🏆Juara l Event Pembuat Topik (Perjalanan Balas Dendamku)🏆
Kealeksa seorang gadis pendiam dan lugu, sejak kematian kedua orang tuanya ia terpaksa tinggal di rumah pamannya.
Ia sering di siksa oleh bibi dan kedua sepupunya, pamannya juga pura-pura baik karena ingin mengicar perusahaan milik Papanya.
Mereka yang membully Kealeksa akibat mereka mendapatkan tekanan dari rumah, lalu melampiaskannya di sekolah, karena Kealeksa tampak lemah, ia menjadi sasaran empuk bagi mereka.
Pada akhirnya, ia di bully di sekolah secara fisik dan mentalnya dan sampai di rumah ia di siksa lagi oleh bibi dan kedua sepupunya dan hingga ia sampai di titik terendahnya.
Tiba-tiba saja sistem muncul di ponselnya dan muncul tulisan.
"Apa Nona ingin balas dendam?"
Ya atau tidak.
Dengan tekad yang bulat Kealeksa menekan tulisan Ya.
Dan mulai saat itulah, ia di beri misi untuk membalaskan dendam kepada orang yang menyakitinya dan merebut kembali perusahaan Papanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35
"Mama! Papa!" teriak Juli dan Riska menggedor pintu kamar Surya.
Cklek!
"Ada apa sih?" tanya Karin setelah ia membuka pintu.
"Mama, carikan kami Daddy sugar juga donk, kami mau kayak Kealeksa, di berikan banyak barang yang mahal-mahal," rengek Riska.
Karin menekuk alisnya.
"Kamu bicara apa sih? Ngomong itu yang jelas, Daddy sugar apa?" tanya Karin.
"Coba kalian lihat di kamar Kealeksa, di kamarnya di penuhi barang-barang pemberian dari Om-om itu, aku juga mau," ucap Juli.
"Jelasin sama Mama apa yang kalian ucapkan ini," ucap Karin.
"Ayo ikut kami," ajak Riska.
Mereka pun pergi menuju kamar Kealeksa.
Duk! Duk
Duk! Duk!
"Kealeksa! Buka pintunya!" teriak Karin.
Kealeksa pun membuka pintu kamarnya lebar-lebar.
"Eh, di mana semua hadiahnya?" tanya Riska dan Juli terkejut.
Kamar Kealeksa tampak kosong seperti biasanya.
"Mana hadiahnya?" tanya Karin.
"Tidak ada," jawab Kealeksa menggeleng. Untung saja ia punya cara untuk menyimpan semua barangnya ke dalam ruang penyimpanan sistem.
"Kemana kamu simpan hadiahnya?" tanya Riska masuk ke dalam kamar Kealeksa, Juli juga ikut masuk dan memeriksanya.
Mereka melihat di luar jendela tidak ada buangan kotak hadiah itu, mereka membuka semua lemari, yang ada hanya baju lama Kealeksa.
Mereka memeriksa kamar mandi juga tidak ada, di laci, di bawah ranjang dan di mana-mana juga tidak ada.
"Kemana kamu sembunyikan hadiah-hadiah itu?" tanya Riska.
"Memangnya aku bisa simpan di mana? Emangnya di rumah ini ada tempat penyimpan lagi?" tanya Kealeksa.
Mereka merasa bingung, dengan hadiah sebanyak itu mau di sembunyikan di mana, kalau mau sembunyi di luar kamar pun ia harus membawa satu persatu karena hadiahnya banyak dan besar, tidak akan cukup waktu singkat itu untuk memindahkan semua barang itu.
Jika di buang pun, mau di buang ke mana? Di luar jendela tidak ada, dan juga tidak ada lubang yang paling besar selain jendela.
"Kalian salah lihat, aku tidak punya barang apa pun," ucap Kealeksa.
"Tidak mungkin! Kami melihatnya, Mama di kamarnya tadi penuh dengan hadiah hingga memenuhi ruangan ini," ucap Riska.
"Bener Ma! Kami melihatnya," ucap Juli.
"Tapi nyatanya tidak ada," ucap Karin.
"Ada atau tidak pokoknya Mama carikan sugar Daddy untuk kami! Aku mau hadiah yang banyak!" rengek Riska.
"Apa!! Hey! Kamu jangan meminta yang aneh-aneh deh! Kamu pikir jadi sugar Daddy itu enak hah! Jangan buat keluarga kita malu dengan permintaan kamu yang tidak masuk akal ini!" ucap Karin.
"Kalau begitu beri kami hadiah yang banyak! Banyak sampai memenuhi kamar kami!" pinta Riska lagi.
"Astaga! Kalian ini benar-benar keterlaluan ya!" teriak Karin geram.
Plak!
Plak!
"Sadar kalian! Permintaan kalian yang tidak masuk akal ini tidak akan Mama kabulkan!" teriak Karin geram.
"Mama jahat!" teriak Riska sambil memegang pipinya yang sakit sambil menangis, ia pun pergi meninggalkan Mamanya.
Juli juga kesal dan masuk ke dalam kamarnya.
Karin menarik nafas.
"Ini semua gara-gara kamu! Lihat mereka! Apa yang telah kamu perbuat membawa pengaruh buruk untuk mereka!" tukas Karin.
"Heh! Menyalahkan ku? Kau bisa lihat di kamar ku tidak ada apa-apa, itu berarti anak-anak mu yang berhalusinasi," ucap Kealeksa sambil melipat tangannya.
cuma beda 1 huruf
mending minta saran sekalian
3 karya namanya mcnya Hampir sama semua
ini system pelit
gua aja ngebaca jadi kleak kleak gitu...
jadiin kea aja Napa??