NovelToon NovelToon
GADIS DESA DINIKAHI PRIA KAYA

GADIS DESA DINIKAHI PRIA KAYA

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:140.8k
Nilai: 5
Nama Author: saffana

Kisah ini mencertiakan tentang Zahra gadis manis yang berasal dari desa.
Zahra adalah anak yang sangat berbakti kepada kedua orangtua nya. Dia bertekad menjadi orang sukses.
Zahra pun pergi merantau ke kota untuk bekerja.

Gadis itu tidak pernah menyangka dalam perjalanan hidup nya dia bertemu dengan Pria Tampan dan sukses.
Dialah Arfan pratama, Pria tampan dan sukses tapi sayang dengan kepribadian yang dingin dia selalu gagal dalam hubungan asmara nya.

Akankah Zahra dan Arfan akan bersatu ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saffana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENCURI KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN

Gadis itu terlihat sangat panik, beberapa kali mencoba mengguncang-guncang tubuh Arfan. Namun, Pria itu tak juga membuka matanya. Zahra langsung mengambil minyak kayu putih dan mengoleskan nya di bagian hidung Pria tersebut, tak berselang lama manik indah yang dimiliki Arfan pun perlahan terbuka.

"Uggh" 

Arfan meringis memegang kepala nya, Zahra pun langsung membantu Arfan duduk. 

"Pak, Arfan, nggak apa-apa kan … mana yang sakit? kita ke rumah sakit saja ya?" cerocos Zahra. Gadis itu sangat takut sekaligus cemas melihat kondisi Arfan.

"Ti-tidak perlu, tolong bantu saya keluar dari sini," tolak Arfan sekaligus meminta bantuan Zahra. 

Zahra mengangguk, gadis itu langsung memapah Arfan membantu Pria tinggi dan tampan  namun, wajahnya sangat pucat itu duduk di tempat tidurnya. Zahra langsung memberikan air minum kepada Arfan. Dirinya juga langsung menyodorkan makanan  sekaligus obat  pereda nyeri yang sudah dibelinya tadi.

"Ini, pak, makan dulu sebelum minum obat … apa mau saya suapi?" tawar Zahra dengan wajah cemasnya. Gadis itu sangat baik dan perhatian sekali, membuat hati Arfan semakin meleleh dibuatnya. 

"Saya, bukan anak kecil yang harus disuapi." 

Rasa sakit yang dia rasakan sedikit berkurang karena melihat wajah Zahra yang menggemaskan menurut dia. 

"Bapak kan sedang sakit, anggap saja saya membalas kebaikan bapak selama ini!" pungkas Zahra lagi menawarkan diri membantu Arfan. 

"Tidak usah, lebih baik kamu istirahat saja, malam sudah semakin larut. Besok kita masih harus bekerja. Kartu akses kamu bawa saja, supaya kalau mau masuk tidak perlu saya repot-repot membuka pintu." 

Setelah mengatakan nya pada Zahra Arfan pun sedikit memaksakan diri memasukan makanan kedalam mulut nya yang terasa pahit itu. 

"Ya sudah, kalau Bapak perlu sesuatu,  Whatsapp saja." 

Zahra pun langsung keluar dan memasuki kamar nya yang bersebelahan dengan Arfan. 

Setelah melihat gadis manis itu pergi Arfan menyudahi makan malam nya, hanya tiga suap yang bisa masuk ke dalam mulutnya.

Pria itu langsung minum obat dan  membaringkan tubuhnya menyelimuti dengan selimut tebal yang sudah disediakan pihak hotel. 

Jam menunjukan pukul dua belas malam Zahra gadis manis itu baru saja selesai melaksanakan sholat isya. Gadis itu kepikiran dengan kondisi Arfan, Zahra khawatir ingin melihat kondisi nya namun, ragu-ragu untuk melihat Pria itu. Akan tetapi jika dia tidak melihat kondisinya, kalau sampai terjadi sesuatu pada Bosnya itu pasti lah Zahra yang bertanggung jawab. 

Akhirnya dirinya pun memberanikan diri untuk melihat Pria yang tidur bersebelahan dengan kamar hotelnya itu. 

"Ceklek" 

Bunyi pintu terbuka. Zahra sembari memegang minyak angin berjalan perlahan melihat Pria yang sedang berbaring di tempat tidur.  Setelah berjarak kurang lebih dua meteran, Gadis itu melihat wajah tampan tapi pucat itu dibanjiri keringat, peluhnya sampai membasahi bantal yang ditidurinya. Pria itu terlihat gelisah dan mengigau sesekali wajah nya meringis dan terdengar rintihan seperti sedang kesakitan. 

Zahra yang melihatnya pun langsung mendekati Pria itu, dirinya mencoba mengguncang-guncang tubuh Arfan. Namun Pria itu tak terbangun.  Zahra memegang tangan yang dilapisi baju itu terasa panas, Tubuh Pria itu sangat panas ya Arfan sedang demam tinggi.  

Zahra langsung mengambil tisu untuk menyeka wajah yang bercucuran keringat itu. Dirinya langsung mencari handuk kecil yang ada di kamar mandi dan membasahinya bermaksud untuk mengompres Arfan. 

Berkali-kali Gadis itu mengompres Arfan tapi demam nya belum juga turun. Waktu terus berjalan tidak terasa jam pun menunjukan pukul empat pagi. Zahra sangat mengantuk Namun, Pria yang sedang demam tinggi dan selalu meracau tak jelas itu demam nya belum turun juga.

Akhirnya rasa kantuk mengalahkannya. Zahra duduk di bawah ranjang tempat tidur tepat di sebelah kaki Arfan gadis itu itu memegang kedua kakinya dan terlelap tidur. 

