NovelToon NovelToon
SECRET LOVE

SECRET LOVE

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:389.4k
Nilai: 5
Nama Author: Minsecret03

"Pernikahan kontrak perjanjian, tapi pernikahan satu kali seumur hidup antara aku dan kamu.

~Alterio Mahendra


Alterio Mahendra, terpaksa menikah dengan Gabriela key Angelin. Yang berawal dari kesalahpahaman, dan untuk kebahagiaan orangtuanya.

Tak disangka, Al terpesona dengan istri kontaknya, dan berusaha mendapatkan hati nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minsecret03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. AKU MENCINTAIMU!

Setengah jam berlalu, Key masih setia ditempatnya. Menatap sepatu booth hitam, dan alat make-up didalam kotak. Entah kenapa, Key bingung. Walau sebenarnya ada rasa senang terselip didalam hatinya.

Entah apa yang Al rencanakan, Key juga bingung. Bahkan jantungnya berdetak kencang sedari tadi. Sebelumnya Key belum pernah kencan dengan seseorang, hanya sebatas pengangum saja.

Jadi rasanya gugup, bercampur aduk. Bahkan menelan ludah saja, rasanya susah saking gugupnya.

"Oke, tenang Key."

Perlahan Key mengatur napasnya, dan bangkit dari tempatnya. Dengan cepat berlari kearah pintu, dan menguncinya dari dalam.

"Jadi sekarang ngapain?"

Key mengerutkan dahinya, menatap seisi kamar dan teringat dengan paper bag. Kebetulan semalam Key belum sempat merapikan semuanya, jadi semua baju mereka masih didalam paper bag.

"Rapiin baju dulu deh."

Key memilih memindahkan semua paper bag ke sofa dekat televisi, dan menonton sembari merapikan pakaian. Hanya membutuhkan waktu 15 menit, semua pakaian sudah tersusun rapi.

Bertepatan Key duduk tenang menatap Televisi, pintu kamar diketuk. Dengan grasa grusu Key bangkit dari tempatnya, melangkah kearah pintu. Tapi sayangnya, dibalik pintu tidak menampakkan siapa-siapa. Hanya ada paper bag, yang digantungkan di gagang pintu.

"Tau aja lagi lapar."

Tanpa memperdulikan apa-apa, Key kembali masuk kedalam. Makan dengan tenang sesekali tertawa menatap layar televisi. Awalnya hanya makan sambil menonton, lama-lama mengantuk. Tanpa sadar, manik Key tertutup rapat dengan napas yang teratur.

Jam terus berputar, tak terasa langit mulai gelap. Dengan malas Key bangkit dari tidurnya, berjalan gontai kearah kamar mandi. Selama mandi, Key merasa ada yang kurang. Perasaannya ada yang mengganjal.

Setelah handuk melilit ditubuhnya, Key keluar dari kamar mandi dengan pikiran yang sedari tadi bingung. Dan tepat jemarinya meraih baju gantinya, ia teringat sesuatu.

"Bentar–"

Key menatap jam dinding, sontak grasa grusu memakai pakaiannya.

"Setengah jam lagi, mampus Key kulkas bisa hancur."

Dengan cepat Key memakai sepatunya, merias wajahnya seadanya dan meraih tas jinjing nya.

"Apa lagi yang kurang yah?"

Key menatap pantulanya pada cermin, dan menganggukan kepalanya.

"Lumayan, tapi terlalu terbuka. Mana nyaman kalo begini ceritanya."

Key menarik-narik dress-nya kebawah, sembari membuka pintu. Dan disambut dengan suara bariton.

"5 menit, 3 detik."

Sontak Key melototkan matanya, mendongakan kepalanya keatas menatap wajah tampan itu.

"Sejak kapan jadi pantung?"

"Ulangi nyonya!"

"Gak, gak ada apa-apa kok langsung marah-marah aja."

