NovelToon NovelToon
Sanggana 6 Perjanjian Muara Jerit

Sanggana 6 Perjanjian Muara Jerit

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Ahli Bela Diri Kuno / Pusaka Ajaib / Tamat
Popularitas:227.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rudi Hendrik

Dalam menghadapi ancaman serangan Negeri Tanduk dari seberang lautan, Prabu Dira Raja Kerajaan Sanggana Kecil, memerlukan benteng di wilayah pesisir dan angkatan laut. Karena kerajaannya berada di tengah daratan, Prabu Dira tidak memiliki angkatan laut dan wilayah kekuasan di pesisir.

Kerajaan Sanggana Kecil merencanakan kerja sama dengan Kerajaan Pasir Langit dan Kerajaan Werang. Langkah pertama Prabu Dira jalankan adalah menjalin kerja sama dengan Kerajaan Pasir Langit.

Namun, raja Kerajaan Pasir Langit menolak proposal kerja sama Prabu Dira mentah-mentah. Raja Kerajaan Pasir Langit merasa sebagai kerajaan yang kuat dengan angkatan laut yang besar, jadi tidak membutuhkan bantuan kerajaan lain.

Prabu Dira pun mencari cara bagaimana supaya bisa memiliki angkatan laut dan membangun benteng pertahanan di sepanjang wilayah pesisir.

Mampukah Prabu Dira menaklukkan Kerajaan Pasir Langit yang merasa hebat? Hanya di novel “Sanggana 6 Perjanjian Muara Jerit” jawabannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemuji 35: Selamat Jalan Agi Lodya

*Perjanjian Muara Jerit (Pemuji)*

Awalnya Putri Ani Saraswani gusar oleh dugaan kuat adiknya, Pangeran Tirta Gambang, sebagai dalang pembunuhan Menteri Aduh Mantang dan Menteri Balelewa, juga upaya pembunuhan terhadap dirinya.

Dua bukti yang ada, jika dihubungkan, mengarah jelas kepada sang pangeran yang setahu sang putri, sedang berguru kesaktian di Lembah Gelagah.

Kegusaran Putri Ani ditambah oleh ayahnya. Prabu Galang Digdaya datang ke wismanya dengan membawa sekalimat kepedulian, yang menurutnya hanya sandiwara belaka.

Malam itu, Putri Ani Saraswani merebahkan diri di atas tilamnya dalam kondisi bertelanjang bahu. Dia hanya berpinjung warna putih dan mengenakan bawahan kain carik warna putih dan hitam. Kedua betisnya hingga kesepuluh jari kakinya tanpa penutup.

Awalnya wanita cantik jelita itu kalut memikirkan adik lelakinya yang usianya hanya selisih tiga tahun darinya. Dia sangat sulit untuk percaya bahwa adiknya bisa sekejam itu terhadapnya. Namun, hati kecilnya tetap menyangkal keterlibatan Pangeran Tirta.

Jika mengingat penyerangan di Rumah Makan Muara Jerit, sungguh mengaduk-aduk perasaan di dalam hati sang putri.

Bayangkan, putri Ani Saraswani mengalami masa kritis seperti telur di atas cula badak, bahkan sudah mengetuk pintu kematian. Namun, pepatah mengatakan, “masih ada secerca bahagia di ambang kematian”.

Ternyata pepatah itu benar adanya. Di saat kematian datang menyapa say hello kepada Putri Ani Saraswani, tiba-tiba kebahagiaan itu datang dan menarik tangan sang putri untuk kembali hidup. Kebahagiaan itu berwujud pemuda tampan berbibir merah yang bernama Joko Tenang.

Jika mengingat penyerangan di Muara Jerit, pasti akan mengingat kepahlawanan Joko Tenang yang memberi rasa malu, tapi sangat membahagiakan. Pertolongan yang seketika mengeliminasi hantu sang mantan.

Kepahlawanan yang kembali dilakukan Joko Tenang di kamar Badira semakin memaksa Putri Ani untuk move on dari belenggu cinta mendiang Agi Lodya.

Joko Tenang sudah pernah memeluknya dengan erat, sudah pernah menggendongnya, sudah pernah menyentuhnya, bahkan sudah pernah meminjamkan barang pribadi untuknya. Dan yang tidak ternilai adalah penyelamatan nyawa.

“Joko Tenang,” sebut lirih Putri Ani Saraswani sembari tersenyum, seolah-olah ada Joko Tenang di langit-langit kamar dan sedang tersenyum kepadanya. Lalu ucapnya lagi, “Apakah benar kau belum punya istri? Tapi lelaki setampan kau, sesakti kau, rasanya tidak mungkin jika belum memiliki wanita. Pasti kau sudah punya kekasih jika belum punya istri.”

