NovelToon NovelToon
Alexa

Alexa

Status: tamat
Genre:Manusia Serigala / Vampir / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:56k
Nilai: 5
Nama Author: Ita Am

Bercerita tentang seorang gadis bernama Alexa, berusia dua puluh tahun, yang mengalami kisah luar biasa sepanjang hidupnya..

Malam itu adalah malam yang tak akan pernah dia lupakan. Malam yang menjadi awal mula ceritanya..

Kejadian yang membuat dia seakan tak bisa di kendalikan, jantung yang makin berdegup kencang, seolah tengah berusaha memompa darah baru yang mulai mengalir di sekujur tubuhnya...

Menjadikan suhu tubuhnya dingin, namun terkadang panas dan berkeringat..

Sampai akhirnya satu demi satu rahasia mulai terbongkar!

Sebuah fakta mengejutkan yang menyatakan dia berasal dari klan yang berbeda...

Dua darah yang mengalir dalam satu tubuh yang sama, ia pastilah amat terkejut saat mendengarnya!

Bagaimana dia akan melanjutkan kehidupannya di masa depan setelah tahu dia bukan sepenuhnya manusia?

Yuk! Yang suka cerita Non-Human boleh di intip dulu karya baru saya, sekalian di beri dukungannya, ya...

Terima k

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Am, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Membosankan

"Baiklah, kesepakatan akan segera diambil setelah pria ini mendapat ganjaran atas perbuatannya yang menentang aturan suku yang baru, dia harus dihukum gantung untuk perbuatan tercelanya itu!" ucap Collab pada semua orang, seperti biasanya, dengan wajah gahar dan juga sangat ambisius.

*Hah? hukum gantung? apa tidak terlalu berlebihan*?

Gumam Alexa dalam hati kecilnya.

"Tuan, jangan bunuh aku!! tolong ampuni aku, Tuan! tolong ampuni aku!!" pria itu terus meronta memohon ampun pada Collab dengan sebisanya.

"Tidak bisa diampuni!" namun pria ambisius itu masih saja menolak permohonan ampun dari si pria bernasib sial itu.

Semua orang hanya bisa melongo, namun sangat berbeda dengan Alexa yang menatap sekumpulan orang, yang entah mengapa sangat aneh di depan matanya.

*Ada yang aneh di sini, kenapa semuanya hanya pria? kenapa hanya ada beberapa betina di sini, apa mereka juga mengalami masalah pada betina*?

Gumam Alexa dalam hati kecilnya, mencoba menebak apa yang sebenarnya terjadi dalam kelompok tersebut.

Seakan semuanya tak pernah tega melihat anggota kelompok mereka dihukum gantung, namun mereka juga tak punya nyali dan keberanian untuk mengungkapkan pendapat mereka, karena ucapan Collab sekalinya keluar, maka harus dipatuhi oleh semua orang.

"Tolong jangan hukum aku, tuan! tolong ampuni aku, aku janji tidak akan mengulangi hal yang sama lagi!"

"Kami tidak butuh pengkhianat seperti kamu!!" jawab Collab dengan tegas dan jelas.

"Tidak!" namun dengan cepat Alexa mencegat ucapan paman kandungnya, dan menghalangi keputusan Collab untuk menghukum rakyatnya itu.

"Ah?" semua orang dibuat tertegun dengan tindakan berani yang dilakukan oleh Alexa pada Collab, pemimpin garang yang selama ini ditakuti oleh mereka semua.

"Alexa, kenapa kamu mencegat keputusanku?" tanya Collab dengan heran.

"Karena kamu tidak bisa menghukum dia hanya karena mengambil sisa makanan para vampire, bukankah hukuman gantung terdengar sangat berlebihan hanya untuk kesalahan kecil seperti itu?" tanya Alexa pada sang paman.

"Apa katamu? kesalahan kecil? itu artinya dia sudah mengkhianati kelompok kita, mana bisa disebut masalah kecil?" tanya Collab pada Alexa seakan tidak terima dengan ucapan Alexa barusan.

