NovelToon NovelToon
Istri Simpanan

Istri Simpanan

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:79.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nety purbasari

Sania adalah seorang gadis cantik yang kaya. karena kekayaan keluarganya Sania menjadi sombong, Ia suka menghina dan meremehkan orang lain. Orang yang paling sering ia hina adalah Arlan, supir pribadinya sendiri. Hampir setiap hari Sania mencaci maki Arlan, walaupun begitu Arlan tidak pernah berpikir untuk berhenti bekerja karena diam diam Arlan sudah jatuh cinta pada Sania. Duniapun berputar berkat kerja kerasnya Arlan berhasil menjadi seorang yang sukses dan kaya sedangkan keluarga Sania jatuh miskin karena mereka mengalami musibah. Akankah Sania jatuh cinta pada Arlan setelah Arlan berubah menjadi kaya dan apakah Arlan masih mencintai Sania mengingat perlakuan buruk Sania dimasa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nety purbasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tes DNA

Arlan masih tetap diam melihat Erika kesakitan sambil memegangi perutnya, sampai akhirnya ibu Eva datang dan melihat Erika yang sedang menahan sakit. Ibu Eva kemudian bertanya pada Arlan

"Arlan, Kenapa kamu diam saja melihat Erika sakit?"

"Dia itu cuma pura pura." Arlan terlihat begitu kesal dan marah pada Erika.

"Ibu aku tidak pura pura, perutku sakit. mungkin aku mau melahirkan." Ucap Erika wajahnya mulai pucat.

Ibu Eva menjadi sangat khawatir. Ia lalu meminta Arlan untuk mengantar Erika kerumah sakit.

"Cepat, kamu antar Erika kerumah sakit."

"Aku tidak mau." Arlan menolak, ia kemudian memanggil salah satu asistent rumah tangga untuk mengantarkan Erika kerumah sakit.

Ibu Eva merasa bingung melihat perubahan sikap Arlan pada Erika, Arlan lalu memberi tahu ibunya kalau anak yang dikandung Erika bukanlah anaknya.

"Siapa yang mengatakan itu?" Ibu Eva terkejut dan tentu saja ia tidak percaya.

Arlan tidak menjawab, ia seakan mengabaikan pertanyaan ibunya.

"Arlan, kamu jangan menuduh Erika sembarangan. kalau kamu salah, kamu bisa menyesal. Sebaiknya lakukan tes DNA supaya semuanya jelas."

Arlan merasa apa yang dikatakan ibunya benar, Arlan tidak mau melakukan kesalahan lagi. Dulu ia tidak percaya pada Sania dan ia jadi sangat menyesal.

Arlan juga tidak tahu harus percaya pada siapa, pada Erika atau pada Sania dan neneknya. Untuk menghilangkan keraguannya Arlan memang harus melakukan tes DNA.

"Baiklah bu aku akan tes DNA." kali ini Arlan setuju dengan ibunya.

"Ya sudah sekarang kita pergi kerumah sakit." Ibu Eva mengajak Arlan kerumah sakit untuk menyusul Erika.

"Ibu tunggu saja dimobil, aku mau terima telphone sebentar." Ucap Arlan.

Ibu Eva kemudian pergi meninggalkan Arlan, ia menunggu Arlan didalam mobil. Usai kepergian ibu Eva, Arlan segera menjawab telphone dari Billy asistentnya.

Ponsel disaku bajunya sejak tadi bergetar membuat Arlan jadi kesal dan ingin memaki maki Billy, Apa Billy tidak tahu kalau Arlan sedang tidak berselera untuk bicara dengannya.

Arlan kesal karena Billy membuang anak Sania dibangku taman padahal Arlan meminta Billy untuk menaruh bayi itu dipanti asuhan.

"Ada apa?" Suara Arlan terdengar ketus.

"Saya sudah menemukan bayi ibu Sania."

"Benarkah?" Arlan yang semula kesal berubah menjadi senang.

"Dimana bayi itu sekarang?" Arlan sudah tidak sabar ingin memberi tahu Sania berita bahagia itu.

