NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor

Status: tamat
Genre:Poligami / Romansa / Tamat
Popularitas:124.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mulyani Syahfitri

Akibat kenakalan yang dilakukan nya, Aluna terpaksa harus menikah dengan seorang pria tampan yang tidak sengaja dia temui disebuah club malam.

Tapi kesialan nya belum sampai disitu. Karena ternyata pria yang menikahinya sudah memiliki seorang istri. Dan karena itu Aluna di cap sebagai seorang pelakor perusak rumah tangga orang.

Akankah Aluna menyerah dan pergi? Atau malah tetap bertahan setelah beberapa kejadian terungkap dalam kehidupan rumah tangga nya???

..
Follow ig @mulyanisyahfitri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mulyani Syahfitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sandiwara

Lagi lagi pagi ini Luna kembali muntah muntah. Rasanya lemas sekali. Sejak semalam dia tidak ada makan apapun selain makan buah. Dan pagi ini harus kembali muntah.

Luna terduduk lemas didepan kamar mandi. Bersandar pada dinding yang menjadi penopang tubuhnya. Wajahnya benar benar pucat, keringat dingin juga sudah membasahi wajah dan tubuhnya.

Rasanya sudah ingin mati saja sekarang. Lemas dan tidak berdaya.

Mata Luna berkaca kaca, dia memeluk lututnya dan meringkuk disana.

Bahunya mulai bergetar karena Luna kembali menangis.

Sebenarnya hari sudah tidak lagi pagi, melainkan sudah hampir siang. Tapi sejak bangun tidur pagi tadi, Luna sama sekali belum ada keluar kamar. Nyonya Ambar hanya mengantarkan teh lemon dan juga sepotong roti pada Luna. Setelah itu dia kembali keluar. Dan sekarang, Luna harus menahan penderitaan ini sendirian.

Perutnya benar benar mual, sejak pagi tadi Luna tidak berhenti memuntahkan isi perutnya. Dia ingin Adrian, dia butuh lelaki itu. Tapi untuk berharap, Luna sudah tidak ingin lagi. Apalagi jika harus mendatangi Adrian yang sejak keluar dari rumah sakit sudah tidak lagi memperdulikan Luna.

Luna menangis terisak, rasanya benar benar tidak bisa dijelaskan. Pada siapa mengadu dan bersandar jika sudah begini.

Ceklek

Pintu yang terbuka tidak membuat Luna menoleh. Dia sudah lemas, dan Luna masih memeluk lutut dengan kepala yang tertumpu disana.

Sudah tidak lagi berdaya untuk melihat siapa yang datang. Mungkin saja nyonya Ambar.

"Luna"

deg

Luna langsung tertegun, dengan lemah dia mengangkat kepala. Matanya mengerjap dengan bulir air yang langsung menetes diwajahnya.

Adrian datang dengan tangan yang terlihat meraba raba kedepan.

Bibir Luna semakin bergetar melihat Adrian. Dia hanya diam dan memandang Adrian saja. Kenapa Adrian bisa datang sendirian kekamar ini.

Dengan nyonya Ambar kah?

Atau dengan Vania???

Mata Luna memandang kearah luar kamar. Tidak ada siapapun disana. Lalu, kenapa Adrian bisa sampai dikamar ini???

Luna memandang Adrian dengan bingung. Kepalanya pusing, matanya bahkan masih kabur karena air mata. Tapi dia benar benar bingung, Adrian buta, tapi kenapa masih bisa berjalan menuju kearah Luna???

Bahkan dia tahu persis jika Luna sedang terduduk dilantai didepan kamar mandi.

"Luna, kamu tidak apa apa?" tanya Adrian. Matanya menyipit seolah sedang memastikan dimana Luna berada. Dan tentu saja itu semakin membuat Luna bingung ditengah tengah rasa sakit yang dia rasakan.

"Mas" gumam Luna

Adrian menunduk, namun matanya nampak mengernyit, bahkan dia langsung berlutut dan meraba kearah Luna.

"Kamu... mual lagi?" tanya Adrian. Dia meraba wajah Luna yang basah dan terasa dingin.

Bukan nya menjawab, Luna malah melepaskan tangan Adrian dari wajahnya dan mulai menangis terisak.

