Unara Callista, Gadis Remaja Berusia 17 Tahun Yang Terpaksa Bekerja Sebagai Waiters Di Sebuah Klub Malam.
Karna Ulah Teman Seprofesinya Di Klub Yang Memberikan Nara Obat Perangsang Pada Minuman Nara, Libidonya Naik Dan Nara Di Bawa Pergi Oleh Pria Yang Ingin Menyelamatkannya, Tapi Justru Pria Itu Sendiri Yang Tak Mampu Menahan Geloranya.
"Wahai hati. Janganlah engkau menyimpan rasa pada apa yang tak bisa kau gapai. Sebab pemilik Raga ini, tak kan mampu menerima lara yang kan terukir karna kebodohanmu."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Min Ziy. Minfiatin FauZiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecelakaan
Aditya sekarang bersikap lebih hati-hati, sangat hati-hati malah, Ia memperlakukan Nara seperti seorang Ratu. Semua pelayanan terbaik di berikannya untuk Nara.
Hanya saja saat pagi hari itu cukup merepotkan, Nara mual dan muntah ketika berada dekat dengan Aditya, membuatnya berdecah kesal. Tapi setelah menjelang siang semua kembali normal.
"Hey Baby, please,,, jangan menyusahkan Mom sama Dad okay.? Kasihan kalo Mom sampai muntah-muntah terus...!" Ucap Aditya saat mengelus perut Nara yang masih rata. Nara hanya tersenyum senang melihatnya.
...****************...
Valdo tengah bersiap, dia akan menghadiri pertemuan di sebuah Hotel A untuk melakukan pertemuan-pertemuan para petinggi dan CEO dari perusahaan-perusahaan lain yang sudah mendunia.
Sedangkan di rumah Aditya.
Fardan datang, membungkukkan badan, sedikit mengganggu waktu kebersamaan Aditya dengan Nara di taman belakang rumah.
"Tuan.?"
"Apa.?"
"Pertemuan ini sangat penting, Tuan.! Tidak bisa di wakilkan. Anda harus datang, atau resiko besar, akan berdampak pada perusahaan dan seluruh bisnis Tuan.!"
Aditya tidak suka mendengarnya, dia masih ingin selalu bersama dengan Nara, namun dari bisnis dan perusahaan itu, ada begitu banyak kepala keluarga yang menggantungkan hidup keluarga mereka disana. Aditya diam dan nampak berpikir.
"Pergilah.! Aku akan menunggu dan berdiam diri di kamar saja. Sampai kau pulang.!" Ucap Nara meminta Aditya untuk hadir dalam acara yang di sebutkan sangat penting itu.
"Kau tidak apa-apa.?"
Nara menggeleng sambil tersenyum sebagai jawaban. Aditya mengangguk dan juga tersenyum sangat tampan pada Nara. Ia pun akhirnya memutuskan akan datang dalam pertemuan besar itu.
...****************...
Fardan memarkir mobil, ia lantas keluar membukakan pintu untuk Aditya. Aditya keluar dari mobil, berdiri dengan gagah, lalu melangkah dengan langkah kaki yang menawan. Fardan mengikutinya dari belakang.
Suasana di dalam sudah cukup ramai. Seluruh hadirin yang datang adalah para CEO dan sekretaris mereka. Beberapa dari mereka berdiri, beberapa lagi terlihat duduk dan santai.
Antara satu dan yang lainnya saling sapa. Membicarakan bisnis-bisnis dan kemajuannya. Sebelum acara inti di mulai.
Dalam acara ini, akan di berikan penghargaan perusahaan terbaik, CEO terbaik, produk terbaik dll. Itulah kenapa acara ini menjadi sangat penting, siapa yang bisa memenangkan award pasti perusahaan nya akan lebih melejit lagi, dan pemenang tidak bisa di wakilkan. Karna itu sama saja tidak menghargai acara yang di gelar.
Valdo yang berdiri di sana melihat Aditya yang datang dengan Fardan. Ia begitu fokus melihatnya. Aditya duduk di salah satu kursi, ia tidak berniat untuk mendekat dengan yang lainnya. Aditya bahkan langsung mengeluarkan ponselnya, ia melakukan panggilan Video Call pada Nara yang berada di kamar.
Valdo mendekat, duduk tiba-tiba di dekat Aditya. Aditya jelas kaget, berdiri, membulatkan mata dengan raut muka penuh amarah. Tapi Valdo justru menyilang kan kaki kirinya di atas kaki kanannya dengan anggun, ia menenggak wine yang di bawanya.
"Halo, Kak Adit.?" Suara Nara yang baru saja mengangkat panggilan Video Call Aditya terdengar menggema di telinga kedua pria itu, Valdo refleks lekas berdiri, ia begitu merindukan suara itu, Aditya melihat perubahan sikap Valdo. Dan dia tersenyum sinis. Saat nya Pembalasan.
"Halo sayang.?" Aditya mengangkat ponselnya sejajar dengan mukanya, ia lantas kembali duduk penuh wibawa. Valdo masih diam terpaku menatap Aditya dengan tatapan nanar.
