"Dasar gadis nakal"
~Adriano Zergio Alviano Gerald~
.
.
.
.
.
"Enak aja, saya itu bukan gadis nakal yha Pak"
~Alana Dirgantara~
***
Cerita tentang perjodohan antara putra tunggal keluarga Gerald dan putri tunggal keluarga Dirgantara yang telah lama direncanakan oleh kedua keluarga tersebut.
Adriano yang ditugaskan Daddynya menjadi seorang dosen di universitas ternama untuk mengawasi calon menantunya. Sayangnya di hari pertamanya menjadi seorang dosen Adriano harus mengalami kesialan. Pertemuannya dengan Alana, gadis cantik pilihan orang tuanya. Alana yang ingin memukul temannya malah salah sasaran dan malah memukul wajah Adriano. Bagaimanakah akhir dari kisah cinta mereka, yang diawali dengan pertemuan yang terduga. Apakah akan berakhir bahagia ataukah berakhir dengan perceraian? Tetap stay tune di novel ini guys
Happy reading guys🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hoshinomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 Kemarahan Seorang Adrian
...Happy Reading Guys🖤...
.......
.......
.......
.......
.......
Tiga minggu telah berlalu, pekan UTS yang membuat para mahasiswa keliyengan akhirnya selesai juga. Saat ini Alana dan keempat temannya sedang berada di perpustakaan untuk membuat makalah mengenai hasil riset yang telah mereka lakukan.
"Sh1t, jujur gue paling nggak suka kalo harus buat makalah, apalagi berdasarkan riset. Selalu aja ada pertanyaan yang menjebak dari dosen waktu presentasi"celetuk Zean
"Sama, gue juga udah pusing banget ini. Serasa mau pecah nih pala"timpal Arka
"Mau gimana lagi "ucap Alana menambahkan
"Udah-udah jalanin aja, walau kata-kata mutiara terus-terusan bermunculan:)"ujar Bella
......................
Setelah semua urusan selesai Alana langsung kembali pulang begitu juga dengan keempat temannya. Baru saja memasuki rumah, ia mendengar sebuah suara bentakan dari lantai atas. Alana langsung bergegas menuju ke sumber suara yang ternyata di ruang kerja Pak Adrian yang juga dijaga oleh beberapa penjaga.
"Apa yang terjadi di dalam, kenapa aku mendengar suara yang keras?" tanya Alana kepada para penjaga
"Bukan apa-apa nona, anda tidak perlu memikirkan hal yang terjadi di dalam"ucap penjaga 1
Baru saja akan akan berbicara, kembali terdengar suara dari dalam yang kali ini adalah sebuah suara barang-barang yang dibanting."Apanya yang bukan apa-apa, itu ada suara barang-barang yang dibanting. Menyingkirlah, aku ingin masuk pinta Alana
"Maaf nona, tapi lebih baik anda jangan masuk ke dalam"ujar penjaga 2
"Tapi kenapa, aku hanya ingin masuk dan melihat apa yang terjadi"ucap Alana dengan tegas
"Maaf nona, tapi ini perintah langsung dari Tuan Adrian. Tuan melarang keras semua orang untuk masuk kedalam, khususnya anda nona" ujar penjaga 2
"Menyingkirlah dari hadapan saya, jika kalian lupa saya adalah istri dari Adrian yang secara otomatis saya memiliki hak yang sama untuk memerintah kalian. Jadi menyingkirlah dari hadapan saya sekarang juga" ujar Alana dengan tatapan tajamnya
Mau tidak mau kedua penjaga itupun mengizinkan Alana untuk masuk, baru saja Alana membuka pintu ruangan, ia melihat Arsen yang sudah babak belur dan kali ini Pak Adrian sudah berada pada posisi untuk kembali memukul Arsen.
Alana langsung bergegas berlari dan berdiri tepat di depan Arsen untuk melindunginya"ADRIAN,N apa-apaan yang kamu lakukan pada kak Arsen teriaknya
Pak Adrian berusaha menahan emosinya kala melihat Alana"Pergilah Alana, jangan disini ucapnya dengan setenang mungkin namun penuh dengan penekanan
"Tidak, aku tidak akan pergi dari sini" jawabnya
"Pergilah Alana" ucap Pak Adrian dengan tatapan tajamnya
"Aku tidak akan pergi dari sini jika kamu tetap akan menyakiti Kak Arsen"bantahnya
"Al pergilah, gue mohon. Gue nggak mau lo kenapa-kenapa"pinta Arsen
"Nggak kak, gue nggak akan pergi ninggalin lo sendiri disini"bantahnya
Karena terus-terusan dibantah, dalam sekejap Pak Adrian kembali naik pitam"PERGI DARI SINI SEKARANG JUGA ALANA!!!"teriaknya dengan suara menggelar ke seluruh ruangan. Para pelayan dan penjaga hanya bisa berdoa untuk keselamatan nona mudanya
Alana menutup matanya sejenak kala Pak Adrian membentaknya."Sudah kubilang, aku tidak akan pernah pergi dari sini jika kamu tetap menyakiti Kak Arsen"ucap Alana
"PERGI SEKARANG ATA-"teriak Pak Adrian yang kemudian dipotong oleh Alana
"ATAU APA HAH?! SAYA SAMA SEKALI TIDAK TAKUT DENGAN ANDA"ujar Alana dengan berteriak
Karena merasa ditantang ditambah dengan emosinya yang sudah meluap-luap, Pak Adrian langsung saja mencengkeram erat leher Alana seolah ia sudah tak mengenal gadis yang ada dihadapannya.
