kehilangan seorang istri membuat Erlangga kembali lagi menjadi gunung es . Kekejamannya kembali semula
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurhayati 11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 35
Nerin berjalan cepat menuju Lobby , namun langkahnya berhenti ketika melihat dasi yang begitu menarik di matanya .
" tapi itu pasti sangat mahal ." Batin Nerin . " Aku bahkan tidak pernah memberikan hadiah untuknya ."
Nerin sendiri merasa ragu untuk melanjutkan langkahnya masuk kedalam toko .
" ah sudah lah , itu bisa lain kali ." Nerin berjalan kembali menuju lobby
Tidak ada hambatan kali ini , rasanya begitu tenang .
" San Nanti berhenti sebentar nya di restoran." ujar Nerin sebelum masuk kedalam mobil
" Baik Nona ."
Hasan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang .
...----------------...
Nerin turun dari mobil setelah pintu di buka oleh Hasan .
" San Kamu nanti kembali ke mansion jemput salah satu maid , minta tolong paman Bima . Kasian Kinan sendirian tidak yang ada menemaninya ."
" Baik Nona . Apa ada lagi ? "
" Tidak San . Kamu beli makan dulu sebelum kembali ke mansion . ya sudah aku masuk dulu ya ."
Setelah berkata Nerin pun melangkahkan kakinya memasuki kantor Suaminya .
Sebelum pergi Hasan mengirim pesan kepada Tuan mudanya mengatakan jika Nona mudanya sudah sampai di perusahan .
...----------------...
Duk
"Au ." pelik Nerin meringis pantatnya terasa ngilu akibat mendarat di lantai begitu kencang .
Paper bag yang ia bawa pun terlempar , untung saja makan itu tidak tumpah .
Nerin lekas memungut kembali kotak makan itu memasukkanya ke dalam paper bag .
" Hay , seharusnya kau minta maaf dahulu . Sebelum kau membereskan barang mu ." Ujar Wanita itu merebut paper bag yang ada di tangan Nerin lalu melemparnya .
" Ah ya maaf Nona , saya tidak sengaja . Tapi tolong jangan buang makan saya seperti itu . " ujar Nerin mengendalikan dirinya agar tidak terpancing emosi .
" makanan itu tidak bisa di bandingkan dengan pipi saya ." triak wanita itu menujukan pipinya yang sedikit memerah .
Nerin memutar bola matanya sambil menggeleng , Pipinya yang merah itu terlihat bekas tamparan seseorang kenapa dirinya yang di salahkan . Dan Terlihat jelas wanita itu habis menangis .
" Lalu Nona meminta pertangung jawaban dari saya begitu ? tanya Nerin sekarang ia mengerti ternyata wanita itu hanya melampiaskan kemarahnya kepada dirinya .
Tapi ia juga merasa sedih makan untuk suaminya sudah berantakan .
Dan sekarang ini dirinya mendapatkan masalah sungguh menyebalkan .
" oh Tuhan ." Jerit Nerin dalam hati sambil memejamkan matanya .
" Tenyata kamu peka juga . " ujar Wanita itu menyungingkaan bibirnya sinis .
" berapa aku harus mengeluarkan uang untukmu ?" Nerin bertanya sambil merogoh ponsenya yang terlihat jelek itu .
" 5 juta ."
" Apa ! " Triak Nerin sungguh terkejut . " Nona apa anda sedang memeras saya ? satu juta itu sudah cukup . Saya hanya mempunyai uang Satu juta ."
" dasar miskin ! " maki Wanita itu , Tetapi ia tidak menolak " Baik lah ."
Nerin pun meminta nomer Rekening wanita itu . " ah sudah lah , dari pada urusan semakin panjang . " Batin Nerin
" Sudah masukan Nona . " ujar Nerin setelah mengirim uang ke nomer rekening wanita itu .
" ya . " Jawab Wanita itu lekas pergi .
Lagi lagi Nerin hanya membuang nafas panjang lalu memungungut makanan yang sudah berantakan membungnya ke tong sampah .
" Nona , anda sedang apa ? tanya Deni menghampiri Nerin yang sedang memungut sampah menurutnya .
" Eh , Sekertaris . Ah ini tadi ada orang iseng , membuang sampah sembarangan jadi saya membuangnya ." ujar Nerin membuat Deni menaikan alisnya sedikit heran .
" apa yang terjadi ." Batin Deni ia kembali tersadar " Nona Tuan sudah menunggu Anda begitu lama . Jadi tolong jagan buat Tuan menunggu Lagi , kasian . "
" Ah ya . Tapi tangan ku kotor sekertaris, aku ketoilet sebentar ya . " Nerin lekas berlari menuju toilet tidak mengunggu jawaban dari Deni .
Sedangakn Deni mengirim pesan ke Tuanya agar tuanya mengecek cctv yang berada di lobby beberapa menit yang lalu .
( Kau pecat Staf pemasaran itu)
( Baik Tuan )
Melihat Nonanya sudah keluar dari Toilet , Deni lekas mengikuti langkanhya menuju Lift .
Nerin masuk ke lift , Namun Deni tidak mengikutinya hanya menekan tombol untuk nonanya .
Deni masuk ke lift karyawan menuju lantai 10 . Dimana para staf Pemasaran bekerja .
...----------------...
Nerin lekas masuk ke ruang miting , setelah tadi sekretaris sila mengatakan jika suaminya berada di sana . Dan ia harus ke sana pesan dari suaminya .
Dengan perlahan Nerin membuka pintu ruang miting itu .
Nerin hanya mengembangkan senyum saja sebelumnya ia sudah memberi salam .
" Kemarilah , kenapa lama sekali . Aku sudah menunggumu begitu lama . "
Nerin hanya meringis mendengar ucapan suaminya , Tidak ada rasa malu kah ketika mengatakan itu .
" ah itu tadi macet ." jawab Nerin berbohong .
" Al kau lanjutkan , Aku akan Meminta Deni untuk membantu mu . " printah Erlangga lalu beranjak mengabaikan semua orang yang menatapnya tidak percaya .
Sebelumya ia menampakan wajah iblis kenapa kali ini berbeda setelah wanita itu datang .
Mereka semua mentap jeli wanita itu , ketika nanti berpapasan denganya tidak menimbulkan masalah