NovelToon NovelToon
I Love You Tuan Muda

I Love You Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Balas Dendam / Detektif / Rumah Tangga-Anak Genius / Tamat
Popularitas:894.6k
Nilai: 4.5
Nama Author: Ayla Noona

Takdir Aqilla itu rumit.

Hidup Aqilla terasa monoton sekali. Namun, hadirnya si kembar membawa warna baru di hidup Aqilla.

Walaupun terbebani rasa bersalah yang membuncah, Aqilla tetap bertahan demi sang buah hati. Si kembar-lah alasan terbesar Aqilla untuk terus berjuang.

Ditambah kehadiran daddy kandung si kembar membuat hidup Aqilla sedikit banyak mengalami perubahan. Tawaran pernikahan beralasan si kembar sudah lelaki itu berikan. Namun, Aqilla ragu karena dia sering melihat rumah tangga tanpa cinta selalu berakhir perpisahan. Ditambah lagi, ada sosok lain yang menentang keras hubungan keduanya.

Haruskah dia menerima tawaran itu?

“Kamu bukan tidak mencintaiku. Kamu hanya belum mencintaiku, Aqilla.”
–Rayhan Albar Refalino–

“Aku tidak tau harus menjawab apa. Bukan karena aku tidak mau mencoba mencintaimu. Tapi, aku punya alasan lain kenapa aku takut mencintaimu.”
–Alzena Aqilla Jonesa–

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayla Noona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35 | Makan Bersama

Wihh.. ada yang minta double up, kan?

Tadaaa.. Ay turutin! Sorry malem, padahal ngetiknya dari pagi. Siangnya ketiduran, wkwkwk..

...Happy reading:)...

.......

.......

.......

Hari esok pun tiba. Hari yang benar-benar Reva tunggu sejak kemarin. Saking tidak sabarnya, wanita beranak dua itu sudah mempersiapkan menu sarapan terbaik menggunakan kedua tangannya sendiri.

Para koki dan pelayan yang melihat dibuat takjub. Biasanya nyonya mereka ini sangat dilarang ke dapur oleh tuan besar karena Reva pernah tergores pisau. Namun, hanya demi menyambut kedatangan Aqilla—yang katanya merupakan calon menantu Robert juga Reva—sepasang suami-istri itu sampai rela turun tangan sendiri.

“Nyonya Besar,” panggil salah satu pelayan dengan napas terengah-engah.

Reva menoleh. “Kenapa?”

“Nyonya muda sudah tiba di depan.”

Tersenyum cerah. Reva bergegas keluar mansion, menghampiri Aqilla yang sudah sampai. Panggilan nyonya muda itu Jessie yang menyematkan karena ia yakin cepat atau lambat Aqilla akan menjadi kakak iparnya.

“Ada apa ini?” tanya Robert keheranan melihat para pelayan mansion berbondong-bondong keluar. Jessie dan Rayhan yang berada di sebelah Robert ikut dibuat tak paham.

“Nyonya muda—maksud saya, Nona Aqilla sudah tiba di depan, Tuan Besar. Nyonya besar sekarang sedang menyambutnya,” jawab salah satu pelayan dengan kepala tertunduk.

Senyum tipis Robert terbit seketika. Begitupun dengan Rayhan. Berbeda dengan Jessie yang sumringah. Ketiganya pun menyusul keluar mansion, ingin menyapa Aqilla pula.

“Selamat datang di mansion Mami, Sayang,” ucap Reva menyambut hadirnya sang tamu. Robert, Rayhan, dan Jessie ikut mengangguk di samping Reva.

Aqilla berdiri canggung dengan setelan santainya. Ini di luar ekspektasi. Pikirnya, ini hanya makan bersama yang tidak resmi. Tapi, kenapa penyambutannya udah kayak nerima pejabat saja?

“Anda salah, Nyonya,” kata Aqilla serius.

“Eh, salah?” beo Reva tak mengerti.

“Seharusnya seperti ini.” Aqilla mendekat, lanjut meraih tangan Reva dan menyalaminya. “Assalamualaikum, Nyonya.”

Jika Reva sudah tahu menahu, Robert, Rayhan, dan Jessie malah tertegun. Mereka tersenyum haru melihat perlakuan kecil Aqilla yang sukses menyentuh hati mereka. Hanya sekadar salim, sih, tapi percaya, deh, Robert dan Reva sangat jarang diperlakukan seperti itu.

