Rio, seorang reinkarnasi dari bumi menjelajahi dunia kultivasi. Di masa lalunya ia dikhianati oleh kekasihnya dan diintimidasi karena miskin. Setelah reinkarnasinya, ia tidak menyangka mengaktifkan Sistem Dao Surgawi tertinggi. Usut punya usut dirinya adalah seorang Heavenly Dao di kehidupan lampau nya. Setelah mendapatkan tubuh baru dan Sistem Tak Tertandingi, ia masih memiliki masalah di kehidupan barunya.
"Tidak ada yang bisa mengatur diriku! Bahkan jika Dewa turun sekalipun!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NUR_ANIME, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 35
"Raja!!" Teriak Pelian dengan sekencang-kencangnya ketika ia berlari ke arah Pan Long yang terhempas.
Para perwira tinggi tinggi yang melihat itu marah dan langsung memerintahkan para prajurit untuk menyerang menggunakan mantra. "Prajurit, serang!"
Lebih dari ratusan mantra telah di lepaskan untuk di arahkan ke arah Seraphin dan serangan itu tidak berefek walaupun Seraphin terkena langsung dari serangan mantra itu.
Pan Hong terkejut sambil menggesekan giginya dengan wajah yang kecewa. "Dasar monster! Mantra seperti ini tidak mungkin bisa mengalahkannya. Semuanya cepat lindungi aku! Lixuan cepat bantu aku menggunakan formasi Guntur kematian!"
"Baik" balas Lixuan.
Para prajurit segera berlarian ke arah depan Pan Hong dengan berbaris dan melakukan formasi pelindung bel zhixuan. Setelah formasi terpasang Pan Hong dan Lixuan segara menggerakkan tangannya sambil memegang sebuah jimat yang mengandung atribut Guntur.
Setelah di aktifkan kedua kertas jimat beratribut Guntur itu terbang ke atas dan menyatu menjadi satu dan di waktu yang bersamaan awan hitam berkumpul dan Guntur Guntur mulai bermunculan.
Kilatan itu terus menyambar ke segala arah yang di lihatnya. Pan Hong yang sudah dalam posisi bersiap untuk menyerang menunjuk kedua jarinya ke arah Seraphin dan tidak menunggu waktu lama sebuah guntur besar berwarna keunguan mulai bersatu dengan Guntur lainnya dan langsung menyambar Seraphin yang berada di lokasi tanpa menunggu persiapan dari lawannya.
Akibat dari serangan itu asap tebal menyelimuti tempat kejadian. Pan Hong dan perwira tinggi lainnya menatap asap tebal itu dengan wajah yang tampak gembira dan menyangka jika Seraphin telah musnah menjadi abu karena Guntur itu.
"Hahahaha! Rasakan itu! Kau seharusnya bersyukur karena bisa melihat salah satu kartu As ku. Dengan Guntur itu mau itu Immortal maupun dewa sekalipun akan terbakar menjadi debu! Tidak seharusnya kau menyinggung orang yang tidak sepatutnya kau singgung. Dengan ini hanya tersisa satu lagi yaitu pemimpinnya." Pan Hong melihat ke arah Beatrix yang sedang mengamati dari kejauhan.
"Tch. Sebenarnya aku telah menghabiskan hampir seluruh Qi iblisku untuk memanggil Guntur itu. Saat ini aku hanyalah seorang kura-kura yang kehilangan tempurungnya. Aku harap pemimpinnya bisa mengerti dan cepat mundur dari sini." Batin Pan Hong. Tak lama kemudian ia melihat pemimpin musuh tersenyum setelahnya sebuah tawaan menggema seluruh istana yang membuat firasat Pan Hong mengatakan jika ada hal buruk yang akan terjadi selanjutnya.
*Blusssshhh*
Asap itu menghilang dalam sekejap dan apa yang Pan Hong lihat selanjutnya adalah musuh yang seharusnya sudah musnah akan tetapi saat ini terlihat baik-baik saja.
