NovelToon NovelToon
Kau Tak Tahu Siapa Aku

Kau Tak Tahu Siapa Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Wanita Karir
Popularitas:123.4k
Nilai: 5
Nama Author: Naraaulia

Perjalanan Rumah tangga yang harus kandas. Karena Fitnah dan rekayasa dari seorang Ibu mertua. Yang ternyata diam-diam tak menyukai sang menantu. hingga suatu peristiwa membuat Bagas menjatuhkan talak kepada istrinya.
"Baiklah Mas. Ternyata tiga tahun kita bersama, tidak membuat mas percaya. Mas hanya percaya apa yang terlihat oleh mata, tapi tidak mencari tahu kebenarannya dulu. Selama tiga tahun ternyata kesetiaanku kau ragukan, tanyakan pada hatimu Mas. Apa Aku sanggup mengkhianatimu, tapi itu semua percuma. Cintamu ternyata tak sebesar cintaku,tak ada gunanya aku menjelaskan semuanya,selamat tinggal Mas."
Itulah kata terakhir yang Ratih ucapkan sebelum pergi meninggalkan rumah ini. Kini penyesalanku tak berguna, besarnya rasa sesalku tak akan membuat Ratihku kembali!" Jeritan hati Bagas. Kesalahpahaman yang terjadi antara Ratih dan Bagas,disebabkan oleh ibu dari Bagas.


Mampukah Bagas membawa kembali Ratih dalam hidupnya? Dan bagaimana kisah rumah tangga Bagas dan Ratih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naraaulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

"Kenapa menatapku seperti itu, Bu Susi? Kamu kaget aku berada di sini?" tanya Ratih santai.

"Jadi, kamu yang menyuruh mereka membawaku kemari?" tanya Bu Susi dengan sorot mata yang tajam.

"Benar sekali, aku yang menyuruh mereka membawamu kemarkasku. Hari ini, akan kutunjukkan siapa aku sebenarnya!" ujar Ratih yang melangkah mendekat kearah Bu Susi.

"Apa maksudmu? Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Bu Susi gugup.

"Kamu akan tahu apa yang ku maksud!" ujar Ratih kepada Bu Susi.

"Bawa wanita paruh baya ini ke ruang interogasi, aku akan menunjukkan tontonan yang menarik kepadanya!"  perintah Ratih kepada kedua anggotanya yang memegang Bu Susi.

"Lepas...lepaskan aku, Ratih… jangan kurang ajar kau kepadaku!" teriak Bu Susi.

"Berhenti berteriak, atau senjata ini yang akan membuatmu terdiam!" Ratih menunjukkan pisau lipat di tangannya kepada bu Susi, yang membuat Bu Susi terdiam seketika.

Saat memasuki ruang interogasi, Ratih tersenyum smirk karena , lelaki paruh baya yang bernama Heru, sudah sadar dari pingsannya.

"Halo pak Heru, bagaimana istirahatnya? Menyenangkan?" tanya Ratih seraya menghampiri Heru yang terbaring diatas sebuah bed. Dengan kaki dan tangan di ikat.

"lepaskan! Apa maumu?" tanya Heru yang belum melihat keberadaan Bu Susi di dalam ruangan yang sama dengannya.

"Tidak semudah itu aku akan melepaskanmu, kau akan kuberi pelajaran terlebih dulu, setelah itu aku akan memberi wanita tua itu pelajaran!" tunjuk Ratih kearah Bu Susi yang masih terdiam mematung.

"Letakkan lelaki ini di atas kursi listrik itu, begitu juga dengan wanita paruh baya itu!" perintah Ratih kepada 2 orang Anggotanya.

"Ratih, apa yang ingin kau lakukan lepaskan aku, Ratih! Aku mohon!" Bu Susi tampak begitu panik saat dirinya mendengar perintah Ratih.

"Ini akibat, karena kau sudah berani menjualku kepada lelaki tua itu. Bersiaplah karena kecerobohan itu, kau akan kehilangan hidupmu!" ujar Ratih dengan tatapan tajamnya, yang membuat bu Susi semakin panik.

