Xu Yuan adalah tuan muda dari klan Xu yang terlahir dengan dantian sempurna dan juga tujuh jalur qi yang terbuka. Tetapi ia harus menyembunyikan semua keistimewaan ini di depan semua orang karena suatu hal.
Suatu hari, ia tidak sengaja membuka segel sebuah pedang legenda yang katanya terkutuk. Konon, gosip yang sedari dulu tersebar adalah jika pedang itu akan menguasai jiwa pemiliknya lalu membuatnya menjadi jahat.
Lalu apakah Yuan juga akan dikuasai oleh pedang terkutuk itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Miss_Kha11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. Mereka Menjarah Apapun.
Seekor kuda gagah itu dilajukan dengan sangat kencang menuju ke daerah pesisir selatan. Perjalanan menggunakan kuda adalah yang paling cepat, buktinya hanya dengan waktu beberapa jam saja Yuan sudah hampir sampai di pesisir selatan.
Mungkin hanya sekitar satu kilo meter lagi ia sudah akan tiba di wilayah bagian selatan benua Jianling. Wilayah barat dan selatan ini memang tidaklah begitu jauh, hutan mati itu tidak begitu jauh dari gugusan pantai di bagian selatannya.
"Tolong! Tolong!"
Ada tiga orang yang berlari tunggang langgang tanpa memperhatikan langkah, dengan segera Yuan menghentikkan kudanya lalu menghampiri mereka.
"Apakah ada sesatu terjadi?"
"Orang-orang aneh datang menyerbu semua orang, menjarah dan menghancurkan semuanya."
Yuan menghela nafas kasar, rupanya kali ini benar-benar sudah tertinggal langkah dari orang-orang suku iblis itu. Sangat disayangkan sudah begitu banyak korban yang berjatuhan.
"Lalu bagaimana keadaan disana sekarang?"
"Sudah ada 4 desa yang diserang begitu juga pasar raya, saat ini semua orang berlari menyelamatkan diri mereka."
Yuan mengangguk tanda mengerti, ia menepuk tangannya dua kali untuk memanggil Ruyi.
Ciakkk.... Ciakkk...
Ruyi yang memang terbang mengikuti Yuan tentu saja dengan segera mendekat, Yun menuliskan surat lalu menggulungnya menjadi gulungan kecil. Ia mengikatkan itu pada kaki Ruyi.
"Bawa ini ke ayah."
Ciakkk.... Ciakkk...
Burung elang gyr itu kembali terbang di angkasa, mengepakkan sayap besarnya untuk terbang ke kota Liang.
Yuan kembali memacu kudanya untuk pergi ke daerah pesisir, ada sejumlah 30 desa di sepanjang pesisir gugusan pantai dan jika ia tidak cepat takutnya semuanya akan poranda.
Tidak begitu lama Yuan sampai di desa pertama, desa itu sudah berantakan, banyak mayat baik itu penduduk atau dari suku iblis itu, pasti awalnya sempat ada perlawanan. Desa itu sudah sangat sepi dan tidak ada lagi manusia yang ada, mereka pasti pergi untuk menyelamatkan diri.
Desa kedua tidak ubah bedanya dengan desa pertama, mayat, darah dan juga porak poranda. Barulah saat sampai di desa ke ketiga dan keempat keadaannya sedikit berbeda. Memang tidak ada juga kehidupan tetapi disana api berkokbar. Membakar setiap rumah dengan begitu ganasnya.
Yuan sama sekali tidak menghentikan laju kudanya, melewati jalan dengan kanan kiri nya api yang membara. Ia harus cepat.
Sring... Sring... Sring....
Suara pedang beradu itu mengalihkan perhatinnya, disana ada seseorang pendekar yang tengah satu lawan 10 dengan orang suku iblis itu.
Tidak tinggal diam, Yuan melompat dari kudanya lalu ikut bertarung. Meminju orang-orang menyeramkan itu dengan tenaga dalam yang kuat. Hanya sebentar saja mereka berdua telah berhasil menumbangkan sepuluh orang suku iblis.
"Kau siapa?" pertanyaan itu yang pertama keluar dari lelaki asing.
"Aku Yuan. Dan bagaimana keadaan sekarang?"
Yuan tidak lagi berbasa-basi dan langsung bertanya tentang keadaan pesisir sekarang, secepatnya bertindak adalah pilihan terbaik.
"Mereka sangat banyak, lebih dari 3 ribu orang, datang dan merusuh. Banyak korban jiwa karena belum sempat bersembuyi, sedangkan desa lain yang belum di serang sudah tinggalkan dan mereka mengungsi ke kota."
"Jadi saat ini pasukan itu tengah pergi untuk menghancurkan desa lain?"
