Seorang prajurit sudah selayaknya setia dan tegas dalam setiap tindakan, lalu bagaimana jika seorang prajurit muda memiliki dua pacar sekaligus? Dan tak bisa melepaskan salah satu pacarnya karena sumpah yang tak mungkin dilanggar? baca selengkapnya hanya di noveltoon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 35
"Loh sayang ! Kenapa putar balik , ini kan bukan ke tempat yang kamu bilang ?" Dwi baru mengeluarkan suaranya saat Rian mengambil jalan yang bukan mengarah ke restoran yang diberitahu Rian sebelumnya .
Dengan tatapan santai Rian memberitahu jika ayahnya baru bisa bertemu jam tujuh . "Sayang ! Sebenarnya ayah aku mau ketemuan jam tujuh nanti tapi aku bilang ke kamu jam enam."
"Loh kenapa kamu bohong ? Terus ini kita mau kemana kok putar balik ?" Dwi meminta penjelasan Rian yang nampak santai saja setelah membohonginya .
"Kita keliling dulu sekalian ukur jalan siapa tau genap seribu kilometer." Sambil tertawa ringan .
Rian tak menjawab kenapa ia bohong tetapi dia berkali-kali mencuri pandang dan membelai hijab Dwi . Suasana kembali hening namun Dwi menemukan jawaban kenapa dia dibohongi .
"Kamu bohong karena takut aku dandannya lama kan ?" Rian mengangguk sambil berkata "Iya tapi kamu hari ini beneran cantik banget." Pujian itu tak membuat Dwi diam .
"Terus kalo make up aku luntur gimana kan sayang ," Rian memandanginya lebih lama . "Kamu cantik ! Ayahku bukan pecinta gadis muda . Aku yakin ayah suka karena kamu cantiknya natural ," jawab Rian .
Dwi agak senang tapi tetap khawatir make up-nya luntur . Yang dilakukan Rian melihat Dwi gundah hanyalah membuka semua AC mobilnya . "Disini dingin , make up kamu nggak akan luntur ," tanpa melirik sedikitpun .
Hampir setengah jam Rian menelusuri jalanan kota yang masih ramai itu , "Sayang , kemarin gimana ketemu sama Siwi ?" Rian memberanikan membuka obrolan tentang peristiwa semalam .
"Gimana apanya ?" Dwi tak paham maksud pacarnya itu . "Ya kamu ceritain gimana kamu ketemu sama Siwi semalam ," Rian memperjelas maksudnya .
Dwi dengan urut menceritakan pertemuannya dengan Siwi , hingga di saat berkenalan dengan Salma Rian menghentikannya . "Jadi Siwi udah kenal sama si Salma itu dan refleks manggil namanya ?"
"Bener , terus aku minta buat kenalin sama aku dan ternyata dia orangnya supel banget . Aku jadi punya temen baru lagi dan bisa buat aku nyaman ," pungkas Dwi di akhir ceritanya .
Berkat cerita Dwi , Rian tau jika masalah ini lebih rumit dari yang ia pikirkan sebelumnya . Salma dan Siwi telah kenal sebelumnya berarti mereka sudah akrab dan akan sulit memisahkan mereka .
"Sebenarnya , waktu itu aku udah masuk ke dalam tapi aku keluar lagi takut ganggu kamu lagi asyik dengan temen kamu." Rian masih belum mengatakan yang sebenarnya pada Dwi .
Note : author minta dukungan kalian lewat like dan vote yah , boleh langsung di menu vote atau di banner ungu atas komentar
Dwi lah yang membuatnya harus jujur . "Kamu mikirin apa waktu pulang itu ?" tanya Dwi masih penasaran . "Emmm..,iya aku ada pikiran waktu itu tentang mereka berdua ," Rian tak bisa menjaga rahasia itu .
Dwi menggalinya semakin dalam karena hafal Rian tak bisa menyembunyikan rahasia . "Mereka berdua ? Kamu kenal sama Salma juga ?"
Terpaksa Rian jujur tentang masa lalu Bagas . "Soal Siwi kamu udah tau dia pacarnya Bagas waktu SMA , tapi Salma adalah pacarnya waktu SMP." Rian bingung bagaimana menjelaskannya .
"Maksud kamu Salma itu mantan Bagas waktu SMP ? Kalo mantan mah nggak papa Siwi pasti bisa memahami kok," sahut Dwi yang seakan tau. Rian tak bisa membahasnya lebih jauh karena telah sampai .
"Bukan , tapi nanti aja aku jelasin lagi sekarang kamu siap-siap ketemu ayah aku," Rian mulai memarkirkan mobilnya . Fokus Dwi ikut teralihkan dan kecemasannya kembali muncul.
Meski telah diceritakan secara singkat dengan Siwi atau Rian sendiri tapi tak bisa membuatnya yakin . Semakin melangkah maju jantungnya semakin berdegup kencang .
Sebuah perasaan abstrak tak bisa lagi diceritakan sedang dirasakan saat Rian menunjuk posisi ayahnya dan seorang laki-laki muda yang usianya sekitar dua atau tiga tahun lebih muda dari Rian .
Cemas , khawatir , malu , dan masih banyak rasa tak tertuliskan melebur jadi satu .
***Hampir aja kebuka guys , gimana nih kalian pengennya masih dirahasiakan atau jujur aja nih ? tunggu lanjutannya yah...
Note: author ingatin sekali lagi buat dukung author dengan cara like , rate 5 , komen , dan vote baik di menu atau banner ungu***
happy ending donk
huffffft
smg buruan ketemu jodohnya
dah runyam ne mslh Lo
kabuuuuuur
gw jg mo bantu lo
jgn buka malu Bagas donk sayang!!!!!!
biarlah dicintai dr pd mencintai
biar Salma gak di PHP in
Seringkali bikin resah. Gundah tak berakhir.
Dan ketika semua pada titik akhir dari kerinduan.....namun....
Benar, perempuan tak mungkin menghubungi duluan. Rasanya tabu
saling dukung yuuu dengan novel terbaru ku "Love Winter"
Terimakasih