Tania seorang gadis manis dan ceria adalah anak seorang Profesor yang bernama Zakaria. Dia gagal menikah karena rombongan calon pengantin laki - laki mengalami kecelakaan dalam perjalanan.
Kejadian tersebut membuat ayah Tania terkena serangan jantung dan dirawat di rumah sakit. Takut Tania akan sendirian, sang ayah meminta mantan muridnya Galih untuk menikah dengan putri semata wayangnya. Galih adalah seorang pegawai kantoran yang introvert, culun dan pemalu.
Bagaimana kisah cinta Tania dan Galih selanjutnya? Ikuti kisah cinta mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tabir Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 35
Galih yang berperan sebagai Rendi akhirnya sampai di gedung berlangsungnya lomba menari. Kemudian memarkirkan kendaraannya dan berjalan melewati samping gedung dimana berkumpulnya para peserta lomba menari.
Tania yang melihat Rendi datang langsung menarik tangan keluar gedung dan duduk di taman.
"Rendi ada yang ingin kubicarakan denganmu!" ucap Tania saat sudah berada di taman.
"Ada apa Tania? Tapi, acara lombanya sedang berlangsung?" tanya Rendi bingung.
"Masih ada banyak waktu kita urutan terakhir dan pembawa acara juga belum memulainya." sahut Tania yang duduk disamping Rendi.
"Rendi, aku minta maaf tidak bisa pergi denganmu." kata Tania menatap wajah Rendi.
Galih terkejut mendengar perkataan Tania.
"Aku terlalu egois dan memaksakan kehendakku untuk ikut denganmu. Suamiku memang pendiam dan jarang sekali bicara, dia hanya pekerja biasa. Tapi, setelah apa yang terjadi kemaren aku sadar telah melakukan kesalahan Rendi. Maafkan aku Rendi! Aku tidak bisa meninggalkan suamiku." ungkap Tania dengan berderai airmata.
Galih terdiam dan menangis haru mendengar penuturan Tania. Dirinya tidak menyangka bahwa Tania mulai mencintainya setelah apa yang terjadi selama ini.
"Tolong tinggalkan aku sendiri Rendi!" ucap Tania.
"Baiklah, aku akan pergi." jawab Rendi dan berlalu meninggalkan Tania sendirian.
Tania hanya bisa menangis setelah memberi keputusannya itu. Dirinya tidak menyadari bahwa Galih begitu bahagia bahwa Tania memilihnya daripada Rendi.
Di parkiran, Galih langsung melajukan motornya dengan cepat untuk kembali ke tempat Bobby seraya mengganti pakaiannya. Galih tampak bahagia dan menangis selama di perjalanan. Galih ingin membuktikan kepada Tania, bahwa cintanya benar - benar tulus.
Di tempat perlombaan, para peserta satu per satu telah memulai aksinya sebaik mungkin untuk memenangkan lomba menari kali ini.
Tania, kemudian berjalan menuju gedung dan duduk menunggu antrian saat perlombaan dimulai.
Tak berapa lama, Galih sampai di tempat Bobby dan turun dari motor setengah berlari masuk ke dalam menemui Bobby untuk mengungkapkan kebahagiaan ini.
"Bobby, aku sangat bahagia hari ini." tukas Galih dengan memeluk Bobby erat hingga sang empunya merasa sesak di peluk erat seperti itu.
"Hei Galih, ada apa? Kenapa kamu kembali kesini dan bukannya ikut lomba menari?" tanya Bobby dengan heran.
"Tania akhirnya memilihku Bobby, akhirnya dia meninggalkan Rendi untuk selamanya. Tuhan memang adil dan menjawab semua doaku." ujar Galih senang seraya mengambil pakaian kerjanya di patung.
"Selamat kawan, selamat. Akhirnya cintamu terbalas juga, aku turut bahagia mendengarnya." sahut Bobby yang senang mendengar penuturan Galih.
"Oya, aku harus segera mengganti pakaianku seperti semula. Selamat tinggal Rendi! Aku akan menggantikanmu. Kini, biarkan aku bahagia bersama Tania untuk selamanya." ucap Galih menatap cermin di depannya dan menuju kamar Bobby.
*
*
*
Di tempat berbeda, para peserta nomer sembilan telah mulai dan Tania duduk dengan tidak tenang. Sebab, sejak tadi tidak melihat Rendi sama sekali setelah pertemuan di taman tadi.
"Ya, peserta nomer sembilan telah selesai menari dengan baik kali ini. Beberapa peserta yang lain juga sangat bekerja keras untuk memenangkan perlombaan ini." kata Pembawa Acara tersebut.
"Kini, saat yang ditunggu - tunggu. Peserta terakhir nomer sepuluh, kalian pasti sudah tidak sabar 'kan menunggu aksinya." ucap Pembawa Acara mencairkan suasana.
"Baiklah! Mari kita panggil peserta nomer sepuluh. Please welcome Nona Tania." kata Pembawa Acara memanggil peserta.
Tania pun langsung berdiri saat dipanggil namanya dan berdiri di depan pintu.
Pintu terbuka dan tampaklah Tania keluar dari pintu dan tepuk tangan membahana seluruh gedung.
"Baiklah, sekarang kita panggil pasangannya. Please welcome Tuan Rendi." kata Pembawa Acara itu.
Pintu terbuka, namun sosok Rendi tidak ada di tempatnya. "Mungkin saja pasangannya pemalu dan gugup saat akan tampil dan sedang berada di toilet." canda Pembawa Acara itu.
"Tuan lebih baik gugurkan saja kami." pinta Tania pada Pembawa Acara tersebut.
"Apa kamu yakin?" tanya Pembawa Acara itu.
Tania terdiam dan tak bisa berkata apa - apa saat melihat Rendi tidak datang saat dipanggil.
Terimakasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen hadiah dan tonton iklan ya.
Selamat Membaca gaes 🤗