Masa remaja Natasya yang indah, harus berakhir menyedihkan. saat mahkota yang selama ini dijaganya, direnggut oleh laki-laki yang merupakan cinta pertama dan sahabat sekelasnya Farrel.
Bagaimana kisah perjalanan pernikahan dini mereka berdua? yang dipenuhi bumbu-bumbu pertengkaran, hingga cinta itu benar-benar hadir diantara mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ritasilvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesan singkat
Paginya, hal pertama yang dilihat Natasya adalah ponselnya, dia sangat berharap sekali semalam suami tampannya itu menghubungi nya.
"Ada pesan messenger dari mas Farrel," sambil mengukir senyum yang langsung mengembang indah disudut bibir Natasya.
"Suamiku, semoga apapun permasalahan yang terjadi semoga kamu mampu untuk mengatasi nya, semoga kesehatan mu tidak terganggu dengan kesibukan ini mas." Gumam Natasya sambil cekatan juga untuk membalas balik messenger dari suaminya.
"Pagi suamiku, tetap semangat dalam mengatasi berbagai permasalahan mu ya, termasuk untuk selalu menjaga kesehatan. doaku selalu menyertai mu sayang, miss you muuaachh."
Natasya cekatan menuliskan isi pesan, sambil tersenyum. dia memang sengaja tidak menghubungi Farrel. Natasya yakin jika saat ini pasti suaminya itu masih tidur. karena dia tahu jika Farrel malam ini pasti lembur. mengingat pesan yang dikirim nya keponsel Natasya pun sudah sangat larut.
Natasya menepis pikiran buruk yang tiba-tiba menghantuinya, untuk mengusir kegundahan hatinya. mengingat perilaku dan kebiasaan buruk Farrel selama ini.
"Aku harus percaya pada mas Farrel tentang janjinya yang ingin berubah menjadi orang yang lebih baik lagi."
Setelah berpenampilan rapi dan terlihat sangat cantik dan ceria, Natasya melangkah turun menghampiri sang Mama dan membantu nya menyiapkan sarapan untuk mereka.
"Pagi Mama sayang." ucap Natasya tersenyum ceria.
"Anak Mama semangat dan ceria sekali pagi ini, pasti udah dihubungi oleh menantu mama." meggisa Natasya.
"Iya ma, mas Farrel kirim messenger doang. dan sudah larut malam juga. mungkin dia sibuk hingga harus lembur ma."
"Iya sayang, mengurus dan mengelola perusahaan besar itu tidak mudah sayang. papa juga pernah seperti ini." terang Mama meyakinkan agar Natasya tidak berfikir macam-macam.
"Iya, Natasya ngerti. semoga semua nya segera teratasi secepatnya ya ma."
Keseruan didapur sedikit banyak membuat bumil ini kembali tertawa bahagia, dia melupakan ponselnya yang masih tergeletak tertinggal di kasur.
***
Pagi ini jadwal Farrel sangat padat, namun mengingat dia tidur sudah hampir pagi menjelang. sehingga dia masih terbaring tidur dengan pulas nya, termasuk papa dan asistenya. sofa empuk yang terdapat diruang kerja itu menjadi kasur mereka bertiga, dengan posisi dan gaya tidur mereka yang pulas, dengkuran halus terdengar saling sahut-sahutan.
Papa tiba-tiba terbangun, sambil melirik jam besar yang terdapat ditengah-tengah ruang.
"Astaghfirullah, sudah jam delapan."
Papa langsung bersiap-siap, membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian dengan pakaian kantor nya yang juga sudah tersedia disana.
kemudian membangun kan asisten bya, dan Farrel yang ikut terbagun.
"Ayo Farrel kita harus semangat, agar permasalahan ini segera teratasi secepatnya. papa tahu pasti sekarang kamu sudah tidak sabaran lagi ingin bertemu segera dengan istri mu Natasya." goda papa.
"Tentu pa, mengingat sekarang hubungan kami yang sudah membaik, Natasya juga tengah manja-manjanya, mungkin juga karena faktor kehamilan nya."
"Papa ngerti nak."
Setelah membersihkan tubuhnya, dan penampilan rapi. mereka bertiga sarapan bareng diruangan khusus. sambil sesekali mereka bertiga membahas permasalahan pekerjaan mereka satu persatu.
Selesai sarapan, Farel terjun langsung kelapangan memeriksa beberapa proyek kerjasamanya yang sedang mengalami masalah serius. termasuk beberapa bangunan mereka yang terpaksa dirobohkan kembali, karena tidak sesuai dengan SOP perusahaan yang berlaku.
"Bagaimana kabarnya istri kecilku sekarang, apa dia sudah bangun?"
gumam Farel, sebelum berangkat menuju lapangan. sebelah tangan Farrel mengusap layar ponselnya, dan mendial nama "istriku imutku sayang."
"Tuuuttt......tuuuttt..... tuuuttt....,,