Sandra terpaksa menikah dengan calon suami kakaknya saat sang kakak memilih kabur bersama pria yang katanya lebih mapan di banding kekasihnya di hari pernikahannya.
Dapatkan Sandra menjalani pernikahannya dengan baik? Apakah pernikahan itu akan bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Semakin ke sini sikap Gara semakin membuat Sandra tidak mengerti. Apapun yang dia kerjakan selalu terasa salah di mata pria itu.
Hehhhhh ....
Beberapa kali Sandra harus menghela nafas saat ingin berhadapan dengan pria yang sudah resmi menjadi suaminya.
"Nona sandra." tiba-tiba seseorang menyapanya dari belakang dengan refleknya yang bagus Sandra segera menoleh dan ternyata ada Abimanyu di sana,
"Tuan Abi."
Abimanyu menatap Sandra dengan seksama,
"Apa nona ada masalah?" pertanyaan itu seolah menjadi angin segar bagi Sandra.
"Sebenarnya hari ini aku harus presentasi di kampus, tapi aku belum mengerjakan sedikitpun tugasku, apa hari ini aku bisa pergi lebih cepat. Aku harus mengerjakan semuanya." ucap Sandra dengan tanpa ragu.
"Baiklah, bagaimana kalau nona Sandra bicara langsung pada tuan Gara."
"Jangan_!" dengan cepat Sandra melarangnya, memang seharusnya tujuannya saat ini memberitahu Gara, tapi jika ada alternatif yang lebih baik, kenapa tidak di gunakan, begotulah pikir Sandra.
Dengan meminta bantuan pada Abimanyu, ia pikir akan lebih baik dari pada ia bicara langsung pada Gara. Apalagi akhir-akhir ini pria itu lebih galak dari biasanya.
"Baiklah nona_!"
"Terimakasih tuan Abi, kamu memang baik." belum sampai selesai Abimanyu bicara, Sandra sudah lebih dulu memotongnya dan berlalu dari hadapannya.
"Tapi nona_!" teriak Abimanyu, tapi percuma karena wanita itu tidak mungkin mendengarnya, ia sudah masuk ke dalam lift.
"Tuan Gara pasti akan marah padaku." lanjut Abimanyu bahkan setelah Sandra pergi.
Tidak ada pilihan lain bagi Abimanyu saat ini selain menyampaikan apa yang di katakan oleh Sandra.
Ia pun mengetuk pintu ruangan itu, setelah mendapat sahuran barulah pria itu masuk.
"Ada apa?" tanya Gara dengan nada dinginnya.
"Nona Sandra minta ijin untuk pergi ke kampus lebih cepat tuan karena ada tugas yang harus dia selesaikan."
Ucapan Abimanyu berhasil membuat Gara mengerutkan keningnya.
"Kamu_."
Meskipun tidak melanjutkan apa yang ingin dia katakan, Abimanyu sudah langsung faham.
"Saya sudah berusaha mencegahnya tuan. Apa perlu saya menyusul nona Sandra sekarang?"
"Menurutmu?" Gara malah balik bertanya.
"Baiklah, saya pergi taun." ucap Abimanyu, ia pun menunduk hormat dan mundur beberapa langkah barulah ia berbalik,
"Tunggu!" tangan Abimanyu yang sudah hampir menarik handle pintu segera ia urungkan.
"Aku juga ada urusan di sekitar sana." ucap Gara dan Abimanyu hanya bisa tersenyum simpul.
"Bukan untuk menyusul wanita itu." ralat Gara sambil memakai kembali jasnya. Abimanyu kembali menormalkan raut wajahnya dan berbalik menatap pria itu.
"Saya mengerti tuan." ucapnya sambil menunduk.
Gara pun berjalan melewatinya, mendahului langkah Abimanyu.
"Nona Sarah, jika ada yang mencari tuan Gara, suruh menghubungi saya saja." ucap Abimanyu dan nona Sarah pun mangangukkan kepalanya serta menunduk hormat membiarkan dua pria itu berlalu dari hadapannya.
***
Sandra sudah sampai di kampus, ia berencana langsung ke perpus tapi ternyata tempat itu tengah tutup karena ada renovasi.
"Kenapa bisa kebetulan gini sih." keluhnya dengan tubuh lemas, untuk saat ini hanya tempat itu yang bisa ia kunjungi.
"San."
Panggilan itu berhasil menampilkan senyum di bibir Sandra lagi, ia segera berbalik dan pria yang selalu datang di saat ia terdesak itu tengah berjalan ke arahnya.
"Arya."
"Kenapa kamu di sini? Bukankah kamu sudah pindah jadwal ke kelas karyawan?" tanya Arya,
"Nanti waktunya presentasi, tapi aku belum mengerjakan tugas sedikitpun." ucap Sandra dengan wajah prustasinya.
"Sepertinya kamu tengah membutuhkan ini." ucap Arya sambil mengeluarkan sebuah laptop dari balik punggungnya, "Di dalam sini sudah ada materi yang harus kamu presentasi kan nanti."
Sandra tidak mampu menyembunyikan senyumnya, ia sampai harus menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya,
"Kamu serius?" tanya Sandra lagi memastikan.
"Hmmm." Arya tersenyum sambil mengangukkan kepalanya, "Apa kamu mau tetap di sini? Atau kita bisa cari tempat yang enak untuk mengerjakan tugasmu?"