"Kenapa nanya tentang Luna? Bukan nya mas gak suka dekat dekat Luna?" tanya Luna dengan tangis yang semakin menjadi.

Lagi lagi dia terlihat cengeng didepan Adrian.

"Maaf" ucap Adrian

Luna mendengus, dia ingin beranjak dan pergi dari hadapan Adrian. Namun karena kepalanya yang pusing dan tubuhnya yang lemah, Luna kembali terhuyung dan malah terjatuh kearah Adrian.

"Astaga Luna" Adrian yang panik langsung meraih tubuh Luna. Sedangkan Luna meringis memegang kepalanya yang benar benar berat.

"Kamu kenapa, panggil mama dulu ya" kata Adrian cukup cemas. Dia meraba wajah Luna dengan tangan yang bergetar.

Luna terduduk dan kembali menangis.

"Mas jahat... huuu" Isak Luna.

"Maaf, maafkan aku. Bukan maksud aku seperti itu ke kamu" ucap Adrian yang langsung menarik Luna kedalam pelukannya.

Luna ingin memberontak, tapi sungguh, pelukan ini bisa membuat rasa mual nya berkurang. Kenapa tubuhnya munafik sekali, kenapa tidak ingin bekerja sama dengan hati Luna yang kecewa dan sakit.

Luna hanya bisa menangis dalam dekapan Adrian.

"Bersabar lah sebentar, aku bukan tidak perduli, hanya saja... ada yang ingin aku buktikan" ucap Adrian akhirnya.

Tangis Luna mereda, dia mendongak dan memandang Adrian dengan heran.

"Sebentar saja Lun. Aku tidak bisa berbuat banyak sekarang. Tapi aku mohon, jangan marah dan jangan beranggapan jika aku tidak perduli pada kamu. Hati ku juga sakit melihat kamu yang bersedih setiap hari. Tapi ini juga aku lakukan demi kamu" ungkap Adrian. Dia mengusap wajah Luna dengan lembut.

"Apa maksud mas? Mas... gak benar benar buta?" tanya Luna, dia mencoba untuk duduk dan bersandar didinding, begitu pula dengan Adrian.

"Mata ku memang rusak. Tapi tidak buta sepenuhnya. Aku masih bisa melihat bayang bayang kalian. Hanya sedikit tergores hingga membuat penglihatan terganggu" jawab Adrian.

"Beneran mas?" tanya Luna

Adrian tersenyum dan mengangguk

"Kenapa mas gak bilang, dan kenapa mas Boby bilang kalau mas buta permanen. Harus operasi dan segala macam itu?" tanya Luna seraya mengusap air mata diwajahnya. Dia benar benar tidak percaya mendengar ini.

Luna bahkan langsung melambaikan tangan nya didepan wajah Adrian. Dan benar saja, Adrian langsung bisa menangkap tangan Luna yang melambai.

"Lun... aku bisa percaya padamu kan?" tanya Adrian. Dia menggenggam tangan Luna dengan erat.

"Ada apa?" tanya Luna

Adrian menarik Luna untuk bersandar didadanya.

"Aku curiga dengan hubungan Vania dan Arka"

deg

Jantung Luna serasa tersentuh sesuatu mendengar itu.

"Juga mereka yang bekerja sama untuk mengambil seluruh harta ku"

Lagi... Luna semakin terperangah mendengar ungkapan Adrian.

"Banyak hal yang janggal Lun. Dan dengan keadaan ku yang sekarang, aku tidak bisa melakukan apapun selain berpura pura menjadi lelaki yang tidak bisa apapun lagi. Aku ingin tahu apa yang dilakukan Vania dibelakang ku, aku juga ingin tahu apa yang akan dia lakukan jika tahu aku yang benar benar buta dan tidak bisa sembuh" ungkap Adrian lagi.

"Tapi... kenapa mas memperlakukan Luna seperti itu? Apa hubungan nya dengan Luna mas? Luna sedih mas acuhkan terus" ucap Luna dengan mata yang berkaca kaca kembali.

"Luna... maaf. Aku sebenarnya tidak ingin seperti ini. Tapi kamu tahu Vania bagaimana kan? Dia akan melakukan berbagai cara untuk menyakiti kamu. Apalagi ketika aku membela kamu atau lebih dekat dengan kamu dari pada bersama nya. Sudah jelas, dia pasti tidak akan terima. Dan aku tidak ingin, kamu dan anak kita berada dalam bahaya" jawab Adrian.

