Kyalowng, nama dunia dari sebuah game petualangan online bernama Deep Dive.
Tak disangka ngototnya seorang pemuda tampan ketika harus mempertahankan gelarnya sebagai pemain terbaik pada game tersebut justru mengundang mala petaka. Tanpa diduga dia masuk ke dalam dunia milik Deep Dive.
Siapa yang membawanya ke sana? Bagaimana mungkin di dunia nyata, seseorang bisa masuk ke dalam dunia game? Tidakkah itu hanya mimpi semata?
Entahlah! Author tidak bisa membuat deskripsi dengan baik. Selanjutnya akan author sertakan nomor bab yang ada gelutnya, menghindari bosan terhadap cerita yang tidak jelas. Mohon dimaklumi. Thanks
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BaDiPra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Peningkatan Status Karakter dengan cara berbeda (revisi)
Siang hari, rombongan Natura kini telah sampai di suatu desa yang dekat dengan hutan Lergia. Baru saja mereka masuk ke dalam desa untuk mencari penginapan, ada lima petualang yang berlarian menuju arah hutan. Dari arah yang di tuju oleh lima orang tersebut, terdengar suara jeritan monster cukup keras.
"Nek, tidakkah desa ini terlalu dekat dengan hunian para monster?" tanya Natura yang berjalan pelan sambil menyeret kereta kencana.
"Ya begitulah. Tapi biasanya tempat seperti ini bukanlah desa melainkan penginapan milik beberapa orang kaya. Tempat bermalamnya para petualang," jawab nenek Alia.
Natura mengamati bangunan-bangunan dari kayu yang ada di sana. Memang benar jika banyaknya bangunan lantai dua atau lebih, hanya terlihat seperti penginapan.
"Mengapa di sini sangat sepi?" tanya Natura sebab jarang melihat orang berkeliaran.
"Pemandangan apa yang kau harapkan dari desa penginapan bagi para petualang? Tentu kau akan jarang melihat ada orang bersantai di siang seperti ini," terang nenek Alia.
"Nenek ... Tapi memang tempat ini terlalu sunyi bagiku," sahut Enenga.
"Itu karena hutan Lergia mungkin jarang terdapat monster, atau para petualang sedang pergi ke gunung yang banyak monster burung api. Gunung yang sebelumnya aku katakan," ujar nenek Alia.
Natura pun menghentikan langkahnya di depan penginapan tiga lantai yang terlihat lebih bagus daripada lainnya. Dia memarkirkan kereta kencana di samping penginapan.
Mereka pun memasuki penginapan dan mendapati beberapa orang sedang menikmati hidangan. Lantai satu penginapan dijadikan sebagai rumah makan dan penerimaan tamu.
Natura menyentil lonceng tempurung supaya perempuan resepsionis yang sedang duduk tertidur santai menjadi bangun.
"Selamat datang," sambut perempuan resepsionis usia tiga puluh tahunan itu yang terlihat begitu bosan sambil mengusap-usap sebelah matanya.
Merekapun memesan dua kamar penginapan walau harus berbeda lantai sebab tidak diperkenankan ada lelaki di lantai paling atas. Selain itu, penginapan rupanya juga bekerjasama dengan guild petualang sehingga dapat mengambil misi dari sana. Walau cukup mahal membayar penginapan, setidaknya Natura dan rombongan tidak perlu membayar lagi biaya makan makanan standar yang disediakan.
Mereka pun duduk di kursi yang tersedia untuk mengisi perut. Natura merasa canggung ketika menyantap makan siang. Wajahnya beberapa kali tersenyum saat melakukan suapan. Tak lain karena masakan di sana rasanya tak menentu. Sebab, koki di sana bukanlah koki asli melainkan petualang yang sebenarnya dipekerjakan untuk melindungi penginapan dari serangan para monster.
"Setelah ini kita akan melihat-lihat misi yang tersedia. Kita akan ambil misi yang berkaitan dengan tujuan kita berada di hutan Lergia. Besok kita akan memulai perjalanan," ungkap nenek Alia.
"Ya. Aku setuju," tanggap Natura.
Malam harinya, Natura berbaring di atas ranjang sambil membaca selebaran kertas yang berisi misi bergambar Pohon Beringin. Menurut nenek Alia yang juga sedang mencari tanaman suci, di sekitaran tempat Pohon Beringin Suci biasanya tumbuh tanaman suci yang dimaksud. "Nenek Alia sampai menganggap misi pengambilan akar gantung Pohon Beringin Suci berhadiah sangat menggiurkan ... Jangan-jangan hutan Lergia sedang tidak baik-baik saja?"
Dia lalu membaca lagi dan mendapati banyak kejanggalan akan deskripsi misi.
"Monster yang mungkin akan kami temui dalam misi ini adalah; Monster Macan Hitam, Dragon Ire, Monster Kadal Lat Awa ... Tiga monster itu adalah tipe serangan fisik dengan kecepatan gerak serang yang tergolong tinggi. Dari catatan misi tertulis lima petualang telah dinyatakan gugur saat mengambil misi ini." Natura lalu menyimpan kertas tersebut dan menutup tubuh menggunakan selimut.
Dia mengambil posisi miring untuk memejamkan mata mengakhiri hari. "Terlalu banyak kemungkinan-kemungkinan monster di hutan ini yang muncul dalam benakku."
***
Hari telah berganti dan seperti biasa, Natura bangun lebih awal. Dia memesan kopi dan roti kering lalu dibawa ke kamarnya. Dia membuka jendela menikmati pemandangan langit. "Ortuna, aku ingin berbicara denganmu."
