NovelToon NovelToon
Panglima Perang Kerajaan Xili

Panglima Perang Kerajaan Xili

Status: tamat
Genre:Romansa / Time Travel / Petualangan Fantasi-Penyeberangan dunia lain / Fantasi Urban-Mengubah takdir / Chicklit / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:409.6k
Nilai: 4.6
Nama Author: Lien Machan

Sin Yoona, seorang prajurit perempuan satu-satunya di kesatuan. Saat ini ia sedang melaksanakan tugas negara, yaitu mengupayakan pembebasan para tawanan yang di sandera oleh musuh di wilayah perbatasan negara.

Dia dan rekan lainnya terus menggempur pertahanan musuh sampai berhasil melumpuhkan mereka dan menyelamatkan para tawanan.

Namun apa yang terjadi? Saat mereka sudah berhasil, sebuah bom meledak sebelum mereka kembali ke negaranya. Akibatnya, Sin Yoona dan sebagian prajurit lainnya tewas seketika terkena ledakan bom yang sengaja di pasang musuh.

Sin Yoona merasa dia sudah mati. Tapi, kejadian yang menimpanya di medan perang seolah mimpi baginya. Dia terbangun di tempat yang asing dan dengan identitas berbeda.

Apakah Raja neraka sengaja membangkitkan jiwanya lagi karena berbelas kasih padanya? Tapi, kenapa harus di tubuh yang lemah seperti ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lien Machan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertempuran Melawan Pemberontak

Saat ini, Liu Wei dan Yu Xuan yang sudah tiba di dekat pegunungan Fujiko segera mencari sumber pemberontakan. Mereka ingin mengetahui siapa pemimpin pemberontak tersebut. Namun, kenyataan yang ada dihadapan keduanya membuat mereka membeku.

"Tuan Mo," keduanya saling pandang dengan amarah yang sama besarnya.

Ya. Pemimpin pemberontak di wilayah pegunungan Fujiko adalah Mo Yucen, yaitu orang yang membunuh keluarga Liu Wei dan Yu Xuan, juga para penduduk Desa Guzong.

Tanpa belas kasih, Tuan Mo menghabisi seluruh penduduk Desa Guzong dan Desa sekitar hanya karena mereka tak mau menuruti keinginannya. Para orang tua yang membantah segera diikat dan digantung di tengah Desa. Sedangkan para anak muda, dijadikan budaknya dan para wanita di Desa tersebut dijadikan pelampiasan bejatnya. Sungguh, kekejaman Tuan Mo tak dapat dimaafkan dengan mudah.

Andai saja dulu Liu Wei dan Yu Xuan memiliki keahlian pedang dan ilmu bela diri cukup, mungkin keduanya dengan berani akan melawan si tua Mo tersebut. Tapi, apalah daya. Mereka tak bisa melawan karena tak memiliki kemampuan cukup, bahkan hanya sekedar menatap wajah sangar pria tersebut.

Tangan Liu Wei terkepal menahan amarah. "Akan ku habisi orang itu," cetusnya dengan penuh kebencian.

Yu Xuan segera menarik tangan Liu Wei yang hendak pergi dengan kemarahan. "Jangan gegabah, Liu! Dia bukan orang sembarangan. Ilmunya cukup tinggi, dan kita berdua belum bisa mengalahkannya. Ingat yang dikatakan Aling pada kita!" peringat Yu Xuan.

Liu Wei menepis tangan Yu Xuan dengan keras. "Tapi, ini kesempatan kita untuk membalaskan dendam lama terhadap si tua Mo itu. Aku takkan bisa hidup tenang jika belum membunuh si tua bangka itu!" cetusnya dengan emosi yang meluap.

"Aku tahu, Liu. Tapi, kita jangan bertindak gegabah saat ini! Kita sebaiknya tunggu pasukan Jendra Jiu datang." tegas Yu Xuan.

