Bagaimana jadinya seorang Nenek menjelajah waktu ke zaman kuno?
Would you believe that?
Yaa ... Dia adalah seorang Nenek berusia 50 tahun bernama Chan Lya, yang harus menjelajah waktu ke Zaman kuno.
Nenek Chan terbunuh di saat ia menyelamatkan cucu kesayanganya dari pria yang ingin menangkap mereka, dan di saat-saat terakhirnya ... Nenek Chan berdo'a kepada sang dewa jika dia ingin mempunyai kehidupan ke dua, di mana dia adalah wanita kuat dan berkuasa agar semua orang tidak semena mena terhadapnya.
Akan ‘kah Nenek Chan bisa hidup di zaman kuno?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani_aza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 : Nasib yang sama.
A Grandmother's Time Trevel•
...🐉🐉🐉...
''Tolong ... tolong ...'' Nenek Chan berteriak, membuat para penjaga langsung menghampiri.
''YangMulia Permaisuri, ada apa gerangan?''
''It-itu ... itu, aku ... ah Dewa, semoga hidupku baik-baik saja.'' Nenek Chan berpura-pura shock dan terbata-bata.
''YangMulia.''
''Aku mendengar suara aneh dari kediaman selir Luxia, dia menjerit seperti kesakitan atau ke'enakkan entahlah. Coba tolong periksa dia.''
Para penjaga itu langsung menoleh ke arah kediaman selir Luxia dan berlari untuk memeriksa. Tak lupa Nenek Chan mengikuti mereka dari belakang, yang mana langkahnya di iringi penuh senyum akan kemenangan.
Para penjaga kini berada tepat di depan kamar selir Luxia, dan benar saja apa yang di katakan oleh Junjungan mereka. Bahwa di dalam terdengar suara ambigu namun bukan suara orang kesakitan ... membuat para pengawal itu saling pandang dan menelan ludah mereka masing-masing.
''YangMulia Permaisuri, apa baginda Kaisar ada di dalam?'' tanya salah satu penjaga memberanikan diri.
''Tidak! Kaisar HongYu sedang pergi dan belum kembali dari tadi siang.''
''Kegaduhan apa yang kalian buat di depan kediaman selir Luxia?'' tanya Ibu suri, yang entah kapan ada di belakang Nenek Chan.
Nenek Chan menoleh dan langsung memberi salam walau dirinya enggan.
Belum sempat Ibusuri berbicara, dia mendengar suara ambigu di dalam kediaman selir Luxia hingga keningnya berkerut.
''Permaisuri, ada apa ini?''
"Cih pura-pura polos! Menantu kesayangan mu sedang wikwik di dalam."
''Ibu, Selir Luxia ...''
Ibusuri yang sudah geli mendengar suara-suara ambigu dari dalam, langsung melangkah dan membuka lebar pintu kediaman selir Luxia. Mata tajam nya melihat sosok menantu yang sangat dia percaya tengah di gagahi oleh pengawalnya sendiri.
''SELIR LUXIA!'' Bentak Ibusuri menggema di kediaman selir Luxia dengan keras, yang mana suaranya mampu membangunkan seluruh anggota istana.
Ibusuri tidak pernah menyangka jika salah satu selir anaknya yang dia banggakan malah berkhianat di belakang anaknya, membuat Ibusuri murka dan langsung menyuruh para pengawal untuk menyeret keduanya ke luar.
Sedangkan selir Luxia yang memang tidak sadar hanya cengegesan seperti cacing kepanasan, berceloteh bahwa rohaninya belum puas dan menginginkan Itu lagi ... membuat Ibusuri benar-benar murka dan mencambuk selir kesayanganya dengan sadis.
Sedangkan sang pelaku menyunggingkan bibirnya, "Lihat saja, nasibnya akan sama dengan selir Fengyi yang di hukum mati." Gumam Nenek Chan dalam hati, menikmati pemandangan yang indah untuk di pandang.
"Sayangnya, di sini tidak ada popcorn."
~
~
~
~
~
Kabar jika selir Luxia yang berselingkuh telah tersebar di seluruh pelosok kerajaan Barat, di mana kabar itu pula sudah terdengar oleh menteri peperangan yang tidak lain adalah Ayah kandung dari selir Luxia.
Tuan Lu bergegas pergi ke istana untuk menyelamatkan putrinya yang akan di hukum mati pagi ini, membuat dada dan lututnya bergetar tak kuasa menahan amarah yang ada di dalam hati.
Tuan Lu marah karna anaknya bisa seceroboh ini. Tuan Lu juga marah karna Kaisar tidak mau mengampuni anaknya, padahal anaknya sudah mengabdi selama satu tahun ini untuk menjadi selirnya.
Thuk.
...Thuk....
Thuk.
Suara sepatu kuda terdengar begitu nyaring masuk kedalam pekarangan istana, lalu Tuan Lu turun dengan tergesa gesa menuju tempat sang anak yang akan di eksekusi.
Sementara di tempat eksekusi semua tengah berkumpul, termasuk Kaisar dan Permaisuri yang akan menyaksikan pemenggalan selir Luxia.
Ada yang menarik di mata Nenek Chan, yaitu teriakan dari selir Luxia yang berkata jika dirinya tidak bersalah dan tidak pernah berselingkuh di belakang Kaisar. Namun sayangnya perkataan dari selir Luxia itu tidak ada yang mau mendengar, karna saksi mata tentang kejadian semalam adalah Ibusuri sendiri.
Para selir tersenyum dengan bahagia, karna saingan mereka berkurang satu lagi. Sedangkan Nenek Chan yang melihat senyum puas dari para selir tengah merencakan sesuatu untuk mereka bertiga.
''Mulai!'' titah Kaisar, yang mana algojo sudah siap sambil memegang pedang di tanganya.
Bagaikan adegan slowmo, pedang itu dengan perlahan mengayun ke udara dan gerakan ke bawah di mana leher selir Luxia sudah siap di penggal.
''Tunggu!'' Teriak Mentri Peperangan menghentikan algojo. ''Ya-YangMulia ... hamba memohon pengampunan untuk putri hamba.''
''LANCANG!'' bentak Ibusuri tidak terima.
Menteri peperangan tidak perduli, ia berlutut pada Kaisar untuk memaafkan putrinya, namun Ibusuri menentang permohonan itu ... bagi Ibusuri, selir Luxia telah menginjak kepalanya dan harga dirinya secara terang-terangan. Dia sudah menganggap selir Luxia anaknya sendiri, tapi malah menghianati kepercayaan yang sudah dia berikan.
''YangMulia.'' Menteri peperangan masih bersujud.
Ibusuri yang geram langsung melangkah ke arah algojo dan merebut pedang di tangan algojo, lalu ...
SRAAAKK!!
Ibusuri dengan kejam memenggal kepala selir Luxia tanpa belas kasih, menatap tajam pada Menteri peperangan dan berkata, ''Itulah hukuman bagi pengkhianat!'' Teriak Ibusuri, sambil melemparkan pedang kesembarang arah.
Semua orang terkejut bukan main, tapi tidak terkecuali Nenek Chan yang menyunggingkan bibirnya sambil bergumam, "Tidak perlu mengotori tanganku! Karna akan ada orang ketiga yang menyelesaikan semuanya."
•
...🐉🐉🐉...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...