"Hai hai. Apa yang ingin Natura tanyakan kepadaku?" jawab sang pemilik suara imut tanpa wujud.
Natura lalu mengeluarkan pin berwarna ungu satu-satunya yang dia miliki. "Apakah pin ini dapat aku gunakan untuk menaikkan status karakterku?"
"Tentu. Bukankah aku sudah bilang kepadamu?"
"Aku tak tahu bagaimana cara melakukannya."
"Tempelkan pada kening. Setelah itu pikirkanlah tentang status karakter."
Saat mengikuti perintah Ortuna, pin itu memancarkan cahaya. Seketika di kepala Natura tergambar status-status karakter yang dapat ditingkatkan.
"Naikkan kapasitas bar darah." Kapasitas bar darah Natura perlahan-lahan naik hingga mencapai seribu hit poin.
Mengingat kembali jika dirinya sangat tertolong atas lompatan bertenaga, Natura lalu mencoba memikirkan hal itu. "Naikkan kapasitas stamina." Kapasitas yang semula hanya 50, kini perlahan naik hingga mencapai 500. Pin warna ungu itu pun hilang, menandakan harganya hanya setara nominal status yang Natura tingkatkan.
Natura tersenyum gembira membayangkan sekarang dapat melompat begitu cepat dan tinggi sampai dua puluh kali dalam satu hitungan kapasitas stamina.
"Yey, Selamat kepada petualang Natura yang berhasil mencaritahu sendiri bagaimana cara meningkatkan status tanpa keliru seperti sebelumnya," ucap riang Ortuna.
"Dari dulu, aku adalah Cheater yang tak perlu belajar bahasa pemrograman. Terhitung sejak kecil, sudah ada sekitar dua game dan satu aplikasi yang dapat aku ketahui celah system yang menguntungkanku tanpa perlu sumber darimanapun," ungkap Natura dengan wajah memperlihatkan senyuman bahagia.
"Cheat video game balap pada handphone, Cheat video game petualang pada handphone, dan satu lagi aplikasi sumber bacaan yang menjadi gagal memunculkan iklan. Itukah yang kau maksud?" tanya Ortuna.
"Ba-bagaimana? ... Ah! ... Kau pasti membaca apa yang sedang aku pikirkan!" tanggap Natura sambil memasang wajah kesal.
"Pemikiran apapun yang hatimu ingin sampaikan dapat aku ketahui walau kau tak berkata. Hi hi hi hi."
"Menyebalkan."
Natura lalu mengeluarkan koin bertuliskan 0,5B dan dia tempelkan pada dadanya. Dia lanjut lagi meningkatkan status karakter menggunakan koin. "Naikkan kapasitas kecepatan serang."
Kecepatan serang Natura kini meningkat menjadi 6 serangan dalam hitungan satu detak jantung. Yang sebelumnya, koinnya gagal mencapai titik itu.
"Bukankah apa yang baru saja kau lakukan begitu boros?" tanya Ortuna.
"Hah?"
"Ya. Kau boros. Koin yang digunakan untuk meningkatkan status karakter sesungguhnya sangat tidak efisien. Entahlah ... Kau orang kaya, jadi aku maklumi hal itu," jawab Ortuna dengan nada yang terdengar kesal.
"Mengapa kau tak bilang dari dulu?" tanya Natura dengan ekspresi wajah terlihat kesal.
"Jangan bilang kau juga meningkatkan stamina guna memperbanyak lompatan bertenaga? Tidak begitu wahai Natural Higenis Bis! Baca kembali deskripsi karaktermu yang berbeda jauh dari game Deep Dive. Di sini, karakter memiliki banyak perbedaan dari yang kau tahu."
Natura lalu berpikir kembali. Dia begitu kesal dan memukul-mukul angin di depannya sebagai pelampiasan. "Mengapa kau tak memberitahuku jika lompatan kuat menguras stamina berdasarkan persentase?" ucapnya sambil merapatkan gigi bawah dan atas.
"Pesan yang sangat berharga dariku saja kau abaikan. Aku pikir kau berniat menjadi tukang bangun rumah pohon. Jadi aku diam saja."
"Pagi-pagi kau sudah membuatku marah. Apatah yang sebenarnya kau inginkan?"
"Baca pesanku wahai Natura! Baca! Aku hanya ingin kau melakukan hal kecil itu! Mengapa kau tertutup pada sumber bacaan sementara pikiranmu sangat terbuka tentang apapun yang berkaitan dengan hal-hal tak penting?"
"Aku malas membaca. Terlalu banyak orang bodoh yang mendikte menggunakan ilmu sesat. Aku menyerah memahami dunia yang terlalu bodoh. Dan hanya menyisakan aku sendiri yang sadar akan adanya pembodohan!"
"Hi hi hi hi. Natura memanglah Natura. Aku suka Natura yang seperti ini."
"Apa untungnya kau menyukaiku. Perlihatkan wujudmu jika berani!"
"La la la la la. Orang gila sedang marah-marah seorang diri! La la la la la."
"Menyebalkan! Selalu saja kau datang hanya untuk mengejekku."
.
.
BERSAMBUNG........
Dan semoga novel2 tentang olahraga ranjang yg ikut nimbrung di genre ini bisa terpindah semuanya ☺
rya anda bagus👍
trus kata notifikesong nya lumayan mengganggu 🤭
di tambah setiap kata dari karakter MCnya yang pintar main game tapi tolol saat di dalam game gak masuk akal.. 👎