//Deg
Alana sangat terkejut setengah mati kala nafasnya tiba-tiba sesak. Sebuah rasa sakit yang awalnya melingkar di lehernya dengan perlahan-lahan menjalar ke seluruh tubuhnya. Arsen yang melihat Alana yang tiba-tiba dicekik oleh Adrian langsung bergegas berdiri dan membentak keras kepada Adrian.
"ALANA"teriaknya
"ADRIAN APA-APAAN YANG LO LAKUIN, DIA ITU ISTRI LO B4NGS4T."seru Arsen sambil mencengkram erat tangan Adrian yang yang mencengkram erat leher Alana. Alana juga berusaha mencengkram erat tangan Adrian agar cengkraman dilehernya melonggar, namun tenaganya tak cukup kuat untuk mengalahkan tenaga Adrian.
Adrian langsung memukul keras Arsen sehingga ia terhuyung ke belakang dan membentur dinding. "Adrian"ucap Alana dengan lirih
"B4NGS4T, LO KALO MAU NGELAMPIASIN MASALAH LO, LAMPIASIN AJA KE GUE. JANGAN KE ALANA, DIA SAMA SEKALI NGGAK TAHU TENTANG MASALAH INI"bentaknya
Perlahan Adrian mulai sadar namun emosi masih tetap menguasai alam bawah sadarnya, ia langsung melempar Alana begitu saja. Untungnya Arsen dengan sigap menangkap Alana sehingga Alana tidak membentur dinding, sedangkan Adrian langsung pergi begitu saja.
//uhuk..uhuk...uhuk
"Al, lo nggak papa kan?" tanya Arsen
"Gue nggak papa kok kak, cuman tenggorokan gue sedikit sakit. Seharusnya lo yang perlu dikhawatirin"ucap Alana
"Gue baik-baik aja, ini cuma luka kecil"balasnya
Alana menggelengkan kepalanya sejenak, kemudian ia berdiri dan menuju dapur. Ia kemudian kembali dengan membawa sebaskom air hangat untuk mengkompres luka lebam Arsen
"Gue beneran nggak papa Al, mending lo istirahat aja" pinta Arsen
"Udah lo diem aja...biar gue kompres bentar lukanya"ucap Alana
"Sebenernya apa yang terjadi sampe buat dia semarah itu?"tanya Alana
"Itu karena perusahaan mengalami kerugian sebesar 30% karena adanya orang yang menggelapkan keuangan kantor"jelasnya
"Apakah hanya itu? Bukankah ia bisa meminta bantuan kepada Papa atau Daddy untuk menutupi kerugian yang ada"ujar Alana
Arsen menggelengkan kepalanya sejenak."Tanpa bantuan dari Om Aldrick ataupun Papa lo Adrian masih bisa menutupi kerugian, hanya saja yang membuat Adrian marah sebesar itu dikarenakan semua orang-orangnya yang gagal menemukan pelaku penggelapan uang perusah..shhh"
"Eh maaf kak, gue nggak sengaja" ujar Alana
Tak lama setelahnya datang seorang pelayan yang memberitahukan jika dokter Erik sudah menunggu di depan."Siapa yang manggil Dokter?" tanya Alana
"Gue, tadi waktu lo ke dapur gue sempet ngirim pesan ke dokter Erik buat ngurusin lo"ujar Arsen
"Kalo gitu gue pergi dulu"imbuhnya
"Lo nggak mau ngobatin luka lo dulu?"tanya Alana
"Nggak usah, nanti aja gue udah biasa. Lagian gue harus segera nyusul Adrian, gue takut kalo dia malah ngelakuin hal yang aneh-aneh"jelasnya
"Oiya, gue saranin mending lo jangan terlalu deket sama Adrian untuk sekarang ini. Adrian itu tipe orang yang memiliki kesulitan ngontrol emosi"imbuhnya
Setelahnya Arsen pergi untuk mencari keberadaan Adrian dengan melacak ponselnya, sedangkan Alana sedang diurus oleh dokter Erik.
"Bagaimana keadaan nona Alana dok?"tanya pelayan yang saat ini ditugaskan Arsen untuk menjaga Alana
"Bagian lehernya mengalami memar, dan mungkin untuk beberapa saat nona Alana akan kesulitan untuk makan dan juga berbicara. Tapi tenang saja, dengan istirahat yang cukup, nona bisa segera sembuh dan saya juga akan memberikan resep untuk meredakan rasa nyeri dan juga untuk menghilangkan bekas memarnya. Oiya, saya sarankan agar nona Alana untuk memakan makanan yang lembut seperti bubur selama masa penyembuhan"jelasnya
"Baik terimakasih dok, kalau begitu mari saya antarkan kedepan"ucap pelayan tersebut
Pelayan tersebut kemudian mengantarkan sang dokter keluar, sedangkan Alana memilih untuk tidur agar bisa sedikit menghilangkan rasa nyeri pada lehernya.
----------------------------------------*----------------------------------------
Hai hai...
Saya kembali lagi nih hehe. Oiya mohon maaf yha guys kalo banyak typo atau kata-kata yang tidak sesuai dengan KBBI, soalnya saya masih belajar hihi😁🙏🏻
Btw jan lupa vote dan tinggalin komen guys
Sekali lagi terimakasih karena sudah mampir (≧▽≦)
Biar Alana tau penyebabnya dan gak ngambek lagi 😣😣😣😣😣
btw2 lama bet pada bucin nya
kapan datang nya ini mh Adrian junior 😅