"Pemandangan yang indah, kalian berdua seperti sepasang pengantin yang duduk di pelaminan. Bedanya, jika kursi di pelaminan itu empuk dan nyaman, biasa membuat seseorang terbuai, berbeda dengan kursi yang Anda berdua duduki, memencet tombol merah ini saja bisa membuat kalian berada di alam lain, alias meninggal!" Ratih tersenyum sinis.

"Lepaskan aku Ratih, tolong! Aku janji, aku tidak akan mengganggu hidupmu lagi!" ujar Bu Susi yang tampak ketakutan. Sedang lelaki paruh baya di sampingnya tampak diam tertunduk.

"Aku akan melepaskan kalian berdua, namun kalian harus menjawab dengan jujur. Jawaban kalian, akan jadi pertimbangan untukku langkah apa yang harus ku lakukan!" ujar  Ratih.

"Baiklah, kami akan jawab dengan benar apa yang kau tanyakan!" ujar keduanya.

"Baik, pertanyaan pertama aku ajukan kepada Anda!" Ratih menunjuk lelaki paruh baya itu, " Apa Anda mengenal pasangan suami istri ini?" Ratih memberikan satu lembar foto kepada Lelaki itu.

"Saya mengenalnya, dia adalah mantan majikan saya!" ujar Lelaki yang bernama Heru itu.

"Lalu, apa kau mengenal sepasang anak ini?" tanya Ratih kembali serayah memperlihatkan foto sepasang Anak berusia 18 dan 12 tahun.

"Ya, kedua Anak ini adalah anak mantan majikan saya, saat itu saya bekerja sebagai tukang kebun!" terang Pak Heru.

"Apa yang terjadi dengan Retno dan Rangga  saat itu? Bukankah itu nama majikan Anda?" tanya Ratih memastikan.

"Iya, Benar. Itu nama majikan saya, keduanya meninggal dalam kecelakaan!" terang  Heru.

"Benar sekali, apakah Anda tidak ada hubungannya dengan kecelakaan itu? Karena rekaman cctv yang berputar di layar itu," tunjuk Ratih pada layar besar di depan mereka,  "Sebelum kecelakaan itu terjadi, Anda sempat mencuci mobil majikan Anda. Apa yang Anda lakukan di bawah kolong mobil Kedua orang tua saya? Mengingat orang tua saya meninggal kecelakaan karena rem blong, apakah Anda tengah menyabotase rem pada mobil itu?" tunjuk Ratih kembali ke arah rekaman cctv yang baru saja ditemukannya 3 hari yang lalu di dalam gudang barang bekas rumahnya, yang merupakan barang peninggalan rumah orang tuanya yang dulu. Entah bagaimana Ratih berhasil menemukan video itu yang disimpan rapi dalam flashdisk.

"Saya tidak ada hubungannya dengan kecelakaan itu!" bohong Heru.

"Kamu tidak mengaku rupanya!" Ratih menekan tombol yang berwarna kuning, seketika tubuh Heru kejang karena terkena aliran listrik dengan tegangan sedang.

"Aakhhhh… berhenti, aku tidak tahan dengan semua ini!" teriak Heru dengan sekuat tenaga. Sementara Bu Susi tampak gelisah dan terus menatap kearah Heru yang mendapat siksaan dari Ratih.

"Itu akibatnya kamu tidak mau mengatakan hal yang sebenarnya? Aku tanya sekali lagi? Apa benar kau adalah orang yang menyabotase rem mobil kedua orang tuaku?" tekan Ratih dengan sorot mata yang tajam. Seraya mengambil ancang-ancang menekan tombol kuning itu kembali.

"Baiklah, aku mengaku! Aku di bayar oleh seseorang saat itu, jika aku berhasil melakukannya dia memberikan aku satu hektar kebun kelapa sawit   dan sawah yang ada di desa xxx!" ungkap Heru.

"Siapa yang membayarmu? Cepat katakan!" perintah Ratih.

