Terjerumus dalam geng motor adalah pilihan terbaik bagi Marvel untuk menghilangkan rasa tertekan pada hidupnya, masalah kedua orang tua menyebabkan dirinya menjadi sosok yang liar dan ditakuti banyak orang.
Siapa sangka seorang gadis pengamen yang bernama Meisie membuat hati seorang Marvel terketuk, pertemuan yang diawali dari sebuah kebencian, berakhir dengan kisah yang mengharu biru. Meisie berhasil menguak rahasia besar yang tersimpan bertahun-tahun dari seorang Marvel. Lantas, siapakah sebenarnya Marvel?
Akankah kisah cinta mereka berakhir bahagia?
Yuk ikuti kisah romantis mereka 🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan Zayyan dan Meisie
Pertemuan yang mengharu biru itu disaksikan oleh semua orang yang hadir di tempat itu. Mama Zara memeluk putranya dengan penuh keharuan. Begitu juga dengan Papa Andra yang juga sangat bahagia akhirnya mereka bisa berkumpul bersama lagi.
Hingga akhirnya, datang Zafran yang tiba-tiba muncul dari arah belakang.
"Ehem ... apa kalian sudah melupakan aku?" seru Zafran yang seketika membuat kedua orang tua dan adiknya itu menoleh ke belakang.
Zayyan langsung memeluk kakak kandungnya itu dan berterima kasih karena sudah mempertemukan dirinya dengan kedua orang tuanya.
"Terima kasih, Mas! Terima kasih kamu sudah mempertemukan aku dengan mereka. Ini benar-benar hari yang sangat membahagiakan untukku, tidak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata." ucap Zayyan sambil menyeka air matanya yang jatuh dari sudut pandang.
"Tentu saja adikku. Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga. Hei ... kamu juga jangan lupakan dia!" seru Zafran sambil menunjuk ke arah Mei yang sedang berdiri di antara kedua orang tuanya. Mei pun ikut terharu melihat sang kekasih bertemu dengan kedua orang tuanya.
Zayyan menoleh ke arah Mei yang berdiri di antara Daddy Sam dan Mommy Naura.
"Aku akan merelakan apapun yang menjadi kebahagiaanmu. Termasuk Meisie Alfonso. Gadis itu milikmu adikku, cepat bawa dia kemari, kamu harus mendapatkan restu dari Mama dan Papa," ucap Zafran sambil mendorong tubuh sang adik agar membawa Mei ke tengah-tengah ruangan.
Benar saja, Zayyan yang terlihat malu-malu. Ia pun segera menghampiri Mei yang saat itu juga tampak malu-malu.
Setelah beberapa langkah, akhirnya Zayyan tiba di depan Mei yang saat itu sedang tersenyum malu-malu.
Sebelum Zayyan membawa Mei kepada kedua orang tuanya. Ia pun meminta izin kepada Daddy Sam dan Mommy Naura.
"Om dan Tante, izinkan saya membawa putri kalian berdua untuk menghadap kepada kedua orang tua saya. Dan jika diizinkan saya ingin menjadikan Mei sebagai istri saya!" ucap Zayyan memberanikan diri. Meskipun jantungnya dag dig dug tak karuan. Zayyan berusaha untuk tetap tenang.
Daddy Sam tersenyum dan berkata. "Sebenarnya, bukan kamu yang harus menikah dengan putriku. Tapi kakakmu, karena putriku ini keras kepala dan ingin sekali bertemu denganmu. Jadi, aku terpaksa mengabulkan permintaannya. Kamu tahu, Mei di rumah nangis terus kamu nggak ada. Sampai bantal di rumah basah semua karena air matanya, belum ingusnya."
Mendengar ucapan dari sang Daddy. Mei tampak malu-malu.
"Apa sih, Daddy!! Mesti suka gitu deh!" sahut Mei sambil tersipu malu.
"Benar begitu, Mei?" tanya Marvel atau Zayyan. Mei menundukkan wajahnya sembari menganggukkan kepala.
Spontan Marvel atau Zayyan memeluk Mei penuh keharuan. "Aku minta maaf padamu, aku tidak pernah bermaksud meninggalkanmu, kamu tahu, aku juga sangat tersiksa karena tidak bisa bertemu denganmu, Mei. Sekarang aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi. Tidak akan pernah!" ucap Zayyan sambil mencium kening Mei.
Tiba-tiba saja terdengar suara deheman dari Daddy Sam saat melihat kemesraan putrinya dan Zayyan.
"Ehem ....!"
Spontan Zayyan dan Mei melepaskan pelukan mereka dan menoleh ke arah sang Daddy.
"Kalian ini jangan iming-iming Daddy dong! Jadi pingin juga dipeluk kayak gitu," seru Daddy Sam sambil melirik ke arah Mommy Naura.
"Apa sih lebay! Malu, kita udah tua," sahut Mommy Naura sambil menahan senyumnya karena malu.
"Siapa bilang kita sudah tua, kita masih under 50 tahun, masih produktif lah. Jika nanti Mei nikah dan ikut suaminya. Kita pasti kesepian, Sayang. Bagaimana kalau kita bikin anak lagi deh satu, biar ada yang ngoceh di rumah," ucap Daddy Sam menggoda Mommy Naura.
Spontan Mommy Naura menatap wajah sang suami dan berkata, "Apa ocehan ku di rumah kurang mengasyikkan? Nanti deh aku tambahin volume nya biar kamu bahagia denger ocehan ku setiap hari."
Zayyan dan Mei tertawa kecil melihat keseruan Daddy Sam dan Mommy Naura.
*
*
*
Pada akhirnya, pernikahan Zayyan dan Mei pun segera dilaksanakan setelah meminta izin kepada Zafran untuk dilangkahi. Daddy Sam dan Papa Andra tidak terlalu lama menunda pernikahan kedua anak mereka. Karena kedua sejoli itu rupanya sudah tidak sabar ingin segera menikah.
"Saya terima nikah dan kawinnya Meisie Alfonso binti Samuel Alfonso dengan mas kawin uang sebesar 100 juta dan perhiasan seberat 100 gram dibayar tunai,"
Dengan satu tarikan nafas, Zayyan berhasil menjadikan Mei sebagai istrinya.
Akhirnya kebahagiaan bagi Zayyan dan Meisie. Zafran pun ikut bahagia melihat sang adik yang akhirnya bisa menikah duluan.
"Semoga pernikahan kalian selalu bahagia dan langgeng sampai kakek nenek. Aku ikut bahagia jika adikku juga bahagia." Zafran melihat wajah kebahagiaan dari kedua mempelai. Hingga akhirnya tiba-tiba saja suara seorang gadis yang saat itu juga sedang melihat kedua mempelai yang terlihat begitu bahagia.
"Bahagia bisa melihat saudara nikah itu serasa ikut jadi pengantin juga. iya kan, Mas!!" seru Mia, sepupu Mei yang juga hadir dalam pesta pernikahan Zayyan dan Meisie.
Spontan Zafran menoleh dan tersenyum kepada gadis manis itu.
"Iya, kamu benar. Ngomong-ngomong siapa namamu?" tanya Zafran sambil mengulurkan tangannya kepada Mia.
"Mia!"
"Zafran!"
Keduanya pun saling berkenalan satu sama lain. Hingga akhirnya mereka pun terlihat semakin akrab.