NovelToon NovelToon
Romansa VIONA

Romansa VIONA

Status: tamat
Genre:Patahhati / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:131.9k
Nilai: 5
Nama Author: Susi Ana

"Aku jelek, nggak akan ada cowok kece yang mau mengatakan cinta padaku!" celetuk Viona Abraham dengan sedih bercampur putus asa.


Viona Abraham berusaha mencari cintanya. Dia menerima setiap cowok yang menawarkan diri untuk menjadi pacarnya. Namun apa yang dia dapatkan? Ungkapan putus mendadak!


Bisakah Viona Abraham menemukan cowok yang benar-benar tulus mencintainya?

Bagaimana kisah romansa nya berubah manis dan sanggupkah dia menemukan cinta sejatinya?

Ikuti kisah jutex nya dalam novel recehku Romansa VIONA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susi Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Aku mendengar suara dari jauh, suara ibunya Jasmine Rendra yang menjawab suruhan putrinya supaya Jackson turun dari lantai atas. Yang kutahu, pasti Jackson kini berada di kamar Jasmine Rendra. Ribuan rasa penasaran dan jutaan pertanyaan menghantui pikiranku saat ini.

"Jackson bilang kau mau apa? Dia baru men set up komputernya dan belum bisa turun!" teriak ibunya Jasmine Rendra dari lantai atas.

"Ya, katakan Robbie nyium Viona dan katanya dia akan menelepon nya tapi dia belum nelepon juga sampai sekarang. Apakah dia tahu sesuatu tentang itu?"

Aku mendengar jelas teriakan balasan dari mulut Jasmine Rendra seperti itu. Aku benar-benar nggak percaya deh. Dan semuanya tambah kacau soalnya ibu Jasmine ikut nimbrung.

"Robbie mencium Viona Abraham?? Tapi dia kan pacar Lindena, ya kan?"

"Benar, tapi Robbie bingung!!" jawab Jasmine lagi.

"Memangnya ciuman jenis apa sih?" Jackson bertanya dengan suara keras dan rasa ingin tahunya membuatnya keluar dari kamar Jasmine.

"Kayaknya sih ciuman jenis nomor tujuh!!" sahut Jasmine dengan keras pula.

Aku benar-benar kepingin membunuhnya. Cukup, tutup mulut semua!! Aku banting teleponku dan aku nggak mau dengar apapun.

Saat di sekolah, Lindena menghampiriku waktu makan siang. Dia benar-benar basah kuyup kalau dilihat dari dekat. Matanya yang jernih dan selalu mengerjap kelihatan berair. Dia sepertinya habis menangis. Dan ucapan sedih beraroma tuduhan keluar dari mulut nya.

"Aku dengar apa yang terjadi padamu."

"Kau dengar apa?" Wajahku sedikit pucat. Aku mengulur-ulur waktu, meskipun jantungku berdetak cepat.

"Aku dengar kau mengincar cowokku!!"

Beraninya dia bilang aku bakal melakukan sesuatu kayak begitu!! Memangnya aku mirip pelakor? Wajahku merah padam dan berusaha meredam emosiku.

"Orang idiot mana yang bilang begitu?"

"Robbie yang bilang. Katanya kau mengikutinya waktu dia sedang istirahat dan kau menyodorkan dirimu begitu saja padanya. Dia bilang dia kasihan padamu tapi juga sangat malu." Lindena memelototi ku dan bicara banyak.

Mendengar semua ucapan yang kuanggap pahit itu, aku benar-benar nggak ngerti. Aku langsung gagu. Aku nggak bisa ngomong. Aku benar-benar nggak ngerti kenapa Robbie begitu tega memfitnahku. Kejam!! Aku baru sadar, ternyata Robbie sangat jahat!! Lindena bicara lagi.

"Jadi aku mengingat kan mu. Jangan dekati pacarku lagi!! Kau itu cewek jelek yang konyol!! Jangan biarkan yang seperti itu terjadi lagi!! Mengerti?!"

Aku nggak bisa nggak memikirkan Mesir Kuno, di mana Fir'aun memiliki selir lebih dari seratus. Mereka memasukkan sendok bergagang panjang ke hidung orang dan mengeluarkan otak mereka dengannya. Tentu saja orangnya sudah mati lebih dulu. Tapi untuk kasus Lindena nggak ada bedanya antara hidup dan mati. Aku akan mengambil sendok dan memasukkan nya ke hidung Lindena yang sombong ini!!

"Apakah menurutmu Robbie benar-benar mengatakan semua itu dan aku menyodorkan diriku padanya?" Aku bertanya dengan garang ke Lindena.

"Ya! Jangan dekati pacarku!!" Lindena menjawab marah dan langsung pergi.

Aku hanya bisa diam di tempat. Berusaha menata emosiku yang nggak karuan. Oh, kok jadi begini sih? Kenapa sih dia brengsek banget dan ngomong begitu? Oh aku benci dia!! Aku benci dia!! Tapi hatiku sudah terlanjur mencintainya.

Saat bertemu Lindena di sekolah, aku membuang muka. Saat dia meletakkan cangkir kopinya dan pergi mengambil tasnya, aku meludah ke dalam cangkirnya, tanpa ada seorang pun yang tahu. Aku benci padanya!!

Jassy dan Ali sudah nggak mau bikin keusilan lagi semenjak aku memiting lengan Ali dengan jurus mirip Bruce Lee. Sekarang mereka memutuskan mau menjadi sahabat yang baik tanpa keusilan lagi. Jassy membawakan coklat untukku hari ini, meski belum hari Valentine sih. Habis ini pasti apel.

