NovelToon NovelToon
Aku Pergi Membawa Benih Yang Kau Benci

Aku Pergi Membawa Benih Yang Kau Benci

Status: tamat
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Single Mom / Obsesi / Menikah dengan Kerabat Mantan / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Dalam diamnya luka, Alina memilih pergi.

Saat menikah satu tahun lalu, ia dicintai atau ia pikir begitu. Namun cinta Rama berubah dingin saat sebuah dua garis merah muncul di test pack-nya. Alih-alih bahagia, pria yang dulu mengucap janji setia malah memintanya menggugurkan bayi itu.

"Gugurkan! Aku belum siap jadi Ayah." Tatapan Rama dipenuhi kebencian saat melihat dua garis merah di test pack.

Hancur, Alina pun pergi membawa benih yang dibenci suaminya. Tanpa jejak, tanpa pamit. Ia melahirkan seorang anak lelaki di kota asing, membesarkannya dengan air mata dan harapan agar suatu hari anak itu tahu jika ia lahir dari cinta, bukan dari kebencian.

Namun takdir tak pernah benar-benar membiarkan masa lalu terkubur. Lima tahun kemudian, mereka kembali dipertemukan.

Saat mata Rama bertemu dengan mata kecil yang begitu mirip dengan nya, akhirnya Rama meyakini jika anak itu adalah anaknya. Rahasia masa lalu pun mulai terungkap...

Tapi, akankah Alina mampu memaafkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter - 25.

Viola berdiri di ambang pintu, memandangi tiga tamu tak diundang yang dibawa masuk oleh asisten rumah tangganya. Di hadapannya kini ada mantan mertuanya, Bu Ningrum dan Pak Pram, serta seorang wanita yang terlalu sering hadir dalam mimpinya sebagai pengkhianat... Ratna.

Wanita itu, resmi menjadi istri dari mantan suaminya tiga tahun lalu setelah ia bercerai dengan Raden.

Tiga tahun tanpa kabar, tanpa permintaan maaf dan tanpa itikad baik. Namun hari ini mereka datang, bukan membawa pertobatan melainkan keangkuhan yang dibungkus basa-basi.

Viola melangkah ke arah tempat duduk dengan dagu terangkat, lantas duduk.

“Apa kabarmu, Nduk?” sapa Bu Ningrum, mencoba tersenyum seolah luka masa lalu tak pernah ada.

Viola mengangkat alis, lalu menautkan senyum tipis. Bukan senyum ramah, melainkan senyum sinis.

“Tak perlu basa-basi, langsung saja. Kalian datang membawa apa? Penyesalan atau rencana busuk baru?”

Mata Bu Ningrum membulat, Viola yang dulu lembut dan mudah dibodohi kini menjelma menjadi perempuan yang berdiri tegak dengan luka sebagai mahkotanya.

“Kami datang baik-baik, kami hanya ingin bertemu cucu kami...” suara Bu Ningrum bergetar, namun tetap berusaha tenang.

Viola menyilangkan tangan di dada. “Cucu yang kalian buang bersama ibunya tiga tahun lalu? Maaf, aku bukan orang yang bisa kalian datangi semaunya... lalu kalian berpura-pura baik seperti dulu. Selama enam tahun pernikahan, aku hanya menjadi dompet berjalan. Kalian manis di bibir, namun busuk di belakang. Aku buta oleh kebaikan palsu kalian, hingga akhirnya tersadar... aku hanya diperlakukan baik karena keluargaku kaya raya. Di saat aku butuh dukungan, kalian malah menjadi pilar bagi perselingkuhan anak kalian.”

“Nduk... bicaramu kasar sekali sekarang,” desis Ningrum lirih.

Viola tertawa, begitu renyah namun getir.

