NovelToon NovelToon
Contrac wedding 30 day's with CEO

Contrac wedding 30 day's with CEO

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:188.6k
Nilai: 5
Nama Author: Morata

Emin Erdana gadis cantik nan rupawan, usia 18 tahun terpaksa harus menikah dengan Tuan muda Abelano putra tunggal Tuan Basten dan Nyonya Agatha. Untuk menyelamatkan reputasi Keluarga Besar Basten. Setelah pernikahan Putranya Abelano gagal karna sang kekasih lebih memilih pria lain.

Akankah Emin Erdana menerima pernikahannya dengan Abelano?
"Apakah Abelano dapat menerima pernikahan itu? simak ceritanya di "Contrac wedding 30 day's with CEO "


by Morata
FB Nolan s
Ig Sihalohoherlita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35. MERASA TERGANGGU

Karena harta hanyalah sementara dan itu hanya titipan Allah. Aku baru menyadari itu semua. Untuk itu mas benar-benar minta maaf kepada kamu, karena sudah bersikap kasar kepadamu.

jika masih terbuka pintu maaf kepadaku, Tolong maafkan aku istriku. Aku sangat mencintaimu dan menyayangimu. Maafkan Aku baru menyadari hal itu semua. Maafkan aku karena telah mengatai Mu wanita sampah. Yang sepatutnya sampah itu adalah aku. Aku tidak pernah mengucap syukur akan apa yang aku dapatkan.

Terima kasih atas pembelajaran yang kau berikan kepadaku. Jika kau tidak melakukan itu, mungkin aku belum menyadarinya semuanya." ucap Abelano yang merasa bersalah akan sikap dan tingkah lakunya kepada Emin selama ini.

"Emin hanya diam mendengar dan menatap suaminya. Ia berusaha mencari kebohongan disorot bola mata Abelano. Tetapi ia tidak menemukan kebohongan di sana. Emin mengembangkan senyumnya menatap Abelano dengan Tatapan yang sulit diartikan.

Emin meminta kepada Abelano untuk duduk kembali agar mereka segera menikmati makan malam. Apalagi Jam sudah menunjukkan pukul 21.00 malam.

"Mas ini sudah pukul 21.00, nanti saja ngomongnya. lebih baik kita makan aku sudah sangat lapar." ucap Emin sambil mengembangkan senyumnya.

Dengan telaten Emin menata makanan itu dan memberikannya kepada suaminya. "Makanlah supaya ada tenagamu berbicara kepadaku. Dari tadi kamu banyak bicara." perintah Emin sambil mengembangkan senyumnya menatap Abelano.

Senyuman itu mampu memporak-porandakan hati Abelano

Abelano duduk kembali tepat di hadapan Erwin agar dirinya dapat menatap istrinya itu.

"Makanlah jangan terlalu banyak mengoceh Kau pasti sudah sangat lapar.

Abelano menganggukkan kepalanya. selalu perlahan Abelano memasukkan menu makanan yang sudah dihidangkan ke dalam mulutnya.

Begitu juga dengan Emin. Entah karena terasa sangat lapar Abelano dan Emin menghabiskan menu makanan yang ada di atas meja.

Drama makan malam telah usai, lalu mereka kembali duduk di sofa untuk menikmati siaran televisi yang tayang di salah satu televisi swasta. "Apa kau sudah ngantuk?

"Tidak, Lagian kalau baru selesai makan itu, tidak bagus untuk berbaring.

Emin berlalu keluar dari apartemen menuju balkon. Di balkon terdapat dua kursi dan meja kecil yang dapat memandang pemandangan indah ibu kota. Apalagi jika di malam hari, ia dapat memandang hamparan kota yang luas dilengkapi dengan lampu-lampu yang begitu indah memanjakan mata.

Melihat Emin keluar dari apartemen miliknya menuju balkon, Abelano menyusul Emin.

"Kau di sini?

"Hemmmm

"Menikmati pemandangan indah di malam hari udaranya sangat sejuk masuk ke pori-pori tubuhku." ucap Emin berterus terang kepada Abelano.

"Apa kau menyukai tinggal di sini?

Emin tidak menjawab.

"Kenapa kamu diam?

Jika waktu bisa diputar kembali Mungkin aku akan memutar waktu. Agar aku memperbaiki diriku dan memperbaiki segala sikap dan tingkah lakuku kepadamu istriku sayang." ucap Abelano sambil memeluk Emin dari belakang.

