NovelToon NovelToon
Gadis Malang Pilihan CEO

Gadis Malang Pilihan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Patahhati / Perjodohan
Popularitas:846.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Poel Story27

Pelukan Rio membuat rasa traumatik dalam diri Diana Lorenza berangsur mereda. "Ri-rio?

"Iya, aku Rio ... apa kau masih mengingatku?Aku anak kecil gila yang pernah berjanji padamu 'I promise you that i never leaves you until my life ends, and i will always trying to prove to the whole world, that our love will come true in a marriege'. Dan percayalah, anak kecil gila itu pasti akan membuktikan janjinya." Rio semakin memperat pelukannya.

Diana terdiam, membiarkan dirinya hanyut dalam hangat dan nyamannya pelukan Rio.

Namun, bisakah Rio menepati janjinya itu?
Akankah Rio bisa membahagiakan Diana yang hidupnya terus dirudung kemalangan?

Sementara Rio sendiri sudah dijodohkan dengan sepupunya!
Mungkin saja ini hanya sebatas kebahagiaan semu untuk Diana!
Follow ig: @poel_story27

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poel Story27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Next Sean

"Halo, Brother!"

Rio mengernyit saat pintu ruang kerjanya mengayun terbuka, pria yang datang itu adalah sepupu tengilnya, Reymond Richard.

"Gadis seperti apa lagi yang kau incar? Sampai kau menyusul ke Jakarta, hmm?" tanya Rio dengan maksud menyindir.

"Ah, tuduhanmu itu sungguh tidak beralasan. Aku pulang karena merindukan keluargaku di sini," balas Reymond sembari mendudukkan dirinya di sofa.

"Kau tinggal di mana?" tanya Rio.

"Di apartemenku."

Rio menarik sudut bibirnya, lalu menggelengkan kepala. "Jika karena merindukan keluarga, kau pasti akan tinggal di mansion, Rey. Sedangkan ini memunculkan batang hidungmu pun tidak."

"Aku belum sempat." Reymond kembali beralibi.

"Sudahlah, Rey. Apa kau tidak bosan terus berganti-berganti perempuan. Ingat, kau itu lebih tua 6-tahun dariku. Kapan lagi kau mau menikah? Apa kau mau menunggu terkena penyakit dulu, baru mau tobat?"

"Aku hanya belum menemukan wanita yang tepat. Sebelum wanita pemilik tulang rusukku itu datang, aku ingin menikmati masa lajangku sampai puas," sahut Reymond.

"Semasa muda Uncle Bastian adalah pria yang sangat setia pada pasangan, dan kau sama sekali tidak mewarisi sifat daddymu." Rio tidak habis pikir.

"That's the point!" Reymond mengacungkan jari telunjuk dengan bangga. "Aku memang tidak seperti daddyku, aku bukan tipe pria yang monoton, aku adalah reinkarnasi Uncle Sean!"

Rio mendesahkan berat. "Katakan padaku, Rey. Apa yang bisa dibanggakan dari papaku, sampai kau begitu mengidolakannya?"

"Hemm, mungkin tidak ada yang bisa dibanggakan. Tapi kau jangan lupakan satu hal Rio, Uncle Sean memiliki tingkat keberuntungan yang nyaris seratus persen. Dia lahir dari keluarga kaya, semasa muda tidak mau bekerja, tidak sepertimu yang diperbudak pekerjaan. Dia bebas menikmati hidupnya sepuas mungkin, setelah itu dia malah berjodoh dengan Onty Rara, seorang wanita yang pintar dan memiliki karir luar biasa, dan yang paling penting dia adalah wanita setia. Ingat, Bro ... keberuntungan adalah hal yang paling penting dalam hidup, tepat seperti salah satu iklan obat masuk angin."

"Ya, otakmu itu yang masuk angin, sampai kau tidak bisa berpikir dengan benar." Rio selalu emosi setiap kali berdebat dengan sepupu yang notabene jauh lebih tua darinya itu, "Tinggallah di mansion, Oma akan marah jika tahu kau ada di sini tapi tidak mengunjunginya."

