NovelToon NovelToon
Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Romansa Fantasi
Popularitas:31.9k
Nilai: 5
Nama Author: Senajudifa

Andaikan waktu bisa kuputar kembali, aku ingin bertemu denganmu di saat yang tepat dan di waktu yang tepat untuk bisa mencintaimu sebagai manusia seutuhnya dan bukan hanya sekedar menjadi bayanganmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senajudifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 Siapa Dia

"Kok Dini tau jika om seorang dokter??" tanya Anthony penasaran.

"Lho itu ada stetoskop yang tergantung di leher om dokter!!" kata Dini.

"Oh iya om mencari siapa?? paman Said, mamak, bang Bian atau Sifa?? karena nggak mungkin om mencari Dini atau Juan apalagi mencari mbah wedo!!" kata Dini.

"Kekasih om dokter yang paling cantik mana??" tanya Anthony.

"Siapa om?? Sifa kah atau mbah wedo kah??" tanya Dini berpura-pura memasang tampang serius padahal di dalam hatinya dia mau tertawa setengah mati.

"Mamak kamu, Dini!!" kata Anthony tanpa tau sudah dikerjai oleh Dini.

"Mamak goncengan sama bang Bian, mbah Said goncengan sama Sifa dan om Toyib pergi mencari om Basri yang lagi kesurupan lari ke hutan pinus.

"Oh ya?? mulai kapan??" kata Anthony dengan wajahnya mulai berubah.

"Sudah sekitar sepuluh menit yang lalu, om!!" belum habis ucapan Dini dan belum juga mulutnya menutup kembali, Anthony sudah melesat pergi menyusul mereka berlima ke hutan pinus.

Anthony cemas mendengar Sena bersama dengan Bian karena dia merasa cemburu tapi lebih cemas lagi mendengar Sena menuju hutan pinus.

Ada tempat terlarang di hutan pinus tersebut yang tidak bisa dimasuki oleh bangsa roh seperti dirinya dan bisa dimasuki oleh manusia tetapi di khawatirkan tidak bisa keluar lagi dalam keadaan hidup.

Tempat itu adalah istana para mahluk yang dipimpin oleh ayah Piere. Tampaknya Piere sengaja menggiring teman-teman sekampusnya satu persatu untuk datang ke desa itu dan menjadikan mereka korban persembahan.

Piere putra dari Baron yang juga sudah hidup puluhan tahun membangun istananya sendiri di wilayah hutan pinus tersebut terpisah dari istana ayahnya yang berada di daerah sebelah utara.

Wajahnya terlihat polos tetapi kelicikan dan kekejamannya melebihi ayahnya sendiri.

Rombongan mahasiswa terdahulu KKN di desa ini juga atas rekomendasi dari Piere secara diam-diam.

Anthony tau soal itu tetapi ada larangan bagi sesama mahluk gaib seperti mereka untuk tidak melanggar wilayah kekuasaan masing-masing.

"Aduh...nekad banget sih, baby!! kenapa tidak memanggilku?? selalu saja luoa padaku dalam keadaan genting seperti ini!! aku mengkhawatirkan keadaan kalian tau?? kecuali keadaan Bian!! bodo amat!!" kata Anthony mencibirkan bibirnya sendiri sambil melayang menuju hutan pinus.

Sementara di perbatasan hutan pinus para warga desa yang tak seberapa jumlahnya itu sudah berkumpul menunggu rombongan paman Said yang masuk jauh kedalam hutan tersebut.

Tampak juga Stella dan Naomi di sana tetapi pak RT Tabrani dan istrinya tak ada alasannya mereka pergi ke kelurahan untuk mengambil bantuan para warga di desa Pinus diantar dengan mobil RT yang dikendarai oleh Piere sementara sambil menunggu Bian datang dari rumah paman Said sekalian survey tentang perkebunan dan pertambakan ikan yang dikelola oleh paman Said, Stella menjaga rumah bersama Naomi yang kesehatannya memang masih belum pulih sepenuhnya.

Rencana nanti sepulang Piere dari kota barulah mereka akan mengunjungi lagi petani dan peternak lainnya di desa itu.

Mendengar ramai-ramai kentongan dipukul oleh warga, Naomi dan Stella keluar rumah dan melihat rombongan orang berjalan cepat menuju kearah hutan.

"Stella, ayo kita ikuti rombongan orang itu ada apa sebenarnya yang terjadi!!" kata Naomi.

"Tapi kondisimu masih belum terlalu pulih, Bian tadi berpesan lewat telepon agar kita diam di rumah saja!!" sahut Stella.

"Tapi aku penasaran Stella aku mau lihat apa yang terjadi dengan para warga itu!!" kata Naomi.

Akhirnya mereka berinisiatif mengikuti rombongan orang desa itu dan bertemu lagi dengan rombongan paman Said.

"Mbak Sena itu kasihan juga ya sama seperti kita, datang ke desa ini untuk liburan malah dihadapkan oleh teror mahluk hutan pinus, sama dengan kita...niat datang ke desa ini untuk KKN malah ikut terlibat masalah penduduk desa ini!!" sahut Stella.

Mereka ikut menunggu di perbatasan hutan dengan hati yang berdebar.

Kondisi hutan yang lembab, sinat matahari yang tak bisa masuk karena lebat dan rimbunnya dedaunan dan semak belukar yang rimbun kembali setelah beberapa lama tak pernah lagi di tebas dan dibersihkan oleh warga membuat suasana hutan tambah menyeramkan dan mencekam bahkan suara burung berkicaupun tak ada di sana.