"Baiklah," ucap Liu Wei pasrah. Akhirnya, Liu Wei pun mengalah dan memilih diam seperti yang diperintahkan Yu Xuan sebelumnya.

Keduanya diam tanpa melakukan pergerakan apapun, sebelum pasukan yang dikirim Zhaoling tiba di wilayah tersebut.

Setelah cukup lama menunggu, pasukan yang dipimpin Jendral Jiu tiba di perbatasan kota menuju pegunungan Fujiko. Beberapa kuda dan puluhan prajurit yang berjalan kaki dengan tombak ditangan mereka pun terlihat.

Mereka bergerak cepat tak seperti Liu Wei dan Yu Xuan yang diam-diam, karena mereka hanya ditugaskan untuk mencari tahu pemimpin pemberontak. Tapi, hal yang membuat geram saat ini ialah bahwa pemimpin pemberontak tersebut adalah orang yang selama ini keduanya cari, Tuan Mo Yucen.

Melihat pasukan yang bergerak mendekat kearah mereka, para pemberontak yang dipimpin Mo langsung bersiap untuk melawan kapanpun.

"Serang!" teriak Jendral Jiu kepada para prajuritnya yang sudah bersiap dengan senjata mereka.

"Aaaaaaa," teriakan semangat prajurit segera terdengar menggema. Begitupun para pemberontak.

Mereka saling membenturkan senjata masing-masing untuk menyerang maupun mempertahankan diri.

Trang ... trang ... slash ... sleb ...

Pedang dan tombak saling beradu, kemudian mendarat di sekitar tubuh membuat mereka langsung meregang nyawa. Baik itu prajurit ataupun musuh, pihak keduanya sama-sama rugi karena korban berjatuhan.

Jendral Jiu yang awalnya menganggap enteng musuh, kini wajahnya berubah menjadi suram. Senyum kemenangan terganti dengan ketegangan diwajahnya, melihat para korban berjatuhan. "Sialan," umpatnya dalam hati.

Poin pertama yang harus diambil dari pertarungan ini adalah, jangan menganggap enteng lawan walaupun musuh hanya berjumlah lebih sedikit dibanding pasukan kita. Poin kedua, persiapan matang perlu dilakukan dan kita tidak boleh bertindak terburu-buru, karena tak bisa membaca pergerakan musuh serta mengetahui kekuatan mereka.

Jendral Jiu menyapu pandang ke sekitarnya, melihat prajurit yang ia bawa hampir setengahnya mati. Namun, pihak musuh juga mengalami kerugian yang sama bahkan lebih parah dari mereka. Maka dari itu, Jendral Jiu memutuskan terus menyerang.

Namun, dia tak tahu bahwa tindakannya itu akan membuat mereka celaka. Tiba-tiba, sekelompok pemberontak muncul dan membantu mereka melawan pasukan Jendral Jiu.

"Astaga. Ku pikir ini sudah berakhir, ternyata mereka semakin banyak!" seru Jendral Jiu merutuki tindakan bodohnya.

Seorang pemberontak dengan cepat mendekati Jendral Jiu dan mengayunkan pedangnya kearah pria tersebut. Untungnya, Jendral Jiu terlatih dengan baik, sehingga dapat menghindar dengan cepat.

Terjadilah pertarungan sengit antara Jendral Jiu dan pemberontak tersebut yang bernama Gu Yen.

Trang ... trang ... trang

Pedang keduanya saling membentur satu sama lain, dan pergerakan dari keduanya sangat gesit disaat saling menghindar.

Walaupun Jendral Jiu sudah tak muda lagi, namun pergerakannya cukup cepat karena terlatih. Sehingga, dia bisa menghindari serangan dari Gu Yen.

Melihat pria tersebut, Liu Wei dan Yu Xuan terperanjat. "Bagaimana mungkin orang itu ada disini?" keduanya saling pandang tak percaya.