Key tertawa kecil, sembari pura-pura merapikan pakaian suaminya. Pria yang satu ini, sebentar lagi akan berubah menjadi iblis yang menyeramkan. Dan Key yang akan menjadi mangsanya.

Siempunya hanya diam, melilitkan tangannya kepinggang ramping Istrinya, dan mengikis jarak diantara mereka berdua.

"Kenapa terlambat nyonya?"

Al mengangkat dagu Key, menatap manik indah itu dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Ketiduran." Jawab Key jujur, dengan mengepalkan kedua tangannya.

"Ingat perjanjian?"

Key memutar matanya, mencoba mengingat percakapan terakhir mereka tadi sore.

"Masih ingat nyonya?"

Al mendekatkan wajahnya, menatap setiap inci wajah cantik itu. Sampai maniknya bertemu dengan bibir pink mungil itu, yang terlihat menggoda malam ini.

"Oh, tentu saya ingat." Key mencoba mendorong tubuh kekar itu, dan menjauhkan wajahnya dari jangkauan Al.

Tapi sayangnya, keberuntungan tidak berpihak lagi dengannya malam ini. Bibir tebal itu lebih dulu menyatu dengan bibirnya. Dan memangutnya dengan lembut.

Merasa pasokan napas Key habis, perlahan Al menjauhkan wajahnya. Menatap wajah cantik itu, dengan napas yang memburu.

"Al, lipstick– Ngeselin mulu sih. Tiap hari mesum mulu."

Key mendorong tubuh kekar itu, melangkah menjauh dan berdiri di depan cermin.

"Lipstik nya jadi berantakan." gerutu Key, menatap tajam kearah Al. Siempunya hanya mengangkat bahunya acuh, melangkah mendekat kearahnya. Dan membersihkan wajah Key yang berantakan gara-gara ulahnya.

"Udah jangan marah-marah mulu."

Al melilitkan lengannya kepinggang ramping Istrinya, dan melangkah keluar.

"Bodyguard mana Al?"

"Pulang."

Bohong, Al menyuruh para bodyguarnya bersembunyi sementara waktu. Sampai mereka berdua berlalu keluar dari villa. Al tau model baju Key, dan hanya dia yang boleh melihat itu.

Seakan percaya dengan ucapannya, Key hanya mengangguk kan kepalanya, sembari mengandeng lengan suaminya.

"Kita mau kemana?"

"Kepo!"

"Ck, jangan bilang mau–"

"Jangan ngomong yang aneh-aneh, tempat ini memang sepi."

Key bergidik ngeri, sembari merapatkan tubuhnya dengan tubuh kekar suaminya. Sepanjang jalan gelap, hanya ada lampu jalan itu pun pencahayaan temaram.

Emang siapa yang gak berpikiran yang aneh, siapa tau Al punya niat jahat membunuhnya. Mana sepi, hanya ada pepohonan.

Dari kejauhan terlihat suatu tempat, dan disana penuh dengan pencahayaan. Key sengaja mempercepat langkahnya, tapi sayangnya manusia disampingnya malah enggan mengikuti langkahnya.

"Al."

"Hm."

"Cepatan ayok."

"Gak."

"Seram Al."

"Tenang aja, bodyguard berjaga kok."

Key menghela napas lega, dan semakin mengeratkan genggamannya dan merapatkan tubuhnya dengan tubuh kekar suaminya. Key kurang nyaman ditempat yang gelap seperti ini.

"Jangan takut."

"Ck, siapa yang gak takut. Mana gelap banget lagi."

Sontak Al memperhentikan langkahnya, dan melepaskan lengannya dari pinggang ramping Istrinya.

Dengan gegalapan, Key menarik lengannya dan memeluk erat tubuh kekar nya.

"Jangan nakut-nakutin Al, gak kasian apa?"

"Bentar."

"Al mau kemana? Takut."

Siempunya hanya diam, meronggoh saku jas hitamnya dan menyalakan senter dari ponselnya.

"Udah terang, ayok."