“Kalian pikir setelah dikhianati seperti itu, aku masih akan menyambut kalian dengan tangan terbuka? Bahkan ketika anak kalian, si pengkhianat itu datang ke rumah ini tanpa izin... aku suruh penjaga menghajaarnya sampai kapok! Enam tahun aku mencintainya, menunduk padanya, menghormatinya... hanya untuk dibalas dengan tikamaan dari belakang! Sekarang? Mendengar namanya saja membuat tubuhku gatal, seolah dipenuhi lintah yang menempel di hati!”

“Viola!” Ratna angkat suara dengan suara lantang, “Jangan terus menjelekkan suamiku!”

Viola menoleh pelan, lalu bangkit dari sofa anggun miliknya.

“Suamimu? Oh, maksudmu... pria brengseek itu! Silakan peluk bangkai impianmu itu sesering yang kau mau, tapi jangan datang ke rumahku membawa wajah tak tahu malu! Kalau kalian tak tahan dengan omongan pedasku, silakan angkat kaki sekarang! Tapi jika ingin dihina lebih dalam, datanglah sesering mungkin... aku akan sangat bahagia menerima kedatangan kalian.”

“Kau wanita sombong!” Ratna berdiri dengan mata menyala oleh amarah.

Viola melangkah mendekat, perlahan namun tajam. “Aku sombong karena aku bisa! Karena aku berhasil lepas dari keluarga penuh racun ini. Dan kau... kau bahkan belum hamil-hamil setelah tiga tahun menikah. Apa kau mandul, wanita lakor? Ups! Maaf... terlalu frontal, ya?” Viola menutup mulutnya secara dramatis, berpura-pura terkejut akan ucapannya sendiri.

“Kurang ajar!” Ratna berteriak sambil mencoba menerjang, namun Viola lebih cepat. Tangannya menjambaak rambut Ratna, lalu menyeretnya hingga ke ambang pintu.

“Pak Deni! Usir mereka sekarang juga! Tandai wajah mereka, jika mereka mencoba mendekati anakku... beri mereka pelajaran.”

“Akan saya laksanakan, Non!”

“Dasar perempuan biadaaab! Tak heran Mas Raden selingkuh denganku! Perempuan bar-bar seperti kau... mana bisa dipertahankan?” teriak Ratna dari luar rumah, rambutnya berantakan.

Viola hanya tersenyum sambil berbalik. “Pak Deni! Keluarkan Halsky dari kandangnya! Biar harimau itu menyelesaikan sisanya.”

“H-harimau?” suara Bu Ningrum langsung terdengar panik.

“Ayo Ningrum! Itu harimau galak! Cepat pergi!” Pak Pram sudah lebih dulu lari terbirit-birit, meninggalkan istri dan menantu di belakang nya.

Di dalam rumah, Alina dan Davin tak kuasa menahan tawa. Menyaksikan sosok Viola yang dulu bersikap lembut, kini menjelma menjadi perempuan yang tak bisa lagi dipermainkan. Luka mengubahnya... menguatkan.

Di luar gerbang, Ratna dan mertuanya berdiri dengan nafas memburu.

“Gagal deh bawa Raka! Padahal kita lagi butuh duit! Kalau bisa manfaatin anak itu... lumayan!” Bu Ningrum mendengus.

“Ini semua salah Mas Raden! Dibilang jangan judi mulu! Habis uang, sekarang nyeret-nyeret kita buat bayar!”

“Kamu juga nggak ada gunanya, Ratna! Nggak hamil-hamil, kerja juga nggak mau buat bantu-bantu pengeluaran di rumah! Bisanya cuma dandan dan ngelunjak! Kalau anakku sampai miskin, itu semua salahmu!” Bu Ningrum pergi dengan menyereet langkah kasar seraya terus mengumpat.

Ratna nyaris menangis, bukan karena hinaan dari ibu mertuanya melainkan karena kenyataan pahit yang kini dihadapinya. Ia dulu memilih jadi selingkuhan karena mengira hidup bahagia Viola bisa dengan mudah direbut. Nyatanya, kini ia justru hidup melarat bersama laki-laki yang tak berguna.

