Velia harus rela menggantikan sang kakak yang kabur di hari pernikahannya dengan Daniello. Laki-laki yang memiliki kelakuan menyimpang, sampai dimana sang ayah mertua meminta janji pada Velia agar mengubah sang anak menjadi laki-laki yang normal.
"Berjanjilah pada papah, bahwa kamu. Akan membawa anak papah ke jalan yang benar,"
"Tapi..."
Dengan memelas ayah mertua Velia Tuan Samanta memohon pada dirinya, membuat Velia tak bisa berbuat apa pun. Dan belum lagi cinta masa lalu Velia dan Daniello yang kembali, saat mereka saling cinta.
Akankah mereka bersama? Ikuti kisah Velia dan Daniello.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part.35
Sore harinya Ello pulang lebih dulu, dari biasanya. Dia akan meminta penjelasan pada Velia, setelah dengan terpaksa Ello menemani Alvaro makan siang. Mereka menghabiskan waktu bersama, dan Alvaro berjanji akan mengajak Ello keluar malam ini.
Saat Ello tiba, dia melihat Velia tengah mempersiapkan makan malam untuk mereka. Dia tersenyum menyambut kedatangan Ello, namun Ello menatapnya dengan datar saat pertama kali mereka bertemu dulu.
"Kamu kenapa?" tanya Velia, yang melihat wajah Ello tanpa senyum seperti biasa.
"Tidak apa, hari ini aku akan makan di luar. Jadi tidak perlu masak," kata Ello, lalu melangkah meninggalkan Velia yang termenung. Walau dia tahu, Velia sudah hampir selesai masak.
Velia melirik hasil masakannya, yang hampir siap. Dia pun mematikan kompor, yang tengah menggoreng ayam. Lalu duduk di kursi pantry, dan memikirkan apa kesalahannya pada Ello.
Tapi semakin di pikir, semakin membuatnya kesal. Velia memutuskan, untuk menyusul Ello ke kamar mereka. Sesampainya di kamar, pintu kamar tersebut di kunci.
"Gak biasanya di kunci, dia kenapa sih?" kesal Velia, dia pun kembali ke lantai satu dan duduk di sofa dengan tv menyala menampilkan boy grup Korea favoritnya.
Beberapa menit kemudian, Ello sudah siap dengan pakaian santainya. Dia melewati Velia begitu saja, tadinya dia ingin menanyakan siapa laki-laki yang bersamanya. Tapi karena masih kesal, dia pun pergi meninggalkan Velia sendiri. Yang sudah cemberut.
"Huh... Dasar menyebalkan," pekik Velia kesal.
Malam pun tiba, Velia menatap jam di ponselnya menunjukan pukul delapan malam. Tapi Ello belum pulang juga, entah kemana suaminya itu.
Pesan gambar masuk ke ponselnya, nomor baru yang dia tak kenal. Terdapat Ello dan Alvaro, tengah makan malam bersama di sebuah cafe.
"Cih... Menolak masakan istri, lalu makan malam dengan kekasihnya." Geram Velia, dia pun memutuskan untuk keluar mencari makan di sekitaran apartemen.
Dia meyakini bahwa pengirim pesan tersebut adalah Alvaro, di sekitaran apartemen milik Ello memiliki taman. Setiap malam, selalu ada orang yang sekedar nongkrong, mencari makan atau cari angin.
Velia sendiri ingin memakan bubur ayam, saat menunggu pesannya. Tiba-tiba Dev datang dan duduk di dekat Velia, membuat Velia mendelik dan menatap dengan tajam.
"Kamu mengikuti ku?" tuduh Velia.
"Tidak, kebetulan aku sedang berada di sekitaran sini. Mencari makanan, siapa tahu aku bertemu kamu. Hemm... Mungkin kita jodoh, makanya Tuhan selalu mempertemukan kita," cetus Dev tersenyum manis, menatap Velia. Walau tanpa make-up sekali pun, dia terlihat sangat manis dan cantik alami.
"Dih... Amit-amit gue jodoh sama lo, yang ada gue di selingkuhi sama lo." Ketus Velia.
Pesanan Velia datang, satu porsi bubur dengan toping komplit kesukaan Velia. Karena pembeli semakin ramai dan Dev juga membeli apa yang di beli Velia, mereka duduk saling menghimpit. Di depan Velia dan Dev ada anak buah Alvaro yang selalu setia mengawasi Dev, dia memfoto secara diam-diam tanpa flash kamera.
Saat itu kebetulan Dev, tengah mengusap sudut bibir Velia. Dan langsung mendapat hadiah pukulan dari Velia.
"Jangan macam-macam," omel Velia dengan melotot.
"Siapa yang macam-macam sih, orang itu ada kecap di sudut bibir mu." Kekeh Dev, dia melanjutkan makannya kembali.
"Oh.. Ya, apa kamu ingat. Makan malam seperti ini, mengingatkan saat kita masih bersama dulu kan Velia?" papar Dev, membuat Velia ingin menghajar laki-laki di sebelahnya ini.
Namun Velia tak menanggapi ocehan Dev, yang seperti token listrik yang hampir habis sangat berisik. Velia pun menulikan telinganya, dan menganggap itu adalah ocehan Mommy Mila begitu pikirnya.
***
Alvaro menatap puas foto yang di kirim oleh anak buahnya, lalu dia mengirimkan pada Ello dengan nomor berbeda. Dia melirik Ello, yang terlihat badmood.