"Nanti aku akan datang."

Rio bangkit dari kursi kebesarannya. "Mau makan siang bersama?"

Reymond mengangguk setuju, lalu dua pria tampan yang merupakan saudara sepupu itu beranjak dari ruangan tersebut.

Perbedaan umur yang cukup jauh tidak menghalangi keakraban mereka, hanya saja untuk cara berpikir, Rio jauh lebih dewasa dibanding Reymond yang tengil.

Sesampainya di sebuah restoran, mereka menikmati makan siang sambil berbincang santai.

"Ya Tuhan, adik kecilku itu, belum resmi menjadi istri saja sudah sangat posesif," ejek Reymond saat melihat layar ponsel Rio menyala, dan menampilkan nama Gita.

"Diamlah!" kesal Rio yang dibalas cibiran oleh Reymond.

"Halo, Git." Rio menjawab panggilan.

"Kakak, apa kau sedang di kantor, aku ingin menyusulmu ke sana," ujar Gita dari ujung sana.

"Aku sedang di luar, jika ingin menyusul, ke sini saja."

"Baiklah, share lokasi ya Kak."

"Siap, Bos."

Panggilan selesai, Rio mengirimkan lokasi, lalu mengembalikan ponsel ke atas meja.

"Benar-benar posesif," ejek Reymond sekali lagi.

Rio berdecak. "Harusnya kau itu malu Rey. Aku dan Gita sebentar lagi menikah, harusnya kau yang lebih dulu, karena kau yang paling tua."

"Aku belum mau terikat pada satu wanita." Itu adalah jawaban yang berulang kali keluar dari mulut Reymond, ketika disinggung tentang menikah.

Mereka menikmati secangkir capuncino sembari menunggu kedatangan Gita. Sekitar setengah jam kemudian, gadis yang ditunggu pun menampakkan batang hidungnya.

"Ada Kak Rey, kapan datang?" Gita memeluk sepupu tertuanya itu terlebih dulu, sebelum duduk di samping Rio.

"Dua hari yang lalu," jawab Reymond. "Tidak disangka, ternyata adik kacilku ini sebentar lagi akan menjadi seorang istri. Selamat ya, buat kalian berdua."

"Lalu kau kapan Kak?" balas Gita.

"Ya Tuhan, mengapa setiap kali bertemu selalu itu yang kalian tanyakan!" keluh Reymond.

"Karena memang sudah seharusnya kau menikah, Kak. Umurmu 31-tahun!" sinis Gita.

"Aku punya satu nasehat untukmu." Reymond mengalihkan pembicaraan.

"Apa?"

"Kau harus berhati-hati menjaga Rio. Karena biasanya orang yang belum merasakan puber sebelum menikah, akan mengalami puber kedua setelah menikah."

"Kau jangan mengada-ada Rey!" Rio melotot kesal.

"Aku bilang kan biasanya, mengapa kau malah tersinggung? Lagi pula aku hanya meningatkan adik kecilku ini agar berhati-hati."

"Aku percaya Kak Rio tidak akan seperti itu," balas Gita sembari tersenyum pada Rio, yang dibalas senyuman pula oleh tunangannya itu.

"Oh, ya, Git. Apa ada sesuatu yang penting?" tanya Rio.

Gita mengangguk. "Iya, Kak. Mommy meminta kita untuk menentukan jadwal prewed. Dan Kakak juga disuruh datang ke mansion, ukur baju katanya."

"Baiklah, aku punya teman seorang photographer, dia juga sangat jago memilihkan lokasi terbaik."

"Aku ikut saja," balas Gita.

"Kau mau minum dulu, atau langsung berangkat?"

"Minum dulu, Kak. Aku haus, lagi pula aku masih rindu dengan sepupu kita yang tengil ini." Tentu saja yang dimaksud Gita adalah Reymond.