Luna langsung tertegun mendengar itu. Jadi selama ini Adrian hanya berpura pura saja tidak perduli?

"Terus sampai kapan harus seperti ini? Luna suka sedih kalau diacuhkan mas" kata Luna lagi.

"Bersabarlah sebentar lagi. Sampai aku mendapatkan bukti kecurangan Vania dan Arka" jawab Adrian.

Luna memandang Adrian dengan iba. Meski wajahnya datar, tapi sungguh, Luna tahu Adrian pasti merasa sakit dengan kenyataan ini. Apalagi jika sampai fakta itu benar.

Dan lagi, Luna jadi melupakan kesedihan nya ketika mendengar penuturan Adrian ini. Apalagi melihat wajah Adrian yang mencoba menyembunyikan kesedihan nya. Ini pasti berat untuk dia.

"Apa mama tahu mas gak bener bener buta?" tanya Luna, dia mulai luluh, dan kembali memeluk Adrian.

"Hanya kamu dan Boby Lun" jawab Adrian yang juga memeluk Luna, sangat erat. Seolah dia memang sedang meluahkan perasaan nya pada Luna.

"Jadi mas masih bisa sembuh kan?" tanya Luna seraya mendongak dan memandang wajah Adrian yang masih penuh bekas luka, namun sudah hampir mengering dan bersih.

"Bisa, hanya rutin pengobatan saja. Ini bukan buta, hanya saja terluka. Mata sebelah kiri juga tidak terlalu kabur. Hanya sedikit sakit jika melihat cahaya yang berlebihan. Kata Boby, seiring berjalan nya waktu, aku sudah bisa melihat lagi" jawab Adrian.

"Syukurlah, Luna benar benar takut membayangkan mas yang sakit seperti kemarin" ucap Luna

Adrian tersenyum tipis dan mencium pucuk kepala Luna.

"Maafkan aku. Untuk sekarang, bisakah kamu membantuku? Setidaknya tetap lah menjadi Luna yang tidak tahu apa apa. Aku sebenarnya tidak ingin melakukan ini Lun, sungguh, aku juga sakit melihat kamu bersedih dan diperlakukan seperti itu oleh Vania. Tapi jika aku membela kamu, mereka akan semakin menjadi. Aku takut kamu dan anak kita yang menjadi korban" ungkap Adrian.

Luna menggeleng pelan.

"Jika sudah tahu begini, mungkin Luna sudah bisa menjaga hati mas. Luna akan tetap seperti biasa" jawab Luna

"Terimakasih, aku beruntung memiliki kamu. Maafkan aku ya" ucap Adrian.

"Mas gak salah. Terkadang Luna yang terlalu manja dan cengeng" sahut Luna

Adrian menggeleng pelan dan mencium pucuk kepala Luna kembali.

"Tidak. Aku yang salah, aku belum bisa menjadi suami yang baik untuk kamu. Aku bahkan buat kamu bersedih dan tersiksa. Aku tahu itu. Aku juga gak bisa selalu ada disaat kamu mual seperti ini" ungkap Adrian

"Luna gak apa apa mas. Yang terpenting, semua masalah bisa selesai " jawab Luna

Helaan nafas Adrian terlihat panjang dan berat.

"Ini cukup menyakitkan, karena bagaimanapun dia masih istriku. Tapi semua memang harus dibuktikan dan dicari tahu" ucap Adrian.

Luna mengusap dada Adrian dengan lembut.

"Mas kuat, mas pasti bisa. Luna dan anak mas selalu ada dibelakang mas" jawab Luna

Adrian menarik lengkung bibirnya, seraya tangan nya yang meraba perut Luna.

"Maafkan ayah ya nak. Untuk sekarang, jangan buat ibu susah" ucap Adrian

Luna langsung tersenyum mendengar itu, namun matanya yang berkaca kaca.

"Pagi ini kamu mual lagi ya, maka tidak turun kebawah?" tanya Adrian

"Iya, rasanya lemas." jawab Luna yang kembali menyandarkan kepalanya didada Adrian.