Agama seluruh keluarga Refalino memang Islam. Tapi, iman mereka melemah semenjak insiden bertahun-tahun silam. Hari di mana keluarga Refalino mengalami perubahan begitu besar, terutama bagi Rayhan.

Aqilla bergantian menyalami Robert. Untuk Rayhan dan Jessie, wanita itu hanya saling menjabat tangan.

“Ayo masuk, Nak,” ajak Reva merangkul bahu Aqilla.

Mata Aqilla berpendar meneliti interior mansion, tidak banyak perubahan ternyata. Terakhir dia ke sini waktu mengantar Rayhan yang mabuk bukan?

Manik Aqilla berbinar bahagia menonton deretan makanan di meja makan. Ia sampai bertepuk tangan heboh, senang bukan main karena perjuangannya tidak sarapan pagi tadi membuahkan hasil. Aqilla makan besar!!

Reva terkikik geli. Cukup mudah membuat Aqilla senang rupanya. Bukan dengan tumpukan perhiasan ataupun lembaran uang, hanya dengan sajian berbagai menu makanan, itu lebih dari cukup.

“Duduk sini.” Reva menarikkan kursi untuk Aqilla, tepat di sebelah Rayhan.

Aqilla yang diberi servis seperti ini malah jadi kikuk. Apalagi yang melayani Nyonya Besar Refalino sendiri. Jelas Aqilla tidak nyaman, lah! Reva lebih tua, lho.

“Astagfirullah, Nyonya. Harusnya saya yang melayani Anda, kenapa jadi kebalik begini?” protes Aqilla dengan sisa rasa malunya.

Sayangnya, Reva tetap tidak peduli. Ibu dari Rayhan itu tetap bersikukuh memberi jamuan yang terbaik untuk Aqilla. Bahkan, Reva tanpa ragu mengambilkan Aqilla makanan.

Setelah percekcokan yang lumayan menguras otak, acara sarapan dimulai. Percayalah, keluarga Refalino sampai rela menahan lapar demi bisa menyantap makanan bersama calon anggota keluarga baru mereka.

Hadehh.. mereka percaya diri sekali, sih, dengan asumsi sendiri.

Usai sarapan, Aqilla diajak ke ruang tamu. Mereka mengobrol santai di sana. Sesekali Aqilla melirik ke arah Rayhan yang menatapnya terang-terangan. Entah apa maksudnya, yang pasti sorot mata lelaki itu benar-benar menghanyutkan.

“Anak-anakmu sekolah di mana, Sayang?” tanya Reva.

“Em.. di International School Tren, Nyonya.”

Robert membelalakkan matanya. “Wah, benarkah? Bukannya itu sekolah internasional?”

Aqilla mengiyakan. “Saya mendaftarkan mereka di sana karena anak-anak saya tidak mau masuk TK, Tuan Besar.”

“Lho? Kenapa, Kak?” heran Jessie.

“IQ anak saya tidak normal, Nona. Terlalu tinggi untuk anak seusia mereka. Makanya, saya mendaftarkan anak-anak saya di sana, tepatnya di program belajar khusus anak genius.”

Rayhan berdecak kagum. “Memangnya mereka kelas berapa sekarang?”

“Kelas 6 sekolah dasar, umur mereka 6 tahun juga, sih.”

Robert, Reva, Rayhan, dan Jessie melongo di tempat. Sulit dipercaya sekali. Umur 6 tahun, tapi kelas 6 pula? Wah, seberapa banyak digit angka IQ si kembar, sih? Kenapa bisa sepintar itu?

Topik selanjutnya membahas kehidupan Aqilla dan si kembar. Walaupun agak tidak nyaman ditanyai hal pribadi begitu, Aqilla tetap menjawab. Takutnya malah tidak sopan kalau mengelak.

“Permisi, Nyonya, Tuan, saya membawa—akh!”

Pelayan yang datang dengan nampan minuman memekik kaget ketika kakinya terjerat karpet. Nampan yang dibawa oleng, dan gelas berisi jus di atasnya ikut tumpah.

Jatuh tepat mengenai tubuh Aqilla di bagian kaki.

