Karena jalan yang lama sudah tidak bisa digunakan. Maka dibuatlah jalan yang baru. Sebuah jalur baru untuk para pemudik yang selalu rindu ingin pulang ke kampung halaman.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Yang Mati Membangunkan yang Hidup
Jauh di sebuah desa terpencil
Darmo seorang penjual bibit tanaman hidup bahagia bersama anak dan istrinya di rumah yang menyendiri di dekat kebun.
Rutinitas sehari-hari Darmo dan istrinya adalah merawat tanaman-tanaman pohon dari sejak tunas sampai tumbuh untuk siap dijual.
Putri Darmo baru berusia dua tahun. Sudah bisa berdiri dan mulai berjalan pelan-pelan.
Bicaranya juga sudah lumayan jelas.
"Pak",
"Apa Bu?",
Darmo menjadi malas untuk ngobrol ketika melihat raut wajah istrinya yang sengaja dibuat berkerut.
"Ini masih pagi Bu",
"Masak mau membicarakan hal itu lagi",
"Nanti malah ribut lagi, tidak enak didengar sama tetangga yang lewat",
Darmo dan istrinya terpaut jarak usia lebih dari sepuluh tahun.
Makanya Darmo yang jauh lebih tua bisa lebih bersabar kepada teman hidupnya yang masih berumur belasan tahun.
"Tapi aku sekarang benar-benar yakin Pak",
"Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri",
"Aku tidak mengkhayal",
"Sumpah demi Allah Pak",
"Ya sudah Bu, nanti coba aku minta tolong sama yang tahu",
Belakangan ini rumah tangga Darmo terjangkit selisih paham.
Masalah utamanya bukan soal jatah uang bulanan ataupun nafkah kebatinan. Tapi ini persoalan mistis.
Istri Darmo yang mengalaminya sendiri.
Sore hari waktu mau mandi
Kamar mandi mereka terpisah dengan rumah.
Terletak di belakang rumah di samping sumur.
Istri Darmo mau mandi sore. Ia sudah membawa handuk dan perlengkapan mandi yang lain.
Sebelum mulai mandi ia buang air besar terlebih dahulu meski tidak keluar sama sekali.
Saat jongkok itu istri Darmo mendengar suara orang yang sedang mondar-mandir di belakang rumahnya.
Istri Darmo sangka itu pasti suaminya yang sedang melakukan entah apa.
Ia taruh handuk di atas pintu kamar mandi yang tidak beratap.
Begitu juga dengan pakaian kotor yang sudah bercampur keringat lantaran seharian bekerja.
Ketika mau mandi istri Darmo tersenyum-senyum sendiri karena ada handuk satu lagi yang tiba-tiba nemplok di atas pintu kamar mandi.
Pasti Darmo mau membujuk istrinya mandi bersama.
Istri Darmo pun senang karena kebetulan juga sedang mau.
Gairah itu tergugah begitu melihat dua handuk yang saling bertumpukan.
Bercinta di bilik sumur selalu mengasyikan.
Gampang basah karena sering kecipratan.
Dalam keadaan sudah telanjang bulat, istri Darmo membuka pintu kamar mandi untuk mempersilahkan suami tercinta masuk.
"Ayo pak, gas",
Istri Darmo semangat tingkat dewa.
Tapi ketika pintu kamar mandi dibuka.
Di sana ternyata tidak ada siapa-siapa.
Sebaliknya suasananya tampak sunyi mencekam.
"Masak handuk bisa terbang sendiri?",
Istri Darmo langsung menutup pintu lalu mandi dengan buru-buru.
Yang penting basah, sabunan dan dibilas.
Itu baru kejadian yang pertama.
Istri Darmo bangun tengah malam untuk pipis
Istri Darmo keluar ke belakang rumah jam satu malam.
Kebelet mengalahkan rasa takut apa pun.
Lebih baik merinding dari pada ngompol di dalam rumah.
Saat buang air kecil. Istri Darmo mendengar anaknya menangis.
"Waduh, anakku kenapa?",
Tapi ia tetap tenang karena ada suaminya di dalam kamar yang sama.
Tapi sesudah selesai pipis, anaknya tak kunjung berhenti menangis.
Tangisan bocah itu terdengar sampai ke kamar mandi.
"Apa jangan-jangan Darmo tidak terbangun dengan suara tangisan anaknya sendiri yang sekeras itu?",
"Tapi memang dengkuran Darmo terkadang lebih kencang bunyinya ketimbang terompet tahun baru",
Istri Darmo balik ke kamar dengan langkah yang lebih cepat.
Sewaktu sampai di dalam kamar.
Anak dan suaminya masih sama-sama tertidur pulas.
"Lalu yang tadi di belakang itu suara tangisan siapa?",
Kejadian horor ketiga yang dialami oleh istri Darmo lebih ekstrim lagi.
Padahal kejadiannya masih terhitung pagi.
Karena bibit pohon mereka baru saja banyak diborong.
Hari itu keluarga Darmo mensyukurinya dengan cara makan yang enak.
Darmo membeli ayam jago tetangga untuk dimasak opor.
Istri Darmo yang sedang masak ayam kaget ada rambut yang larut di dalam kuah masakannya.
"Perasaan tadi bulu-bulu ayamnya sudah dibersihkan dengan sempurna",
Rambut itu juga bukan rambut istri Darmo yang tidak pernah sepanjang itu.
Dan ternyata pemilik helai rambut panjang bergelombang yang masuk ke dalam masakan opor ayam jago yang sebentar lagi matang itu adalah sosok yang sedang nangkring di atas plafon dapur.
Sosok setan perempuan bergaun hitam dengan rupa yang menyeramkan.