"Maafkan aku Lun. Aku benar benar gak bisa jadi suami yang baik" sesal Adrian.

"Sekarang Luna ngerti keadaan mas. Gak apa apa. Yang terpenting, ketika mbak Vania gak ada, mas mau kan nemui Luna. Setidaknya, kasih Luna pelukan. Walau sebentar, tapi udah bisa buat perasaan Luna membaik" pinta Luna.

"Iya, aku janji. Maaf ... maaf sekali Lun" jawab Adrian, dia kembali memeluk Luna dengan erat.

Ingin terus bersandiwara pada Luna dan yang lain, tapi sungguh melihat Luna yang bersedih dan tidak ada makan, hati Adrian benar benar tidak sanggup. Dia melakukan hal ini karena takut Vania berbuat sesuatu pada Luna dan calon anak mereka. Hingga mau tidak mau, didepan Vania, Adrian memang harus mengabaikan Luna, demi kebaikan nya.

Dan berpura pura buta, adalah cara Adrian untuk mengetahui rencana busuk Vania dan Arka yang semakin lama semakin membuat dia curiga. Apalagi ketika Vania yang semakin menuntut harta Adrian dari perusahaan yang masih di pimpin oleh tuan Bimo.

1
Silvia Hapsari
Love this👍👍👍
Sri Widjiastuti
seru & tegang di awal
Adam Fanny Adam
blom tamat thor,sambung gak?
Sulastri Tri
lanjut thor
MissHaluuu ❤🔚 "NingFitri"
iya benar2 tampan makkᥬ😘᭄ ᥬ🥰᭄ ᥬ😍᭄
Dewie Angella Wahyudie
aku ikut aminin lunn.... semoga Adrian emang jodoh terakhir kamu...
Dewie Angella Wahyudie
bahagia selalu Adrian... langgeng ya...
Dewie Angella Wahyudie
dulu benci banget sama arka kenapa sekarang malah kasihan banget ya, smoga arka sama vania bisa bersatu... jangan pisahin mereka ya thorr😳😳😳😳
Dewie Angella Wahyudie
dulu benci banget sama arka kenapa sekarang malah kasihan banget ya, smoga arka sama vania bisa bersatu... jangan pisahin mereka ya thorr😳😳😳😳
Dewie Angella Wahyudie
ya Tuhann aku pingin nangissss😭😭😭😭😭terharuuu banget aku thorr... semoga kalian bahagia Luna Adrian... sampe maut yang memisahkan...
Dewie Angella Wahyudie
yahhh endingnya jgn sad donk thor... kn temanya pelakor jadi mereka hrs bersatu meskipun dasarnya palkor kya arka..... 🤣🤣🤣🤣
Dewie Angella Wahyudie
aku senang akhrnya mereka berpisah...... jahat bgt ya.... tp aku bner" bersyukur, akhrnya Adrian sm luna.... akhhhh author emng terbaik... hhhh
Dewie Angella Wahyudie
aku yakin klo luna gak ngidam, dia palink cm mau bikin arka sm Adrian lebih dekat lagi aja... tp dia manfaatin khmilannya... keren lun kmu emng pintar manfaatin keadan kamu.... smoga mereka bisa akur lagi.
Dewie Angella Wahyudie
kerenn kak👍👍 kakak emng hebat klo soal ginian.....
Dewie Angella Wahyudie: 👍👍👍👍👍 hebatnya poolll
total 3 replies
Dewie Angella Wahyudie
good luna.... kmu terbaik... pokoknya. biar arka gak canggung lagi sm Adrian, lm" mereka akn terbiasa....
Dewie Angella Wahyudie
arka baru sadar dia... kmn aja woyyy
Dewie Angella Wahyudie
akhh smoga arka berubah pikiran ksihan tuan Bimo klo msh ngrus prsaan....
Dewie Angella Wahyudie
ayolah arka berdamailah dengan keadaan jngnbtrs"an seperti itu... hanya akan menghncurkan mulai secara perlahan...
Dewie Angella Wahyudie
akhirnya sesuai harapan.... giliran boby kpn nikah??? 😂😂😂jgn ngljang trs nanti jdi bujang lapuk🤣🤣🤣
Dewie Angella Wahyudie
uthor aku smpe kangenn huaaaaa😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!