Allea tak pernah menyangka jika pernikahannya dengan Samuel yang selama ia jaga akan berakhir karena sebuah perselingkuhan.
Di saat ia memutuskan menutup rapat-rapat hatinya untuk pria lagi, tiba-tiba seorang pria bernama Leon hadir memberikannya cinta yang baru.
Akankah Allea membuka hatinya dan menerima cinta Leon? Akankah Allea dapat melupakan Samuel dan hidup bahagia bersama Leon?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rya Kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Tamu
"Kak Allea, Tiara? Kenapa kalian berdua bisa sama-sama seperti ini?" Tanya Aldo yang merasa kebingungan.
"Memangnya kenapa? Kamu terkejut melihat Kakak dan Tiara bisa datang ke rumah berdua?" Tanya Allea.
"Ya jelas aja lah Kak aku terkejut. Aku juga heran, padahal Tiara kan belum kenal sama Kakak, tapi kenapa bisa Kak Allea bawa Tiara ke sini?" Aldo mengulangi pertanyaannya.
"Ceritanya panjang, nanti aja kakak jelaskan di dalam. Tapi yang jelas kamu senang kan karena kedatangan tamu istimewa ke rumah," ucap Allea, lalu ia pun segera saja mengajak Tiara masuk ke dalam rumah.
Aldo yang masih merasa kebingungan itu pun mengikuti kakak dan wanita yang dicintainya itu masuk, pada akhirnya ia juga mengurungkan niatnya untuk pergi.
"Tiara, kok kamu bisa datang ke sini dengan Kak Allea? Kamu ketemu Kak Allea dimana?" tanya Aldo yang tak sabar mendengar penjelasan itu, sedangkan Allea senyum-senyum saja melihat adiknya yang penasaran.
"Nanti biar Kak Allea aja yang menjelaskannya ya," ucap Tiara.
Hingga langkah kaki Allea, Tiara dan Aldo pun terhenti saat sudah berada di dekat orang tuanya yang masih berada di ruang keluarga.
"Ma, Pa, ini aku bawa tamu ke rumah," ucap Allea, lalu memperkenalkan Tiara kepada kedua orang tuanya itu.
"Tiara? Kenapa namanya bisa sama dengan wanita yang disukai Aldo?" Tanya Riska.
"Ya karena memang ini orangnya Ma," ucap Allea apa adanya, sehingga membuat Tiara pun tersipu malu, begitu juga dengan Aldo.
"Oh ya? Tapi kenapa bisa kamu bersama dengan Tiara?" Tanya Riska.
"Tuh kan, Mama aja bingung. Aku juga seperti itu Ma," ucap Aldo.
"Oh … pantas saja Aldo tidak jadi kabur, jadi ternyata karena kedatangan tamu spesial di rumah dan membuatnya penasaran," hardik Sastro.
"Oh jadi tadi Aldo mau kabur ya Pa? Ya pasti nggak akan jadi lah Pa karena dia penasaran kenapa aku bisa pulang bareng Tiara," ucap Allea.
"Aku nggak mau kabur Pa, aku hanya ingin mencari udara segar aja. Bosan diomelin terus sama Mama dan Papa. Kalau masalah penasaran ya tentu aja lah, aku kan belum pernah bercerita soal Tiara yang detail, tidak pernah menunjukkan fotonya, tempat tinggalnya dimana, jadi mana mungkin kan kalau Kakak bisa kenal dengan dia," ucap Aldo.
"Ya mungkin aja, buktinya sekarang aku sudah bersama Tiara kan," ujar Allea.
"Iya, tapi aku yakin ini pasti karena kebetulan kan," tebak Aldo.
"Ya Kamu benar ini memang karena kebetulan. Tadi tidak sengaja aku bertemu Tiara di jalan, aku lihat Tiara sedang diganggu oleh 2 preman. Kamu kan tahu aku juga bukan jagoan, jadi aku hanya membantu Tiara dengan memanggil kan orang-orang di sekitar untuk menolongnya dan setelah itu pun aku mengajak Tiara bareng aku bermaksud akan mengantarnya pulang. Tetapi saat di jalan kita bercerita, ya seperti itulah akhirnya aku jadi tahu ternyata dia ini adalah Tiara, wanita yang Aldo kagumi itu," terang Allea.
"Oh … wajar saja sih ya kalau Tiara ini diperebutkan, ternyata memang cantik sekali," puji Riska.
"Terimakasih Tante. Maaf ya aku sudah ikut Kak Allea datang ke sini Tante, Om," ucap Tiara.
"Iya tidak apa-apa dong Sayang. Kenapa juga kamu harus minta maaf, kamu kan tidak salah apa-apa," ucap Riska.
"Mama, Allea, sepertinya kita harus masuk sekarang, biarkan saja Aldo dan Tiara berbicara berdua," ucap Sastro.
"Maksudnya apa Pa? Aldo dan Tiara tidak mau berbicara soal apapun kok," ucap Aldo.
Tentu saja Sastro berbicara seperti itu karena tadi mendapatkan kode dari anak perempuannya.
"Aldo, jadi sebenarnya aku ikut Kak Allea ke sini memang karena ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu," ucap Tiara.
