NovelToon NovelToon
Be Mine

Be Mine

Status: tamat
Genre:CEO / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rey

Kiara Tizania tidak menyangka takdirnya akan seburuk ini, hanya karena dia pergi ke rumah temannya untuk meminjam buku yang tidak bisa dia beli karena harganya yang mahal.

Gadis yang akan lulus SMA itu harus terus berjuang agar bisa lulus sekolah di tengah kejadian buruk yang sudah menimpanya.

Arthur Maxian Lucas-- Pria dingin pemilik manik hijau yang adalah kakak dari teman Kiara, dia tidak sengaja sudah merebut hal berharga dari diri Kiara saat Kiara datang ke rumahnya.

Arthur yang kala itu terpengaruh minuman keras dan menyangka Kiara adalah kekasih yang mengkhianatinya dengan tega mengambil kesucian Kiara yang hanya ingin menolongnya waktu itu.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya setelah kejadian buruk itu terjadi? Akankah Arthur akan bertanggung jawab pada Kiara atau malah membungkam mulut Kiara dengan kekuasaan yang dia miliki.

IG : rinitri_87

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan Maaf

Kiara yang membaringkan tubuhnya sampai dia akhirnya ketiduran karena sangking kesalnya hari ini. Kesal perasaan sama Arthur.

Di tempat lain, Arthur tampak mondar mandir di depan kamar tidurnya. Dia merasa ada hal yang harus segera dia selesaikan, apa lagi tadi panggilannya pada nomor Kiara tidak dijawab oleh gadis itu.

Tentu saja tidak akan dijawab, Kiara sedang tidur nyenyak, dan lagi pula Kiara juga tidak akan menjawab saat tau panggilan itu dari Arthur.

"Apa aku ke rumahnya saja sekarang dan minta maaf padanya? Iya, aku ke rumahnya saja, apa lagi di jam seperti ini ibunya belum kembali dari toko roti miliknya. Jadi, aku akan bisa berbicara banyak dengan Kiara dan semoga dia tidak pergi ke toko kue.

Arthur mengambil kunci mobilnya dan segera keluar dari rumahnya. Dia harus meminta maaf dan menjelaskan semua pada Kiara jika dia memang benar-benar ingin serius bertanggung jawab dengannya.

Di rumahnya Kiara yang baru bangun dari tidurnya agak terkejut melihat ibunya yang tiba-tiba sudah ada di rumah, dahal biasanya toko kue mereka tutup jam sepuluh malam, tapi ini masih jam lima, dan ibunya sudah ada di rumah.

"Ibu kenapa sudah pulang? Aku rencana mau ke sana setelah mandi."

"Ibu tadi menutup tokonya karena ibu merasakan tidak enak badan. Tami juga biar istirahat karena tadi ibu minta tolong belanja bahan untuk membuat kue."

Wanita paruh baya itu duduk dengan wajah yang terlihat agak pucat. Kiara mengambilkan air minum dan memberikan pada ibunya.

"Ibu sudah minum obat, kan?"

Ibu Kinan mengangguk. "Ibu mau istirahat sebentar ya, Kiara." Wanita itu beranjak dari tempat duduknya dan berjalan perlahan menuju ke dalam kamarnya."

Kiara yang melihat tampak sangat cemas. "Apa Arthur akan tetap memberikan uang itu setelah aku menamparnya tadi?" Kedua

kaki Kiara seketika lemas sampai dia terduduk pada kursi di sana.

"Sebaiknya aku mandi dulu dan setelah itu aku akan memijit kaki ibu sebentar sebelum membersihkan rumah."

Beberapa menit kemudian. Kiara yang sudah bersiap akan ke kamar ibunya dihentikan langkahnya karena ada suara ketukan di depan pintu rumahnya.

"Siapa yang datang ke rumah? Apa itu mba Tami?"

Kiara berjalan menuju arah pintu dan setelah dia membuka pintunya, seketika itu kedua matanya membulat besar melihat siapa yang ada di depan pintu.

"Arthur?"

"Aku ingin bicara, Kiara."

"Tidak mau!" Kiara yang akan menutup pintu dengan cepat ditahan oleh tangan Arthur.

