NovelToon NovelToon
Tiada Tanding

Tiada Tanding

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Sistem / Mengubah Takdir / Ahli Bela Diri Kuno
Popularitas:70.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kaze Riku

Lima tahun yang lalu, Alex dipaksa untuk mengorbankan diri demi keluarganya. Lima tahun yang lalu, pemuda dengan masa depan gemilang itu dijebloskan ke penjara oleh keluarganya sendiri. Tunangan dan orang-orang terdekat berpaling darinya dan melabelinya sebagai aib dari keluarga Wealthy, keluarga terkaya dan paling berpengaruh di dunia.

Namun mereka yang berpaling tidak mengetahui rencana Alex untuk membalas mereka. Dengan sistem dalam kendalinya, ia akan menjadi sosok tiada tanding yang akan menuntut balas kepada mereka semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaze Riku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Alex yang sama sekali tidak menyadari isi pikiran Gwen melanjutkan, "Saya memiliki beberapa rahasia dan itu tidak dapat saya katakan jika anda tidak menggunakan cincin ini."

Gwen yang masih sangat terkejut hanya mengikuti ketika Alex menangkap tangannya dan mencoba memasang cincin tersebut.

Saat melihat cincin itu terlalu besar untuk jari manis kirinya, Gwen menggerutu dalam hati 'Hei Alex ini benar-benar tak melakukan persiapan untuk melamar. Cincin ini akan kebesaran -'

Pikiran Gwen terpotong seketika ia merasakan cincin tersebut di pasang hari manisnya. Cincin yang semula terlihat longgar di jarinya seketika menyesuaikan ukurannya hingga terpasang dengan indah di jari wanita tersebut.

Belum sempat bertanya kepada Alex tentang keanehan ini, Gwen dikejutkan lagi dengan sebuah layar transparan dan suara dari dalam kepalanya.

[Selamat datang, pengguna baru]

[Mengidentifikasi pengguna:]

[Nama: Gwen White]

[Usia: 23 tahun]

[Aspek pokok:]

[Kekuatan (43/80) - Amatir]

[Kecepatan (37/65) - Amatir]

[Kecerdasan (60/80) - Profesional]

[Kebijaksanaan (40/50) - Profesional]

[Aspek keterampilan:]

[Bela diri (59/70) - Profesional]

[Teknologi (70/100) - Amatir]

[Login selesai]

[Apakah anda ingin mengambil bonus harian anda ?]

"I - Ini ? Sebenarnya apa ini ?" tanya Gwen penuh dengan kebingungan.

Melihat reaksi Gwen, Alex menyimpulkan bahwa proses awal pengenalan sistem telah selesai dan Gwen telah mendapat pengakuan sebagai pengguna sistem sehingga ia dapat menjelaskan lebih lanjut tentang sistem. Untuk itu, ia memandu Gwen untuk duduk di pangkuannya dan menceritakan tentang bagaimana awalnya ia mengetahui tentang sistem dan manfaat yang diperolehnya dari sistem tersebut. Alex sama sekali tak menutupi apapun tentang sistem di hadapan Gwen. Wanita itu terus mendengarkan dan tatapannya sekali-kali beralih kepada cincin di jarinya dengan penuh kekaguman. Akhirnya, Alex juga menjelaskan tentang tugas yang ambil sekarang dengan tujuan untuk memperoleh keterampilan yang dibutuhkan untuk memulihkan kondisi Paul.

"Jadi, sekarang kamu harus menyelesaikan tugas untuk menurunkan angka kriminalitas di kota ini hingga di bawah 3% dalam waktu seminggu untuk kamu bisa mendapatkan keterampilan peramuan obat ini," ujar Gwen meringkas penjelasan Alex agar mudah dipahami olehnya pula. Dengan banyaknya informasi tentang sistem ini, Gwen merasa perlu untuk memastikan semua informasi yang diterimanya ini benar.

Alex mengangguk dan menepuk rambut Gwen dengan bangga, "Benar, wanita pintar mendapat ciuman atas jawabannya!"

