Pesona yang ditawarkan seorang Rindu terkadang membuat para laki laki tidak dapat menahan perasaannya.
Bahkan adik kandung Papanya sendiri begitu menggilainya hingga mengklaim bahwa Rindu adalah wanitanya.
"Rindu.. sayang.."
Dirga menatap dalam wajah cantik yang selalu membuat hatinya berdenyut.
"Uncle aku takut"
Jawab Rindu dengan bola mata berkaca kaca.
Akankah kisah cinta mereka berakhir bahagia atau bahkan sebaliknya?!.
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR YAA MAKKKK...
LIKE, KOMENT, VOTE DAN JUGA FAVORITKAN MAKKK 🙏🙏🙏🙏
Happy reading dan untuk para readers 💙💙💙💙💙
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahyuma_Lii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
D&R 35
🍂Happy Reading Yaaa Maaaakkkk.... 🍂
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu terus bergulir dengan cepat, sisa sisa acara Grand Opening masih terlihat berjejak diaula resort tersebut,
berbagai macam karangan bunga ucapan selamat juga begitu banyak memenuhi area parkir hingga sepanjang jalan pintu utama resort.
Secara perlahan mobil Rindu mulai begerak menjadi yang pertama meninggalkan tempat itu disusul beberapa mobil dibelakangnya seperti mobil milik Dirga, Rian dan yang lainnya,
mereka bergegas kembali ke Jakarta setelah tiga hari berada di Bandung.
Tadinya Rindu diminta untuk naik mobil bersama Dirga hingga sampai laki laki itu memaksa, tapi Rindu menyadari bahwa ada sang teman yang harus Rindu fikirkan,
walaupun dalam hati dia sangat ingin pulang bersama sang kekasih saat itu.
Tapi yaa sudah lah...
Ruas jalan terlihat cukup lenggang hari ini, memudahkan Ninda yang bergerak sebagai driver bisa melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh,
dengan Rindu yang duduk disebelah bangku supir, gadis itu sesekali memperhatikan Ninda sambil mengerutkan keningnya
"Tumben dari tadi diam aja.. sakit Lu?"
Tanya Rindu pada Ninda yang sejak tadi memperhatikan sang temen yang tidak seperti biasa.
Apalagi tadi dirinya sempat tidak sengaja melihat Ninda yang keluar bersamaan dengan Rian, membuat Rindu semakin dibuat penasaran oleh gadis itu.
Lah.. nih anak malah bengong ditanya, hmmm gue yakin pasti ada yang gak beres ini
"Nin.. "
Panggil Rindu cukup keras.
dan seketika membuat sang gadis terlonjat kaget sambil memegangi dadanya.
"Ish.. apaan sih Lu, bikin kaget gue aja"
Ninda menoleh sebentar kearah Rindu setelah itu kembali fokus kearah depan.
"Lu tuh yang kenapa, gak biasanya diam begitu aneh tau...
gue jadi sedikit curiga deh"
Kata Rindu.
Dengan memicingkan kedua matanya, menatap Ninda yang tiba tiba menjadi salah tingkah setelah mendengar ucapanya itu.
"A..apaan biasa aja iihh?"
Jawab cepat Ninda tanpa mengalihkan pandanganya.
Tapi seolah tahu bahwa Rindu masih memperhatikan dirinya,
lagi, Ninda mendadak tambah gugup.
"Apa sih, biasa aja kali ngelihatin nya"
"Enggak.. cuma agak penasaran saja kok Lu tadi pagi bisa barengan gitu sama om Rian sambil senyum senyum lagi,
emang sejak kapan Lu mulai dekat sama om om tua itu"
Ucap Rindu sedikit menekan kalimatnya, sebab dia merasa cukup curiga antara sang teman dengan Rian.
Hmmm om om tua...
kalau benar Lu ada apa apa dengan Rian berarti karma telah datang hihihi
siapa suruh kalau bahas Dirga Lu suka panggil om om tua
Eh... tapi kalau bener...
Rindu menatap kembali kearah Ninda sambil memindahi gadis itu dari atas sampai bawah sambil menaikan ujung alisnya,
Rona senyum smrik menghiasi wajah Rindu.
Tapi berbeda dengan Ninda, gadis itu seketika dibuat keluh bibirnya saat mendapat pertanyaan seperti itu dari sang teman,
apalagi Rindu sejak tadi tidak mau lepas dari memandanginya membuat Ninda harus menelan kasar salivanya.
Haiisss mampus gue... Rindu udah mulai curiga lagi, gue mesti jawab apa coba ??
hah, kalau bukan Rian yang nyuruh buat rahasiain dulu sama Rindu gue gak bakal bingung gini buat jawab
"Cuman kebetulan aja tadi ketemu pas mau ke lobby... lagian kan dia temen om Dirga yang juga beberapa kali terlihat ikutan kalau keluarga Lu bikin acara masa iya gue diajak bicara diem aja
emang kenapa sih?.. ada masalah"
Tanya Ninda sedikit penasaran.
Tentu Ninda butuh Rindu menjawab, sebab kemarin malam Rian hanya bilang kalau dirinya tidak boleh bicara dulu tentang hubungan nya pada Rindu
tapi dia tidak diberi tahu kenapa dan apa alasanya.
Jadi hal itu cukup membuat Ninda penasaran juga, lagi pula Rindu terlihat seperti antusias ingin tahu apakah dirinya dan Rian memiliki hubungan.
"Gak ada sih... cuman nanti akan menjadi masalah kalau Lu sama om Rian itu punya hubungan, pacaran"
"Yaahh... maksudnya, masalah apa?"
Kerutan dikeningnya menandakan kalau Ninda bingung dengan ucapan Rindu.
Tapi, alih alih menjawab Rindu hanya tersenyum sambil memperbaiki posisi tempat duduknya lebih ke belakang agar Rindu bisa berbaring.
"Rin ish... malah tiduran, jawab dulu"
"Bukan masalah besar Nin... nanti gue kasih tahu tapi nunggu Lu jadi pacar om om itu dulu"
Jawab santai Rindu, perlahan memejamkan matanya sambil melipat kedua tangan di dada.
Yahhh....
apa sih, kenapa harus nunggu jadi pacar dulu !!!
iihh nih anak bikin bingung deh, tapi gue jadi penasaran gini kan
"Iya Rindu... Lu bikin orang penasaran deh kasih tahu donk"
Rengek Ninda.
"Hmmm nanti aja"
"Cih, Lu kebiasaan deh kasih tahu dulu... "
Tangan Ninda bergerak mengguncang lengan Rindu saking dibuat penasaran.
Tapi entah Ninda sadar atau tidak apa yang dibuat Rindu hanya untuk memancing rasa penasaran gadis itu,
sebab Rindu masih merasa curiga kalau Ninda dan Rian memiliki kedekatan khusus.
Sebenarnya gue lagi yang penasaran sama Lu... tapi kita lihat apa feeling gue benar atau salah kalau Lu sama Rian punya hubungan
main main Lu sama gue....
"Rin...."
Seru Ninda.