Bosan memandang langit-langit, Putri Ani Saraswani mengubah posisi baringnya jadi ke kiri, menghadap ke lemari raknya. Rak itu berisi banyak hiasan porselin dan cangkang-cangkang hewan laut. Maklum, saat itu belum zamannya boneka panda atau babi merah muda.

Meski yang dipandangi adalah porselin berupa guci, cawan, cangkang kerang, hingga cangkang anak kura-kura, tetapi seolah-olah di sana ada wajah Joko Tenang yang sedang tersenyum pamer gigi, membuat sang putri turut tersenyum.

“Aku rasa kondisi kamar sudah aman, silakan berganti pakaian, Gusti Putri. Atau perlu aku temani?”

“Hihihi!” tawa Putri Ani tanpa lawan, saat terngiang perkataan Joko Tenang seusai menolongnya dari penyerang di kamar Badira.

Seharusnya pada siang tadi, ada masa kebersamaan yang indah bersama Joko Tenang, yaitu masa menjenguk ikan-ikan perut emas di kolam budidaya. Namun sayang, Pasukan Pengaman Putri menghancurkan kebahagiaan itu lantaran melaksanakan perintah Prabu Galang Digdaya.

 Namun, kebahagiaan yang batal itu akan tergantikan besok pagi. Ia dan Joko Tenang sudah sepakat bertemu di Rumah Makan Muara Jerit yang suka ada jeritan monyetnya.

Maka yang melanda hati sang putri saat ini adalah rasa tidak sabaran. Tidak sabar kepada waktu, tidak sabar ingin segera pagi, tidak sabar ingin segera ke Rumah Makan Muara Jerit, tidak sabar ingin bertemu Joko Tenang, tidak sabar ingin melihat bibir merahnya, tidak sabar ingin menikmati senyum yang semanis madu Gunung Dewi Runa, dan tidak sabar ingin bertanya untuk memastikan apakah Joko Tenang sudah ada yang punya.

“Bagaimana jika ternyata Joko sudah punya kekasih? Kau akan sakit hati, Ani. Tapi....”

Putri Ani Saraswani berbicara kepada dirinya sendiri, lalu diam seperti orang yang sedang memikirkan jawaban teka-teki silang.

“Hubungan kekasih masih bisa putus. Aku masih memiliki kesempatan,” ucap Putri Ani kembali. Dia berandai-andai.

Putri Ani kembali mengubah posisinya dengan terlentang menantang langit-langit. Namun, itu tidak lama. Dia bergerak lagi dan miring ke kanan. Dalam posisi itu dia pejamkan mata. Sepertinya gadis cantik jelita berkulit bersih mulus itu ingin cepat tidur agar bisa bermimpi bertemu dengan pemuda pujaan hatinya.

Cepat sekali Putri Ani bermimpi, sebab bibirnya sudah tersenyum, padahal baru berlalu tujuh tarikan napas.

Tiba-tiba dia bergerak bangun kepada duduk. Ternyata dia belum tertidur. Kemudian dia turun dari ranjangnya yang steril dari bau lelaki, menandakan bahwa ranjang itupun masih perawan, terbukti ranjang itu belum bisa bergoyang.

Putri Ani Saraswani berjalan ke kolam, di mana ada dua ikan peri yang menjadi simbol cintanya dengan mendiang Agi Lodya.

Pencahayaan membuat kolam itu terlihat indah dan adanya dua ekor ikan hias jenis peri kian mempermanis visualnya. Satu ekor ikan berwarna biru perak dan satu lagi berwarna jingga perak. Ikan berwarna biru perak adalah ikan jantan yang menjadi simbol cinta mendiang Agi Lodya.

Setelah memandangi ikan warna biru perak yang mengingatkannya pada cinta masa lalunya, Putri Ani lalu pergi ke sudut kamar mengambil sebuah cidukan ikan berbahan anyaman bilah bambu.

Putri Ani lalu menciduk ikan peri berwarna biru perak. Mudah sekali ikan itu masuk cidukan, karena ikan peri adalah jenis ikan bertipikal bersahabat, sehingga dengan jaring pun mereka tidak takut. Meski bisa disebut kelebihan, tapi juga itu menjadi kelemahan mereka.

Setelah terciduk seperti seekor pebinor, ikan indah itupun menggelepar-gelepar karena telah berpindah alam, tetapi belum mengembuskan napas terakhir.