"Bayi itu dirawat oleh ibu Sania." Jawaban Biily sontak membuat Arlan kaget.

"Billy, kau jangan bercanda, jangan main main denganku." Arlan tidak percaya pada Billy.

Billy kemudian mengirimkan sebuah video pada Arlan lalu ia menutup sambungan telphonenya.

Arlan membuka video yang Billy kirimkan, Disana terlihat Billy sedang meletakan bayi disebuah bangku taman.

Tidak lama kemudian Dennis datang, Dennis lalu menggedong bayi itu karena bayi itu menangis. ditempat itu ternyata ada cctv, Billy mendapat video itu dari rekaman cctv.

Dari rekaman itu, Arlan bisa melihat dengan jelas wajah bayi yang dilahirkan oleh Sania.Wajah bayi itu sama persis seperti bayi yang diadopsi oleh Sania.

Setelah melihat video itu Arlan bergegas menelphone Billy.

"Bagaimana bisa Sania mengadopsi anak itu?" Tanya Arlan saat Billy sudah menjawab telphonenya.

"Dennis membawa bayi itu kerumah sakit dan kebetulan rumah sakit itu adalah rumah sakit tempat ibu Sania melahirkan, dirumah sakit itulah Dennis menyerahkan bayi itu pada ibu Sania."

Cerita Billy membuat tangan Arlan bergetar, ia hampir saja menjatuhkan ponselnya. sungguh aneh. Billy sudah membuang bayi itu, tapi bayi itu kembali lagi pada Sania.

Mungkin sudah menjadi takdir Sania untuk merawat bayi itu, ada perasaan lega dihati Arlan karena ia tidak perlu lagi bersusah payah mencari anak Sania.

Arlan kemudian mengirimkan pesan singkat pada Billy.

"Billy lakukan tes DNA untuk anak sania dan juga anak Erika. ingat, lakukan secara diam diam. jangan sampai ada yang tahu."

Billy memang asistent Arlan yang pintar dan bisa dipercaya, dalam waktu singkat ia bisa menemukan bayi Sania. Masalah tes DNA, Arlan mempercayakan sepenuhnya pada Billy.

Biarlah Billy yang mencari cara agar ia bisa mengambil sesuatu dari bayi Sania dan bayi Erika

Billy bisa diam diam mengambil rambut milik anak sania, atau apapun itu terserah pada Biily yang terpenting tes DNA itu dilakukan.

Biar Billy sendiri yang memikirkan caranya. Arlan sudah menggajinya dengan cukup besar jadi sudah seharusnya Billy membantu Arlan.

Lagi pula Arlan tidak mungkin melakukan itu karena Sania sedang marah padanya. kalau ia menemui Sania, mungkin saja Sania akan mengusirnya.

Terkadang Arlan merasa Billy lebih pintar darinya. Usai menerima telphone dan mengirim pesan pada Billy, Arlan langsung menyusul ibu Eva didalam mobil.

Arlan dan ibunya lalu pergi kerumah sakit untuk melihat keadaan Erika.

Beberapa hari kemudian

Keadaan nenek Sania sudah mulai membaik, dokter sudah mengijinkan nenek Sania untuk pulang dan beristirahat dirumah.

Sania sangat senang karena setelah beberapa hari menginap dirumah sakit akhirnya ia bisa pulang bersama neneknya

Sedangkan Erika. Wanita itu sudah melahirkan bayi laki laki, namun sekalipun Arlan tidak pernah menjenguknya.

Arlan hanya datang satu kali bersama ibu Eva,setelah ia tahu Erika sudah melahirkan dan keadaannya baik baik saja, Arlan pergi dan tidak pernah kembali lagi.

Arlan memang sedang ada pekerjaan penting diluar kota, ia sangat sibuk bahkan ia belum sempat melihat hasil tes DNA yang masih disimpan oleh Billy.

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Arlan sampai dibandara pukul delapan pagi, ia begitu bahagia karena pekerjaannya selesai lebih cepat. Arlan ingin sekali bertemu dengan Sania, ia sangat merindukan sosok istrinya itu.

