Ch.1-107 Arc 1 : Amanat Sang Raja Racun✓
Ch.108-200 Arc 2 : Rencana Besar✓
--
Vian Matawijaksana, seorang Tuan muda dari keluarga konglomerat terpandang. Merasa bosan karena merasa telah memiliki segalanya.
Seorang pemuda yang bahkan belum berusia 18 tahun, pandai dalam hampir segala bidang.
Vian merasa dunia tempat dia tinggal saat ini sangat kecil dan membosankan.
Sampai suatu hari, pemuda itu menemukan berita tentang game Martial Art's Online yang baru saja rilis pada kala itu.
Sebuah Game yang awalnya dia anggap sebuah pelampiasan dan pelarian dari kehidupan di dunia nyata, namun perlahan, game tersebut ternyata akan merubah dirinya dan dunia nyata, ke arah yang tidak pernah terduga sama sekali.
*Memiliki unsur overpower yang berlebihan (katanya)
--
Gabungan Genre Rpg.lit x Xuanhuan
Terinspirasi dari shujinkouron
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.35 Marcel Yokohama
Marcel bersama dengan tunangannya, Yuki, berjalan keluar dari dalam lift dengan arogan.
Keduanya memasuki ruangan tempat para direktur berkumpul dan bersiap menemui Vian.
"Selamat datang Tuan Marcel, Tuan Vian sedang dalam perjalanan kesini, mari kita menunggunya sebentar lagi." Sambut seorang Pria paruh baya dengan hormat, pria paruh baya itu sebenarnya tidak menghormati Marcel, namun kekuatan di belakangnya.
Marcel adalah salah satu dari tiga kandidat seseorang yang akan menjadi Kepala Direktur, dua kandidat lainnya hanya bisa menundukan kepala saat Marcel menatap mereka karena latar belakang Marcel yang kuat serta keluarganya juga memiliki hubungan dengan keluarga Vian membuat kemungkinan Marcel terpilih sangat tinggi.
"Ya Pak Darham... Oh iya, apakah benar Pak Darham pernah mengizinkan OB untuk satu Lift dengan bapak?" Tanya Marcel memastikan, jika memang hal itu adalah wajar di Perusahaan ini maka dia harus mencari alasan lain untuk menjelaskan situasinya kepada Vian.
Pak Darham mengelus dagunya, lalu teringat sesuatu yang membuatnya tertawa kecil.
"Dua tahun yang lalu saya pernah hampir melakukan kesalahan besar saat baru masuk Perusahaan ini. Saat itu saya melihat seorang anak mengajak beberapa OB dan Security untuk masuk kedalam Lift yang seharusnya hanya untuk Staff perusahaan keatas, baru saya ingin mengomeli anak itu namun seorang Staff mengatakan bahwa anak itu adalah Tuan Muda Vian, dan dia memang sangat ramah kepada siapapun, bahkan kami pernah makan bersama dengan seluruh karyawan Perusahaan termasuk OB sekalipun, sejak saat itu motivasi kerja semua karyawan menjadi tinggi dan Tuan Muda Vian tidak ragu memberikan gaji tinggi kepada setiap karyawannya." Ujar Pak Darham sambil tersenyum dan sedikit menyayangkan umurnya dan kondisi tubuh membuatnya tidak bisa beraktifitas leluasa.
Marcel mengerutkan dahinya, pantas saja OB yang baru ia temui sebelumnya sangat berani kepadanya.
"Jadi begitu, Tuan Muda Vian pasti orang yang sangat baik dan jarang menghukum bawahannya." Balas Marcel sambil tersenyum ramah.
Pak Darham merubah ekspresinya sambil menggelengkan kepala.
"Anda belum mengetahui seperti apa Tuan Muda Vian, memang benar Tuan Muda Vian sangat baik pada kami saat bekerja, namun jika kami berbuat kesalahan, sikapnya akan menjadi kejam dan membuat kami kesulitan untuk berbuat kesalahan lagi." Jelas Pak Darham sambil menghela nafasnya.
Dia teringat satu tahun yang lalu para Direktur ingin mengambil alih perusahaan dari tangan Vian, namun yang ada malah mereka yang tertangkap basah oleh Vian dan hampir semua Direktur dipecat serta Pak Darham yang tidak ikut andil bagian dipromosikan menjadi Kepala Direktur.