"Stella, tempat ini lebih seram dari kuburan deh!!" kata Naomi merapatkan tubuhnya pada Stella.

Sementara jauh di dalam hutan...

"Sifa dan Bian, kalian tunggu di sini dan jangan kemana-mana, oke??" kata Sena.

"Mamak dan paman Said akan masuk mengejar lebih jauh kedalam hutan!!" kata Sena.

"Sifa pegang cincin ini!! ini adalah cincin pemberian om dokter, mamak belum tau apa kegunaan dari cincin itu tapi mamak yakin Sifa akan bisa mempergunakannya saat bahaya datang mengancam."

"Bian, jika sampai matahari hampir terbenam kami berdua belum kembali, kalian keluarlah dahulu dari hutan ini sebelum maghrib...Bian jaga Sifa ya!! mbak percaya kamu bisa." kata Sena.

"Mamak dan mbah juga hati-hati ya!! jaga diri baik-baik!!" kata Sifa memeluk mamak dan mbahnya.

Setelah kepergian keduanya masuk jauh kedalam hutan mengejar Basri yang seperti sapi gila, Bian mengajak Sifa untuk duduk menunggu dekat sebuah batu besar.

"Kita terus berdoa saja Sifa memohon pada Yang Kuasa untuk keselamatan kita semua." Kata Bian.

Sementara Anthony yang baru tiba di hutan itu melihat Sifa sedang duduk bersama Bian dekat sebuah pohon.

"Sifa??" sapa Anthony.

"Apakah mamak dan paman sudah masuk kedalam hutan itu??" tanya Anthony dengan mata yang sedikit liar serta gelisah.

"Sudah om...baru saja!!" kata Sifa menatap Anthony.

"Lho cincin itu kok ada di tanganmu??" tanya Anthony pada Sifa.

Melihat Sifa yang sedang bicara sendiri Bian langsung memegang tangan Sifa dan ajaib diapun bisa melihat siapa lawan bicara Sifa itu.

Anthony tak menggubris Bian seperti biasanya. Matanya hanya terfokus pada cincin merah delima yang ada di jari tangan Sifa walaupun agak kebesaran.

Tiba-tiba....

"Berikan cincin permata merah delima itu, itu cincin milikku!!" kata Anthony mengulurkan tangan kirinya pada Sifa.

Sifa mengerutkan dahinya. Anthony tak pernah bicara kasar padanya tapi Anthony yang ini kasar sekali dan satu lagi perbedaan mereka...Anthony memiliki mata coklat yang lembut dan teduh sementara yang ini matanya mulai berwarna kemerahan.

"Dia bukan Anthony!!" bisik Bian pada Sifa.

"Jangan kamu berikan cincin itu, tampaknya dia ini sedang menyamar menjadi Anthony!!" bisik Bian lagi sambil menggenggam erat tangan Sifa.

Dari mulutnya terus melantunkan ayat-ayat suci yang dia tau.

"Berhenti berkomat kamit membaca doa-doa itu anak muda, atau akan aku robek mulutmu dengan kuku jari tanganku ini!!" kata Anthony.

"Kamu bukan om ganteng, siapa kamu sebenarnya!!" tanya Sifa pada Anthony.

Ha...ha...ha...ha

Dia tertawa keras dan lantang. Suara tawanya sangat menyeramkan memecah kesunyian di hutan itu.

"Pintar kalian, aku memang bukan Anthony!! aku menyamar menjadi Anthony untuk mengambil cincin permata merah delima itu dari tanganmu." Katanya masih terkekeh.

*

*

***Bersambung...

Siapa dia?? mengapa dia bisa mengenal Sifa??

Ikuti kisah mereka di epidode selanjutnya dan jangan lupa dukungannya ya reader!!🙏🙏

1
Nur Syamsi
Berarti Antony dmsudah bisa masuk dirumah Sena
Nur Syamsi
deg degan terus bacanya
Nur Syamsi
Siapa Sena sbnarnya ya, knpa mrk pada jatuh hati pdanya sprt Anthony, Baron, Firre dan Bian....
Nur Syamsi
Bagaimna nasibnya roh Ningsih ...
Nur Syamsi
🙈🙈🙈🙈🙈
Nur Syamsi
deg degan terus bacanya thor
Nur Syamsi
Tabrani, RT yg menumbalkan warganya, ayo Paman usir pak RT mu dg Pirre
Nur Syamsi
seraaaaam thor
Nur Syamsi
Tdk ada penyesalan didepan yg ada hanya pembukaan, makanya berfikir sblum bertindak,
Nur Syamsi
Bagus Sena itulah jawaban yg tepat PD keluarga yg Tdk tanggung jawab, ayo Sena panggil Antony biar dihajar tu Mertuamu dan anaknya
ulni wati
bagus ceritanya...tapi ngeri² sedep😀
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
Fenti
laaahhhh
Fenti
setangkai bunga 🌹 mendarat 😁
Fenti
setangkai bunga 🌹 mendarat 😁
Fenti
ada apa tuu???
Fenti
heeee kayak dia masih muda saja🤭🤭
Elisabeth Ratna Susanti
keren 👍
Fenti
ya ampyuuun masih aja bertengkar😅😅
Elisabeth Ratna Susanti
lanjut like 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!