Satu malam yang kelam di mana ketika Zoya mabuk dia dipertemukan dengan seorang pria kaya raya yang arogan hingga berakhir di atas ranjang. Tanpa sadar kesuciannya hilang. Namun, Zoya menganggapnya sebagai jalan keluar dari masalah yang kini dihadapinya.
Bagaimana jika ternyata cinta satu malam itu sampai membuatnya hamil? Apakah Lucas akan mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya? Ikuti kisahnya sampai tamat hanya di One Night Destiny.
Follow Instagram Author : ekapradita_87
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Pradita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa Dia Akan Melakukannya Lagi?
Selamat membaca!
Keesokan harinya, Zoya terbangun dengan wajah yang begitu cerah dari hari-hari sebelumnya. Ranjang besar yang sangat empuk itu membuat tidurnya menjadi sangat lelap semalam. Tak ada lagi mimpi buruk, walau ia masih menyimpan rasa cemas atas kondisi sang ibu. Namun, perkataan Lucas waktu itu yang mengatakan jika ibunya baik-baik saja menjadi salah satu alasan Zoya tidak terlalu mengkhawatirkannya lagi. Setidaknya, selama ia terus menuruti keinginan dari pria itu, Zoya yakin jika Lucas tidak akan berani berbuat macam-macam pada ibunya.
Walaupun sudah membuka mata, Zoya masih tak beranjak dari atas ranjang. Ia masih nyaman bermanja-manja dengan guling dan selimut yang menutupi tubuhnya hingga suara ketukan pintu pun mulai terdengar dari depan kamarnya. Ketukan yang dibarengi oleh sebuah pertanyaan yang terdengar begitu lembut.
"Sayang, apa kamu sudah bangun?" tanya Belinda dari depan kamar Zoya dengan suaranya yang lembut.
Mendengar suara Belinda, Zoya langsung menyibak selimut yang menutup tubuhnya, lalu ia mulai beranjak dari atas ranjang untuk membukakan pintu kamar. Ya, Zoya memang sengaja mengunci pintu sebelum tidur karena ia tidak ingin jika Lucas sampai masuk kamar di saat dirinya terlelap.
"Kenapa, Tante?" tanya Zoya sesaat setelah membuka pintu kamar.
"Kita sarapan bareng ya!" Belinda tersenyum ramah ketika sosok Zoya terlihat oleh pandangan matanya.
"Baik, Tante, tetapi saya mandi dulu ya sebentar soalnya saya baru bangun banget."
"Iya, Tante tunggu di ruang makan ya!"
Setelah Belinda pergi menjauh dari kamarnya, Zoya pun langsung menutup kembali pintu kamar tanpa menguncinya. "Sepertinya Tante Belinda benar-benar sayang dengan anak ini. Makanya, dia sampai memperhatikan aku dengan baik. Tidak seperti anaknya yang jahat dan kejam itu. Kalau dipikir-pikir, kenapa ya pria itu bisa memiliki sikap yang jauh sekali dari ibunya?" gerutu Zoya sambil membuka piyama tidur yang dikenakannya satu persatu. Namun, di saat ia hendak melangkah menuju kamar mandi setelah membuka seluruh pakaiannya, tiba-tiba pintu kamar yang lupa dikuncinya terbuka.
"Siapa itu?" Zoya menoleh, melihat sosok pria yang baru saja dibicarakan tampak masuk tanpa izin ke kamarnya.
Sadar jika saat ini ia tak mengenakan pakaian sama sekali, Zoya langsung lompat ke atas ranjang dan menenggelamkan tubuhnya ke dalam selimut. "Kenapa kamu masuk ke kamar orang lain tidak izin dulu?" protes Zoya merasa kesal karena Lucas bersikap seenaknya dan kedatangannya sungguh mengejutkannya.
"Ini rumahku. Jadi, untuk apa aku harus izin?" Lucas tersenyum tipis. Wajahnya semakin terlihat menyebalkan hingga membuat Zoya semakin merasa kesal. Bukan hanya kesal, kini bayangan saat Lucas memperlakukannya dengan kasar mulai bergantian hadir dalam pikirannya.
"Tetap saja aku adalah tamu di rumah ini dan lagi pula Tante Belinda juga sudah memintaku untuk menempati kamar ini, itu artinya ini jadi kamarku." Zoya coba bersikap berani. Membuang rasa takutnya sambil berharap jika ada yang datang ke kamarnya dan menjauhkan Lucas darinya.
"Tenang saja! Selama di rumah ini aku tidak bisa menyakitimu. Jadi, kamu tidak perlu merasa takut denganku."
Wajah Zoya yang tadinya tegang seketika berubah tenang setelah mendengar perkataan Lucas. Namun, di saat Lucas mendekatinya yang masih berlindung di dalam selimut. Rasa takut itu kembali menguasainya hingga keningnya mulai berkeringat.
"Ya Tuhan, apa dia akan melakukannya lagi? Aku enggak sudi jika dia terus menerus menikmati tubuhku dengan seenaknya," batin Zoya mulai beringsut mundur guna menjauhi Lucas yang terus mendekat ke arahnya.
Bersambung ✍️
bayangkan laki2 yg celup sana celup sini dibuat dpat perempuan baik? enak bener jadi laki2 di novel.
sekejam itu trus ujung2 dibuat akhirnya bersatu. capedeee
trus dibuat Zoya berat ngelepas si Lucas yg udh jelas secara ga langsung membunuh ibunya. dibuat sakit hati dgn dimunculkan perempuam lain lagi yg mengaku anak Lucas.
pokoknya buat si Zoya semenderita mungkin kalahin ikan terbang toh belakangan juga dibuat dgn gampangnya memaafkan si Lucas.
damn!!!!