"Ya, menurut aku itu terlalu berlebihan, bukankah dia melakukannya juga karena terpaksa, karena dia sudah sangat kelaparan? kejam sekali kamu sampai menghukum dirinya hanya karena perbuatan yang dia lakukan dengan cara terpaksa?" ucap Alexa langsung menohok pada Collab, membuat pria itu hanya bisa mencelos seakan tak bisa lagi menentang kebenaran yang diucapkan oleh Alexa.

"Benar, tuan, hukuman gantung tidaklah adil untuknya, bukankah lebih baik memberi dia hukuman dengan mencari binatang paling banyak di antara kami?" salah seorang kelompok terdengar memberi saran.

Collab terdiam sambil berpikir, mencerna ucapan salah seorang anggota itu, lalu kemudian terlihat menyunggingkan senyumannya.

"Ya, kau benar, dia harus membawa paling banyak binatang ke desa, dengan begitu hukuman gantung tidak akan dia dapatkan, betul begitu, kan?" ucap Collab agaknya telah mengerti dengan saran yang mereka berikan.

"Ya, Tuan, kami setuju.." teriak semua orang.

Alexa juga nampak tersenyum sekilas, melihat sosok pemimpin yang bertubuh gahar ini nampak konyol di depan semua rakyatnya.

"Hum, baiklah, mari kita mulai kerja samanya, kau dan beberapa kawan yang lain mencari binatang berpasangan di dalam hutan, sementara sisanya, akan membuat kandang dan mencari rumput, setiap hari kita akan mendapat giliran mencari rumput untuk binatang ternak kita, kalian setuju?" tanya Collab meminta suara dari rakyatnya.

"Ya, kita semua setuju!" jawab mereka semua serempak.

"Baiklah, mari kita mulai semuanya!!"

Semua orang nampak mulai bergerak memulai pekerjaan masing-masing, ada yang bergerak ke hutan dengan bergerombol, dan ada pula yang bergotong royong membangun kandang untuk calon ternak mereka nanti.

"Aku akan ikut ke hutan, siapa tahu ada vampire di sana, akan jadi hal menarik buatku," ucap Gabriell dengan genitnya.

"Sayang, apa kau sedang mencari alasan? mereka semua tahu bagaimana caranya mengecoh musuh, kau tidak perlu berpikir untuk ikut dengan mereka semua," merangkul pundak Gabriell, "lagipula aku ingat kau teramat memuji mereka beberapa saat yang lalu, aku tidak yakin kau bisa menjaga pandangan kamu pada mereka," ucap Linstain menolak permintaan Gabriell dengan halus, bahkan dengan nada menyindir yang sangat terasa ngena di hati Gabriell.

"Aish, dasar pencemburu, lihat dirimu, kau sangat menyedihkan berwajah seperti itu."

Sementara itu, perbincangan serius mulai terjadi di antara Alexa dan juga Collab, mengabaikan kemesraan yang terjadi antara Linstain dan juga Gabriell.

Mereka kemudian berjalan di belakang Linstain dan Gabriell, dan mulai banyak cerita yang hadir di antara mereka berdua, cerita tentang masa lalu yang terjadi setelah perginya Alexa dari dunia merah itu.

"Tuan Collab, aku melihat ada keanehan yang terjadi pada kelompok anda," ucap Alexa sambil terus memusatkan kedua matanya ke arah depan, tak menoleh sama sekali ke arah Collab.

"Banyak yang aneh dari kami, bisa kau jelaskan mana dulu yang kau anggap aneh!?" ucap Collab pada keponakan perempuannya itu.

"Aku hanya melihat banyak pria di dalam kelompok kalian, apa memang kalian hanya memiliki sedikit betina dalam kelompok kalian ini? maaf aku banyak tanya, karena jujur saja, aku bingung dengan semua yang aku alami," ucap Alexa pada Collab.

"Tidak apa-apa, kau memang berhak untuk tahu semuanya," jawab Collab dengan sangat ramah, namun suaranya terdengar sangat dalam kali ini, "beberapa tahun yang lalu jumlah betina kami memang sangat banyak, bahkan hampir melampaui setengah dari kelompok kami."