Gu Yen adalah salah satu murid dari Perguruan Naga Bayang. Dia juga termasuk murid senior dan berilmu cukup tinggi. Dibawah bimbingan Guru Luo, Gu Yen berkembang sangat cepat, bahkan termasuk murid berbakat.

Dengan kemampuannya, pria itu bisa mengalahkan sepuluh prajurit sekaligus dalam waktu hitungan detik. Cukup cepat, bukan?

Tapi, kenapa murid berbakat seperti itu malah bergabung dengan pemberontak? Itulah yang ada dipikiran Liu Wei dan Yu Xuan saat ini.

Para prajurit banyak yang terbunuh, dan masih tersisa beberapa dengan luka cukup berat. Melihat prajuritnya banyak yang mati, Jendral Jiu segera mundur dan bergabung ke pasukan yang tersisa.

"Jendral. Kita terpojok saat ini," cetus salah satu prajurit. "Bagaimana kalau kita mundur saja dan melaporkan ini pada Panglima?" lanjutnya lagi.

Jendral Jiu mengangguk setuju dengan perkataan prajurit tersebut. Dia segera menatap ke sekeliling dan meminta prajurit yang tersisa segera mundur. "Mundur semuanya!" titahnya kemudian.

Melihat pasukan Kerajaan mundur, para pemberontak tertawa senang sambil bersorak riang. Mereka mengejek, bahkan dengan terang-terangan meneriaki kata hinaan untuk pasukan Jendral Jiu.

Walau hatinya geram, tapi Jendral Jiu tak bisa melakukan apapun. Demi keselamatan nyawa sebagian prajurit, dia rela menerima hinaan besar yang dilontarkan para pemberontak.

Sungguh, saat ini dia tak berdaya. Mungkin, jika ada bala bantuan dari beberapa prajurit, dia akan bersemangat dan terus berjuang demi menumpas kejahatan yang selalu menyengsarakan masyarakat Desa.

Liu Wei dan Yu Xuan masih diam ditempat mereka tanpa melakukan apapun. Keduanya tak bisa mengambil resiko yang mungkin bisa membahayakan. Namun, melihat pasukan yang dibawa Jendral Jiu mati, hati keduanya tergerak dan bergegas keluar dari persembunyian.

"Akan kita tunjukan, seberapa kuat murid Perguruan Naga Bayang sesungguhnya kepada pengkhianat Gu Yen." cetus keduanya dengan penuh tekad.

Wajah mereka segera ditutupi kain supaya tak terlihat siapapun. Dengan bergegas, mereka melompat dan menerjang kearah Gu Yen dan Mo Yucen.

Bugh ... bugh ... bak

Walaupun tendangan Liu Wei dan Yu Xuan tak menjatuhkan keduanya, tapi itu cukup membuat mereka terpundur beberapa langkah kebelakang dengan rasa sakit di dada.

"Setan alas. Beraninya menyerang diam-diam!" hardik Mo Yucen dengan berteriak. Hal yang sama pun dilakukan Gu Yun.

Semua pemberontak segera menyerang Liu Wei dan Yu Xuan secara bersamaan. Toh, mereka hanya berdua. Pasti sangat mudah untuk membunuh keduanya. "Bunuh dia!"

Mendengar teriakan dibelakang, Jendral Jiu yang akan pergi segera berhenti dan memperhatikan apa yang terjadi.

Ternyata, dua orang bertopeng sedang bertarung melawan para pemberontak yang dipimpin Mo dan Gu. Melihat itu, ia segera kembali dan berdiri di samping Liu Wei dan Yu Xuan untuk membantu. Walaupun tak saling mengenal, tapi Jendral Jiu pasti akan membantu orang yang dengan berani menumpas para pemberontak.

Lagipula, harga dirinya menjadi seorang Jendral sedang dipertaruhkan saat ini. Dia lebih baik mati di medan perang sebagai kesatria, bukan pulang dan hidup menjadi pecundang.