"Arthur? Apa yang kamu lakukan?" tanya Kiara dengan suara lirih.

"Bicara denganku sebentar."

"Aku sudah bilang jika tidak mau, kenapa kamu memaksa? Lagi pula di rumah ada ibuku yang sedang sakit, Arthur!" serunya pelan, tapi menekankan.

"Kalau begitu jangan membuat sesuatu yang bisa mengganggu ibumu. Kita bicara di teras rumahmu saja."

Kiara akhirnya menyerah dan tidak mau beradu tahan menahan pintu dengan Arthur karena ada wanita kesayangannya sedang beristirahat.

"Kamu mau bicara apa? Aku tidak bisa bicara lama denganmu karena aku mau memijit kaki ibuku di dalam kamar. Jadi, cepat katakan ada apa?"

"Aku mau minta maaf atas ciuman tanpa izin itu."

"Kamu benar-benar orang yang sama sekali tidak memiliki perasaan, setelah melakukan hal sesukamu, kamu dengan seenaknya minta maaf. Arthur, setelah aku menerima uang darimu, aku tidak mau bertemu bahkan kenal lagi denganmu. Anggap saja kita tidak pernah bertemu."

Arthur bukannya mundur dan sedih, tapi dia malah menarik tangan Kiara sehingga gadis itu mendekat, bahkan sangat dekat dengan tubuh Arthur.

"Lepaskan!" Kiara mencoba mendorong tubuh Arthur agar menjauh darinya, tapi cekalan satu tangan Arthur bisa menahan tubuh gadis itu agar tetap dekat dengannya. Kedua mata mereka sekarang saling menatap dengan tajam.

"Apa kamu lupa dengan kejadian di antara kita, Kiara?"

"Untuk apa kamu mengingatkan kejadian itu, Arthur?"

"Bagus kalau kamu masih ingat karena setelah kejadian itu, kamu sudah menjadi milikku untuk selamanya, Kiara Tizania," ucap Arthur tegas dan tentu saja ucapan Arthur itu membuat gadis bernama Kiara terpaku di tempatnya.

"Aku bukan milikmu atau siapapun. Aku hanya akan menjadi milik suamiku--pria yang kelak akan menikahiku dan menerimaku apa adanya."

Arthur malah menunjukan smirknya. "Hanya aku yang akan ada dalam hidupmu nantinya." Arthur berjalan keluar dari dalam rumah Kiara.

"Tidak akan, tidak akan pernah."

Bruk!

Kiara kaget mendengar suara sesuatu seperti benda yang jatuh di dalam kamar ibunya. Dia langsung berlari masuk ke dalam kamar ibunya.

"Ibu!"

Kiara mendelik melihat ibunya jatuh dengan kursi kayu yang juga terjatuh.

"Ibu ... Ibu!" Kiara mencoba menepuk pelan pipi ibunya yang sepertinya pingsan.

Kiara segera berlari keluar untuk mencari pertolongan. Dia kebingungan tetangga sebelah rumahnya sepertinya sedang tidak ada di rumah karena rumahnya gelap gulita.

Arthur yang ternyata belum pergi melihat kebingungan Kiara. Dia kembali menghampiri gadis itu.

"Kiara, ada apa?"

"Arthur, tolong ibuku." Kedua tangan Kiara memegang lengan tangan Arthur dengan wajah cemas.

Arthur tanpa bertanya kenapa dia langsung masuk ke dalam rumah Kiara dan mencari di mana kamar ibunya Kiara.

"Ibu Kinan, bangun." Arthur mencoba memeriksa nadinya dan dia sekarang menggendong ibu Kiara menuju ke dalam mobilnya.

Kiara duduk di belakang menemani ibunya. Kiara juga memberitahu Arthur di rumah sakit mana ibunya biasa kontrol.

Mereka segera menuju ke sana dan sesampainya di sana ibu Kiara segera di tangani. Arthur dan Kiara di minat menunggu di luar.

Wajah Kiara benar-benar panik saat ini. "Kamu percayalah jika ibumu akan baik-baik saja, Kiara."

"Aku takut Arthur, aku takut." Air mata Kiara sudah tidak bisa dibendung lagi. Pria itu melihat kasihan pada Kiara. Tidak salah jika Kiara takut kehilangan ibunya karena dia di dunia ini hanya hidup berdua dengan ibunya seorang.