Key mengelengkan kepalanya, tanpa berniat melepaskan pelukannya.

"Mau gendong?"

"Gak."

Spontan Key melepaskan pelukannya, beralih memeluk erat lengan kekar itu dan mempercepat langkahnya.

"Kok sepi Al, bukannya cafe?"

"Sewa."

"Ha, serius? Emang mampu bayar?"

"Ngerendahin saya."

"Siapa tau."

Key menyelusuri cafe mengunakan maniknya, dan mengangguk-angguk kepalanya. Ternyata tempat ini rame, entah kenapa Al memilih penginapan yang jauh dari penginapan lainnya. Dari sini terlihat penginapan lainnya, terlihat indah karena pencahayaan lampu dengan langit malam.

"Al."

"Hm."

"Gak jadi."

Al hanya diam, menarik lengan Key duduk disalah satu kursi, dengan makanan yang sudah tersaji di atas meja.

"Sejak kapan pesan tempat ini?"

"Tadi pagi."

"Katanya kerja."

"Sekalian."

"Pem–"

"Makan!" Sela Al, memotong ucapannya.

Key mengerucutkan bibirnya, sembari menekan sendoknya diatas piring.

Selama makan yang terdengar hanya dentingan sendok, sesekali Al melirik ke arah Key yang masih setia mengerucutkan bibirnya.

"Al."

Key menopang dagu dengan tangannya, menatap Al dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Maksud semua ini apa?"

Al hanya mengakat bahunya acuh, bangkit dari tempatnya berpindah duduk disamping Key.

"Kepo!"

Key mencibir, memilih diam sembari menatap pemandangan indah didepannya.

"Suka gak?"

"Lumayan."

"Lumayan?"

"Hm, bukan nya apa-apa nih yah. Tapi aku lebih suka tempat yang sederhana daripada mewah seperti ini. Habisin uang tau."

"Lebih baik membantu saudara yang membutuhkan Al, daripada menghamburkan uang."

Al diam seribu bahasa, menatap wajah cantik itu dari samping.

"Kalo punya maksud lain, langsung ngomong Al."

Key membalikkan tubuhnya menghadap kearah Al, menatap wajah tampan itu dengan tatapan serius.

"Jangan ngelakuin hal yang merugikan, kebetulan saya orangnya sederhana. Gak suka kemewahan."

Key hendak bangkit dari tempatnya, sebelum suara bariton memperhentikan pergerakannya.

"Aku mencintaimu!"

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
karina apriyanti
ceritanya bagus
Nurrahmi Siagian
bagus
Ida Rubaedah
seruu deh cerita nya..
💪💪💪💪
Dwi Surya
menarik
Lia Fitri
wow
🌷mamix um@mi 🏚🅠🅛
goodjob thour pertahankan karyamu
Deissy Yusuf
Ceritanya saya suka👍🏼
Lin Halu
lucu banget sihh 😂😅😅
Lin Halu
aku suka karyamu kak ❤💪💪
Lin Halu
❤💪
Nanda Khusuma
semangat thor
Nanda Khusuma
mampir thor ☺👍
Elina Yo
jadi gemes sama Raka 😁
Putri Lubiis
sama²thor
Putri Lubiis
ya dh tamat 🙂🙂
Shela Nasution
aduh ikut penasaran kisahnya
Putri Lubiis
wih ganteng nya menggoda iman ya bund
Putri Lubiis
kok aku kasihan ama raka ya😂😂
UmytaShoop
marathon bacanya sampai end,GG tau ini novel pertama author TPI bgusnya minta ampun buanguus bngett ceritanya GG berbelit2 GG bnyk drama,dr cerita Gavin kenzi n Raiden Tasya n alkey Suka semau sukses berkarya author GA sehat selalu kryamu lain dr yg lain aku suka sekali GG bosan2 bcanya hebat banget bisa buat cerita sebagus n GG berbelit2 kyak novel laen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!