"Akhirnya aku pulang juga." Ucap Arlan ketika ia sudah menginjakan kakinya dibandara.

Tidak lama Kemudian Billy datang menjemput Arlan, Arlan memang sengaja meminta Billy menjemputnya karena ada sesuatu yang ingin ia tanyakan pada Billy.

"Billy, bagaimana kabar Sania?" Tanya Arlan saat ia sudah berada didalam mobil bersama Billy.

"Ibu Sania baik baik saja. Beberapa hari ini, bu Sania tinggal dirumah sakit bersama neneknya."

Arlan pergi keluar kota hanya bersama sekertaris dan beberapa orang karyawannya, ia tidak mengajak Billy karena Billy ia tugaskan untuk mengawasi Sania, Arlan takut Sania kabur lalu menghilang tanpa jejak.

"lalu bagaimana dengan Erika?"

Sebanarnya Arlan malas menanyakan kabar tentang Erika, tapi wanita penipu itu masih menjadi istri Arlan dan Arlan belum melihat hasil tes DNA karena itu ia masih ingin tahu keadaan Erika.

"Nyonya Erika juga baik baik saja. Siang ini, ia sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit."

Billy menghentikan mobilnya, ia tahu Arlan akan banyak bertanya membuatnya tidak bisa fokus menyetir karena itu ia memilih menepikan mobilnya.

"Berikan hasil tes DNAnya padaku, aku ingin membacanya." Sesuai dengan permintaan Arlan, Billy membawa hasil tes DNA yang ia simpan.

"Apa hasilnya benar dan bisa dipercaya?"

Arlan tidak ingin terjadi kesalahan, Arlan juga tidak ingin ada yang tahu ia melakukan tes DNA, hal itu ia lakukan untuk berjaga jaga agar tidak ada orang yang memalsukan hasil tes itu.

"Tentu saja, saya melakukan tes itu dirumah sakit terbaik dan saya bisa menjamin kerahasiaannya."

Jawab Billy penuh keyakinan seraya mengambil dua buah amplop putih yang berada didalam tasnya.

Arlan menerima dua buah amplop putih dari Billy, entah mengapa jantungnya berdebar debar. Jantungnya seakan berpacu lebih cepat.

Dengan tangan yang sedikit gemetar Arlan membuka salah satu amplop itu, Sedangkan amplop yang satunya lagi ia letakan diatas pangkuannya.

Amplop pertama yang ia buka ternyata adalah hasil tes DNA bayinya Erika Hasilnya membuktikan kalau anak yang dilahirkan Erika bukanlah anak Arlan.

Arlan meremas hasil tes DNA itu, ia seperti ingin menangis setelah membaca hasil tes DNA itu. Arlan sekarang sangat yakin Erika telah menipunya.

Arlan meletakan hasil tes DNA milik Erika dipangkuannya kemudian ia mengambil surat hasil tes DNA milik bayi Sania.

Arlan membuka amplop itu. Wajahnya terlihat amat sedih dan pipinya sudah basah oleh air mata.

Arlan bertambah sedih ketika ia membaca hasil tes DNA itu. Hasilnya anak yang dilahirkan Sania adalah anaknya.

Arlan menangis, tiba tiba ia terbayang semua perlakuan buruknya pada Sania. ia menuduh Sania sudah tidak perawan karena pernah tidur dengan laki laki lain sebelum menikah dengannya, ia menuduh Sania berselingkuh, ia juga tidak percaya Sania mengandung anaknya dan paling parah ia membuang anaknya sendiri.

"Billy kita kerumah sakit, aku mau menemui Sania sekarang." Arlan menyeka air matanya.

Sementara itu dirumah sakit Sania sedang merapikan baju neneknya, ia memasukan baju itu kedalam tas.

"Nenek, sebelum kita pergi ada sesuatu yang ingin aku katakan." Ucap Sania ragu ragu.

Untuk sesaat Sania terdiam.

"Katakan Sania, tidak usah ragu ragu." Nenek Sania bisa merasakan keraguan dihati Sania.

