Desri Winandra, gadis yang dibayar menikahi lelaki lumpuh untuk melunasi hutang-hutang biaya pengobatan almarhum ayahnya.
Ternyata lelaki lumpuh itu Arkhan Ghani, dia tak lain CEO di perusahaan tempatnya bekerja. Lelaki yang selama dua tahunan ini dia kagumi. Lelaki yang begitu dingin dan seolah bersikap tidak menyukainya.
Dibalik kisah hidupnya yang penuh lika-liku dan penderitaan yang selalu datang bertubi-tubi, Desri memiliki sikap tegas, baik, tulus dan penyayang.
Di dalam kisah mereka, kalian juga akan tertarik dengan beberapa karakter pendukung lainnya yang menjadi lakon utama pada diri mereka masing-masing. Terutama sang pengawal tampannya keluarga Arkhan.
Mampukah Desri melalui penderitaan yang bertubi-tubi menghampirinya?
Dapatkah dia memikat hati Arkhan yang dikaguminya selama dua tahun itu?
Selamat membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon radetsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PEREMPUAN BERBAJU TOGA
Jangan lupa ya... yang belum like, dilike dulu sana... biar makin afdol bacanya...
Dan biar aku juga rajin nulisnya😁
.
.
.
Arkhan merasakan beban berat di dadanya.
Apa ini??? Kenapa berat sekali??? Papa toloooong....!!!~ Tiba-tiba mata Arkhan terbuka lebar. Keringat membanjiri dahinya.
Huuhh cuma mimpi...~Gumamnya.
Tapi kenapa benar-benar berat ya?~ Gumamnya lagi. Hampir saja dia menggeliat karna keterkejutannya saat dia menoleh kearah sampingnya. Arkhan mungkin lupa kalau semalam dia tidur bersama wanita yang dicintainya selama dua tahun ini.
Desri tertidur dengan posisi memeluk Arkhan. Wajah cantiknya nan ayu menghadap kearah Arkhan. Dan apabila Arkhan menoleh seperti ini, wajah mereka posisinya akan beradu.
Andai aku tidak lumpuh... Aku akan membalas pelukanmu saat ini~ Gumam Arkhan dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.
Oh Tuhaaan, kenapa aku begitu serakah jika tentangnya...? Aku masih ingat perempuan polos ini dulu memelukku dan menangis di hadapanku... Dan sulit sekali bagiku untuk mengikhlaskan hatinya milik orang lain...
Tidakkah kamu mencari ku selama ini seperti aku yang hampir gila mencari mu ke semua tempat? Menunggumu hampir setiap hari di rumah sakit tempat aku mengantarkan mu waktu itu...
Dasar perempuan berbaju toga... Perempuan nakal yang berhasil merebut hatiku dan tak mau mengembalikannya...
***
FLASHBACK ON
Ketika gadis cantik berbaju toga itu keluar dari gedung, dering ponselnya bergemuruh meruntuhkan jantungnya. Dia segera mengangkat benda pipih itu ke telinganya.
"Assalamu'alaikum, Ibu..." Sapanya riang karna ini adalah hari wisudanya. Meski orang tuanya tidak dapat datang, dia tetap bahagia.
Tiba-tiba senyumnya yang merekah itu layu. Matanya yang indah kini terlihat muram. Sesekali buliran-buliran bening berjatuhan di pipinya.
Dengan tubuh yang gemetaran, dia berlari ke jalanan untuk menyetop taksi.
Sudah beberapa kali dia mencoba menghentikan taksi, tapi tidak ada satu pun taksi yang berhenti.
Desri turun dari trotoar ke jalan hendak mencoba lagi, tanpa disadarinya motor vixion dengan laju kecepatan tinggi melintas kearahnya.
Tiba-tiba pinggangnya yang ramping tertutup kain toga serasa ditarik seseorang. Wajahnya dan wajah orang itu beradu untuk beberapa detik. Dia tak lain adalah Arkhan Ghani.
Desri yang benar-benar merasa kacau ditambah terkejut, refleks memeluk Arkhan dan terisak-isak di dalam dadanya yang bidang.
