Bagaimana jika kamu menjadi istri dari Ayah sahabatmu sendiri, atau lebih tepatnya menjadi Ibu tiri sahabatmu. Hal itu yang terjadi pada Aneska Mahendra yang menyukai Papah dari sahabatnya sendiri, Alexander yang biasa dipanggil dengan nama Alex. Aneska menyukai Alex sejak masih duduk dibangku SMA, pesona tampan Alex membuat putri dari sahabatnya itu sangat tergila-gila padanya.
Aneska kerap menggoda Alex ketika ia main ke kediaman Alex dengan dalih belajar kelompok bersama putri semata wayangnya yang tak lain sahabat Aneska dari kecil. Meski Alex masih memiliki istri, Aneska tak memedulikan hal tersebut. Baginya yang terpenting ia bisa menyingkirkan Ibu tiri sahabatnya dan menggantikan posisinya.
Beruntung Rania, putri Alex merestui Aneska bersama dengan Papahnya. Rania bahkan membantu Aneska menyingkirkan Ibu tirinya itu dari sisi sang Papah. Sebab, Rania sangat tidak menyukai Ibu tirinya yang sangat bermuka dua itu.
Akankah Aneska berhasil menyingkirkan istri Alex?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti Shaburu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PPS S2 > PB 09
Victor menghela napas pelan, ia tatap wajah sang putri dari Bosnya itu. Dalam hatinya ia merasa gemas, tapi ia juga harus sadar diri siapa dirinya.
Victor mengambil mangkok tersebut dan mulai menyuapinya pada Rania. Ia membiarkan bubur miliknya dan memilih melakukan permintaan sang Nona. Namun, siapa sangka, Rania justru malah mengambil miliknya dan menyuapi dirinya.
“A,” ucapnya membuat Victor terkejut dan salah tingkah.
“Tak perlu, Nona, saya bisa sendiri. Lebih baik Anda habiskan bubur Anda sebelum jam sekolah dimulai,” tolak pria tampan itu dengan memalingkan wajahnya, sungguh terlihat bagaikan ABG pria kaku itu.
***
Beberapa bulan berlalu, Rania dan teman-temannya kini sudah lulus dari sekolah menengah atasnya. Ia bersama dengan Aneska dan Reno pun sudah masuk ke dalam universitas ternama di kotanya. Ketiganya mengambil jurusan yang sama, yaitu bisnis, jangan ditanya lagi mengapa demikian, tentu saja jawabannya adalah karena keluarga mereka berasal dari pebisnis.
“Beb, lu nginep di apartemen gua yah. Gua lagi pingin curhat nih,” pinta Aneska pada Rania.
“Gua kaga diajak nih.” Reno memprotes karena dirinya tak diajak oleh sahabatnya itu.
“Lu pake rok dulu sana, nanti boleh nginep di apartemen gua,” ucap Aneska langsung, membuat Reno cemberut menggerutu dan Rania tertawa geli.
“Sadis lu sama gua, Beb.”
*
“Lu kenapa sih, Beb?”
“Gedeg gua sama uler keket di rumah. Kenapa sih bokap bisa cinta sama tuh wanita uler. Pingin banget gua mereka tuh pisah, tapi gimana caranya gitu.” Aneska mulai menceritakan unek-unek yang ia rasakan pada Ibu tirinya.
“Lu yang sabar, lu gak sendiri, Beb. Inget, gua juga berada diposisi yang sama kek elu sekarang. Tapi gua gak rela keluar dari rumah, itu rumah nantinya punya gua, jadi gua gak akan mau kalo tuh lampir kuasai.” Rania pun ikut mengeluarkan unek-uneknya. Malam itu, keduanya saling mencurahkan kekesalan dalam hati mereka dan mereka merasa lega. Paginya, kedua gadis cantik itu terlihat begitu ceria dan bahagia.
“Yang habis bermalam berdua, ceria bener dah.”
Rania dan Aneska menoleh pada sumber suara yang ternyata Reno. Pria tampan itu terlihat menekuk wajahnya kala menghampiri kedua sahabat wanitanya.
“Yah sorry, mau gimana lagi, habisnya elu lekong, Beb. Gua gak mungkin lah bawa elu pulang dan nginep di apartemen gua, mau di gerebek kita,” balas Aneska mengamit lengan Reno, seketika membuat pria tampan itu berdesir dalam dadanya, ia menjadi salah tingkah ketika wanita pujaannya yang selama ini ia sukai itu bersikap lengket padanya.
“Dah ah, gua mau ke kantin, laper banget gua belom sarapan.” Reno yang salah tingkah jalan lebih dulu menuju kantin, kedua sahabatnya mengikutinya dari belakang, karna mereka juga memang belum sarapan.
*
“Beb, Beb, bukannya itu si lampir yah.” Aneska menunjukkan pada seseorang yang ia kenali pada Rania, seketika Rania membolakan matanya, tangannya mengepal erat dan senyumnya terlihat sinis.
“Heh, yang namanya ja lang, tetaplah akan menjadi seorang ja lang, meski ia diberi kehidupan mewah tak menutupi kalau dia seorang ja lang,” sarkas Rania.
“Kita samperin?”
“Untuk apa?” sahut Rania dengan nada tanya, “daripada kita samperin tuh ja lang, mending gua suruh Victor cari tahu tentang semuanya biar gua punya bukti buat ngusir dan buang dia.” Rania mengambil ponselnya dan menelepon Victor, setelah itu keduanya pun pergi.
*****
Pesona Bodyguardku || Isti Shaburu || Noveltoon
ngadi" banget deh..kalimatnya🫠