Kisah pahit harus dialami gadis berusia 20 tahun yang tak lain gadis itu bernama Putri Varelina. Gadis malang yang lebih memilih persahabatan ketimbang cinta yang nantinya akan menghancurkan ketiga sahabat itu.
Hinga akhirnya hidupnya hancur lebur setelah ia dinodai oleh mantan kekasihnya yang kini berstatus Suami dari sepupunya sendiri. Mampukah ia bertahan mempertahankan janin yang kini menjadi calon anak dari Suami sepupunya sendiri. Dan mampukah ia berjuang bertahan dari hinaan dan siksaan batin yang dilakukan laki-laki itu yang dengan teganya tidak Sudi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut.
Bagaikan tertimpa seribu tangga. Ia juga harus menerima kepahitan hidup gimana ia terjebak dalam sebuah pernikahan yang dimana Pria yang ia nikahi adalah Suami dari sahabat terbaiknya sendiri. Kehancuran, kecewakan hinga dendam membuat sahabatnya berbalik menjadi membencinya bertekad untuk menghancurkan kebahagiaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Fatimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35_ APAKAH MEREKA BENERAN AKAN BERPISAH
"Sayang kayaknya melihat amarah yang ditunjukkan Revan pada gadis sialan itu. Mama punya ide gimana caranya menyingkirkan dia dari rumah ini sekaligus membuat Revan tambah membencinya?"timpal Mamanya beralih Nina menatap sang mertua dengan tatapan bingung.
"Maksud Mama apa? Apa Mama punya ide licik untuk mengusirnya dari Rumah ini? Apa cara itu tidak terlalu berlebihan?"timpal Nina lagi.
"Sayang sekarang bukan saatnya kasihan atau pun mengalah, dia sudah berani merebut suami kamu sekaligus perhatiannya darimu? Apa kamu masih ikhlas jika suatu saat nanti ia akan merebut Revan sampai-sampai Revan tidak akan perduli lagi dengan kamu sama sekali?"jelas Mamanya semakin memojokkan Nina untuk membenci Putri.
"Iya Nina tahu Ma, tapi aku tahu jelas seperti apa Revan. Jika ia tahu kita punya rencana licik gimana tanggapan dia? Nina takut dia akan tambah membenci Nina dan bisa-bisanya ia malah berniat menceraikan Nina tidak! Nina tidak mau Ma, Nina tidak mau," ucap Nina dengan raut wajah sedihnya.
"Sayang lihat dan percaya pada Mama. Mama tidak akan membiarkan semua itu sampai terjadi pada dirimu. Jika ada seseorang yang akan bercerai seseorang itu adalah Putri bukan dirimu, jadi percayalah pada Mama kamu harus percaya sayang,"jelas Mama mertua semakin mendukung rencananya.
"Tapi Ma,"timpal Nina lagi.
"Sudah percaya saja ya?"
"Baiklah Ma," balas NinA yang nampak bingung.
Raut wajah yang terlihat dipenuhi dengan amarah yang menggebu-gebu. Putri yang tadinya berfikir akan mendapatkan hukuman besar dari Revan tapi ternyata semua dugaannya itu salah.
Membawa Putri disalah satu taman yang terlihat ramai dan indah, ditambah lagi hiasan lampu kelap-kelip yang menjalar pada semua batang pepohonan di taman membuat Putri yang tadinya diselimuti kecemasan dan ketakutannya, kecemasan itu seketika menghilang setelah Putri sadar jika dugaannya sangat berbeda dengan apa yang ia lihat saat ini.
"Melihat wajahmu yang nampak memerah dan dipenuhi dengan amarah tadi, aku kira kamu akan marah dan menghukum-ku, tapi kenapa kamu malah membawa-ku kesini?" tanya Putri, Revan lalu membalasnya.
"Kenapa Put? Kenapa kamu tidak pernah bilang kalau Rafa telah menikah dengan Monika? Kenapa kamu hanya diam melihat mereka bahagia sedangkan diri kamu sendiri sangatlah menderita, kenapa?"tanya Revan tanpa pandangannya yang menatap langsung kearah Putri.
"Darimana kamu tahu kalau mereka sudah menikah siapa yang sudah memberitahu-mu?"tanya balik Putri.
"Aku tadi tidak sengaja bertemu dengan mereka disalah Restoran. Aku melihat dia sangat bahagia bahkan terlihat dari raut wajahnya dia tidak sedikitpun memikirkan keadaan-mu, kenapa? Kenapa semua ini bisa terjadi dan anak yang ada dikandungan-mu siapa sebenarnya ayah dari anak ini?"tanya Revan butuh kejelasan langsung dari mulut Putri.
"Sama seperti yang aku bilang kemaren ini kehidupan-ku ...dan ini juga permasalahan-ku jadi aku cukup aku saja yang mengalaminya sedangkan kamu? Aku tidak mau kamu ikut campur dalam masalah ini,"ujar Putri masih tak mau berkata jujur.
"Putri lihat aku!" Revan mencengkram kedua pundak Putri berharap Istrinya itu mau bercerita.
"Aku adalah Suami-mu! Jadi sudah sepantasnya kamu bercerita padaku tentang siapa ayah dari anak yang kamu kandung ini. Aku sadar pernikahan kita hanya atas dasar paksaan, tapi kamu tidak bisa merahasiakan siapa ayah dari anak kamu dariku, jadi cepat katakan! Ayo katakan!" Paksa Revan menyuruh Putri berkata sejujurnya.