Gwen hanya terkikik dan tak menolak ketika Alex mengecup pelan bibirnya. Ia juga melepas cincin di jarinya dan memasang cincin itu kembali ke jari Alex seraya bercanda, "Hei, aku berpikir tadi kamu terlalu impulsif untuk langsung melamar saya secara mendadak seperti ini."

Alex mengingat kembali perbuatannya beberapa menit lalu dan tak bisa menyangkal bahwa itu memang seperti seorang pria yang akan melamar kekasihnya.

Gwen yang melihat Alex hanya tersenyum malu kembali ke topik pembicaraan, "Namun keterampilan peramuan obat hanya memberikanmu keterampilan untuk meramu obat tersebut, bagaimana bahan dan alat yang dibutuhkan ?"

"Untuk alat itu masalah mudah, saya dapat membelinya dan jika peralatan itu sulit ditemukan di pasaran maka dengan koneksi militer dari Rudi, alat apapun bisa didapatkan. Untuk bahan kita bisa menggunakan cara yang sama namun saya berpikir untuk memanfaatkan kemampuan keluarga Wang."

"Wang ?" Gwen merasa nama keluarga ini tidak asing dan matanya segera menyipit ketika mengingat wanita yang menemani Alex pada shift dinihari ini, "Keluarga dari perawat yang kau temani kemarin ?"

Alex yang menyadari pertanyaan Gwen dipenuhi dengan kecemburuan hanya mengangguk, "Kebetulan sekali dia juga mengambil bagian dalam perawatan Paul maka saya berpikir untuk menggunakan wanita ini dalam mendekati keluarga Wang. Jangan melihat kekuatan keluarga ini yang masih hanya sebatas dua generasi, di kota Metro, mungkin tidak ada yang lebih baik dari mereka dalam hal pengobatan timur. Jadi saya percaya dengan koneksi dan pengaruh mereka, bahan-bahan untuk membuat obat ini pasti mereka simpan!"

Gwen mengangguk paham namun masih khawatir, "Bahan-bahan ini pasti langka dan istimewa bukan, saya tidak yakin mereka akan dengan mudah melepas begitu saja bahan-bahan ini bahkan jika anda bersedia menukar uang untuk bahan-bahan tersebut."

Alex melirik jam dinding dan waktu menunjukkan ini hampir menyentuh jam makan siang dan ia yang melewatkan sarapan telah merasakan perutnya keroncongan.

"Jangan terlalu khawatir tentang hal ini, saya akan memikirkannya ketika waktunya tiba. Bukankah lebih baik sekarang kita mulai turun dan mencari tempat untuk makan siang ?"

Gwen menerima tawaran Alex ini dengan senyuman dan keduanya meninggalkan hotel dengan perasaan gembira layaknya pasangan pengantin baru. Setiap mata yang memandang keduanya tak dapat menyembunyikan kekaguman atas pasangan yang sempurna ini.

Walaupun Alex tetap menggunakan penyamaran Brian, itu masih belum dapat menyembunyikan aura ketampanannya sementara Gwen dengan gaya modis berhasil memikat banyak mata kepada mereka. Pemandangan ini seperti melihat dua selebriti hollywood.

Sementara itu, Cindy yang juga baru saja bangun dari istirahatnya, memiliki aura yang berbeda hari ini. Ia memeriksa jam pada ponselnya dan menemukan waktu telah mencapai jam makan siang. Niatnya untuk segera menghubungi Alex untuk menentukan jam pertemuan mereka segera ditunda karena takut Alex belum bangun atau bahkan menganggu jam makan siang orang yang akan menjadi gurunya tersebut. Sambil menunggu, ia berpikir untuk menyantap makan siang yang telah disajikan di rumah terlebih dahulu.

Ketukan dari pintu kamarnya menunda Cindy untuk menjalankan rencananya ini dan dengan sopan Cindy mengizinkan orang yang mengetuk pintu kamarnya untuk membuka kamarnya.

"Maaf menganggu anda nona muda," seorang pelayan tua masuk dan menunduk dengan sopan, "Tuan besar mengharapkan anda dapat bergabung dengannya di ruang makan untuk makan siang bersama."