Mereka terus bercerita sambil berjalan menuju ke sebuah gubuk tua yang menjadi tempat tinggal Collab setelah pemukiman padat penduduk di kota sudah di luluh lantakkan oleh Valheins beserta kelompoknya.

"Entah karena apa, banyak betina yang tewas di antara kami, satu-satunya yang bisa kami curigai adalah kaum vampire, namun kami tidak menemukan apapun pada tubuh para betina yang mati, bahkan bayi-bayi yang mereka susui pun semuanya mati."

*Mati? atau mungkin, mereka terkena racun*?

Benak Alexa berpikir dengan tegas.

"Apa yang terjadi sebelum para betina tewas?" tanya Alexa pada Collab. Dia memang jadi lebih cerewet sekarang dibanding saat di dunia manusia.

"Mereka mengalami pusing, mual, dan juga muntah, dengan suhu tubuh yang mendadak sangat panas, lalu mereka akan mengalami demam sampai beberapa hari, hingga pada akhirnya, satu per satu dari mereka tewas, sekarang hanya tinggal beberapa betina saja yang masih bertahan, itu pun setelah kami berlari jauh dari pemukiman." Jawab Collab panjang kalikan lebar.

"Apa kalian tidak mempermasalahkan semua itu? bukankah semakin tidak adanya betina, maka akan semakin sulit bagi kalian untuk meneruskan keturunan kalian selanjutnya?" tanya Alexa tatkala dia mendapati bahwa Collab sama sekali tidak terlihat cemas saat menjelaskan soal betina yang mengganjal hatinya.

"Hahh! kami memang sangat mempermasalahkan hal tersebut, namun beberapa betina masih hidup dengan sehat, dan kami juga sudah pergi dari pemukiman itu, mereka pasti tidak akan menemukan kami semua." Jawab Collab.

"Bagaimana kalau mereka menemukan kalian? bagaimana kalau tanpa mereka menemukan kalian, betina pun bisa tewas lagi?"

Dia ini macam pemburu berita saja, banyak bertanya dan ingin tahu semua hal yang ada di dunia ini, termasuk dengan masa depan kelompok ini kelak. Semua permasalahan di dalam kelompok ini, tentunya dia ingin tahu semuanya.

"Untuk pertanyaan yang itu, aku minta kau yang menjawabnya sendiri," ucap Collab berhenti di depan rumah miliknya, "karena mulai sekarang kau yang akan memimpin mereka, jadi pikirkan jawaban atas pertanyaan kamu sendiri," ucap Collab pada keponakan perempuannya.

"Ini rumahku, bisa kalian tempati di sini, aku akan minta mereka membuatkan rumah baru untukku, ajak Gabriell untuk tidur di sini juga, atau mungkin, kalian akan tidur bertiga dengan Linstain." Ledek Collab pada Alexa.

Namun Alexa terlihat tidak nyaman dengan perkataan paman kandungnya barusan. Dia hanya terlihat menatap kedua mata Collab dengan sangat tajam dan bahkan amat menusuk, lalu memiringkan senyum di bibirnya.

"Sayang sekali, aku tidak suka pria berusia seratus tahun, agak tua bagiku." Jawab Alexa dengan dinginnya, lalu tanpa basa-basi, gadis itu kemudian terlihat masuk ke dalam rumah paman kandungnya itu, dan menutup pintunya.

Blam!

"Huhh! aku yakin ini memang mimpi buruk, apalagi jika malam ini benar-benar akan tidur bertiga, apa yang bisa aku lakukan saat mereka...."

Ia membayangkan semuanya, namun hanya sekejap saja, sebelum akhirnya dia memutuskan untuk mengakhiri pemikiran kotornya tentang Linstain dan juga Gabriell untuk apa yang akan terjadi pada malam ini.

"Aish, mereka seharusnya tidak tidur di sini, lagipula kamarnya sangat sempit, mereka membutuhkan tempat yang lebih luas lagi, bukan?" gumam Alexa asik dengan pikirannya sendiri.

kondisi rumah tetua sementara kelompok serigala memang agak memprihatinkan. Rumahnya kumuh, dan bahkan, banyak arak di atas meja.

