Richard Alexander, anak pertama pasangan Rayyan Alexander dan Nabila Ihnaz.
Dengan segala kerumitan kisah cintanya.
Tidak seperti apa yang dulu pernah dilakukan oleh Rayyan. Meski profesi mereka berdua sama, ialah seorang photographer. Tapi sifat dan perilaku mereka berdua jauh berbeda.
Jika dulu Rayyan dikenal sebagai mantan playboy, tapi tidak dengan Rich. Lelaki itu justru terkesan dingin dan anti perempuan.
Akan tetapi, disaat Rich merasakan jatuh cinta, tidak pada perempuan yang tepat. Karena perempuan yang Rich sukai sudah memiliki calon suami.
Demi kebaikan bersama, terpaksa Nabila memaksa putranya agar mau dia jodohkan dengan putri salah satu sahabatnya.
Bagaimana perjalanan selanjutnya kisah percintaan seorang Richard Alexander , juga kisah asmara kedua adiknya yang tak lain adalah Zayn dan Zoey Alexander ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heni Heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
"Bagaimana dengan Rich?" tanya Rega menggoda putrinya. Pasalnya, Rega yang sejak acara makan malam tadi sampai kini sudah usai, putrinya itu tampak sering mencuri pandang ke arah Rich. Itu artinya memang Kimy tidak masalah andaikan mereka saling dijodohkan lalu dinikahkan.
"Bagaimana apanya, Pa?"
"Anak papa ini sepertinya tertarik dengan calon suaminya." Sengaja Rega menggoda dan lihatlah pipi Kimy bersemu merah dibuatnya.
"Terus saja papa menggodaku."
Pecahlah tawa Rega. "Jadi, bagaimana?"
"Bagaimana apanya, Pa?"
"Mau terima Rich?"
Kepala Kimy tanpa ragu mengangguk. "Daripada papa memintaku kuliah lalu papa selalu memaksakan ini dan itu yang aku sendiri sudah cukup pusing tak bisa menjalaninya, lebih baik aku nikah saja. Tak masalah karena Kak Rich ganteng. Lumayan lah ada yang bisa aku lihat tiap hari. Daripada di sini, papa dan mama ngomel-ngomel mulu kerjaannya. Membuat aku pusing saja."
"Oh, jadi begitu. Setelah ketemu pangeran, papa dilupakan?"
Kimy tertawa. Memeluk papanya dengan manja. "Papa sendiri yang memaksa kan?"
"Its okay. Papa senang jika kamu mau menerima."
Kimy tahu jika Rich tampak tidak suka dengannya. Biar saja. Gadis itu tidak peduli. Dalam benaknya adalah kebebasan sudah ada di depan mata. Papa Rega memang sangat memanjakan dirinya. Namun, juga banyak menuntut dan mendistribusikan segala macam yang harus dia lakukan. Hal itu pula yang terkadang membuat Kimy pusing tujuh keliling. Merasa terbebani dengan segala macam tuntutan yang ujungnya hanya membuatnya malas melakukan apapun juga yang papa dan mamanya inginkan. Termasuk di antaranya adalah masalah pendidikan. Otak Kimy tak mampu dengan semua yang kedua orang tuanya targetkan.
Begitu Kimy meninggalkan papanya, Firza datang mendekati suaminya. "Jadi bagaimana, Pa? Sukseskan rencana kita?"
"Semoga saja semua tanpa ada kendala dan Rich mampu membimbing anak kita menjadi Kimy yang lebih baik."
"Seperti aku dulu, ya? Berkat papa aku jadi lebih baik."
"Semua memang butuh proses. Dan jika sudah jodoh maka tak akan lari ke mana."
Firza tersenyum penuh kebahagiaan. Karena hadirnya Rega maka kehidupan Firza memang jadi lebih baik dari sebelumnya. Meski sebenarnya dulu Rega menikah dengannya juga karena terpaksa. Dengan tujuan agar dia tidak mengganggu kebahagiaan Rayyan dan Nabila. Itu sebab karena Rega yang dulu sangat menyayangi Nabila dan ingin wanita itu hidup bahagia dengan pilihannya yaitu Rayyan.
••••
Dalam perjalanan pulang ke rumah, Nabila yang duduk di bangku tengah sesekali melirik pada Rich yang duduk di bangku kemudi. Tak ada ekspresi apapun dari wajah putranya itu. Hanya masam saja terlihat. Nabila tahu jika Rich tidak serat merta bisa menerima Kimy begitu saja.
Memang Kimy itu cantik, tapi masih terlihat kekanak-kanakan. Maklum saja usianya baru juga dua puluh tahun. Selisih usianya hampir sepuluh tahun dengan Rich.
Meski begitu bagi Nabila lebih baik Rich menikah dengan Kimy daripada dangan Resca. Jika saat ini Kimy tampak masih muda dan kurang dewasa, tapi itu bukan masalah. Seiring perkembangan waktu pasti semua akan sesuai dengan yang diharapkan. Pelan-pelan tapi pasti.