Ikan yang bernama samaran Agi Lodya tersebut lalu dibawa ke luar kamar.

Dengan keluarnya Putri Ani ke teras depan di bawah pencahayaan pelita minyak yang temaram, beberapa prajurit jaga dari Pasukan Pengaman Putri bisa dapat bonus, yaitu pemandangan indah dengan melihat sang putri bertelanjang bahu. Jarang-jarang mereka mendapat kesempatan seperti saat itu. Namun, itu hanya kebahagiaan yang terpendam di lubuk hati.

Di depan teras Wisma Keputrian, ada sebuah kolam ikan lain yang lebih besar dan diisi oleh banyak ikan hias lainnya. Ikan peri warna biru perak itu lalu diceburkan ke dalam kolam tersebut.

“Hiduplah dengan damai di alammu, Kakang Agi Lodya,” ucap Putri Ani dengan tatapan syahdu, sembari tersenyum kecil. “Kita memang tidak bisa bersatu lagi.”

Setelah berucap seperti itu, Putri Ani sejenak terpaku memandangi ikan peri yang segera berbaur dengan rekan-rekan sejenisnya, tanpa say good bye kepada sang putri.

Putri Ani lalu kembali masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya. Meski pintu kamar ditutup, tetap saja kamar itu terbuka karena memang dinding depannya terbuka dan menyatu dengan alam luar wisma.

Putri Ani kembali ke tempat tidurnya. Ia langsung merebahkan diri tanpa baca doa lagi, tetapi pikirannya berharap bisa bertemu dengan Joko Tenang lebih awal di dalam mimpinya. Dan ternyata itu terjadi. (RH)

1
Idrus Salam
Kekaguman seorang raja atas wanita menimbulkan rasa yang baru di hatinya akankah berdampak pada kebijakannya. Sementara pada ujung yang lain ada pembatasan yang diminta oleh salah satu permaisurinya.

Bukannya pada beberapa episode yang telah lalu Ratu Tirana sebagai lalu lintas perjalanan cinta sang prabu...
Idrus Salam
Kelancangan memang tidak baik untuk dibiarkan karena akibat lainnya akan datang jika kurang mendapat suatu tindakan yang membuat jera pelakunya. Siapa sangka hal ihwal kurang ajar sering berlalu dalam sendi penyelewengan buat akibat yang mungkin terabaikan.

lam
Idrus Salam: Hehe
terlalu yah Om
"paralun" Gusti
total 2 replies
Idrus Salam
Sungguh tindakan terlalu berani meminta istri seseorang yang memiliki segalanya, tapi bukankah yang terlalu itu tidak dianjurkan, bahkan sebaiknya layak untuk dihindari...
Idrus Salam: lebih baik pertengahan, iya kan Om
total 2 replies
Bimo
Luar biasa
asta guna
pinjam dulu seratus
asta guna
anjay ... sama emak2 usia seabad jg Ayuk aja nih si perempuan berjakun
Om Rudi: tergantung kebutuhan Kakak/Smile/
total 1 replies
🏡s⃝ˢ⍣⃟ₛ🇸𝗘𝗧𝗜𝗔𝗡𝗔ᴰᴱᵂᴵ🌀🖌
aku pingin mendekati tapi tak berdaya
🏡s⃝ˢ⍣⃟ₛ🇸𝗘𝗧𝗜𝗔𝗡𝗔ᴰᴱᵂᴵ🌀🖌: wkwkwk🤣🤣🤣
total 2 replies
Hadijah Nadia
👍👍👍👍👍🌹🌹🌹🌹🌹
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
Kak Dewi Bunga? wah wahh pasti cantik e😍😍😍
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
bukan KW dong ya, bersertifikat halal dan BPPom juga gak Om?
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
ini prabu yang bini nya buanyak kmrn ya Om?
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
nah leluhur saya pula itu, emak2 Ghibah Generation 🤣🤣🤣
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
welah sangar dari LN ceritanya
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
hadehh tanggal lahir gimana mau janjian , kecuali caecar om pas hari brojolnya
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
nah kan kalkulator beraksi
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
yang dibersihkan memang yg ter penting itu wajah+ketiak, anggap aja udah mandi
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
btw sering ditemukan jubah berwarna ungu, ini khas banget loh
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
Assalamualaikum hadir Om
❀∂я🤎Anita🅟M⃟3💋 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
selamat ya sangka Buana akhirnya km dpt menikahi salah satu permaisuri dari delapan Dewi bunga ya 🤭
Tabah P
kecewa berat bg....🙏🙏🙏😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!