Soraya Foster seorang guru yang mencintai muridnya sendiri bernama Ryan Mattiew. Kisah mereka semakin rumit ketika Soraya tiba-tiba hamil anak Ryan.
Hal itu membuat Ryan dikirim oleh kedua orang tuanya ke luar negeri agar berpisah dari Soraya.
Lima tahun kemudian Ryan kembali, dia sudah melupakan masa lalunya dengan Soraya dan sudah memiliki tunangan.
Saat ia kembali ke negaranya di situlah Ryan bertemu kembali dengan Soraya guru yang dulu adalah cinta monyetnya, dan dia menyadari ada anak kecil yang tumbuh bersama Soraya.
Akankah Ryan bisa kembali mendapatkan hati Soraya dan anaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi wu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 34 • Keterkejutan
Suara alunan lembut musik menyapa indera pendengaran Sora. Sementara itu sang putri kecil tengah menikmati camilan kue coklat favoritnya yang tersaji di piring kecil sembari menggoyang-goyangkan kakinya. Pesta pertunangan itu terasa mewah dan tentu dihadiri oleh tamu-tamu undangan yang tidak main-main pentingnya.
Tiba saatnya kedua mempelai naik ke atas altar untuk mengadakan upacara pertukaran cincin sebagai pengikat simbol pra nikah. Sora berpikir sejenak, mengapa pasangan ini harus repot-repot bertunangan terlebih dahulu, sedangkan usia mereka sudah matang untuk menikah. Tiba-tiba sebuah suara menggunakan microphone dari atas panggung membuyarkan lamunan Sora.
“Hallo selamat malam para hadirin, izinkan saya sebagai mempelai wanita mengucapkan sepatah dua patah kata, sebelum acara ini benar-benar dimulai.” Tentu saja suara itu tak lain dan tak bukan berasal dari mulut Bella calon tunangan Ryan. “Pertama-tama saya hanya ingin menegaskan,” ucapnya sembari sesekali melirik ke arah meja Sora, membuat wanita itu sangat tidak nyaman dibuatnya. “Di sini ada satu wanita masa lalu calon tunangan sa—” Belum sempat Bella menyelesaikan ucapannya, Ryan buru-buru menarik tangan Bella agar wanita itu berhenti berkelakar.
“Apa yang akan kau lakukan, wanita gila!” bisiknya, sementara itu Bella hanya melirik sembari membalas kalimat Ryan dengan senyum ironi seolah sedang mengolok-olok sang calon tunangan.
“Tenang, Honey. Aku hanya ingin menegaskan jika kau tidak lagi memiliki perasaan pada ibu gurumu itu,” tandasnya lagi.
“Kau gila! Itu hanya hubungan masa lalu, dan tentu saja tidak lebih, kami sudah memiliki hidup sendiri-sendiri. Apa matamu buta! Lihat siapa yang ada diantara Sora dan Nora! Ada Tuan Regan calon suami Sora!” tegas Ryan.
Keringat dingin keluar dari kening Sora, semua mata memandang ke arahnya seolah siap mengulitinya hidup-hidup. Sedangkan kedua orang tua Ryan tampak terkejut melihat putri kecil yang duduk diantara Sora dan Regan yang tengah asik menikmati kue-kue yang tersaji di sana.
“Jadi—?” balas Bella, dijawab anggukan oleh Ryan agar wanita itu tidak melakukan hal gila untuk mempermalukan keluarganya dan Sora.
“Kau tak perlu khawatir aku akan kembali padanya, itu tidak akan terjadi, aku berdiri di sini sebagai calon suamimu. Aku memilihmu.” Rayuan maut Ryan berhasil membuat Bella meleleh, pasalnya selama ini Ryan sama sekali tidak pernah mengatakan hal semanis itu, yang tentunya membuat wanita itu frustrasi, ditambah lagi kehadiran Sora yang tiba-tiba datang di kehidupan mereka berdua.
“Mohon maaf hadirin, mungkin kekasih saya sedang kelelahan, hingga mengatakan hal-hal di luar dugaan. Mohon di maafkan dan di lupakan saja kejadian tadi. ” Ryan mencoba menengahi sementara Bella seolah masih di buai dalam kalimat romantis Ryan barusan.
Di sisi lain, Kedua orang tua Ryan masih terpaku menatap gadis kecil itu. Rose Matthew tampak menatap nanar ke arah Nora, wanita paruh baya itu yakin jika gadis yang bersama Sora adalah anak kandung Ryan yang dulu sempat susah payah pernah dia ingin singkirkan.
“Kau lihat, Suamiku? Apakah kau berpikir hal yang sama denganku?”
Jack Matthew bergeming dan memiliki pikiran yang sama, ia terus menatap Nora dalam-dalam karena gadis itu tampak begitu mirip dengan Ryan.
“Kuharap gadis itu bukan anak Ryan. Tapi aku juga tidak bisa memungkirinya jika gadis itu sangat mirip dengan putra kita.” Rose tampak masih termangu.
Semangat, ditunggu up selanjutnya...
Semoga happy end ya, /Drool/
jadi korban