"Benar sekali."
"Tujuan mereka setelahnya pasti pergi ke kota."
"Kau tahu mereka itu pasukan apa?" tanya lelaki asing itu.
Nama lelaki itu adalah Huo Ran, ia tadi pergi memancing ikan di laut dan saat kembali sudah ada orang berlarian kesana-kemari yang mengatakan untuk segera mengungsi. Tetapi Huo Ran sebagai seseorang pemuda yang penasaran tetap pergi ke desa dan menemukan sudah kebakaran dimana-mana.
Keadaan menjadi kacau hanya dalam sekejab mata, orang-orang itu membantai dan mengacaukan semuanya. Begitu banyak orang asing yanh berada disana, jumlah mereka ribuan dan tentu warga desa meski bisa berkultivasi tetapi tetap kalah jika melawan banyaknya pasukan itu.
"Kabar ini tentu sudah dikabarkan ke kota kan?"
"Tentu saja, semua orang mengungsi ke kota dan takutnya di dalam masih ada beberapa yang belum sempat mengungsi."
Meski pengumuman untuk mengungsi sudah di gemborkan tetapi belum bisa di pastikan semuanya telah pergi mengunsi. Entah yang baru saja dari melaut, dan mereka yang tidak mendengar kabar. Bagaimanapun penyerangan ini begitu mendadak.
"Bantuan akan segera datang, kita perlu menunggu sebentar."
"Tapi Yuan ada satu yang aku khawatirkan."
"Apa?"
"Orang-orang di pelabuhan sama sekali tidak tahu, semua orang di desa tidak ada yang sempat ke pelabuhan karena menyelamatkan diri sendiri lebih penting."
Pelabuhan berada cukup jauh dari pedesaan, di pelabuhan tentu banyak sekali orang. Tempat itu bahkan lebih ramai dari desa, pedangan dari kota bahkan dari luar benua berada disana untuk melakukan perjual belian.
"Ah pelabuhan, atau jangan-jangan tujuan mereka ingin pergi ke pelabuhan untuk meninggalkan benua Jianling." tebak Yuan.
Saat ini ada dua kemungkinan, mereka akan menyerang kota atau justru pergi ke pelabuhan untuk merampas kapal lalu berlayar ke suatu tempat.
"Apakah itu mungkin?"
"Mereka menjarah dimana-mana dan mengumpulkan barang berharga itu sepertinya akan mereka gunakan sebagai perbekalan setelah keluar dari benua."
"Jika seperti itu seharusnya biarkan saja, orang-orang dipelabuhan akan habis tetapi setelah itu suku iblis juga pergi darisini!"
Yuan rasanya ingin meninju mulut yang berbicara begitu kurang ajarnya itu, tetapi Yuan juga tidak memiliki waktu untuk menjelaskan semuanya pada Huo Ran.
"Aku tidak memiliki waktu untuk menjelaskannya. Sekarang aku minta agar kau melapor ke wali kota untuk mengerahkan pasukan pergi ke pelabuhan secepatnya, waktu kita tidak banyak hanya sampai suku iblis selesai menjarah saja."
"Tapi—"
"Cepatlah, turuti saja kalimatku!"
"Baiklah."
Setelah Huo Ran pergi Yuan langsung menunggangi kudanya, jika seperti dugaannya suku iblis akan menjarah kapal untuk keluar benua maka itu tidak akan bisa di biarkan.
Mereka mendapatkan banyak sekali harta dari desa-desa dan jika mereka pergi ke benua lain lalu tinggal tanpa diketahui. Maka nanti suku iblis akan merepotkan untuk dilawan, tidak ada yang boleh dirugikan lagi oleh mereka.
Karena suku iblis ini setelah bersembunyi maka mereka akan diam-diam mengumpulkan pasukan lalu nanti akan bersiap menyerang.
Meski ganas dan kasar, tetapi suku iblis juga cukup cerdik. Mereka tetap mengerahkan pasukan di hutan mati, agar rencana kaburnya ini tidak diketahui oleh mereka.
Semacam trik membodoh-bodohi.
━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━
Suka dengan cerita ini?
Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!
Terimakasih and love you full.
With love,
Khalisa🌹
Thor perguruan ini bukan sebuah Sekolahan jadi kata2 atau kalimatnya jangan formal..seperti pendidikan di sekolahan....contoh kata2 Pelajaran...itu kata2 di lingkungan sekolahan
1. Setiap Chapter terlalu singkat alias sedikit isinya
2. Kultivasinya yg jlas sebutkan jgn cuma bilang tingkatan..
3. Terlalu fokus Roman picisan...masih sore sdh cerita percintaan. dasar Outhor ceriwis