“Aqilla!” pekik Rayhan melihat Aqilla sedikit tersiram jus.

Aqilla berdiri dengan cepat, melirik pasrah ke arah pakaiannya yang basah penuh dengan noda. “Yahh.. bajuku,” keluh Aqilla.

Pelayan tadi langsung bersimpuh—semakin menambah kepanikan Aqilla. “Maafkan saya, Nona. Saya tidak sengaja, ampuni saya.”

Aqilla bisa melihat tubuh pelayan wanita itu bergetar karena takut. Sepertinya dia merasa profesinya terancam punah. Padahal, kan, Aqilla hanya diam.

“Kamu! Apa-apaan ini?! Kenapa kamu tidak hati-hati, hah?!!” seru Reva marah. Urat wajahnya sampai terlihat. Dia tidak mau gara-gara kelakuan pelayan ini, usahanya untuk menarik perhatian Aqilla jadi terhambat.

Rayhan berlari masuk ke dalam kamar tamu—karena kamar itu berada di lantai bawah paling dekat dengan ruang tamu. Ia membawakan handuk untuk menghapus noda jus yang berada di pakaian Aqilla, namun langsung dicegah. Masa iya Aqilla membiarkan tuan muda meraba-raba tubuhnya?

Emang udah pernah, sih, sampe jadi bocil. Tapi, kan, bukan berarti diulangi juga.

“Tuan Muda, biar saya saja.” Aqilla mencoba untuk mengambil alih handuk dari tangan Rayhan. Beruntung lelaki itu menurut dan membiarkan Aqilla membersihkan dirinya sendiri.

“Bibi! Kenapa Bibi ceroboh sekali, sih?” sahut Rayhan murka. Kalimat selanjutnya hendak dicetuskan. Namun, usapan di lengan Rayhan membuat lelaki itu menoleh dan terdiam.

“Sudah, Tuan Muda, saya baik-baik saja,” kata Aqilla menenangkan Rayhan.

Sorot mata Rayhan berubah drastis. Lelaki itu menyorot penuh makna tangan Aqilla yang bertengger di lengannya. Serius, nih! Jantung Rayhan berdebar-debar!

Aqilla berdeham canggung menyadari keberadaan tangannya. Ia menariknya perlahan, lanjut mengalihkan pandangan.

Reva dan Robert tersenyum bahagia melihat itu. Sikap malu-malu Aqilla benar-benar menarik perhatian.

“Ampuni saya, Tuan Muda. Saya tidak sengaja,” kata pelayan itu dengan wajah berlinangan air mata. Ia sungguh takut sekarang. Hanya pekerjaan ini yang bisa ia lakukan karena tidak punya ijazah SMA. Jika sampai kehilangan, pelayan itu tidak tahu harus melakukan apa demi anaknya di rumah.

“Iya, tidak apa-apa, Bi. Pergilah,” suruh Aqilla.

Buru-buru pelayan tadi membungkuk hormat, kemudian melenggang pergi ke dapur untuk mengambil alat kebersihan. Dia beruntung karena calon nyonya mudanya berhati besar, mau memaafkan kesalahan ini—yang terbilang lumayan fatal.

“Kamu memaafkannya, Sayang?” tanya Reva.

Aqilla tersenyum. “Iya, Nyonya. Pelayan itu tidak sengaja. Sebagai sesama manusia, saya tahu bahwa setiap manusia tidak akan luput dari kesalahan. Biarkan saja, Nyonya. Saya tidak masalah.”

Aih! Kalau begini, aku makin setuju wanita ini menikah dengan putraku.

Robert sampai membatin senang. Benar-benar menantu idaman, pikirnya.

“Terus pakaian Kakak gimana?” tanya Jessie yang menyaksikan noda besar di pakaian Aqilla.

“Ya tinggal ganti baju, terus dicuci, Nona,” jawab Aqilla polos.

Jessie malah tergelak mendengar nada selugu itu. Begitupun Rayhan yang terkekeh. Lelaki itu sampai menekan kepala Aqilla gemas. Si empunya kepala melotot kesal, menepis tangan Rayhan dari kepalanya.

Drrtt... drrtt...

Aqilla melirik ponselnya yang berkedip. Tangannya meraih benda pipih tersebut. Bibirnya melengkung melihat siapa si penelepon. “Assalamualaikum, Boy.”