Saat pesan terkirim, Alvaro berpura-pura memainkan game yang sering mereka mainkan.
"Kurang ajar, berani sekali dia." Geram Ello.
"Kenapa? Ada masalah?" tanya Alvaro, pura-pura tak tahu.
"Tidak ada, aku harus pulang sekarang."
Tanpa menunggu jawaban Alvaro, Ello sudah beranjak dari duduknya. Dengan langkah lebar, dia meninggalkan cafe tersebut. Sedangkan Alvaro tersenyum puas.
"Sebentar lagi, akan ada kehancuran. Aku suka itu," cetus Alvaro.
"Aku rasa, harus menyuntikan dana. Untuk perusahaanya si Dev," ucap Alvaro, meminum minumannya.
Dengan kecepatan penuh, Ello mengendarai mobilnya. Tak peduli dia mendapat umpatan serta cacian, kini di pikirannya bagaimana agar cepat sampai dan memisahkan mereka.
Empat puluh menit kemudian, Ello sudah sampai di parkiran taman. Dia mengedarkan pandangan mencari di mana Velia.
Ello mendapati Velia yang sedang duduk bersama seorang lelaki, membuat Ello marah. Dia langsung menghampiri Velia, menari tangannya sampai berdiri. Beruntung Velia tak jatuh.
"Ello." Pekik Velia.
"Jangan pernah ganggu istri ku," bentak Ello.
Dev tertawa dan menggeleng menatap Ello.
"Sebelum menjadi istri mu, dia mantan ku. Sayang aku yang pernah mencicipi bibirnya terlebih dulu," ungkap Dev, membuat Velia melotot tak percaya.
Dia menatap Ello, yang sudah merah padam. Lalu melepaskan genggaman tangannya.
"Kurang ajar," pekik Ello, dia pun menghadiahi satu pukulan di wajah Dev.
Pukulan yang keras, membuat Dev terjungkal. Dan pukulan lainnya, di tubuh laleki itu.
"Dev," pekik Velia.
"Cukup El, udah. Dia bisa mati," cegah Velia memeluk Ello.
"Kamu membelanya? Oke,"
Ello pun meninggalkan Velia sendiri di taman, Velia bingung dia ingin membantu Dev atau tidak.
"Maaf Dev, tapi kamu yang cari gara-gara duluan."
Velia pun meninggalkan Dev, yang kesakitan. Berlari mengejar Ello. Beruntung Ello masih belum masuk ke dalam lift, saat berlari dia hampir jatuh.
"Aku bisa jelaskan," katanya terengah saat tiba di dalam lift, beruntung hanya ada mereka berdua.
"El, aku bisa jelaskan." Lirih Velia mencoba membujuk Ello.
"Dia memang mantan aku, tapi aku dan dia tak pernah melakukan apa-apa." Ujar Velia.
Saat tiba di dalam apartemen, Velia terus mengikuti Ello kemana pun dia melangkah.
"Ello percayalah, aku gak ada apa-apa sama dia. Aku sudah selesai sama dia beberapa tahun yang lalu," ujar Velia.
Dia menatap Ello, yang hanya diam saja. Malah meminum alkohol.
"Terserah kamu mau percaya atau tidak, aku dan dia tidak memiliki hubungan apa pun. Dan tidak pernah melakukan apa pun, saat aku masih menjadi kekasihnya." Jelas Velia dengan kesal.
Velia pun melewati Ello, memutuskan untuk masuk kedalam kamar. Dan menangis di sana, tak lama Ello pun menyusul ke dalam kamar. Melihat Velia yang menangis, membuat hatinya sakit. Velia sendiri tidak ingin tidur dengan Ello dan memutuskan untuk ke kamar tamu.
"Mau kemana?" tanya Ello saat melihat Velia, bersiap keluar.
"Bukan urusan mu," pungkas Velia, Ello memeluk Velia dari belakang.
"Maafkan aku, aku terlalu cemburu." Jujur Ello.
Velia hanya diam saja, bisa saja dia mengungkit semua kelakuan Ello saat bersama Alvaro. Ello membalikan tubuh Velia, agar bisa menatap wajah cantik itu. Lalu menghapus air matanya.
"Maafkan aku," ulang Ello sekali lagi, namun Velia hanya diam.
Sebenarnya Velia enggan memaafkan Ello, tapi melihat sorot mata yang tak asing baginya. Selalu membuatnya luluh, seolah Velia tertarik ke dalam nostalgia saat dia kecil. Bersama dengan anak lelaki, yang berwajah bule tapi sipit di mata. Dan itu mirip sekali dengan Ello.
****
Dev melecehkan istri orang segitu aja hukumannya
alvaro juga menyerah istri orang untuk dilecehkan dan percobaan pembunuhan malah tidak dapat hukuman sama sekali
dan ene eng saat wanita lain yang melakukan kesalahan
keyra melakukan kesalahan pada beliau langsung diberi hukuman disekap dan dibuat menderita dan taura baru dibebaskan
aku setuju semua tokoh jahat mendapatkan kesempatan berubah tapi yang jadi masalah kenapa hanya wanita jahat yang dapat hukuman yang kejam sedangkan pria2 jahat bebas begitu saja, bahkan setelah melecehkan istri orang
ini lah sifat wanita, mereka akan kejam pada wanita lain yang jahat padanya tapi akan lembut dan tidak tega pada pria lain yang jahat padanya