Arthur memeluk Kiara, dan anehnya gadis itu seolah butuh seseorang untuk bersandar meluapkan segala kesedihannya.

Tidak lama dokter yang memeriksa ibunya Kiara keluar dan Arthur yang melihatnya melepaskan perlahan pelukannya.

"Dok, bagaimana dengan ibu Kinan?"

"Dari riwayat kesehatannya yang tercatat di sini, ibu Kinan divonis menderita kanker Tiroid dan keadaannya sudah memburuk karena kelenjarnya sudah menyebar ke beberapa organ tubuh. Apa Ibumu tidak pernah menceritakan kondisinya selama ini?"

Kinan menggeleng perlahan. "Ibu hanya bilang terkena hipertiroid dan ibuku rutin kontrol tiap bulan. Ibuku juga meyakinkan jika keadaannya baik-baik saja. Aku bahkan bertanya dan mencari tau tentang hipertiroid dan memang hal itu masih bisa diobati."

"Mungkin ibumu tidak mau kamu khawatir. Jadi, tidak mengatakan jika penyakit hipertiroidnya sudah menjadi kanker tiroid dan apa lagi ibumu juga keadaanya tidak begitu baik."

1
Sarmi Yati
sadis banget mega.iblis dan setan cinta membuat gila
Sarmi Yati
mampus Lo selena.skak mati dah Lo SM pak Alan
Sarmi Yati
penghianatan sama temen
Sarmi Yati
dasar cewek ga bener ni
Sarmi Yati
pagar makan tanaman.bermuka 2 rupanya elang.😡
Rey: Dia memang pria yang.... Bangcul
total 1 replies
Sarmi Yati
mantap
Sarmi Yati
bikin mewek saya Thor 😭😭😭😭
Rey: jangan mewek nanti saya kasih coklat 🤣
total 1 replies
Sarmi Yati
😭😭
fenty ferliana
lama2-bukanbaiktapibloonkiaraini
Femmy Femmy
kalau kamu mengakui bahwa kamu sudah menikah dan hamil tidak mungkin orang bilang kamu pergaulan bebas bodoh..memang kamu saja mau dibilang sok2 kuat lagi hamil mau ikut2 ospek..
Femmy Femmy
nanti kalau sudah brojol sebelum waktunya ditempat Ospek baru menyesal dodol..mengakui sj kok tunggu waktu yg tepat pikiran dodol
Femmy Femmy
soalnya Kiara kalau dilihat pura 2 kalem tetapi GANJEN juga ternyata..
Femmy Femmy
dengar itu Kiara ..suamimu melarang kamu ikut ospek karena suamimu khawatir kr kamu sedang hamil pikun tampeleng kepalanya Kiara biar bgtu saja perlu dijelaskan lagi😡
Femmy Femmy
bukan menggemaskan bi tetapi menjengkelkan melihat tingkahnya Kiara yg pikir dirinya masih gadis ..yg ingin didekati cowok2 ganteng..makanya Kiara g mau berterus terang tentang statusnya yang sudah menikah
Femmy Femmy
itu yang kamu inginkan Kiara??kenapa sekarang kamu bersedih
Femmy Femmy
waktu yang tepat selalu itu saja Kiara yang kamu ucapkan memang kamu perempuan yang suka membuat masalah..
Femmy Femmy
syukurin kr itu yang kamu cari Kiara
Femmy Femmy
ya pantaslah Kiara dodol suamimu cemburu orang kamu g pernah berterus terang kalau kamu sudah menikah dan sekarang LG hamil..
Femmy Femmy
Kiara memang perempuan kurang ajar dan belagu..suami nya sendiri g mau mengakui..kalau saya jd Arthur kutempeleng sj perempuan kayak Kiara😡Kiara menganggap dirinya seperti masih gadis padahal lagi bunting masih belagu
Femmy Femmy
keras kepala tidak mau dengar saran suami ingin rasanya digetok saja kepalanya Kiara biar menurut..
nanti kalau dapat omongan g baik mewek dan sakit hati padahal Kiara sendiri yang cari masalah sendiri kr g pernah mau berterus terang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!