Jantung Arkhan dibuatnya tak karuan, bagaimana mungkin seorang gadis yang tidak dia kenal dan juga tidak mengenal dirinya bisa memeluknya seperti ini? Tetapi Arkhan membiarkan Desri senyaman mungkin hingga sedikit merasa tenang.
Desri menjauhkan wajahnya dari dada Arkhan. Bedak dan lipstiknya tertinggal di kemeja putih bergaris-garis yang dikenakan Arkhan dan membentuk gambar wajahnya. Nggak terlalu mirip juga sih. Namanya juga orang diwisuda pasti agak menor gitu ya. Air matanya juga telah membasahi kemeja itu.
"Maafkan saya..." Ucapnya lirih. Suaranya serak karna menangis. Air matanya tetap saja mengalir tak henti.
"Kamu ada masalah??" Tanya Arkhan akhirnya.
"Ayahku kritis saat ini... Tapi aku tidak menemukan taksi sedari tadi... Aku takut..." Ungkapnya lirih dan semakin menangis.
"Kenapa tidak bilang dari tadi? Ayo ikut aku..." Arkhan menarik tangan Desri kearah mobilnya yang terparkir tidak jauh dari sana.
"Sebutkan alamatnya..." Seru Arkhan sambil memasang sabuk pengamannya.
Desri menyebutkan nama rumah sakit sekaligus alamat rumah sakit itu sambil memasang sabuk pula.
Arkhan mengendarai mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi. Dia tahu bagaimana perasaan Desri saat ini. Dia sudah kehilangan ayahnya tiga tahun lalu karena kecelakaan.
Dalam perjalanan mereka tak saling bicara. Arkhan pun juga tak ingin mengajak gadis di sampingnya bicara, karna dia tahu Desri saat ini sedang cemas. Air matanya bahkan tak henti-hentinya mengalir.
Lima belas menit kemudian mereka sampai di rumah sakit yang dituju.
Arkhan dan Desri bergegas turun dari dalam mobil. Mereka saling menghampiri.
"Terima kasih pertolongannya, Tuan. Saya sangat berhutang budi kepada Anda..." Ucap Desri dengan air mata yang terus saja berjatuhan.
"Arkhan Ghani..." Ucap Arkhan menyodorkan tangannya ke hadapan Desri.
Baru saja Desri hendak mengangkat tangannya, tetapi ponselnya berbunyi. Dia segera mengangkat ponselnya terlebih dahulu. Arkhan menjatuhkan tangannya.
"Iya, Bu... Desri sudah di depan, Desri akan segera kesana..." Ujarnya berlarian ke dalam dan melupakan sesuatu.
Arkhan hendak mengejarnya, tetapi ponselnya pun berdering.
"Ada apa, End?"
....
"Baiklah... Aku akan segera kesana." Sahutnya, kemudian memasukkan ponselnya kembali ke kantong celananya.
Arkhan mendongakkan kepalanya untuk mencari bayangan Desri yang menghilang dari kejauhan.
"Aaah... Dia belum memberitahu namanya." Umpat Arkhan.
"Besok, aku akan kembali ke sini Lagi." Ujarnya seraya masuk ke dalam mobilnya.
***
FLASHBACK OFF
Arkhan melirik kearah jam dinding. Ternyata masih dini hari. Arkhan mengecup kening Desri. Perempuan itu tampak bergeming dalam tidurnya.
Arkhan pun memejamkan matanya kembali.
.
.
.
.
.
dulu iparku anemia , bukan amnesia biasa ada jenisnya jg , selalu operasi melahirkan anaknya ... Alhamdulillah selamat .
semoga ada keajaiban untuk Desri .
kasihan klo Desrinya metong .
perempuan utama baik begitu.
sementara ayah arkhan bisa aja sengaja di celakai jg , sama halnya seperti arkhan.
jodoh Yuni siapa ya .
rival atau Endro
kasihan jg si Endro .
apa maksudnya dengan mentari yang sama?🤔
enakan melawak aja ndro jangan ganti profesi🤭😁
kakak ipar idaman
menantu idaman.