Heru yang mendengar pertanyaan Ratih, sontak berbalik menatap kearah Bu Susi yang tampak begitu gugup. Ratih yang tahu arti tatapan mata Heru, sontak tersenyum smirk ke arah Bu Susi yang sudah gelisah sedari tadi.

"Jadi, dia orang yang membayar kamu untuk menyabotase mobil kedua orang tuaku?" tanya Ratih tanpa basa basi, dan Heru  mengangguk membenarkan semua ucapan Ratih.

"Rupanya kau dalang dibalik semua kecelakaan itu, Bu Susi. Kamu memang wanita tidak tahu diri dan tahu malu. Kamu sadar, jika bukan karena ibuku memberi pekerjaan kepadamu saat itu, kamu dan orang tuamu di kampung akan di penjara oleh sudah memberi hutang kepadamu! Kamu wanita tidak tau terimakasih!" ujar Ratih dengan amarah yang memuncak mengetahui kenyataan yang ada.

"Maafkan aku, Ratih. Saat itu aku gelap mata, karena  ingin menguasai semua harta orang tuamu!" jujur Bu Susi. 

"Dasar serakah!" seketika Ratih menekan tombol berwarna merah dalam sekejap Bu Susi  hangus terbakar akibat tegangan listrik yang begitu tinggi. Sementara Heru, tampak begitu takut ia takut jika nasibnya akan sama dengan Bu Susi.

"Bawa lelaki ini, ke dalam penjara saja, biarkan dia hidup. Karena aku tidak akan menghabisinya seperti wanita itu!" Ratih melangkah keluar menuju ruangan khusus untuknya. Ia merenung di dalam sana, terjadi perang batin dalam dirinya, terlihat jelas ia menyesal karena sudah membunuh Bu Susi. Di sudut hatinya ia merutuki diri akibat perbuatannya yang lepas kendali, namun di sudut lainya seakan ada seseorang yang membenarkan perbuatannya. Ada sisi lain dalam diri Ratih yang sulit dikendalikan, terutama saat dirinya tengah emosi, sosok itu seakan haus darah dan menguasai dirinya, untuk melakukan hal yang mengerikan. Jika sudah terlaksana,  Ratih kembali kepada pribadinya lagi dan bersikap normal.

1
Ayla Anindiyafarisa
aku mampir y thor
Aether
goblok malah balikan
Munawati Dewi
mn trusan ny
Munawati Dewi
man nh klanjutany
Kaniya Jaenes
masih penasaran, ada kaitannya sama novel kemarin - kemarin nggk ya
Anis Handayani
ntah kenapa aq sgt tdk suka karakter bagas yg lemot,bodoh,gak bs diandalkan plin plan.krg tehas dn krg greget
Ibuk'e Denia
aq suka MC wanita yang kuat dan tidak mudah di tindas
Munawati Dewi
yah kok begin sh kn lg seru2 ny ini
Nur Halisah
p
amalia gati subagio
bajingur tengik vs jalang songong, same munafiknya!!
Amalia Khaer
hy, Thor. aq reader barumu. bru part awal sdh bkin menggebu2.
Naraaulia: terimakasih kk, sudah berkenan mampir di buku aku🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Risy Risyda
suka ngan Ratih jadi perempuan jangan mau ditindas
good Author
AGOES TIE NAE 1
eh, tengah asyik baca habis pula
Aisyah
Bantai smua yg mmbuatmu sakit ratih
Aisyah
Snewen snewen dah km rayden, Ratih itu gk akn brtindak selagi tdk d usik, jd km diem aja deh rayden jngn bkin gedeg
d2h_verluthver
preman gadungan, langsung keok di tonjok Ratih🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AGOES TIE NAE 1
aku kasih 2 bunga dek bontot
Aisyah
Apaan sih rayden ganggu aja deh,
Aisyah
Klo bs 2 part dong sehari
Naraaulia: Terimakasih kk sudah mampir di cerita saya. komen kk bisa membuatku tambah semangat lagi.
total 1 replies
Aisyah
Lanjut thor mkin seru nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!