"Kenapa kau kembali dan bergabung bersama kami, Jendral?" tanya Liu Wei dengan dingin dan datar.

Mendengar pertanyaan dingin itu, Jendral Jiu hanya tersenyum pelik. Ternyata, pria bertopeng itu orang yang dingin tanpa ekspresi.

"Aku akan membantu kalian semampuh ku," sahutnya cepat.

"Tapi, para pasukan mu telah banyak yang terluka. Sebaiknya, kau kembali serta bawa sisa prajurit dan lekas mengobati mereka!" titah Yu Xuan.

Namun, Jendral Jiu lagi-lagi menjawab dengan cepat. "Aku telah menyuruh mereka kembali, namun mereka tetap mau disini. Jadi, kami akan berjuang bersama kalian!" tegas Jendral Jiu penuh tekad.

Liu Wei dan Yu Xuan tak bisa berkata apapun. Keduanya hanya mengangguk satu sama lain karena tak bisa memaksa keinginan mereka yang siap berperang sampai mati.

"Baiklah! Ayo, kita serang!"

"Haaaaaaaaaaaa," teriakan penuh semangat dari mereka yang tersisa.

Semuanya maju untuk bertempur melawan musuh yang selalu mengacaukan negara. Pemberontak dianggap sampah masyarakat yang suka mengacau diberbagai daerah. Jadi, tugas mereka untuk menumpas pemberontak tersebut.

...Bersambung, gaess ......

1
Nayira Azzahra
terlalu bodoh,buat apa reinkarnasi KLO hal kyk gitu aja g bisa d imbangi,buat apa juga ilmu bela diri????? sungguh aku kecewa 😔😔😔😔😔
Olan moro
mantap.. 👍👍👍
Wan Trado
serius nih namanya chibai..?? 🤣
Siti S
Luar biasa
Machan: makasih bintang 5 nya, kak Siti🥰
total 1 replies
Sarah Arami
seru
Machan: 🥰 makasih bintang 5 nya, kak Sarah🤗
sehat dan bahagia selalu🙏
total 1 replies
ira kasih
happy ending yeeyy...💕
makasih thor.. semoga selalu sehat dan semangat membuat karya baru
Machan: amiiin, makasih doanya kak Ira. doa terbaik juga untukmu🥰
untuk karya baru masih update fantasi pria, klo berkenan silahkan baca. tinggal klik profil othor😁 tapi klo mau genre sama belum rilis, mungkin setelah selesai yang ongoing🙏
total 1 replies
RIA SARI
semua cerita sama y ....
Albuddin
ceritanya muter" terus
Machan: mungkin othor lupa lagi nyemil gangsing makanya muter"🤣
total 1 replies
Aryanti
karyanya hilang entah kemana😭😭😭

bikin patah hati aja
Endri Yani
kok g nyambung
Aryanti
link pemesanannya donk kak🥺🙏
jesica jesi
bagus
Machan: makasih
total 1 replies
nurul istiqomah
apik
Machan: makasih kakak
total 1 replies
NOiR🥀
Ending yg indah..best
Machan: makasih kakak
total 1 replies
NOiR🥀
penuh drama..begitu sulit...
Littlefairy Bundle
aku nggak mau teruskan LG. bosan dgn karekter xin'ernya yg bodoh
Pengagum setia: kalau ga mau baca gausah maksain apalagi tidak like,kasihan othornya capek mikir cape nulis
total 1 replies
Mami Mara
dna??? jaman kerajaan? typo ya thor?
Mami Mara
kan???? q bru mikir, pasti ada yg komen gini? 🤣🤣🤣
Machan: 😁😁😁 maaf bikin keselek
total 1 replies
Lina Octavianti
Luar biasa
Machan: makasih kakak😊
total 1 replies
Machacy
Mungkin ada baiknya, "mengecilkan suaramu saja," apa lgi ini jaman kekaisaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!