Paa serigala juga menyukai arak? aromanya bahkan tercium sangat menyengat di hidung Alexa. Ini sungguh memuakkan.

Dia membuang semua hal yang tidak penting sama sekali di rumah itu, lalu mencoba membereskan tempat itu, menjadi sebuah penginapan yang amat nyaman.

"Huhh! mereka berdua tidak boleh tidur di sini," ucap Alexa masih saja memikirkan Linstain dan juga Gabriell, "entah sudah berganti gaya apa lagi mereka sekarang, sampai sudah larut begini pun mereka masih belum menunjukkan batang hidung mereka, aku yakin dia akan segera mendapatkan keturunan."

Di luar sana, nampak semua orang telah menyelesaikan semua tugas mereka, membuat kandang untuk ternak, membawa beberapa binatang dengan berpasangan dari dalam hutan, seperti rusa, dan babi hutan.

Semuanya sudah lengkap, bahkan rumput pun sudah mereka dapatkan dengan sangat mudah, semudah membalik kertas, ya, sejujurnya tidak seperti itu.

Kini Alexa tersenyum mendekat ke arah Linstain dan Gabriell dengan tatapan penuh kebahagiaan, mendapati semua orang berada di depannya dengan segenggam harapan yang mereka dapatkan dari dirinya.

Seorang gadis yang mampu memberikan kehidupan masa depan yang jauh lebih baik, bukankah kehidupan seperti ini adalah harapan dari para kawanan serigala?

"Tidak ada laporan mereka terancam dibunuh vampir saat berburu?" tanya Alexa pada Collab.

"Tidak ada, mereka mengelabui musuh dengan pakaian dan aroma mereka, akhirnya mereka bisa kembali dengan selamat, kau yang memberi saran terbaik seperti itu, hebatnya kamu!" puji Collab pada Alexa, merasa sangat kagum dengan sosok wanita muda seperti Alexa itu, "aku tidak salah mengenali kamu, kamu memang sangat cerdas, dan punya wawasan luas, sama seperti mendiang kakak, Sean memang sangat pandai dan teliti, tidak suka melakukan pekerjaan setengah-setengah, dia pasti selalu mengakhiri pekerjaannya dengan hasil yang memuaskan," ucap Collab mendadak mengulang masa lalunya.

"Tapi aku belum yakin aku ini keturunan kakak kandung kamu, bukankah aku masih belum mengenali apa yang ada dalam diriku sendiri? aku rasa aku masih meragukan hal tersebut." Jawab Alexa.

Mendengar perkataan Alexa barusan, sontak saja Collab menoleh, menatap kedua mata Alexa yang dipenuhi keraguan dan kebimbangan, memang terlihat dengan jelas di mata Alexa, bahwa dia masih ragu akan dunia ini, pun akan status besarnya di dunia ini.

Ia memang benar. Alexa masih menganggap semua ini bak seperti mimpi, dia tak pernah percaya dengan hal semacam ini, namun sekarang dia malah mengalami semuanya sendiri.

"Kau masih meragukan kenyataan, tapi aku yakin, dalam hati kecil kamu, kau adalah Sean, kau adalah bagian darinya, dia mewariskan seluruhnya padamu, masihkah kau tidak mempercayai semua itu?" tanya Collab pada keponakan perempuannya, "apa kau bahkan tak pernah sadar, detak jantung siapa yang ada di dalam tubuh kamu? dia adalah Sean, dan hatimu, dia adalah Riyana, mereka hidup dalam jiwamu, dan mereka yang menuntun kamu untuk bisa kembali ke tempat ini." Ucap Collab panjang dan lagi-lagi juga harus disertai kata lebar.

"Hahh! sayang sekali, aku harap aku akan segera bangun dari mimpi buruk ini!" ucap Alexa lalu beralih mendekat ke arah kandang yang telah terisi beberapa domba yang sangat bersih, hingga membuat sebuah pemikiran muncul di otaknya.