“Wa‘alaikumsalam, Mom. Mommy di mana?”

Aqilla melirik ke arah Rayhan yang menatapnya dengan alis terangkat sebelah. “Mommy di rumah teman, Boy. Kenapa?”

“Jovin kecelakaan—”

“APA?!!” pekik Aqilla terkejut. Matanya membulat. “JOVIN KECELAKAAN?!!”

^^^To be continue...^^^

1
Qaisaa Nazarudin
MENURUT KU ALASAN KENZIE MEMUSUHI RAYHAN ITU GAK LOGIS,HANYA KARENA AQILLA HAMIL,ITU JUGA BUKAN KESALAHAN RAY DOANG KAN,TERUS NGAPAIN JUGA NYALAHIN RAY..ANAK AQILLA JUGA UDAH LAHIR DAN GEDE SEKARANG,MASIH AJA GAK OUAS HATI,CKK ALASANNYA, GAK MASUK AKAL MAKIN KESINI..🙄
Qaisaa Nazarudin
TAPI CANTIK DAN IMUT BANGET LHO AY,AKU SUKA,SESUAI UMUR SI JOVIN LHO..🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Cucu2 oma lagi sholat tuh..
Qaisaa Nazarudin
Waahh udah disiapkan aja..Emang niang banget ya ninggalin anaknya disana..
Qaisaa Nazarudin
Waahh Handsome boy..😍😍😍🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
SEPERTI NYA KEKUASAAN KELUARGA REY GAK BERGUNA,MENDING KELUARGA MAFIA,SETEBAL APAPUN BENTENGNYA ORANG YG MAU DI CARI,PASTI AKAN DIDAPATKAN SELAMBAT2 NYA DLM WAKTU 1 MINGGU,SI MAFIA NYA BAKALAN BISA MENYUAP PIHAK DLM DEMI MENDAPATKAN DATA ORANG YG DI TARGET,.LHA INI MALAH BERTAHUN2 MASIH AJA GAK BISA TEMBUS..😂
Qaisaa Nazarudin
Gumusshh banget aku dengan si kembar💋💋💋💋💋💋
Qaisaa Nazarudin
Untung nya Aqilla udah ceritain semuanya ke si kembar,Jadi gak bakal ada kesalahpahaman lagi nantinya..
Qaisaa Nazarudin
Berarti diagnosa DOKTER nya yg gak becus,darimana DOKTER mendiagnosa Rey mandul? Noh si kembar aja udah gede gaban kayak gitu..
Qaisaa Nazarudin
Cepat banget putus asa nya..harusnya kamu cari tau ttg Aqilla dan si kembar,Anggap aja Allah ngasih kamu peluang kedua untuk mendapatkan Qilla,ogeb..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Baguslah karena mmg Rey ditakdirkan untuk jadi bapak nya di kembar doang..
Qaisaa Nazarudin
Lho thor cepat banget?? Kenapa gak dipertemukan Jovin dan Jovan dengan bapaknya cepat?? sampai 5 tahun masih belum dipertemukan mereka? ckk ketetlaluan Aqilla..
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣🤣MENURUN BAR-BAR MOMMY NYA SEMUA..
Qaisaa Nazarudin
Muslim,Tapi kenapa anaknya semua bule..Nama indo banyak lho yg keren2 tapi pastikan gabungkan sekalian nama keluarga bapaknya..
Qaisaa Nazarudin
Sekarang baru ku tau umur Aqilla itu berapa,Aku pikir umurnya udah 26-27 gitu,aku sebenarnya kurang suka baca alur yg peran ceweknya umur di atas 20an apalagi udah 25+ kayak udah tua banget,Kecuali alurnya bagus..
Qaisaa Nazarudin
Waaahh kembar sepasang😍😍😍
Qaisaa Nazarudin
Ngerti banget thor,aku udah ngelahirin 4X juga,jadi tau banget gimana rasanya..😁
Qaisaa Nazarudin
Waahh outhor mah curang,Kenapa aku gak dapat feelnya Aqilla hamil dan melahirkan ya?? 😭😭
Qaisaa Nazarudin
Apa selama Qilla hamil Rey tidak mengalami hamil simpatik gitu,Atau merasa apalah gitu..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!