Kisah dimulai dari kedatangan Mahsat, seorang laki-laki dari planet yang turun ke bumi. Mahsat turun ke bumi dengan tujuan untuk merasakan kehidupan layaknya manusia, mencari pengalaman berbeda dari kehidupan di Mars. namun kedatangan Mahsat tidak hanya mempengaruhi dirinya sendiri tapi juga takdir seorang gadis bernama Tasya.
Tasya seorang gadis yang pemalu yang hidupnya monoton dan cenderung membosankan. Namun, kedatangan Mahsat ke kehidupannya, semuanya berubah. Kehadiran Mahsat membuat Tasya merasa lebih ceria dan semangat. Sayangnya Mahsat jatuh hati pada Tasya. Meskipun perasaanya tulus, Mahsat tahu bahwa akan kembali ke Mars pada waktunya yang telah di tentukan.
Sementara itu, disisi lain, ada mahluk lain dari bangsa jin yang merupakan teman Mahsat.
Dengan berbagai liku-liku yang ada, Mahsat dan Tasya, Adrian dan Endah memberikan pelajaran bahwa cinta sejati bukanlah tentang memiliki seseorang, tapi tentang memberikan yang terbaik pada orang yang dicintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka junhata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Halaman31
Dari awal, Endah memang takjub dan kagum pada Mahsat. Namun, setelah Mahsat mengungkap bahwa Adrianlah yang menyukainya, dan tidak sebaliknya. Hal itu membuat Endah seolah terpuruk. Terlebih lagi saat ia mengetahui Mahsat dan Adrian yang berasal dari dunia yang berbeda darinya tersebut.
Akan tetapi, faktor utama yang membuat Endah terpuruk, adalah karena Mahsat tidak bisa menerima cintanya. Karena meskipun Mahsat bukan manusia. Endah tidak perduli dengan perbedaan dunia tersebut.
Hari-haripun berlalu. Bersamaan dengan dekatnya waktu Mahsat di bumi. Felicia melihat keseharian Endah, banyak berubah, yang cenderung banyak melamun.
Suatu pagi, Felicia memberitahu kabar buruk pada Endah tentang perusahan yang mereka jalani. Kantor mereka mengalami masalah besar, karena berkurangnya pantauan dari Endah, yang terancam bangkrut.
Hal ini membuat hidup Endah benar-benar hancur. Namun, Adrian yang tentunya perduli pada Endah, dia-pun berusaha membantunya dari segala cara, tanpa sepengetahuan Endah sendiri.
Anehnya, Mahsat adalah orang yang selalu mengerti di setiap keadaan yang buruk. Hari ini dia tidak masuk bekerja.
"Kemana Mahsat?" tanya Endah pada Adrian menampakan wajah sedihnya dengan harapan Mahsat bisa membantu keadaan kantornya
Sementara Adrian yang memang sudah membenci Mahsat, iapun tidak mengetahui di mana Mahsat berada.
"Maaf Ndah! Akhir-akhir ini saya jarang melihat Mahsat" singkat Adrian
"Apa mungkin dia sudah kembali?" pikir Endah dalam keadaan sedih tersebut setelah mendengar ucapan Adrian
Kemudian dalan keadaan seolah semakin terpuruk. Endah meranjak hendak pulang, meninggalkan masalah yang ada.
Felicia dan Aulia gadis yang memiliki peranan penting di kantor tersebut. Mereka berdua-pun khawatir dengan keadaan Endah.
"Kita harus mencari cara, untuk membantu Endah!" kata Felicia pada Aulia dan Adrian
Dan Felicia yang sudah mengetahui siapa Adrian maupun Mahsat. Felicia menyerahkan musibah, yang mereka semua alami tersebut pada Adrian untuk mengatasinya. Dengan harapan semoga Adrian bisa menyelsaikannya dengan cara apapun.
"Adrian! Kalau lu emang suka sama Endah. Ini kesempatan lu buat dapetin hatinya, kalau lu berhasil memperbaiki masalah yang terjadi pada kita. Siapa tau perasaan Endah pada Mahsat akan berubah" ucap Felicia memberikan dukungan dengan penuh keyakinan
Mendengar Felicia yang seolah mendukung Adrian. Adrian-pun mengangguk mengerti, seolah mendapat dorongan semangat.
Tanpa menungu waktu lama. Adrian langsung mencari titik penyebab permasalahan yang terjadi.
Singkat cerita, setelah dua hari, menemukan penyebabnya, pada akhirnya iapun berhasil menyelsaikan keadaan perusahan atau kantor mereka kembali seperti biasa.
Dan setelah Felicia mengetahuinya, ia langsung memberikan kabar baik tersebut pada Endah. Felicia memberitahunya dengan menemui Endah di rumahnya secara langsung.
Dan pada saat Felicia tiba di rumah Endah. Felicia melihat Endah menghabiskan kesehariannya, dengan melamun di halaman yang terdapat kolam renang di lingkungan rumahnya.
"Ndah!"panggil Felicia menghampiri
Dan Endah hanya menoleh, tanpa menjawab panggilan Felicia.
Kemudian Felicia duduk di kursi dekat Endah.
"Tadinya aku kira, cewek seperti kamu, nggak akan terpengaruh oleh yang namanya cinta" ucap Felicia yang merasakan perubahan sifat Endah tersebut
Dan Endah hanya terdiam tanpa kata. Seolah tidak mau bicara apa-apa.
Dan karena, Felicia mengerti apa yang di rasakan Endah. Felicia-pun tersenyum tipis sebelum akhirnya berkata " Semenjak pertama, mengenal Mahsat, awalnya aku pernah berharap menjadi pacarnya. Tapi, setelah mengetahui siapa dia. Aku rasa, perkataan yang di ucapkan Mahsat, ada benarnya. Bisa bersahabat dengan kamu itu, sudah lebih dari sekedar melengkapi catatan hidupnya. Dan aku mengerti, bahwa kata-kata yang dia maksud, adalah tentang sebuah pengalaman dan pelajaran yang nggak bisa miliki oleh semua orang" ucap Felicia sembari menyampaikan apa yang pernah di ucapkan Mahsat terhadapnya pada Endah.
#Pengumuman.
Dalam hal yang menyangkut judul dan genre cerita kita akan memasuki Kisah Mahsat yang berbeda. Dan oleh karena itu, untuk season 2 ini, cukup sekian.................. .
Di season ini tertulis sedikit Bab. Namun kami akan mengurai jumlah kata yang banyak, agar cerita ini tetap terus di perbaharui meskipun sudah bersatus tamat. Dan meskipun akan terus di perbaharui, itu tidak akan mengubah alurnya cerita.
Terimakasih.......!
semuanya kumpul???