“Untung ada Mas Galang, sekarang apa dia sudah menceraikan Gendis ya? Aku mending pisah sama Mas Raden dan dapetin Mas Galang deh. Gapapa turun ranjang, yang penting duit ngalir! Semoga, Mas Galang percaya sama foto-foto rekayasa ku... padahal Gendis kan nggak selingkuh. Bahkan aku dan Ibu sering minta jatah gaji Mas Galang sama Gendis. Hahahha... dasar wanita bodoh!" Gumam Ratna tersenyum menyeringai sambil mengusap rambutnya yang kusut karena dijambaak Viola.

Sedangkan di dalam rumah, Viola berdiri dengan kepala tegak... dia tak akan pernah menjadi korban lagi.

1
fsf
oh jadi Rama dan Davin kakak beradik beda ibu, pantesan wajahnya mirip
jadi tau juga kenapa Rama goblok bin pekok ya dari ibunya yg pelakor itu
VaNiLaLuLaBo
ramai betul orang sakit jiwa,,, KERANA SERAKAH... CINTA cuma mainan tanpa perasaan kasih sayang... kihkihkih... MIRISNYAAAAAAAA....... CINTA PADA HARTA ORANG LAIN.... makan taik masa dalm perut ibunya kaliiii
Mamah Dini11
kayaknya si rama itu bodoh bin oon ya , udh lima tahun gk bisa ngungkap ke licikan si erika , keterlaluan kmu rama mlh jadi lengket sm si licik , katanya gk ada apa2 tpi gandengan tangan , apa itu nama
Mamah Dini11
benerkan si erika kayaknya udh nikah sm si rama, gimana ini cerita cuman segitu cintanya si rama , menang tuh pelakor karna gk kebongkar kedok liciknya, rugilah buat alina bertahun2 tetap bersalah di mata si rama , mlh di dekatkan dgn si davin alinanya , maaf ya thor agak kurang nyusun kayak nya, harusnya kebongkar dulu masalah alina sebelum ada pasangan lain .
Mamah Dini11
udh lma kan alina bercerai anaknya udh tk, kok gk ada pencarian dari rama dn penyesalan gitu ,,katanya mencintainya orang lain gk boleh memiliki ,, cerainya mudah banget, apa menikah sm si biangkeroknya , kalau iya enak pisan si erika gk ketahuan kejahatannya .
Mamah Dini11
dasar. laki2 bodoh kmu rama kalau kmu benar2 cinta sm istrimu, cari tau doong. kebenaran nya jgn gampang percaya dn gampang terhasut sm orang lain sebelum terungkap kebenaran NY, nyesel yg Ada. nanti kamu rama. dn kmu Erika biang kerok nya , bknnya mendapatkan si Rama yg.Ada kmu bakalan di pecat karna telah mempitnah dn merusak rumah tanga orang lain atau atasanmu sendiri camkan itu.
Mamah Dini11
kayak nya bagus ceritany, permisi Thor ikut nimbrung ya 🙏🙏
Rosita Tumbelaka
Klo gini ceritanya kan senang happy ending...gbu...teruskan dgn yg varu novelnya...thanks
Rosita Tumbelaka
klu aq tak tendang selangkang nya sdh jijik
Sugiyarti Arul
jangan mati dong Thor Denis nya masak baru muncul langsung mati..
Dyta Kusnani
sbnrnya kasian Rama ,, tpi sygnya dia krg tegas
Dyta Kusnani
hahaha lucu bgt
Dyta Kusnani
ow Rama ank pelakor ya , adik Davin beda ibu
Dewa Nara
mungkin lebih tepat " mengulurkan tangan," Thor dari pada " menjulurkan tangan"😊😊
Dewa Nara
kenapa Rama gak nanya baik-baik sama Alina
Dewa Nara
sekretaris Thor bukan sekertaris 😄
Kristina Sihmirmani
akhirnya happy ending,,😍
Agustina Titin
macam mana ini apa tidak ada wanita lain
Lina Carolina
selalu bagus jalan ceritanya singkat padat tapi endingnya bagus makasi
Athallah Linggar
apa jordan anak'y erika?🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!