Dave William dan Darren William anak kembar pasangan dari David William dan Karen Angelina Alvonso.
Dave dan Darren kini berumur dua puluh tahun. Dave bekerja sebagai CEO menggantikan daddynya sedangkan adik kembarnya bekerja sebagai dokter ahli bedah.
Sifat Dave mengikuti daddynya sedangkan sifat Darren mengikuti mommynya. Hingga suatu ketika Darren memiliki kekasih dan sebentar lagi akan menikah namun karena ada sesuatu hal Darren tidak bisa datang di hari pernikahannya.
Karen yang merasa tidak enak dengan ke dua calon besannya memohon pada putra sulungnya untuk menggantikan pernikahan adiknya. Dave yang awalnya menolak akhirnya tidak tega melihat kesedihan mommynya hingga terjadilah pernikahan mereka.
Apakah pernikahan mereka berjalan lancar ataukah berakhir dengan perceraian? Bagaimana dengan sikap Darren ketika mengetahui kakak kandungnya menikah dengan calon istrinya? Apakah mau menerima kenyataan dan mencari pengganti atau merebutnya?
Baca yuk novelku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hamil
Dokter Agnes hanya tersenyum dan hendak pergi meninggalkan mereka.
" Tunggu dulu Agnes." Ucap pria paruh baya itu.
Dokter Agnes membalikkan badannya dan menatap pria paruh baya itu.
" Duduklah Agnes ada yang ingin aku katakan." Ucap pria paruh baya itu.
Dokter Agnes pun duduk di sofa tunggal dekat pria paruh baya itu.
" Maksud kedatanganku ke sini untuk menjodohkan putraku Rendi dengan putrimu." Ucap pria paruh baya itu.
" Benarkah?" Tanya ayahnya Agnes tidak percaya.
" Kak Rendi." Ucap Veni
" Kamu kenal sayang?" Tanya Linda sambil membelai rambut Veni.
" Kak Rendi kakak kelasku mom waktu aku SMA dan aku juga kenal dengan paman." Jawab Veni dengan mata berbinar-binar karena dirinya sangat tergila-gila dengan Rendi tapi sayang Rendi tidak pernah meliriknya sekalipun tapi kini ayahnya datang dan ingin menjodohkannya membuat dirinya sangat bahagia.
" Oh baguslah kalau begitu, apakah tuan ingin menjodohkan putriku Veni dengan nak Rendi?" Tanya Linda tanpa punya rasa malu sedikitpun.
" Walau aku mengenal Veni tapi maaf aku tidak menjodohkan Veni dengan putraku karena aku memilih Agnes untuk menjadi menantuku." Ucap pria paruh baya tersebut karena dirinya tahu siapa Veni sebenarnya.
" Apa??? aku tidak setuju." Ucap Linda dan Veni bersamaan.
" Aku setuju asalkan kamu bersedia membayar utang-utangku dan membayar kuliah putriku." Ucap ayahnya dokter Agnes tanpa punya rasa malu sedikitpun.
Pria paruh baya itupun hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap wajah ayahnya Agnes.
" Baiklah aku setuju." Ucap pria paruh baya itu
" Bagus, kapan diadakan acara pertunangan?" Tanya ayahnya Agnes tanpa basa basi
" Delapan bulan lagi mereka akan bertunangan karena putraku sedang kuliah di luar negri." Ucap pria paruh baya itu.
" Baguslah." Ucap ayahnya dokter Agnes.
" Tapi a..." Ucapan dokter Agnes terpotong oleh tatapan tajam ayahnya membuat dokter Agnes menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil menahan air matanya.
" Kalau begitu saya pulang dulu." Pamit pria paruh baya itu
Ayahnya dokter Agnes hanya menganggukkan kepalanya kemudian pria paruh baya itupun pergi meninggalkan tempat tersebut.
plak
plak
Linda dan Veni bergantian menampar dokter Agnes.
" Brengs*k kenapa kamu mesti keluar seharusnya putriku yang menikah dengan Rendi bukan kamu." Maki Linda
" Benar kata ibu, seandainya kakak tidak keluar aku yang menikah dengan kak Rendi karena sudah lama aku mengejar-ngejar kak Rendi." Maki Veni
Dokter Agnes menatap ayahnya dengan deraian air mata tapi ayahnya hanya memalingkan wajahnya seakan tidak melihat membuat dokter Agnes berlari ke kamarnya.
Besok paginya seperti apa yang dikatakan pria paruh baya membayar semua hutang ayahnya dokter Agnes dan ibu tirinya dokter Agnes bahkan pria paruh baya itu memberikan uang untuk dokter Agnes tapi di rebut ibu tiri dan adik tiri ketika pria paruh baya itu pergi.
Semua biaya kuliah dokter Agnes di bayar hingga dokter Agnes lulus kuliah dan diam-diam dokter Agnes belajar ilmu bela diri untuk melawan ibu dan adik tiri jika mereka menyiksanya.