Hingga hembusan nafas Abelano terasa jelas di daun telinga Emin. Hingga bulu kuduk Emin merasa merinding.

Emin memutari tubuhnya, agar dapat melihat suaminya dengan jarak dekat. "Apa kau tidak merasa jijik memelukku?

"Kenapa aku merasa jijik?

"Aku wanita sampah sudah tidak sepatutnya kamu peluk."

"Sayang maafkan aku, aku menyadari kesalahanku yang berbicara kasar kepadamu. Apakah tidak ada pintu maaf Di hatimu kepadaku? tanya Abelano memohon. Emin menatap suaminya dengan Tatapan yang sulit diartikan. Tiba-tiba,

Cup......

Emin memberikan kecupan hangat di wajah tampan Abelano.

Membuat Abelano merasa sangat bahagian mendapatkan kecupan hangat dari Emin yang selama ini tidak didapatkan Abelano dari Emin. Abelano benar benar sangat bahagia mendapat kecupan hangat dari Emin.Emin yang merasa malu memberikan kecupan hangat kepada suaminya, langsung berlari masuk ke dalam apartemen.

Sementara Abelano masih terpaku memegang bekas kecupan dari Emin. lalu ia tersadar, kemudian mengejar Emin masuk ke dalam apartemen. Abelano menatap istrinya sudah berbaring di atas tempat tidur yang berukuran King size yang selama ini menemani tidur Abelano. Dikamar yang selama ini ditempati oleh Abelano

"Kenapa langsung lari sayang?

Emin tidak menjawab. Tubuh Emin membelakangi Abelano. Ia merasa sedikit malu karena sudah berani memberikan kecupan hangat di wajah tampan suaminya.

"Lebih baik kamu langsung tidur, kalau kau tidak merasa nyaman tidur di sampingku, aku bisa tidur di sofa." ucap sambil mulai bangkit dari pembaringannya. "Tidak, justru Ini yang aku inginkan. Tiba-tiba mati lampu membuat Emin merasa ketakutan dan sontak memeluk Abelano.

"Kenapa lampunya mati!" teriak Emin merasa ketakutan dan memeluk Abelano dengan erat. "Jangan khawatir, kamu sudah lihat bukan? di luar hujan turun deras. itu biasa terjadi kalau ada gangguan listrik." ucap Abelano sambil mengelus pundak Emin dan berusaha mencari lampu emergency yang ada di kamarnya. lalu menghidupkannya.

Abelano merasa getaran yang cukup hebat di tubuhnya, ketika Emin memeluk dirinya dengan erat. Ia merasa bahagia telah membawa Emin ke apartemen pribadinya. walaupun kedua orang tua Emin belum mengetahui kalau Emin saat ini berada di apartemen milik suaminya.

Karena masih dilanda ketakutan, Emin tetap memeluk tubuh suaminya. Hingga abelano memberanikan dirinya untuk memberikan kecupan hangat di bibir manis istrinya. Bukan malah menolak, melainkan Emin membalas kecupan itu. Membuat Abelano semakin merasakan sensasi yang sangat luar biasa.

Perlahan kecupan itu semakin mendalam. hingga lidah mereka saling bersahutan di sana. Emin menikmati gerakan lidah yang dilakukan Abelano Begitu juga dengan Abelano menikmati segala gerakan demi gerakan yang dilakukan Emin terhadapnya.

Kini keduanya benar-benar diselimuti Api Asmara. hal yang seharusnya mereka lakukan ketika mereka berada di malam pertama hampir saja mereka lakukan saat itu. Semua itu terganggu karena suara Deringan ponsel Abelano yang sedari tadi menjerit-jerit

Emin dan Abelano menghentikan aksi mereka Emin meminta Abelano untuk mengangkat telepon selulernya. Ia melihat panggilan seluler dari tuan Basten. "Abelano langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada tuan Bansten.

"Hallo Assalamualaikum Pi, sapa Abelano dalam sambungan telepon selulernya.

"Kau di mana sekarang? cepat katakan teriak Tuan Basten dari ujung telepon.

"Ada di apartemen bersama Emin. Ada apa Pi?

"Ya sudah tidak apa-apa, kalau kau di sana bersama Emin." ucap Tuan Basten langsung mematikan sambungan telepon selulernya.