'Nara.?'
"Kak Adit sudah sampai.?"
"Sudah, bisakah kau memanggilku dengan panggilan sayang.? Aku sangat merindukanmu.!"
Aditya sengaja melakukannya. Ia ingin melihat Valdo yang sakit hati karna cemburu. Dan itu sangat berhasil, kerinduan Valdo pada Nara yang hampir membuatnya gila, kini mendengar suaranya yang begitu merdu bermesraan dengan pria lain, jelas itu begitu menyakitkan. Bagai hujaman pedang yang terhunus kedalam jantung dan hatinya.
"Kak Adit.? Nara kan malu..!" Suara Nara terdengar lirih dan malu-malu.
Valdo tidak lagi tahan, ia lantas lekas pergi dari sana. Bahkan ia keluar dari Hotel menuju parkiran dan mengendarai mobilnya. Ia pergi dengan perasaan sakit dan patah. Air matanya deras mengalir membasahi pipinya. Hatinya sungguh sakit.
"Kenapa kau tidak bisa mencintaiku, Ra.? Kenapa kau tidak mencintaiku.? Kenapa kau meninggalkan ku.? Naraaaaaa.!"
Valdo berteriak keras memanggil nama Nara. Dan dia tidak sengaja menginjak gas semakin kencang, Valdo tidak sadar, ia tidak sengaja memutar kemudi hingga mobilnya berjalan menyamping dan dengan sangat keras menabrak beton pembatas jalan.
"Braaakkkk."
Kecelakaan tunggal itu pun tidak dapat di hindarkan. Mobil Valdo rusak parah di bagian kiri, dimana itu yang mengalami benturan, kepala Valdo yang terbentur keras mengalami pendarahan hebat, dan Valdo jatuh pingsan seketika.
Petugas Polisi dan Ambulance datang tidak lama setelah itu, beritanya di liput di berbagai Channel dan media. Menjadi salah satu berita viral hari ini, selain Berita tentang award perusahaan yang tengah terjadi di Hotel A.
...****************...
Nara sudah selesai dengan Video Callnya dengan Aditya. Aditya mengatakan pada Nara jika acara di siarkan secara live di beberapa Channel media. Aditya memintanya untuk menonton. Karna Aditya dengan sangat yakin dia akan menjadi salah satu penerima award itu.
Nara pun Menyalakan Tv. Ia membuka saluran Channel yang menyiarkan acara itu, dan benar saja, perusahaan dan nama Aditya di sebutkan. Suaminya terlihat sangat tampan berdiri gagah di atas podium menerima penghargaan itu. Nara tersenyum sangat senang dan bangga melihatnya.
Namun tak lama kemudian, nama dan perusahaan Valdo juga ikut mendapat panggilan, membuat Nara lekas mengganti channel yang ia lihat, tapi justru dalam layar TV sekarang adalah berita kecelakaan tunggal yang tengah di alami Valdo di jalan Tol *****.
Nara membulatkan mata melihat wajah Valdo yang berlumuran darah, ia sudah tak sadarkan diri ketika para petugas memindahkannya dari mobil ke atas ranjang roda dan memasukkannya kedalam ambulance.
Nara begitu syok, ia menangis melihat nya, biar bagaimanapun, Valdo adalah pria yang sangat mencintainya, terlepas dari semua caranya yang salah. Hati Nara berdegup kencang tiba-tiba. Ada rasa sedih dan kasihan melihat Valdo dalam keadaan sepeti itu.
Nara kembali teringat saat ia berada di Villa Valdo dan hanya berdua dengannya. Valdo menceritakan begitu banyak hal tentang hidup nya, Keluarganya, ayah dan ibunya.
Ayahnya kini sudah meninggal, dan ibunya juga tidak ada bersamanya. Lantas siapa sekarang yang akan menemani dan mengurus Valdo.? Nara berpikir begitu banyak. Ia memutuskan untuk menghubungi Aditya segera. Hati nya merasa tidak tenang.
Beberapa kali ia menghubungi, namun tak ada jawaban. Ponsel Fardan juga sama halnya. Aditya dan Fardan tengah sibuk dan larut dalam perbincangan bersama para CEO lainnya.
Tiba-tiba Nara terpikirkan untuk menghubungi Rio. 'Iya, Rio.!' Lirih Nara dalam hati. Ia pun segera mencari kontak Rio yang pernah ia simpan di catatan buku sekolah, untunglah masih ada, Nara memasukkan nomor Rio ke dalam ponsel barunya. Ia lantas menghubungi Rio saat itu juga.
...****************...
padahal aku tungguin tiap hari kelanjutannya🤔
tapi kisah Arend sm zico kok nggak ada thor, aku padahal sudah masuk ke branda author ya, cari judul love or game 😫😫😭😭😭😭 nggak ada thor yg ada nona dan tuan, mainan bos mafia
makasi thor atas novelnya..semangat untuk slalu berkarya🤗