Benar-benar dunia yang menyedihkan kalau memiting lengan orang malah bikin orang itu berubah baik dan memberimu makanan enak. Meski begitu, hatiku sakit bila memikirkan sikap Robbie.

Aku marah besar pada Robbie. Aku ingin memberitahunya pendapat ku tentang dirinya, tapi harga diriku terlalu besar. Aku beranikan diri meneleponnya, nomor rumah Robbie kudapatkan dari Jasmine Rendra. Dia yang angkat, tapi aku malah langsung menutup teleponnya.

"Hallo..." Robbie mengangkat telepon nya.

"Robbie, ini Viona Abraham!" Aku berusaha tenang. Tapi apa yang kudapatkan? Jawaban ngaco darinya.

"Eh, aku nggak bisa menemukan nada lagu yang baru kau ciptakan Mike! Nanti aku telepon lagi! Bye!" Robbie langsung menutup telepon ku.

Aku hanya bisa mematung di tempat. Apa maksud semua ini? Mike? Nada lagu? Mungkinkah Lindena ada di dekatnya? Aku berusaha menebak kemungkinan itu seperti orang sinting saja. Niat ku ingin cari tahu kebenaran nya, malah jawaban ngaco yang kudapatkan.

Malam itu aku nggak bisa tidur. Gorden kamarku kututup rapat. Tiba-tiba ibuku datang dan duduk di sisi tempat tidur ku. Ibuku menatapku heran, baru kali ini aku melihat ibuku peduli padaku.

"Ada yang mau kau bicara kan?"

"Ya, bunuh diri!" sahutku.

"Nggak mungkin seburuk itu."

"Seburuk itu, malah lebih buruk lagi. Aku nggak mau berada di sini lagi. Aku benci sekolah!! Aku benci kota ini!!" jawabku sambil mendengus kesal.

"Viona, apakah menurutmu kota S akan membuatmu senang? Jika iya, kita akan menyusul ayahmu."

"Aku nggak peduli kota apapun!! Yang pasti, aku muak dengan kota ini."

Ibuku membelai lembut rambutku sebelum pergi meninggalkan kamarku. Jadi beginilah laki-laki itu. Datang menciumku, sekarang akulah yang dituduh sebagai penjahatnya. Aku benci laki-laki!! Kalau begitu, aku harus jadi biarawati saja.

Nggak ada gunanya. Kalau aku mengikat rambutku kayak biarawati, hidungku bakal kelihatan besar. Tapi, kurasa itu nggak pa pa deh. Karena toh kau cuma menyelamatkan orang miskin dan membuatkan sup untuk mereka, seperti yang dilakukan biarawati.

Ibuku bilang ada telepon untukku. Katanya seorang cowok. Saat kuangkat, ternyata cowok yang kubenci sekaligus yang kusukai. Robbie akan menemui ku besok pulang sekolah di rumahku. Dia menelepon dari telepon umum dan bilang dia nggak bisa menjelaskan. Dia akan mengatakan nya besok.

Kalau sangkanya dia bisa menjelaskan dengan cara ini, dia salah besar! Aku ini punya harga diri. Aku akan omong banyak tentang "penjelasan" nya itu!!

Mendapati Robbie akan datang ke rumahku, aku sempat bingung. Apa yang akan dikenakan? Mungkin aku bolos saja besok supaya sempat berdandan. Huh, kayak mau di datangi cowok yang mau ngajak kencan saja. Padahal aku sudah menyiapkan pembelaan untuk harga diriku dengan ucapan pedas untuknya.

Tapi, apa yang kupikirkan dan kuinginkan tidak sama. Akhirnya aku memutuskan bolos sekolah. Aku melambaikan tangan pada ibuku dan Libby yang akan diajak keluar oleh ibuku. Aku berangkat seperti biasa ke rumah Jasmine Rendra, agar ibuku tidak mencurigai ku bolos sekolah.

1
D'missBeauty
mau ga kak menulis di fizzo?
April
Ya di tunggu karya selanjutnya
~🌹eveliniq🌹~
hadir lagi nih support selalu
April
Haduh viona ngapaijn bolos sgala
April
Udah nyampe 34 aja
April
Viona.. Keren😂😂😂
Follow ig : tinatina3627
like and favorite kak
Follow ig : tinatina3627
hallo kakak aku mampir salam kenal dari aku teman atau suami karyaku kak
April
😂😂Viona ini absurd
~🌹eveliniq🌹~
hadir untuk nyicil baca lg
April
Mampir
~🌹eveliniq🌹~
haiii. Viona datang lg nih memberi semangat selalu
Hanna Devi
kok end KK, keren loh ceritanya. Sangat menghibur, Viona n Keluarga yang agak koplak 😁😁

Lanjut lagi KK dgn cerita baru 💪💪
Hanna Devi
Tom... Tom... where are you?
Viona kangen tuh..
Hanna Devi
kumisnya bikin gemeshhh ya 🤭
Hanna Devi
Vio, gimana perasaan mu setelah ketiban kiss dari Robbie? 😘😘
Hanna Devi
KK, Hanna kembali mampir 😍
April
Hahha viona ini lucu mengatai dirinya sinting
April
Hai.. Nyicil lagi.
Ratna0789
Mampir lagi nih kak, semangat berkarya ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!