NovelToon NovelToon
Fucking Boyfriend

Fucking Boyfriend

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Playboy / Pelakor / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:61.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lakuna Amerta

Hai ini karya terbaru saya, dukung saya dengan meninggalkan komentar like dan ikuti agar saya lebih semangat membuat cerita tentang hubungan Sashi yang panas dan penuh konflik.

Terimakasih ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lakuna Amerta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35, Minta Maaf

Karena sudah membaik, Agatha diperbolehkan pulang oleh Dokter. Jadi yang tadi meeting di Bandung langsung ke Tangerang untuk menjemput Agatha pulang.

Rencananya Agatha ingin tinggal dulu di Tangerang, dan akan kembali ke Bandung kalau sudah bertemu dengan Sashi untuk meminta maaf terlebih dahulu.

Setelah kejadian beberapa hari yang lalu, Agatha belum bertemu dengan Sashi. Padahal kata perawat di Rumah Sakit mengatakan bahwa Sashi mendaftarkan sebagai wali untuknya.

Merasa bersalah dan tidak enak Agatha, membuat ia harus menemui Sashi. Agatha juga mengajak Rio untuk meminta maaf juga dengan Sashi.

Sementara Sashi yang sedang menemani Giska bertemu dengan Thalita yang ditunjuk  sebagai kuasa hukum Giska. Mereka sedang membahas perihal perceraian Giska dengan Dani suaminya.

Mereka memilih hotel mereka untuk membahas hal yang cukup penting dan rahasia itu. Bagaimana tidak rahasia, kasus ini Giska jaga rapat-rapat agar tidak terdengar atau bahkan ketahuan ayahnya.

Karena Pak Gunawan sedang tidak sehat, Giska khawatir ayahnya akan kenapa-kenapa kalau sampai tahu akan hal ini. Giska berencana akan memberitahu ayahnya ketika semua yang menjadi miliknya kembali.

“Untuk bukti itu cukup ya Ta?” tanya Sashi ke Thalita yang sedang sibuk membolak-balikkan berkas yang sudah mereka kumpulkan.

Bukan hanya tentang harta gono gini, dan bukti perselingkuhan. Ternyata mereka mencari bukti bahwa Dani juga melakukan korupsi di kantor Giska yang dulu diberi ayahnya untuknya ketika setelah menikah.

Giska takut perusahaan itu tidak kembali kepadanya, karena dulu ia berhasil dikelabui oleh Dani sehingga perusahaan itu jatuh menjadi miliknya. Karena saham yang dimiliki Dani cukup lebih besar daripada milik Giska.

Yang dikhawatirkan hanya itu, karena perusahaan itu ada usaha dan kerja kerasnya kedua orang tuanya.

Namun setelah diselidiki, perusahaan itu masih atas nama ayahnya sehingga dan masih bisa diselamatkan. Dan juga banyak sekali kecurangan yang sudah Dani lakukan.

Selain menceraikan, Giska rupanya bisa menuntut dan memenjarakan Dani. Karena banyak bukti yang mendukung, seperti data, saksi dan juga cctv. Untungnya Giska juga mendapat dukungan dari para karyawan dan para direksi.

“Seharusnya sih bisa Sas, nanti aku akan menghubungi team kuasa hukum untuk membantu saya,” tutur Thalita. “Karena banyaknya kasus yang sudah Pak Dani buat, pasti akan mudah membuatnya hancur.

Sashi menoleh ke arah Giska yang kini ia bisa bernafas lega, Sashi menggenggam tangan Giska untuk menenangkan dan meyakinkannya bahwa semua akan baik-baik saja.

“Untung aja Bu Giska, Ibu memasang cctv di setiap sudut,” kata Thalita lagi.

“Baguslah, aku hanya ingin semua berakhir dan kembali, untuk membuatnya hancur biarlah menjadi bonus.”

Dengan senyum dan tangis haru, Giska memeluk Sashi. Untung sekali ia bisa bertemu dengan Sashi. Karena sebelumnya Giska cukup pusing, karena dia tidak punya power. Bahkan kuasa hukum yang ditunjuknya dulu berhasil disuap oleh Dani untuk menyerah.

Dan di Rumah Sakit, Rio yang sudah sampai dan membantu Agatha membereskan barang-barangnya.

Agatha melihat laki-laki itu seperti bukan dirinya, benar-benar berubah dalam waktu sekejap. Malah yang diingatnya sekarang adalah Sashi, otaknya dipenuhi rasa bersalah kepada Sashi.

Agatha turun dari ranjangnya dan dihampiri Rio untuk membantu memapahnya, “Nggak papa Rio aku bisa, aku mau duduk di sofa aja.”

Rio membantunya berjalan menuju sofa yang dimaksud. Dengan hati-hati dan pelan-pelannya Rio memapahnya. Agatha sudah duduk di sofa dan Rio melanjutkan kegiatannya lagi.

“Udah kamu duduk disini aja ya, habis ini aku selesai kok,” ujar Rio.

“Iya Rio,” sambil Agatha mengelus-elus perutnya yang besar.

Terlihat perutnya terus bergerak dan membuat Agatha gemas, “Rio, anak kita nendang-nendang nih.”

Rio yang sedang membersihkan ranjang bekas Agatha spontan lalu mendekat, “Masa sih?”

Sambil mengelus-elus dan mendekatkan bibirnya ke perut Agatha Rio mencoba untuk berinteraksi dengan bayi yang ada di perut Agatha.

“Sayang, ini Papa. Mana Papa mau merasakan tendanganmu itu.”