"Aku dan Arlan akan bercerai." Sania merasa, berat ketika ia mengucapkan kalimat itu.

"Apa? tapi kenapa Sania?"

Nenek Sania baru mengerti, mengapa Arlan tidak datang lagi kerumah sakit. jadi itu sebabnya, Arlan tidak datang kerumah sakit karena ia dan Sania ingin bercerai.

"Arlan sudah menikah lagi dengan Erika."

"Arlan dijebak oleh Erika. Apa kamu tidak bisa memaklumunya?" Nenek Sania membela Arlan.

"Meskipun dijebak mereka sudah menikah, lagi pula selama ini Arlan selalu bersikap buruk padaku." Sania merasa ia tidak salah, jika ia ingin berpisah dengan Arlan.

"Sani, apa kamu masih ingat? bagaimana sikapmu saat Arlan menjadi supirmu?"

Sania terdiam. Sania ingat, dulu ia tidak pernah bersikap baik pada Arlan. ia sering menghina dan merendahkan Arlan, ia juga selalu berkata kasar pada Arlan. Saat itu sikap Sania sangat buruk.

"Nenek, nenek tidak setuju aku bercerai dengan Arlan?" Sania tahu, sejak dulu neneknya tidak pernah berubah. neneknya sangat menyayangi Arlan.

"Sejujurnya nenek tidak setuju kamu bercerai dengan Arlan, tapi nenek tidak akan memaksamu. Nenek pernah memaksamu menikah dengan Arlan, sekarang nenek tidak mau memaksamu lagi. apapun keputusanmu nenek akan tetap mendukungmu." Ucapan nenek Sania membuat hati Sania tersentuh.

"Nenek." Sania memeluk neneknya.

Tanpa mereka sadari Arlan berada didepan pintu dan ia mendengar semua pembicaraan mereka.

1
Ika Rahmawati
bikin cerita baru lagi dong
Myra Myra
semoga diorang bahagia x ada org kcu...
Nety Purbasari: Iya, udah happy ending 😊
total 1 replies
Jelita
thor kapan up date lagi, udah lama engga up date up date
Myra Myra
kerana Sania baik PD semua org wlpn org to sakitkan hati Ae terlalu fatal...nenek lampir
Myra Myra
Sania mesti murka Ngan ibu arlan wat report polis Sania...ambik balik ank MU Arsy n dava... tinggalkn arlan...biar dia karma diorang akan dtg...
Nety Purbasari: Udah ditinggalin, tapi ketemu lagi. ketemu lagi 😊
total 1 replies
Hartanti Linda Tofani
seru
Dian Denelle
Thor cepetan dong up date lagi
Nety Purbasari: Aku udah up
total 1 replies
Lastri diah
up date lagi dong thor
Jelita
Up date nya kelamaan
Alenaya faraza
Lanjut thor
sandi Gelau
Arlan tu bodoh...tmbah kesal Sania nnti..
Myra Myra
kali niey Sania tegas..jjr Jew ibu MU yg jht paksa AQ BG ank AQ kat dia...lawan jgn jdi lemah...kamu layak tuntut diorang Sania...
Myra Myra
to karma tok MU... ibu MU ssh hrp jgn dia ambik dava sudah Ae...arlan mulut MU jht sgt....MCM ibu dia...geram polak
Ika Rahmawati
kapan up date lagi
Nety Purbasari: Ditunggu ya
total 1 replies
Jelita
Thor up date lagi dong
Nety Purbasari: aku udah up date
total 1 replies
Hartanti Linda Tofani
Semangat thor, up lagi lama amat engga up
Myra Myra
yg slh ma MU bkn slh Sania...ma MU smpy tekan2 dia....bila ank MU tahu... kebenaran Ae...
Nety Purbasari: Makasih, masih setia baca novel aku 💕
total 1 replies
Lastri diah
Akhrinya up date juga
Lastri diah
udah lama authot enggaup date
Myra Myra
bkn slh Sania tapi slh ibu MU arlan...kamu ttp melakukan kesalahan fatal...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!