragu, Julia dan Doria mengambil satu liontin kemudian memakainya, ternyata fungsi liontin itu berisi sihir untuk merubah penampilan, rambut silver Julia berubah menjadi pirang dan matanya menjadi biru, sedangkan Doria yang berambut pirang berubah menjadi coklat dan matanya yang biru mejadi hijau.

“Tujuannya apa ini sensei ?” Tanya Julia.

“Untuk penyamaran kalian berdua, saat ini di dalam ibukota tidak aman, kalau kalian ketahuan berada di sini, akan berbahaya, aku akan menyelidiki sesuatu mulai besok dan kalau dugaanku terbukti, kalian harus menjauh dari ibukota atau lebih tepatnya dari kekaisaran Orthus.” Jawab Mirea.

“Huh ?” Tanya Julia bingung.

“Tenang saja, percaya saja sama sensei.” Ujar Art berusaha menenangkan Julia dan memegang pundaknya.

“Baiklah, aku mengerti, tapi nanti tolong jelaskan padaku.” Balas Julia.

“Pasti, ketika aku mendapat bukti kuat, aku akan jelaskan semuanya Julia-sama.” Balas Mirea.

1
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/Gosh/
Mamat Stone
/Toasted/
Mamat Stone
/Doubt/
Mamat Stone
a/Panic/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Doubt/
Mamat Stone
/Panic/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Tongue/
Mamat Stone
/Drool/
Mamat Stone
good job Thor 👍
Mamat Stone
thanks Thor 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!