Dengan lembut Rio mengusap perut Agatha, dan tak menunggu beberapa lama sang janin merespon. Begitu Rio merasakannya, ia amat senang dan terharu.

Melihat raut wajah Rio yang sangat menghangatkan hatinya, Agatha malah kembali teringat dengan Sashi. Bagaimana perasaan Sashi, apa kabarnya, apakah dia baik-baik saja.

“Rio,” panggil Agatha sambil menatap Rio yang bersimpuh di hadapannya.

“Iya Tha…” sambil tersenyum sumringah Rio menoleh ke arah Agatha. “Gimana?”

“Aku ingin bertemu dengan Sashi.”

Permintaan Agatha kali ini membuat Rio jadi sedikit sedih, karena bagaimanapun dia juga masih menyayanginya. Namun Rio harus ikhlas melepaskan karena ia juga tidak boleh egois.

Dalam pikiran Rio hanya ingin membuat Agatha, anaknya, dan Sashi bahagia. Keputusan kali ini juga demi kebaikan Sashi juga, karena dia ingin Sashi melepaskan dirinya dan bahagia dengan pilihan hidupnya sendiri.

“Iya, tapi gimana ya…”

Sambil menghela nafas Rio duduk di samping Agatha dan meraih tangannya. Dia menatap Agatha dengan mata sayu penuh kesedihan.

“Kenapa Yo?” tanya Agatha gusar.

“Aku takut kalo Sashi makin terpuruk melihat kita.”

“Tapi Yo, kalo kita nggak minta maaf sekarang malah aku semakin nggak tenang. Dan dia akan semakin benci kita.”

“Iya, tapi kalo aku emang lebih baik di benci sama Sashi Tha.”

Agatha diam seribu bahasa, dia hanya mencoba memahami maksud dari Rio. Dia juga inginnya Sashi tidak mengingat-ingat kita, tapi Sashi sangat baik padanya. Jadi Agatha mencoba untuk meneleponnya karena dia sangat merasa bersalah.

Sembari Agatha menelepon, Rio mendampinginya si sampingnya. Berkali-kali Agatha menelepon, tetap tidak ada jawaban. Agatha pun berinisiatif untuk mengirimnya pesan singkat saja.

[Sas, aku ingin bertemu denganmu. Bisa luangkan waktumu?]

Dengan hati yang cemas dan sedikit takut Agatha mengirim pesan singkat itu. Setelah berhasil terkirim, Agatha memasukkan kembali ponselnya ke dalam tasnya.

“Kita tunggu balasannya Sashi dulu ya baru kita pulang ke Bandung,” ujar Agatha pada Rio yang sedari tadi perasaan dan pikirannya terganggu. 

Untuk ada di posisi Rio pun tidak mudah karena Rio masih menyimpan rasa dengan Sashi. Namun takut menyakitinya lagi jika mendekat. Lebih lagi, Sashi saat itu pasti sangat terpukul.

Walau sebenarnya dia khawatir sekali, karena Sashi tidak memiliki siapa-siapa. Dia pergi kemana karena rasanya tidak mungkin kalau dia pergi ke rumah ibu tirinya.

“Ya udah Rio, ayo kita pulang dulu.”

Ajakan Agatha menyadarkannya dari lamunannya. Untuk saat ini, dengan merawat dan mencoba untuk menjadi ayah yang baik lah yang hanya bisa ia lakukan.

“Ayo sayang,” Rio membantu Agatha bangun. “Pelan-pelan ya.”

Rio memapah Agatha berdiri, lalu Agatha pun menggandengnya. Mereka berjalan berdua meninggalkan ruang inap tempat Agatha dirawat. Dan berlalu menyusuri koridor-koridor, mereka pulang ke apartemen Agatha.

1
Rika Afrianti
👍👍👍👍
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
Hanisah Nisa
kᥲrmᥲ ᥙᥒ𝗍ᥙk ᥲgᥲ𝗍һᥲ ȷᥙgᥲ...
Hanisah Nisa
itulah.... tragik hukum karma....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
Hanisah Nisa
karma untuk Rio.... sebab.... nafsu d dulukan....
LakunaAmerta: terimakasih untuk selalu support kak :)
total 1 replies
Hanisah Nisa
karma untuk Rio dan aga.ta....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
shadow
smoga lanjut jd pasangan halal ya dawa-sashi
LakunaAmerta: selalu dukung karyaku ya kak, jangan lupa follow juga untuk mendukung aku terus menulis 🫶❤️🥰❤️
total 1 replies
Hanisah Nisa
jangan biarkan... Rio dan agama bahagia....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor..
Hanisah Nisa
dawa... sama Sashi saja.... sepertinya dawa adalah lelaki yang baik..... balas dendam kecil kecilan.... harap Rio mendapat karma......
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
Hanisah Nisa
sᥱmᥲᥒgᥲ𝗍 ᥣᥲᥒȷᥙ𝗍 ᥙ⍴ᥒᥡᥲ 𝗍һ᥆r.....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor....
Hanisah Nisa
sᥱmᥲᥒgᥲ𝗍 ᥣᥲᥒȷᥙ𝗍 ᥙ⍴ᥒᥡᥲ 𝗍һ᥆r....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...... semoga ada lelaki.... yang sangat menyintai shashi secara tulus dan apa adanya.....
Hanisah Nisa
lanjut....
Hanisah Nisa
lanjut upnya Thor.....
Hanisah Nisa
moga ada sinar kebahagiaan untuk shashi.... semangat lanjut upnya Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!