Pesan dari pelayan ini ditanggapi Cindy dengan anggukan, "Katakan kepada ayah bahwa ia bisa mulai terlebih dahulu selagi saya akan membersihkan diri."

"Dimengerti nona muda," jawab pelayan tersebut menunduk kembali dan menutup pintu kamar Cindy dengan pelan.

Tuan besar yang dimaksud oleh pelayan tersebut tak lain adalah ayahnya sendiri. Normalnya, ayahnya tak akan menyempatkan makan siang di rumah dan lebih memilih untuk makan siang di luar bersama kolega atau pasien yang baru saja dirawat. Namun, kebiasaan ini berubah sejak setengah tahun yang lalu, tepatnya ketika Cindy mulai bertugas untuk merawat Paul Wealthy. Mulai dari hari itu, ayahnya tak akan melewatkan kesempatan untuk dapat menyantap makanan bersama Cindy guna menanyakan perkembangan terbaru dari Paul. Hal ini sama sekali tak menganggu Cindy jika saya ayahnya tak memiliki maksud lain.

"Selamat siang ayah, saya senang kita dapat kembali menyantap makan siang bersama," sapa Cindy begitu tiba di ruang makan. Seperti yang diduganya, tidak ada anggota keluarga lain yang bergabung untuk makan siang ini. Kendati berbagai sajian makanan yang mengunggah selera telah tersaji di meja, ayahnya juga belum menyentuh makanan tersebut.

"Hei, saya juga sangat senang untuk menikmati makanan bersama dengan putri kebanggan saya. Segera duduk agar kita bisa mulai makan."

Cindy mengikuti instruksi ayahnya dan mereka mulai menyantap masakan itu dengan suasana yang tenang sebelum akhirnya pertanyaan datang dari ayahnya.

"Bagaimana dengan kondisi tuan Paul ? Apakah ada kemajuan ?"

"Tidak ada. Kondisinya masih stabil seperti sebelumnya walaupun terdapat penurunan berat badan dan fungsi tubuh namun penilaian dari dokter tidak menunjukkan ini akan mengancam nyawanya," jawab Cindy secara profesional tanpa sama sekali memberikan informasi yang dapat mengancam sumpahnya sebagai tenaga medis. Cindy juga paham bahwa ayahnya menaruh perhatian kecil tentang hal ini dan menggunakan pertanyaan ini sebagai pembuka obrolan, jadi ia hanya menjawab seperti biasa.

Ayahnya mengangguk dan menyeruput kopi yang baru dituangkan oleh pelayannya, "Bagaimana dengan anggota keluarga Wealthy ? Apakah mereka tetap mengunjungi tuan Paul secara rutin ?"

"Tuan Liam secara rutin selalu mengunjungi ayahnya. Beberapa anggota lain sesekali datang menjenguk. Selain itu, tuan Liam seringkali datang menjenguk bersama putranya, tuan Dino."

Begitu nama Dino disebutkan, mata ayahnya langsung mengkilat dan ia terlihat begitu tertarik. Hal ini membuat Cindy merasa sangat tidak nyaman.

1
Jasmin Melor
Luar biasa
Ra dhiraemon
mampir
👹IBLIS DARAH👹
terlalu banyak narasi thor
jelaskan yg penting2 saja jangan sampai panjang2 jadinya percakapannya kuranh
Edi Sudrajat
lama
Muhammad Fitri Zulkifli
Luar biasa
Edi Sudrajat
lanju
Edi Sudrajat
p
Edi Sudrajat
🆙️🆙️🆙️🆙️👍
Edi Sudrajat
uraaaa uraaaa
Edi Sudrajat
4
Edi Sudrajat
👍👍👍🆙️
Edi Sudrajat
lanjut
Ryan Ambari
lanjut thor
Ryan Ambari
lanjut thor semangat
Halim Hrfin
karyamu top markotop thor. jgn hiatus yaaaaa......
Zoelf 212 🛡⚡🔱
coba smoga g hiatus tengah jalan
Glastor Roy
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!