Mereka berbincang sembari menikmati minuman masing-masing, setelah itu mereka beranjak meninggal restoran.

"Rey, kau antar mobil Gita ke mansion ya," pinta Rio.

"Hah? Lalu mobilku yang di kantormu bagaimana?"

"Nanti aku suruh supir mengantarnya."

Reymon mendesah berat, sebenarnya dia masih enggan pulang ke mansion Richard, karena dapat dipastikan sebagian besar kebebasannya akan berkurang.

***

"Kau kenapa?" tanya Amara bingung saat melihat Aiden pulang dalam keadaan babak belur.

Setelah satu hari menjalani perawatan di rumah sakit, akhirnya Aiden diperbolehkan pulang.

"Ini semua gara-gara Diana, Ma," jawab Aiden.

"Diana? Bagaimana dengan Diana? Apa kau berhasil menemukannya?" Saat ini Amara berharap akan mendengar kabar baik.

"Aku sudah berhasil menemukannya, lalu menyerahkannya pada Tuan Jhoni, tapi ...."

"Tapi apa?" potong Amara tidak sabaran.

"Tiba-tiba saja ada pemuda yang datang membawa banyak bodiguard, mereka menyerang rumah Tuan Jhoni."

"Apa menurutmu dia pemuda yang berkuasa?"

"Tentu saja, Ma. Jika tidak, mana mungkin dia berani menyerang Tuan Jhoni. Bahkan mereka membakar rumah Tuan Jhoni setelah membawa Diana kabur."

"Lalu bagaimana dengan Tuan Jhoni?"

"Dia masih koma di rumah sakit."

"Siapa ya pemuda itu?" gumam Amara, seingatnya Diana sama sekali tidak memiliki teman dari golongan atas.

Di saat itu juga akal licik Amara bekerja. "Berarti pemuda itu lebih berkuasa dan lebih kaya daripada Tuan Jhoni. Kalau begitu kita harus menemukan Diana, kita harus baik-baik padanya, agar kita bisa ikut menikmati kemewahan yang Diana dapatkan."

Bersambung.

Terimakasih sudah membaca.

1
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Eka 'aina
salam kenal juga Thor izin mampir yah walaupun telat🙏
Zuraida Zuraida
kabu saja sama nenekmu diana
Zuraida Zuraida
diana loe baik ape begok
Eka 'aina
sangat bagus & sejauh ini cukup menarik semoga cerita makin menarik tidak menggantuk tdk bertele2 & yg pasti happy ending
Farza Soleha Al Ayubbi
ko novelton tiap baca 1 menit iklan sih. itu intens sekali iklannya
Sofyan Yusmansyah
lalu bagaimana dengan gita
Sofyan Yusmansyah
semoga da orang baik yang menolong mu diana
Wardina Abas
benalu dlm kehidupannya diana.
tp klu tdk ada peran si ibu tiri pasti tdk seruu.
Revina Darajati
nie dah lama bgt ..sampe aku hrs ngraba2 gimana ceritanya..eh cm 1 bab doang... author sekrng klo od mau cm ngegantungin cerita mending gk usah BKN novel daah
Nurhasanah Nur
ceritanya bagus bngttt
Ssryani Eritaa
kaget pas lgi seru²nya Roy dan Diana sudah nikah tiba² ceritanya habis gitu ada gk ada lanjutannya lagi.tamat kh thor ceritanya sampai disitu saja?
Ssryani Eritaa
jadi kesal kok Rio gk ada perjuangan sama sekali buat Diana,cinta tapi memilih menikah dengan wanita lain
Etria Etria
manalanjutannya
Rusmani Borjun Tea
Mana lanjutannya ini thor
Nurul Haeni
udah 8 bln dari up yg pertama.... mana lanjutannya
Novie Achadini
takut fiana kabur lagi kasuan rio
Novie Achadini
sedih bgt thor kaaian diana
Rusmani Borjun Tea
lanjut lah thoor..
Dendi Imansyah
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!