"Buset dah, ada apa sih Papi ini menghubungi tengah malam seperti ini? membuat ku terganggu." gerutu Abelano sambil meletakkan ponselnya begitu saja karena dirinya kesal melihat Tuan Basten karena tuan Basten mengganggu dirinya di saat ingin memadu Asmara dengan istrinya.

"Kenapa cemberut begitu?

"Papi yang menghubungiku. Eh ditanya untuk apa menghubungi malah langsung mematikan setelah aku memberitahu kalau kamu ada bersamaku di sini." ucapnya merasa kesal.

Bersambung.....

hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya emak

1
Nini Tuti
Luar biasa
Inayatul Khoiriyah
makin kesini makin menarik ceritanya
Inayatul Khoiriyah
lanjut thor.ceritanya menarik nih
Qaisaa Nazarudin
Untuk kemasukan aja ya Thor,, Harusnya omongan Paris dan dan Emin itu harus di pisahkan setiapa omongan mereka, jgn di sambung2, Riders jadi gak paham omongan nya siapa,, Aku coba utk paham dr td itu kata2 dr siapa,karena kalimat dan ayatnya kamu sambungkan di antara keduanya..
Qaisaa Nazarudin
Diihh Emin ternyata iman mu senipis kulit bawang,di cumbu dikit aja udah luluh aja..
Qaisaa Nazarudin
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Cih SAYANG.. mau muntah aku mendengarnya🤮🤮🤮🤮
Qaisaa Nazarudin
Aaaaahhh ku tarik kata2 ku tdi yg tlah mengatakan waktu yg tdk tepat hp Emin berbunyi,, Ternyata emang waktu yg paling tepat hp nya berbunyi,karena yg nelponnya adalah pak Faris 👏🏻👏🏻👏🏻😅😅
Qaisaa Nazarudin
OMG waktu yg tidak tepat dia berbunyi..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Cih,, Egois banget,, Ingat Emin bagi mu janya wanita SAMPAH dan wanita MURAHAN,, bukan kah cap itu yg sudah kamu berilannkepd Emin??!!Dasar,Rasain kamu sekarang,Aku gal rela kalo Emin sampai menerima Abelano lagi thor..
Qaisaa Nazarudin
Jangannpernah menyalahkan org lain atas kesalahan kamu sendiri..
Qaisaa Nazarudin
ISTRI??!! gak sadar kamu kontrak pernikahan mu sudah tamat,gak malu kamu..
Qaisaa Nazarudin
OMG semoga Abelano gak liat Emin🤲🏻🤲🏻
Qaisaa Nazarudin
Kannwaktunitu Emin pernah minta ijin utk kerja di perusahaan,kenapa gak langsung di cari di sana aja..
Qaisaa Nazarudin
Pantas menjadi menantu kalian TAPI tidak pantas menjadi istri seorg Slbeno yg sombong itu,Albeno gak pantas buat Emin,
Qaisaa Nazarudin
Nah sekarang kamu tau siapa yg murahan Albeno?? istri mu kah atau mantan kamu??
Qaisaa Nazarudin
Yezzz Akhirnya Emin bisa keluar dr rumah itu,Semoga pria angkuh dan tua itu bajagia dan senang karena pernikahan kontrak pilihannya sudah terlaksana..Jangan menyesal iya,,
Dan semoga Emin selalu sukses di luar sana,Jgn mau di pujuk pulang oleh pria tua itu lagi iya Emin..👍🏻
Qaisaa Nazarudin
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻👍🏻 Bagus Emin,Aku suka gaya mu, kamu harus tegas dan sadarkan pria sombong itu kembali akan kesadarannya yg terlalu pongah,memandang org lain hina,tampa di sadari dia itu yg lebih hina,karena gak pernah bersyukur dgn apa yg dia miliki,harusnya irang kaya itu merendah diri jgn sombong,karena harta hanya lah titipan.. ckck..
Qaisaa Nazarudin
Astaga udah 38 aja umurnya,Tua banget, tapi keluakuannya kayak abege,hak sadar diri,kelakuannya gak sama dgn umurnya,yg selalu maki2 org seenak jidatnya..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Cih yg ada ntar di hoda dan di rayu dikit,kamu yg luluh,dan hilang semua dendam mu..🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!