Mendengar hal itu, Sandra pun segera berdiri dari tempatnya,
"Ayo, kayaknya taman lebih nyaman."
Arya pun segera mengalungkan lengannya ke leher Sandra, mereka pun berjalan beriringan ke taman sambil bercanda.
Tapi sepertinya ada hal yang tidak Sandra sadari, dua orang pria yang baru saja turun dari mobil tengah memperhatikan mereka. Tangan pria itu mengepal sempurna.
"Cari tahu siapa pria itu." ucapnya bahkan tanpa berbalik pada pria yang tengah ia ajak bicara. Ia lebih memilih untuk tetap menatap ke arah Sandra.
Melihat senyum lepas dari wanita itu untuk pria yang bersamanya membuat hatinya berdesis begitu sakit.
"Apa kita pergi sekarang, tuan?" tanya Abimanyu, ia khawatir hanya dalam hitungan menit saja akan terjadi perang Baratayudha jika tidak segera pergi dari sana.
"Hmmm."
Akhirnya Abimanyu bisa bernafas lega setelah tanpa perlawanan Gara memutuskan untuk pergi dari sana.
Tapi langkahnya kembali berhenti tepat di ambang pintu mobil,
"Suruh dia kembali ke kantor jika tidak ingin mendapatkan masalah." ucapnya kemudian benar-benar masuk ke dalam mobil.
Abimanyu pun segera berlari mengelilingi mobil dan masuk dari pintu lain, mulai menghidupkan kembali mesin mobil dan segera menbawa pria pemarah itu pergi dari sana.
***
"Hahh hahhh hahhh!" wanita itu datang dengan nafas yang ngos-ngosan sambil menunduk memegangi lututnya, nampak sekali kalau dia baru saja berlari.
"Sial, sial!" gerutunya sambil menormalkan detak jantungnya. Barulah ia mengetuk pintu, dan pintu langsung terbuka dari dalam, ternyata Abimanyu juga ada di sana.
"Saya permisi, nona." ucap Abimanyu sambil mempersilahkan Sandra masuk.
Setelah memastikan Sandra masuk, Abimanyu menutup kembali pintu itu dari luar.
Terlihat Gara tengah duduk di kursinya dengan mata yang tengah sibuk menatap layar laptopnya.
"Apa tuan Gara memanggil saya?" tanya Sandra, belum sampai Gara menjawabnya, Sandra kembali melanjutkan ucapannya, "Saya sudah ijin tadi pada tuan Abi, saya sore ini harus melakukan presentasi dan saya tidak punya bahan sama sekali untuk saya presentasikan. Tapi tuan Gara dengan seenaknya meminta saya kembali hanya dalam waktu lima belas menit, apa menurut tuan saya ini robot, yang bisa ke sana kemari dengan cepat." protes Sandra panjang lebar bahkan sebelum ia sempat bicara.
Brakkkkk
seketika nyali Sandra menciut saat Gara tiba-tiba menggebrak meja,
"Duduk!" perintahnya dan Sandra seolah kehilangan kata-kata yang sudah ia siapkan sepanjang perjalanan kembali ke kantor, ia pun duduk tanpa protes lagi.
Srekkkk
Kembali Gara menggeser laptopnya hingga benda itu tepat menghadap ke arah Sandra dengan layar yang masih menyala,
Gleg
Bagaimana dia bisa tahu? batinnya sambil menelan Salivanya yang begitu susah untuk ia telan.
"Bagaimana tuan bisa_?" tanya Sandra ragu untuk melanjutkannya, sepertinya ia lupa tengah berhadapan dengan siapa.
"Memang kamu pikir hanya pria ingusan itu yang bisa melakukan ini." ucap Gara sambil memicingkan matanya.
Apa aku tidak salah dengar? Apa saat ini tuan gara tengah membahas Arya?
"Jangan berpikir macam-macam, saya hanya tidak suka jika karyawanku meninggalkan pekerjaannya karena hal yang tidak penting. Jangan sampai karena hal itu, saya kehilangan jutaan rupiah."
Hahhh, masak bisa separah itu? batin Sandra lagi.
Belum sampai Sandra menanggapi ucapan gara, pintu kembali di ketuk dan Abimanyu muncul dari balik pintu itu Dnegan setumpuk berkas.
"Ini yang tuan minta." ucap Abimanyu sambil menunjukkan berkas-berkas itu.
"Berikan padanya, saya tidak mau tahu semua berkas itu harus selesai hari ini."
Sandra pun dengan cepat mengambil alih semua berkas itu dari tangan Abimanyu,
"Baik tuan, saya akan membawanya ke meja saya." ucapnya sambil menunduk dan hendak berlalu dari hadapan Gara dan Abimanyu.
"Siapa yang menyuruhmu pergi dari sini?"
Pertanyaan itu berhasil membuat Sandra kembali mengehentikan langkahnya,
"Sekali tekan sayu tombol saja, semua tugas ini akan terhapus. Apa kamu mau saya melakukannya?" ancam Gara membuat sandra dengan cepat berbalik.
"Tidak tuan."
"Kerjakan semua berkas itu di sini, sampai selesai." ucap Gara tanpa mengubah ekspresi nya. "Dan kamu, sekarang boleh pergi." ucapnya lagi pada Abimanyu.
"Baik tuan."
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...