****

Jam menunjukan pukul enam pagi. Susana Bogor walaupun bukan di puncak nya memang terasa sangat dingin. Membuat orang-orang sangat betah berkunjung dan berlibur ke kota hujan tersebut. Bukan hanya suasana nya yang membuat orang ingin kembali ke kota hujan itu namun, makanannya pun tergolong enak-enak dan sangat beragam. Apalagi dengan talas dan asinan nya yang khas terkenal dari daerah Jawa Barat itu. 

Arfan perlahan membuka matanya, pria itu merasa tubuh nya sudah lebih baik daripada kemarin. Pria itu memegang dahi mengambil handuk yang sudah kering menempel di dahinya. Pria itu berkerut, dia bingung karena semalam seingatnya setelah minum obat langsung tidur. Dirinya juga merasakan sakit disekujur tubuhnya dan demam tinggi. 

Arfan perlahan menyandarkan tubuhnya  pria itu sekarang sedang duduk dan mengambil segelas air meminumnya hingga tandas tak tersisa. Tenggorokannya sangat kering sehingga tak menyadari jika ada seseorang yang sedang tidur di bawah tempat tidurnya. 

Baru saja hendak menurunkan kakinya pria itu  bermaksud akan ke kamar mandi namun, alangkah terkejutnya dia melihat Gadis manis yang  sedang duduk tertidur pulas dengan kaki yang menopang kepalanya. 

"Zahra, kenapa gadis itu tidur disini?" batin Arfan dalam hatinya. 

Dia Pun melihat sekeliling nya, sepertinya Zahra semalaman merawatnya. Hingga sekarang gadis itu kelelahan.

Arfan pun berjongkok melihat wajah manis yang natural tanpa polesan make up itu. Dirinya tersenyum melihat Zahra yang tertidur pulas walaupun dengan posisi duduk.

"Pasti dia sangat lelah karena merawatku semalaman," gumam Arfan. 

Pria itu hendak memegang wajah Zahra namun langsung tersadar dengan janjinya kepada orangtua Zahra. 

Akhirnya dia pun berdiri dan langsung masuk kedalam kamar mandi. Setelah mencuci wajahnya pria itu merasa sangat segar. Dirinya terus membayangkan wajah polos Zahra yang menggemaskan. Tanpa sadar jantung nya berdetak sangat cepat.

"Jika terus-terusan begini, bisa khilaf gue!" gumamnya sambil menyugar rambutnya ke belakang. 

Setelah menyelesaikan aktivitasnya di kamar mandi pria itu pun keluar dengan wajah segar yang sudah tak terlihat pucat lagi. Pria itu melihat Zahra masih terduduk pulas di tempat nya.  Namun, tiba-tiba tubuh Zahra oleng gadis itu akan terjatuh kelantai dengan sigap Arfan langsung menangkapnya. Akhirnya Pria itu mengangkat tubuh mungil Zahra dan membaringkannya di tempat tidur. 

"Maaf, dengan terpaksa … aku memegang tubuhmu," gumamnya lagi. 

Gadis itu tak bergeming saking pulasnya tidur dia tidak sadar jika tubuhnya melayang terangkat dan sekarang sudah pindah ke tempat tidur. 

Dengan perlahan Arfan menarik tangannya namun Zahra malah berbalik menghadap Arfan. Kedua Waja mereka saling berdekatan hanya berjarak kurang lebih sepuluh sentimeter.

Arfan terkejut sekaligus terpaku melihat wajah Ayu itu dengan jarak yang begitu dekat. Pria itu hampir hilang akal. Arfan malah lebih mendekatkan lagi wajahnya mengikis jarak yang awalnya sepuluh sentimeter sekarang tinggal lima sentimeter. Hembusan nafas Zahra pun sangat terasa menerpa wajah Arfan. 

Baru saja Pria itu akan menempelkan bibirnya tiba-tiba kedua mata Zahra terbuka. Netra indah itu langsung membulat dengan sempurna melihat Arfan yang begitu dekat dengannya.

"Aaaaa!" jerit Zahra gadis itu sangat terkejut. Dengan reflek Zahra mendorong Arfan sampai terjungkal. 

"Aduh!" ringis Arfa kesakitan sembari memegang bokong nya.

1
El
ceritanya menarik dan bikin ketagihan untuk membaca terus menerus ❤️
Darellia
novelnya bagus, semangat untuk author dalam berkarya
Deelis
Suka banget sama interaksi Zahra dan Arfan ❤
Arisya R
Keren banget ceritanya… 😍
jhon teyeng
oke pasti
jhon teyeng
oke deh, tp keryamu yg baru pasti lbh 👍👍👍👍kan kak
jhon teyeng: so👍👍👍👍
total 2 replies
jhon teyeng
sifat ngeyel wanita dan kl sdh terjadi bgni kan nyusahkan org lain.
LOgiKA
jhon teyeng
ya mmg namanya ghibah
jhon teyeng
hatinya terbuat dr daging
jhon teyeng
mgkn dipecat, atau mgkn mau menghancurkan rumah tangga zahra🤔🧐🤨
jhon teyeng
ngikut tp ini bukan rian tukang potong daging👨‍🦱 itu kan kak? 😵‍💫😜
jhon teyeng
🫣🤪🧐🤔🙄
jhon teyeng
unik mmgkalian berdua ini, hrs diancam dulu baru mau
jhon teyeng
jujur
jhon teyeng
pasti anak buah yg dipecat
jhon teyeng
😵‍💫🥺😞😟🫣🫢
jhon teyeng
tulus😵‍💫
jhon teyeng
🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺😞😟
jhon teyeng
🤪😜😵‍💫😱🥶🤢🙄🙃😔
jhon teyeng
ini namanya ketangkep kuyup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!