Marcel menganggukkan kepalanya seperti anak ayam, sekarang dia perlu berhati-hati dengan Vian.
Barulah saat Pak Darham menyelesaikan ceritanya, seorang OB memberitahukan bahwa Vian sudah menunggu mereka diruangannya.
"Bersiaplah Tuan Marcel, semoga Tuan Muda memilih anda." Ucap Pak Darham dengan senyum palsu, sebenarnya dia sangat tidak setuju Marcel bisa mendapatkan posisi Kepala Direktur karena sudah terlihat jelas bahwa Marcel adalah tipe orang arogan.
Marcel tersenyum lebar dan percaya diri bahwa dirinya lah yang akan terpilih, dia berencana merubah perusahaan ini menjadi yang dia inginkan dan akan memecat OB yang sebelumnya telah menyinggung dirinya.
Marcel, Yuki, Pak Darham dan para Direktur lainnya bergegas memasuki ruangan Owner atau Pemilik Perusahaan.
Di dalam ruangan terdapat layar proyeksi yang sudah siap digunakan dan seorang pemuda duduk di kursi mewah dengan membelakangi arah pintu masuk.
"Tuan muda, semua Direktur dan kandidat Kepala Direktur sudah tiba." Seorang sekertaris menyampaikan kedatangan Marcel dan yang lainnya.
"Baiklah, kalian semua boleh duduk." Ucap Vian masih menatap ke luar jendela.
Para Direktur termasuk Pak Darham menelan ludahnya, mereka hafal dengan ciri-ciri Vian saat ini yang berarti Vian sedang dalam suasana hati tidak baik.
Para Direktur segera duduk dan tidak berani mengucapkan satu katapun sampai Marcel menanyakan kabar Vian mengira Vian tidak mengetahui kedatangannya.
"Saudaraku Vian, bagaimana kabarmu, apakah Paman tidak memberitahukan kedatanganku?" Tanya Marcel dengan santai.
Vian diam beberapa saat sebelum berbalik menatap Marcel dengan senyuman lebar.
Marcel mematung dan tubuhnya bergetar sambil menunjuk Vian. "K-kau kenapa kau ada di kursi Tuan Vian!?" Marcel berharap orang di depannya bukanlah Vian karena dia telah melakukan sesuatu yang sangat buruk padanya.
"Tuan Marcel, ada apa? Beliau adalah Tuan Muda Vian, apakah Tuan Marcel belum mengenalnya?" Tanya Pak Darham dengan heran.
Lutut Marcel terasa lemas ketika mendengar perkataan Pak Darham. "Tidak mungkin... Ini hanya mimpi kan..."
Para Direktur dan Pak Darham menjadi kebingungan dengan tingkah aneh Marcel dihadapan Vian.
"Rin, putarkan Video itu." Ucap Vian menyuruh sekertarisnya.
"Baik Tuan." Rina segera memutar Vidio CCTV tentang apa yang terjadi di Lift Utama beberapa saat yang lalu.
-
Di dalam Video itu terlihat Vian yang memakai baju olahraganya masuk ke dalam Lift, selang beberapa waktu kemudian terlihat Marcel bersama Yuki datang dan masuk kedalam Lift yang sama dengan Vian.
"Cih, sejak kapan OB bisa menggunakan Lift Utama Kantor."
"Sayang, apakah kamu mau Jas bersihmu ini dikotori oleh keringat orang ini? Cepat tendang dia keluar dari sini, dia membuatku risih."
"Kamu benar Yu, hei OB, keluar dari Lift ini dan gunakan tangga."
Sampai sini semua pandangan terarah ke Marcel dan Yuki yang tidak bisa melakukan apapun.
Tidak ada satupun Direktur atau Karyawan Perusahaan yang Vian kelola berani bertindak seperti itu dengan siapapun, itu karena Vian sangat tidak menyukai seseorang yang arogan sebaik apapun pekerjaannya.
"Apa maksud anda? Apakah kantor ini milik anda?"