Lima Bulan Kemudian
Rendi pulang dari luar negri dan ayahnya menceritakan semuanya tentang acara perjodohan dan Rendi yang sudah mengenal dokter Agnes setuju dan langsung datang ke rumah dokter Agnes.
" Kak Rendi." Panggil Veni dengan mata berbinar-binar.
" Agnesnya mana?" Tanya Rendi dengan nada datar dan dingin tidak memperdulikan panggilan Veni
" Agnes pergi jalan-jalan bersama temannya." Ucap Veni dengan nada ketus.
" Laki-laki atau perempuan?" Tanya Rendi
" Laki-laki." Jawab Veni masih dengan nada ketus.
Rendi menggenggam ke dua tangannya dengan erat menahan amarahnya bertepatan kedatangan dokter Agnes.
" Habis dari mana?" Tanya Rendi dengan nada cemburu sambil menatap tajam ke arah dokter Agnes.
" Maaf kakak siapa?" Tanya dokter Agnes dengan nada bingung.
" Aku calon tunanganmu Rendi, apakah kamu tidak tahu?" Tanya Rendi dengan nada masih cemburu.
" Kak Rendi... kakak kelasku waktu sekolah dulu yang orangtuamu menjodohkan kita?" Tanya dokter Agnes
" Ya benar, habis dari mana?" Tanya ulang Rendi
" Habis pulang kuliah." Ucap dokter Agnes.
" Kata Veni kamu pergi dengan laki-laki." Ucap Rendi.
" Jika kak Rendi lebih percaya dengan orang lain silahkan." Ucap dokter Agnes
" Apa maksudmu Agnes?" Tanya Rendi dengan nada bingung.
" Tanyalah pada hatimu apakah aku wanita seperti itu? Saat ini aku sedang fokus kuliah agar tahun depan aku lulus kuliah. Jadi terserah kak Rendi percaya padaku atau tidak." Jawab dokter Agnes sambil berjalan meninggalkan Rendi
grep
" Maafkan aku, aku percaya padamu." Ucap Rendi akhirnya sambil menahan tangan dokter Agnes.
" Terima kasih kakak percaya padaku." Ucap dokter Agnes.
Veni yang melihat itu sangat kesal dan pergi meninggalkan mereka berdua. Sejak saat itu dokter Agnes dan Rendi berpacaran tepatnya terpaksa dokter Agnes menerima perjodohan karena desakan ayah kandungnya karena sebenarnya dokter Agnes sudah menyukai seseorang dalam diam hanya saja orang itu bersikap dingin dan datar.
Kesibukan dokter Agnes dan Rendi terpaksa memundurkan acara pertunangan hingga tidak terasa hubungan mereka sudah satu tahun lamanya. Hingga suatu ketika dokter Agnes di datangi seorang wanita di sebuah mall ketika dirinya janjian bertemu dengan ke dua sahabatnya dokter Keyla dan dokter Angel.
" Maaf apakah anda dokter Agnes?" Tanya wanita itu sambil membelai perutnya yang mulai membuncit.
" Iya benar, ada apa ya?" Tanya dokter Agnes.
" Kita bicara di restoran itu saja." Ucap wanita itu menunjuk sebuah restoran.
" Baiklah." Jawab dokter Agnes singkat.
Merekapun berjalan ke arah restoran dan wanita itu memesan minuman.
" Aku tidak bisa basa basi, aku istrinya Rendi dan sebentar lagi kami akan mempunyai anak jadi aku ingin kamu menjauhi Rendi." Ucap wanita itu.
" Maaf aku tidak tahu kalau kak Rendi sudah menikah dan kakak sedang hamil." Ucap dokter Agnes.
" Aku tahu kamu bukan tipe gadis yang suka mengejar laki-laki terlebih laki-laki itu sangat kaya." Ucap wanita itu.
" Terima kasih, tapi aku mohon beri aku waktu karena aku ingin membayar semua hutang keluargaku agar kami tidak terikat. Tenang saja aku akan menjauhi Rendi." Ucap dokter Agnes.
" Aku percaya padamu." Ucap wanita itu.
" Sudah berapa bulan?" Tanya dokter Agnes
" Pernikahan kami sudah berjalan hampir dua bulan." Ucap wanita itu.
" Tapi maaf sepertinya usia kandungan kakak lebih dari dua bulan." Ucap dokter Agnes.
" Memang benar usia kandunganku tiga bulan lebih, kami menikah karena kecelakaan." Ucap wanita itu dengan jujur.
" Maafkan aku kak karena aku benar-benar tidak tahu kalau kak Rendi sudah berkeluarga." Ucap dokter Agnes.
" Tidak apa-apa karena kamu tidak tahu kecuali kalau kamu sudah tahu aku pasti akan memakimu di depan umum." Ucap wanita dengan jujur.
" Terima kasih atas pengertian kakak." Ucap dokter Agnes
sbnrnya mamanya keyla itu siapa dan mamanya rey itu siapa?
koq nama mama rey sma keyla sma sandra
👍👍👍👍👍👍👍
mksh thor.....
Semangat
💪💪💪💪💪💪💪
keji dgn cara berbeda dr dave & david