Cengkraman yang dilakukan Revan nampak membuat raut wajah Putri terlihat tambah tertekan. Akan tetapi ia sadar apa yang Revan lakukan bukanlah ada niat jahat untuk menyakitinya.
Merasa sangat bersalah berada di kehidupan antara mereka, Putri sangat bersikeras untuk tidak mau mengakuinya siapa ayah dari anak yang ia kandung saat ini biar pun Revan sendiri yang terus memaksa dan memaksanya tanpa henti.
"Kenapa kamu jadi memaksa-ku seperti ini? Aku tidak mau!"tolak Putri masih kekeh memendam rahasia ini.
"Kamu harus mau karena aku tidak bisa melihat-mu menderita terus seperti ini!"bentak Revan seketika me'najam mata Putri tak percaya Revan sungguh peduli pada kebahagiaannya.
"Baiklah aku bakal kasih tahu kamu anak yang aku kandung ini memang benar Rafa-lah ayah kandung dari anak ini karena sebuah kejadian tak sengaja terjadi, ia menodai-ku dan akhirnya aku hamil sekarang, tapi percuma aku meminta pertanggung jawaban darinya jika dia sendiri tidak sadar pada saat melakukan itu.
Dia dalam kondisi mabuk jadi percuma aku menjelaskannya sedangkan Tante mau pun Monika mereka sama-sama tidak ada yang mempercayai-ku! Bahkan Mama dari Rafa sendiri malah sebaliknya merendahkan aku! Percuma! Percuma anak ini tetap tidak akan dianggap oleh mereka!"
Putri berkata tanpa ada cela, air matanya ikut runtuh berfikir dirinya tak mampu menjadi sosok wanita yang bisa menjaga kesuciannya ...ia berfikir dirinya telah gagal menjadi sosok Ibu yang berguna hanya sekedar mencari pertanggung jawaban Ayah kandung dari janin dikandungnya.
"Sudah aku duga pria itu memang pria bajingan! Baiklah kalau kamu tidak berani meminta pembelaan biar aku sendiri yang menyeretnya untuk mau mempertanggung jawabkan perbuatannya ini."
Revan mengepalkan tangannya dengan erat, akan kembali pergi dengan sigap Putri menghalangi, dicengkeram pergelangan tangan Revan Wanita itu memohon untuk jangan bertindak gila.
"Percuma! Percuma kamu bersikeras membelaku pada ujung-ujungnya mereka tidak akan pernah percaya sedangkan mereka bukanlah orang biasa! Aku tidak mau membahas masalah ini lagi biar aku sendiri yang membesarkan anak ini, aku tidak mau berbuat masalah lagi dengannya jadi aku mohon jangan! Jangan bahas lagi soal ini aku mohon!"pinta Putri.
"Aku tidak tahu apa yang sedang kamu pikirkan saat ini? Dia sudah bahagia dengan kehidupannya sendiri sedangkan kamu? Kamu malah sebaliknya, kamu malah menangis akibat menanggung semua penderitaan dari ulah si brengsek itu?"gerutu Revan masih tak mampu menahan diri.
"Tuhan tidak tidur dan suatu saat nanti aku yakin pasti bakal ada penolong yang mau menolong-ku, jadi sudahlah lupakan itu. Besok surat perceraian kita sudah jadi, jadi kamu harus sudah siap mendatangi surat perceraian itu?"
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Putri, jawaban Revan hanyalah terdiam tak berkutik seolah-olah ada sesuatu yang ia pikirkan saat ini apalagi berfikir ingin menceraikannya.
"Kenapa kamu diam? Kamu mau kan menanda tangani surat itu? Kita sudah sepakat, jadi aku harap kamu tidak akan menambah lagi penderitaan-ku ini?"titah Putri.
"Kamu lihat besok saja yang terpenting ayo kita pulang sekarang," ajak Revan yang langsung menarik tangan Putri untuk ia ajak pergi.
SEKALIAN MAAF IJIN PROMO KARYA TEMAN-KU YA CERITANYA SANGAT SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰🥰🥰
BERIKUT BLURBNYA
Nama ku Husna Almaida yang akrabnya di panggil Alma. Aku seorang kepala divisi di salah satu perusahaan industri, yang berkembang di dunia gadget/Smartphone. Banyak orang yang mengakui kecantikan ku, meskipun aku sehari-hari memakai hijab.
Di usia ku yang terbilang sudah matang, aku baru memutuskan menikah dengan seorang pria yang juga bekerja di perusahaan tempat ku bekerja.
Kami menikah, dan hingga beberapa tahun aku tidak kunjung hamil, lalu suami ku berselingkuh dengan pembantu di rumah ku sendiri.
Hati wanita mana yang tidak sakit, saat melihat suaminya sendiri bercinta dengan wanita lain di ranjang yang biasa aku gunakan saat melakukan hubungan dengan suami ku. Akankah aku bisa memaafkan suami ku atas segala kesalahannya? Atau aku lebih memilih bercerai dan hidup menjanda?
BERSAMBUNG.
Perjuangan Ucup mampir
Rencana mau buat Mili cemburu malah Gibran yg cemburu
Perjuangan Ucup mampir
Wow mili keren
Perjuangan Ucup mampir