"Kalo iya kenapa? Aku bisa saja memecatmu dan memastikan keluargamu kesulitan tujuh turunan, kau mau apa!?"
Wajah para Direktur memburuk, tidak kalah dengan wajah Marcel dan Yuki.
Itu karena saat itu Marcel telah mengatakan terang-terangan ingin memastikan Keluarga Matawijaksana mendapat kesulitan darinya.
Pandangan para Direktur kepada Marcel dan Yuki menjadi Iba sekaligus senang karena Tuan Muda arogan ini mendapatkan pelajaran, namun jika Video ini tersebar sampai ke telinga keluarga Matawijaksana sudah pasti Keluarga Yokohama harus membereskan masalah ini dengan mahal.
Video rekaman CCTV itu tidak sampai disitu, diakhir rekaman Marcel terlihat mendorong Vian keluar Lift dengan kasar sambil tertawa sinis.
-
Video rekaman sudah selesai namun suasana begitu hening sampai Marcel tiba-tiba bersujud didepan Vian.
"Tuan Vian, saya mohon ampuni saya! Saya bersumpah tidak akan melakukan hal itu pada anda lagi. Tolong maafkan kebodohan saya Tuan!" Ucap Marcel sambil memohon.
Yuki juga ikut memohon di belakang Marcel, bagaimanapun Yuki juga mempengaruhi Marcel sebelumnya untuk menendang keluar Vian dari Lift.
Vian segera menganggap Marcel dan Yuki tidak ada serta langsung melanjutkan pertemuan pemilihan Kepala Direktur.
Marcel dan Yuki tentu kesal dan malu harus bersujud di depan Vian, namun mereka tidak bisa melakukan apapun karena kekuatan Vian sama sekali bukan tandingan mereka.
"Oleh karena itu, setelah saya pertimbangkan dengan baik, saya akan memilih Pak Fannoka sebagai Kepala Direktur karena Pak Fannoka selama ini telah berkontribusi banyak serta loyal kepada Perusahaan. Dan Pak Denis, anda akan menggantikan posisi Pak Fannoka sebagai Direktur Keuangan. Apakah ada yang keberatan?" Ujar Vian dengan tenang.
Tentu saja tidak ada yang berani membantah keputusan Vian, setelah melihat tidak ada yang keberatan Vian segera menutup pertemuan mereka.
"Pak Darham, tolong beritahu Pak Fannoka tentang apa saja yang harus dilakukan, dan Pak Denis, anda tidak perlu merepotkan Pak Fannoka karena saya sudah membuat rangkaian tugas untuk anda, silahkan minta kepada sekertaris saya. Pertemuan saya tutup, semua Direktur boleh keluar." Lanjut Vian.
"Terima kasih Tuan Muda atas kerja kerasnya." Ucap Para Direktur serempak sebelum pergi.
Marcel dan Yuki juga berniat untuk pergi namun Vian segera menghentikan mereka.
"Kau mau kemana ? Saya hanya bilang Direktur yang diperbolehkan keluar." Ucap Vian dengan dingin.
"Tuan Vian, saya mohon ampuni kesalahan kami." Mohon Marcel sambil berlutut.
"Baiklah, kesalahan kalian akan saya lupakan, tapi saya tidak ingin melihat wajah kalian lagi dan minta keluarga kalian untuk mencabut kerja sama dengan keluarga Matawijaksana, kami tidak membutuhkan orang-orang sampah di lingkungan kami." Ujar Vian dan langsung pergi bersama Rina meninggalkan Marcel dan Yuki.
--
"Tuan Vian, apakah perlu saya urus mereka berdua? Mungkin mereka akan merencanakan sesuatu dibelakang Tuan." Ucap Rina di luar ruangan.
Vian tersenyum lembut sebelum berkata. "Tidak perlu Rin, mereka sama sekali bukan ancaman bagi kita. Untuk sekarang kau pantau terus kinerja para Direktur dan lainnya, laporkan padaku jika ada dari mereka yang berniat mengkhianati perusahaan, aku tidak akan membiarkan kejadian yang sama terulang kembali."
"Baik Tuan, saya mengerti." Balas Rina sambil menunduk.
pliss dijawab/Frown/
hmmmm... 😩😩😩😩😩😩😩