"Tuh kan benar. Ya sudah kalau begitu Mama, Papa dan Kakak masuk ke kamar dulu ya. Kalian berdua lanjutkan saja, nanti biar Bibi yang membuatkan minuman," ucap Riska.
"Terima kasih Tante, Om, Kak Allea," ucap Tiara, lalu mereka bertiga pun segera saja pergi meninggalkan Tiara dan Aldo.
****
"Ra, jujur aku masih tidak percaya jika saat ini aku bisa melihat kamu berada di rumah aku. Padahal selama ini aku ingin mengajak kamu main ke rumah tetapi kamu selalu menolaknya dengan alasan malu," ucap Aldo.
"Aku sendiri sebenarnya nggak menyangka kalau bisa datang ke rumah kamu, karena pertemuan aku dengan Kak Allea benar-benar tidak disengaja, sepertinya memang sudah ditakdirkan. Tetapi sekarang aku sudah tahu dari Allea tentang apa yang sedang terjadi Al. Aldo, kamu tidak boleh bersikap seperti itu, kasihan Kak Allea. Hanya gara-gara masalah kamu dengan Arsya yang melibatkan aku di dalamnya, malah membuat Kak Allea merasa sedih. Aku juga jadi merasa bersalah Al. Memangnya kamu tidak mau melihat Kakak kamu bahagia dengan pria yang dicintainya?" Tanya Tiara.
Tapi aku benar-benar kesal terhadap Arsya itu, aku tidak mau menjadi saudara dengan dia," ucap Aldo.
"Gara-gara aku? Iya kan? Gara-gara aku kamu jadi bermusuhan dengan Arsya, padahal kalian tidak saling mengenal sebelumnya dan akan menjadi saudara. Aldo aku tidak memilih kamu ataupun Arsya itu karena aku tidak mau ada kesalahpahaman di antara kita, aku hanya menganggap kamu adalah teman dekat aku, kamu adalah sahabat terbaik aku. Begitu juga dengan Arsya. Jadi aku mohon sama kamu, jangan halangi pernikahan Kak Allea dengan pria yang dicintainya, kamu harus menerima kenyataan itu Al," ucap Tiara.
"Nggak Ra, aku sama sekali tidak menyalahkan kamu dalam hal ini. Karena memang aku aja yang kesal sama Arsya. pasti Kak Allea kan yang suruh kamu berbicara seperti ini sama aku?" ujar Aldo.
"Sama sekali nggak Aldo, ini atas inisiatif aku sendiri. Bahkan Kak Allea nggak tahu apa yang ingin aku bicarakan sama kamu. Yang Kak Allea tahu aku hanya ingin membahas hubungan kita," ucap Tiara apa adanya.
"Jujur aja Ra, sebenarnya kamu tidak menerima cinta aku itu bukan karena kamu tidak mau aku dan Arya bermusuhan kan, tapi karena kamu mencintai pria itu," tuding Aldo.
Tiara menggelengkan kepalanya, "Nggak Al, aku nggak mencintai Arsya ataupun kamu. Selama ini aku hanya menganggap kalian teman dekat, untuk itu aku menolak saat kamu mau mengenalkan aku kepada Kakak dan kedua orang tua kamu. Karena kita hanya teman dan asal kamu tahu Al, aku sudah dijodohkan dengan orang tua aku," ucap Tiara yang membuat Aldo begitu terkejut mendengarnya.
"Apa? Kamu serius sudah dijodohkan dengan orang tua kamu? Tapi kenapa waktu itu kamu bilang kamu ragu untuk bersama denganku karena kamu tidak mau membuat masalah, bukankah itu karena kamu takut nantinya Arsya akan menghajar aku jika tahu kita berdua sudah mempunyai hubungan?" Tanya Aldo.
"Mungkin alasan itu benar juga, tapi aku memang ragu, aku ragu untuk bersama kamu karena aku tidak tahu aku mencintai kamu atau tidak dan aku juga baru tahu kalau ternyata orang tua aku sudah mempunyai perjanjian dengan orang tua pria yang telah dijodohkan denganku. Tetapi aku tidak tahu siapa pria itu, aku berusaha untuk menerimanya karena menolak juga tidak bisa Al. Mungkin ini yang terbaik agar aku tidak bersama dengan kamu ataupun Arsya," ucap Tiara.
Aldo tampak menghirup nafas lalu menghembuskannya lagi secara perlahan, mencoba untuk menetralisir perasaannya saat ini.
"Ya sudah Tiara, kalau memang itu keputusan kamu yang terbaik, aku bisa terima kok. Tapi aku harap kamu tidak pernah ya menjauh dariku, kita tetap bersahabat seperti dulu, sekarang dan selamanya," ucap Aldo.
Meskipun sebenarnya rasa kecewa itu tumbuh di dalam dirinya, tetapi ia tetap harus menerima kenyataan.
"Iya Al. Oh ya kalau kamu nggak keberatan, kamu mau nggak menemani aku jenguk Papanya Arsya, sekaligus aku juga mau berbicara dengan Arsya soal ini," ucap Tiara.
"Tentu saja aku mau, aku akan menemani kamu," ucap Aldo tanpa berpikir lagi.
Bersambung …
padahal waktu itu ngaku hamil udah 3 bulan dan Allea belum resmi pisah sama Samuel
harusnya sekarang ini udah lahir dong?