*Mungkinkah di dalam hutan ada domba*?

"Entah kenapa aku jadi memikirkan isi hutan di tanah ini, mungkinkah di dalamnya juga ada domba?" tanya Alexa mencoba memancing Collab untuk segera memberi dia sebuah jawaban.

"Ya, aku pernah melihat beberapa domba liar di Padang rumput hijau dan luas, hanya saja, aku pasti akan bangga saat tahu siapa pula yang membawanya kemari, tempat itu sangat jarang dikunjungi bangsa serigala, karena letaknya yang cukup jauh, hanya ada beberapa orang yang pernah kesana, salah satunya adalah aku," ucap Collab pada Alexa.

Mereka berdua bahkan terlihat lebih akrab, layaknya seorang sahabat yang sedang asik bercerita tentang rumah tempat tinggalnya.

Rupanya berkawan dengan serigala berusia 75 tahun tidak seburuk yang dipikirkan Alexa, Tuan Collab agak terlihat ramah dari bayangannya sebelum mengenal jauh.

"Hahh! apa gunanya membanggakan diri sedangkan usiaku sudah sangat tua, aku tidak yakin apa cerita itu akan berkesan di hati kamu atau tidak, rasanya terdengar sangat membosankan." Ucap Collab pada akhirnya sadar diri.

"Baguslah, karena kita juga harus pandai memilih cerita masa lalu mana yang tidak bosan untuk diceritakan, kau seharusnya paham maksud perkataanku, bukan?" tanya Alexa sambil berlalu meninggalkan keramaian.

"Ya, aku selalu tahu, lagipula Sean juta sering melakukannya padaku," ucap Collab seorang diri, "ya, seharusnya aku tidak terlalu terkejut, apalagi dia anak Sean, memang sudah seharusnya keduanya punya kemiripan, hanya saja, kenapa sikap dingin itu yang kau wariskan pada putrimu, Sean? aku jadi harus mengulang masa laluku lagi, huhh! menyedihkan."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Kustri
opo gk bau amis itu baju😤
Aneke Laoh
Luar biasa
Rany oktavia
novel yang bagus thor,,trs semangat ya
Yayu Putriamsah
Luar biasa
tinta hitam
Mampir yuk ☺️☺️
WIN
Akhir yg bahagia
WIN
Terimakasih sudah membuat cerita yg bagus dan menghibur
tèrusah berkarya
semangaaaaat thorrrrrr
tinta hitam: wahhh makasih bintang 5 nya kaka ☺️☺️🥺
terima kasih jg untuk dukungannya, jgn lupa mampir di karyaku yg lain jg ya kak ☺️
total 1 replies
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
semangat terus kka 👍💙
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
hadir kembali kka 👻
WIN
seruuuuuuuuuu
tinta hitam: iya kah ka 🤧
total 1 replies
WIN
Novel ini bagus tapi ko sepi pembaca yaaaaa
semangat terus tuk berkarya thor....
tinta hitam: makasih kak atas pujian dan dukungannya ☺️
GPP lah sepi yg penting kita terus berkarya aja 😅
total 1 replies
Zila Aziz
singgah support
tinta hitam: makasih atas support nya kaka ☺️
total 1 replies
Kumparan
kalau ada waktu mampir di karyaku ya kakk. kitab pembunuh naga😊
tinta hitam: Oce Kaka ☺️
total 1 replies
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
hadir disini juga😍
tinta hitam: gak disini gak disono ya ka 😁
total 1 replies
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
setangkai 🌹 untukmu alexa🤗
tinta hitam: terima kasih kakak ☺️
total 1 replies
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
diriku kembali lagi👻
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿: hehehe
total 2 replies
Nurhaeda
seru
tinta hitam: makasih buat bintangnya Kaka ☺️
total 1 replies
Windy Miller
Love love dong buat author yang udah buat cerita ini
mom_abyshaq
semangat othor
tinta hitam: makasih kaka ☺️
total 1 replies
thesunriseshack
masyaAllah suka banget novelnya padahal udah lama ga baca novel,tiba2 mau baca ini ternyata seru banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!