"Mustahil! Bagaimana dia masih hidup setelah aku menggunakan kekuatan penuhku! Sial! sial! sial! Dasar monster! Seharusnya kekuatanku dan Lixuan bisa membunuh seorang Immortal sekalipun! Tapi bagaimana bisa dia tidak tergores sedikitpun dari Guntur itu?"
Lixuan menoel Pan Hong dari sisi samping sambil membungkuk dengan salah satu tangannya di rangkul oleh prajurit karena tidak bisa mendapatkan keseimbangannya kembali. "Jendral, ini sudah berakhir. Tamat sudah riwayat kita. Aku tidak ingin mat* di tempat seperti ini." kata Lixuan dengan ketakutan.
"Diam kau dasar pengecut!" Balas Pan Hong sambil menendang Lixuan hingga tersungkur ke tanah.
Tidak seperti Pan Hong, Lixuan sendiri tidak memiliki sedikitpun kekuatan yang tersisa hingga ia tidak mampu berdiri sedikitpun. Keduanya berada di rahan Nihility namun hanya berbeda satu tingkat di antara keduanya.
"Tidak ada cara lagi, aku harus menggunakan metode itu." Batin Pan Hong. Setelahnya ia pergi ke arah Lixuan yang tersungkur sementara Lixuan yang menyadari ada yang salah dari gerak-gerik Pan Hong mulai mencoba menggerakkan tangannya ke tanah dengan niat menjauh dari Pan Hong.
"Dasar pengecut sialan! Mati kau!"
Dalam sekejap Pan Hong langsung menusuk Lixuan dan di waktu yang bersamaan kekuatan yang sangat luar biasa masuk ke dalam diri Pan Hong. "Hahaha, aku merasakan ada kekuatan yang mengalir ke dalam diriku! Namun ini masih kurang." Kata Pan Hong sambil menatap para perwira tinggi di sekitarnya.
Mereka yang berada di halaman adalah orang yang memiliki kekuatan yang berada di atas ranah Nascent Seoul, tentunya Pan Hong tidak akan membuang kesempatan seperti ini dan langsung mendekati mereka sementara mereka berada dalam posisi gemetar ketakutan.
Tatapan Pan Hong seperti seekor binatang buas yang ingin melahap mangsanya. Salah satu perwira tinggi maju dengan tak gentar sambil mengarahkan pedangnya ke arah Pan Hong. "Dasar pemberontak! Aku akan memberitahukan hal ini kepada yang mulia Raja iblis. Aku akan menebasmu di tempat jika kau berani maju selangkah lagi!"
"Coba saja, Mari kita lihat apa pergerakan ku atau pedangmu yang lebih cepat!" Kata Pan Hong sambil bergerak untuk membunuh perwira tinggi itu.
Tidak tinggal diam, perwira tinggi itu langsung menghunuskan pedangnya ketika Pan Hong mendekat ke arah dirinya. Ketika arah mereka saling membelakangi sebuah kepala terputus dan tubuh perwira tinggi itu langsung tergeletak sambil mengeluarkan dar*h segar dari lehernya.
Setelahnya Pan Hong tanpa basa basi langsung menghabisi Perwira tinggi yang tersisa maupun prajurit yang terlihat dari jarak pandangnya.
Setelah Pan Hong selesai menghabisi semua orang kekuatan yang sangat besar mengalir ke dalam dirinya yang membuatnya menjadi tidak tertahankan. Akibat dari metode kultivasi itu sebuah pilar cahaya kehitaman menyala ke arah langit yang menenadakan seseorang telah menerobos ke tingkat yang lebih tinggi dari Nihility yaitu alam immortal.
"Hahahaha Tidak kusangka hanya memb*nuh beberapa orang lemah bisa meningkatkan basis kultivasi ku hingga dua tingkat . Dengan kekuatan ini aku bisa menyingkirkan Pan Long sialan itu dan menjadi raja iblis yang baru. Aku berterimakasih kepada kalian berkat kalian aku bisa menerobos ke alam immortal." Kata Pan Hong.