"Bagaimana menurutmu dengan Kimy, Rich?"
Rayyan yang mencoba mencairkan suasana mulai bertanya. "Biasa saja. Masih anak-anak."
"Masih anak-anak gitu tapi cantik dan statusnya single," celetuk Nabila.
Rich selalu kalah omongan jika berhadapan dengan mamanya. Lalu, ketika tiba-tiba mamanya kembali berucap hal mengejutkan detik itu pula Rich seolah kehilangan jati dirinya sebagai sosok pria tampan. Seperti lelaki tidak laku saja sampai harus dipaksa menikah segala.
"Bulan depan saja, Pa, kita nikahkan mereka."
"Papa setuju dengan mama."
Jika pasangan suami istri Nabila dengan Rayyan tersenyum lebar penuh kepuasan, lain halnya dengan Rich yang sudah pucat pasi mendengarnya. Satu bulan dan dia akan menikah dengan gadis itu.
••••
Sebuah cafe siang hari ini. Sejak semalam Rich tak bisa tenang hidupnya. Bahkan semalaman pria itu juga tak dapat memejamkan matanya. Itu semua karena kedua orang tuanya yang begitu tega akan menikahkan dia secepatnya.
Dan pagi ini, tiba-tiba saja Resca yang pernah mengaku dipingit dan tak boleh bertemu dengannya, menghubungi dia untuk meminta bertemu. Ragu sebenarnya Rich ingin menemui wanita itu. Tapi rasa rindu mengalahkan segalanya. Bahkan Rich mempertaruhkan harga dirinya demi bisa bertemu dengan wanita itu.
"Rich!" Sapa lembut Resca begitu saja mendongakkan kepala pria itu.
"Ca. Duduklah."
Wanita cantik yamg hari ini terlihat pucat itu menatap sendu pada Rich membuat pria itu iba.
"Rich."
"Apa yang terjadi, Ca?"
Hening untuk sejenak sampai Resca menghela napas panjang. "Aku tak tahu lagi harus berbuat apa sekarang. Pernikahanku sudah di depan mata."
"Lalu apa masalahnya, Ca."
"Aku tak tahu rasanya seperti ini menikah dengan orang yang tidak kita cinta dan tidak kita inginkan."
"Tapi kamu memang tak bisa lagi mundur, Ca. Aku pun sudah tak bisa berbuat banyak untuk membantumu. Jujur sebenarnya aku tidak tega melihatmu seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi. Aku pun tak kuasa berbuat apapun."
"Tak adakah rencanamu untuk membawa kabur aku, Rich."
Rich terkejut mendengarnya. "Jangan sembarangan, Ca."
"Kenapa? Bukankah kamu pernah mengatakan padaku jika akan melakukan apapun untuk membantuku keluar dari masalah ini. Aku ... Aku menyukaimu Rich."
Pria itu diam. Beberapa hari ini sempat merenung akan perasaan yang dia miliki untuk Resca. Tapi memang benar apa yang mamanya sampaikan jika dia tak boleh merusak rencana pernikahan Resca, selain akan mempermalukan keluarga juga nama baiknya akan dipertaruhkan.
"Ca, sebenarnya aku pun sempat memiliki perasaan yang sama denganmu. Tapi aku sadar jika kita memang tak ditakdirkan untuk bersatu. Pertemuan kita terlambat dan apa yang kita lakukan selama ini salah. Aku tidak ingin jadi orang ketiga di antara kamu dengan calon suamimu."
"Kenapa sekarang kamu berbicara seperti itu?"
"Karena aku telah menyadari kesalahanku selama ini. Lagipula sebentar lagi aku juga akan menikah."
"Apa? Rich, jangan bercanda. Maksudmu apa? Menikah?"
"Iya. Aku pun dijodohkan oleh kedua orang tuaku."
"Apa? Kenapa nasib kita bisa sama?"
Rich tak ingin menceritakan hal sebenarnya pada Resca jika dia dijodohkan demi menghindari gadis itu. Rich hanya ingin menjaga perasaan Resca agar tak makin sakit hati. Apa yang menimpa pada wanita itu sudah menyiksa hidup Resca. Bagaimana jika Resca tahu alasan Rich dijodohkan.
Detik setelahnya, Resca kembali bertanya. "Apakah kamu menyukai calon istrimu?"
Kepala Rich menggeleng.
"Jika memang seperti itu, kenapa kita berdua tidak saling berkerja sama saja."
"Maksudmu apa? Kerjasama apa?"
"Ya, kita kabur saja dari rencana perjodohan kita masing-masing. Kita tinggalkan saja calon kita, Rich. Dan kita berdua bisa menikah nanti."
tau g rasanya ??????
yg jomblo minggir dulu
koq gk up.. up..😔